Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KESEHATAN » Sasake Banggai Kepulauan Gegerkan Sulteng, Ibu Pasca Melahirkan Ditandu 10 Km Karena Ambulans Tak Bisa Masuk

Sasake Banggai Kepulauan Gegerkan Sulteng, Ibu Pasca Melahirkan Ditandu 10 Km Karena Ambulans Tak Bisa Masuk

  • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
  • visibility 158
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.idSebuah video yang memperlihatkan seorang ibu pasca melahirkan harus ditandu sejauh kurang lebih 10 kilometer melewati jalan setapak di wilayah Sasake, Desa Seano, Kecamatan Buko Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, menggegerkan Sulawesi Tengah. Video tersebut viral di media sosial dan memantik perhatian luas dari masyarakat hingga pemerintah daerah.

Respons cepat pun datang dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Sehari setelah video itu ramai diperbincangkan, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulawesi Tengah langsung turun ke lokasi pada 11 Juni 2026 untuk melakukan survei dan pengukuran akses jalan yang selama ini menjadi keluhan warga.

Pengunggah pertama video tersebut, Edi Yunggoli, warga Desa Seano yang juga menjabat Sekretaris Desa, mengungkapkan bahwa peristiwa dalam video sebenarnya terjadi sekitar satu tahun lalu.

Menurut Edi, saat itu seorang ibu melahirkan dengan bantuan secara tradisional di kawasan Sasake. Namun setelah proses persalinan, ari-arinya tidak keluar sehingga membutuhkan penanganan medis secepatnya di fasilitas kesehatan.

“Waktu itu seorang ibu melahirkan ditolong secara tradisional. Tetapi ari-arinya tidak keluar sehingga harus segera dibawa ke fasilitas kesehatan. Karena ambulans tidak bisa masuk akibat akses jalan hanya berupa jalan setapak dan jalan rintisan, warga akhirnya bergotong royong memikul ibu tersebut menggunakan tandu,” ujar Edi kepada Simbil.

Perjalanan yang harus ditempuh tidaklah mudah. Warga bergantian memikul tandu melewati medan yang berat dan jalan yang sebagian besar telah rusak. Setelah menempuh jarak sekitar 10 kilometer, barulah mereka tiba di jalan poros yang dapat diakses kendaraan roda empat untuk selanjutnya membawa ibu tersebut menuju fasilitas kesehatan.

Edi mengaku baru menerima video tersebut beberapa waktu lalu dari seorang warga yang kebetulan merekam kejadian saat berpapasan di perjalanan. Selama ini, banyak peristiwa serupa yang tidak pernah terdokumentasi karena keterbatasan akses teknologi di wilayah pelosok.

“Video itu baru saya dapat belum lama ini. Padahal kejadian seperti itu bukan sekali saja terjadi. Banyak yang tidak terdokumentasi karena warga di Sasake sangat terbatas akses teknologinya,” katanya.

Sasake merupakan komunitas masyarakat yang terpisah dari pusat Desa Seano. Sekitar 100 jiwa tinggal di wilayah tersebut dengan akses utama berupa jalan setapak dan jalan rintisan yang kondisinya memprihatinkan. Untuk mencapai jalan poros terdekat, warga harus berjalan kaki sejauh kurang lebih 10 kilometer.

Viralnya video tersebut akhirnya membuka mata banyak pihak mengenai kondisi akses transportasi yang selama ini dihadapi masyarakat Sasake. Edi pun menyampaikan apresiasi atas respons cepat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang langsung mengirim tim ke lokasi.

“Kami mengapresiasi reaksi cepat Pemprov Sulawesi Tengah melalui Dinas Bina Marga. Sehari setelah video viral, tepat pada 11 Juni, tim langsung turun melakukan pengecekan lapangan,” ujarnya.

Atas nama pemerintah desa dan masyarakat Sasake, Edi juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, beserta jajaran pemerintah provinsi yang telah memberikan perhatian terhadap kondisi warga di pelosok Banggai Kepulauan.

“Kami pemerintah desa mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Anwar Hafid dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah yang telah mengatensi suara hati masyarakat Sasake. Terima kasih juga kepada seluruh penggiat media yang telah membantu menyuarakan aspirasi warga. Kami berharap segera ada solusi permanen berupa pembangunan jalan yang layak,” tuturnya.

Kisah dari Sasake menjadi gambaran nyata bahwa infrastruktur bukan sekadar sarana penghubung antarwilayah. Bagi masyarakat pelosok, jalan yang layak dapat menjadi penentu cepat atau lambatnya pertolongan medis, bahkan menyangkut keselamatan jiwa.

Video yang viral itu mungkin hanya berdurasi beberapa menit, namun di baliknya tersimpan perjuangan panjang masyarakat Sasake yang selama bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan akses. Kini, mereka berharap perhatian yang datang tidak berhenti pada survei, tetapi berlanjut menjadi solusi nyata bagi masa depan wilayah mereka.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelar Perkara Putuskan Penghentian Aktivitas, Kini Pabrik Tahu Desa Baka Diberi Waktu Tetap Beroperasi 3 Bulan Lewat Instruksi Bupati

    Gelar Perkara Putuskan Penghentian Aktivitas, Kini Pabrik Tahu Desa Baka Diberi Waktu Tetap Beroperasi 3 Bulan Lewat Instruksi Bupati

    • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
    • visibility 298
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penanganan dugaan pelanggaran yang dilakukan salah satu usaha tahu di Desa Baka, Kecamatan Tinangkung, Kabupaten Banggai Kepulauan, memasuki babak baru setelah Bupati Banggai Kepulauan mengeluarkan instruksi tertulis yang memberikan kesempatan relokasi selama tiga bulan kepada pelaku usaha. Kebijakan tersebut menarik perhatian masyarakat karena sebelumnya proses penanganan telah berjalan melalui tahapan investigasi […]

  • Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 407
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – SPBU Buko di Desa Labasiano kembali jadi sorotan publik. Warga menuding penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Keluhan masyarakat menyebut distribusi BBM kerap langka, solar dibatasi hanya 20 liter per kendaraan, bahkan diduga tidak menggunakan nozzle, melainkan ditumpahkan ke drum. Sorotan semakin tajam karena dalam rapat Pemerintah […]

  • Masyarakat Totikum Beraksi: Swadaya dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sambil Menunggu Perhatian Pemerintah

    Masyarakat Totikum Beraksi: Swadaya dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sambil Menunggu Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 400
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Masyarakat Kecamatan Totikum membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap daerahnya tidak pernah padam. Pada Sabtu (26/07/2025), mereka mulai melakukan perbaikan jalan rusak secara swadaya dan gotong royong, dimulai dari Desa Batang Babasal hingga Desa Sambiut. Ini adalah bentuk nyata dari inisiatif masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur yang sangat dibutuhkan, meski belum ada […]

  • Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • visibility 771
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id — Masyarakat pesisir Kecamatan Liang, Bangkep, Sulawesi Tengah, kembali mengeluhkan aktivitas kapal penangkapan ikan modern atau “Pajeko” yang beroperasi di zona tangkap nelayan kecil tradisional. Keluhan masyarakat nelayan ini diteruskan melalui grup diskusi publik BSH oleh Advokat Muhammad Saleh Gasin “Ini salah satu kebocoran sumber daya perikanan Bangkep. Ratusan dan mungkin ribuan box […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Kepala Desa Diberhentikan, Sisa Jabatan 3 Tahun Wajib Antarwaktu, Bukan Otomatis Pilkades Serentak

    Muhammad Saleh Gasin: Kepala Desa Diberhentikan, Sisa Jabatan 3 Tahun Wajib Antarwaktu, Bukan Otomatis Pilkades Serentak

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2026
    • visibility 182
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Pemberhentian Kepala Desa sebelum masa jabatannya berakhir tidak serta-merta membuat desa tersebut harus mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak. Jika pada saat diberhentikan seorang Kepala Desa masih memiliki sisa masa jabatan lebih dari satu tahun, maka pengisian kekosongan jabatan tersebut pada prinsipnya menggunakan mekanisme Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu melalui Musyawarah Desa. Hal tersebut […]

  • Diduga Hilangkan Sertifikat Jaminan Kredit, Bank Danamon Luwuk Disomasi Kuasa Hukum Husin Rajak dan Nurmin Rahman

    Diduga Hilangkan Sertifikat Jaminan Kredit, Bank Danamon Luwuk Disomasi Kuasa Hukum Husin Rajak dan Nurmin Rahman

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • visibility 645
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Kantor Hukum Tomi Akase, S.H. & Rekan secara resmi melayangkan somasi pertama (Somasi I) kepada Bank Danamon Cabang Luwuk, Sulawesi Tengah, terkait dugaan hilangnya sertifikat hak milik (SHM) Nomor 1697 atas nama Husin Rajak, yang sebelumnya dijadikan jaminan kredit oleh Nurmin Rahman. Surat somasi tertanggal 10 Oktober 2025 itu ditandatangani langsung oleh […]

error: Content is protected !!
expand_less