Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Satpol PP Bangkep Respons Cepat Aduan Warga, Investigasi Dugaan Hewan Ternak Berkeliaran di Desa Kautu

Satpol PP Bangkep Respons Cepat Aduan Warga, Investigasi Dugaan Hewan Ternak Berkeliaran di Desa Kautu

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 34
  • comment 0 komentar

TINANGKUNG, tatandak.idKomitmen Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai Kepulauan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum kembali ditunjukkan melalui respon cepat terhadap laporan masyarakat yang beredar di media sosial Facebook terkait dugaan hewan ternak yang berkeliaran di Kompleks Patingkang, Desa Kautu, Kecamatan Tinangkung. Menindaklanjuti informasi tersebut, atas arahan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banggai Kepulauan, Moh. Adnan Datu Adam, SE, tim yang dipimpin Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah, Adi Stiven Maukar, S.Sos, langsung turun ke lapangan pada Selasa (21/7/2026).

Sekitar pukul 08.30 Wita, tim bergerak menuju lokasi untuk melakukan patroli dan investigasi sebagai bentuk tindak lanjut atas laporan masyarakat. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Satpol PP dalam memastikan setiap informasi yang berkaitan dengan gangguan ketenteraman dan ketertiban umum mendapat penanganan secara cepat dan tepat.

Setibanya di Kompleks Patingkang, petugas melakukan penyisiran di sejumlah titik yang disebutkan dalam laporan. Namun, selama pelaksanaan pengawasan, tim tidak menemukan hewan ternak berupa sapi maupun kambing yang berkeliaran sebagaimana informasi yang beredar.

Meski demikian, tim tidak langsung mengakhiri kegiatan. Sebagai bagian dari proses investigasi, Petugas berdialog langsung dengan masyarakat sekitar guna menggali informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi di lapangan. Pendekatan persuasif tersebut dilakukan agar informasi yang diperoleh tidak hanya bersumber dari unggahan di media sosial, tetapi juga berdasarkan pengalaman masyarakat yang merasakan langsung dampaknya.

Dalam dialog tersebut, salah seorang warga, Jufri, mengungkapkan bahwa keberadaan hewan ternak yang dilepasliarkan telah lama menjadi keluhan masyarakat. Menurutnya, sapi dan kambing kerap berkeliaran mulai siang hingga malam hari sehingga mengganggu kenyamanan warga.

Ia menjelaskan bahwa hewan-hewan tersebut sering masuk ke pekarangan rumah dan lahan perkebunan milik masyarakat hingga menyebabkan kerusakan tanaman. Selain itu, ternak yang berkeliaran di badan jalan juga berpotensi membahayakan pengguna jalan yang melintas.

“…Hewan ternak yang berkeliaran ini, dari pekarangan sampai perkebunan masyarakat sudah sangat meresahkan, adapun tindakan tindakan dari pemerintah desa sudah ada namun belum mendapat respon positif dari pemilik ternak” ujar Jufri.

Setelah melakukan pengumpulan informasi dari masyarakat, tim Satpol PP melanjutkan kegiatan dengan berkoordinasi bersama perangkat Desa Kautu di kantor desa. Pertemuan tersebut membahas kondisi yang selama ini dikeluhkan masyarakat sekaligus menggali informasi terkait berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah desa dalam menangani permasalahan hewan ternak yang berkeliaran.

Dalam pertemuan tersebut, perangkat desa menjelaskan bahwa pemerintah desa telah melakukan berbagai langkah, di antaranya memberikan imbauan kepada masyarakat, melaksanakan patroli lingkungan, serta mengaktifkan ronda malam yang melibatkan anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas). Namun, upaya tersebut dinilai belum sepenuhnya memberikan efek jera kepada sebagian pemilik ternak yang masih membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran.

Hasil investigasi lapangan, dialog bersama masyarakat, serta koordinasi dengan pemerintah desa selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi Satpol PP dalam menentukan langkah penanganan berikutnya. Pendekatan ini dilakukan agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar didasarkan pada kondisi riil di lapangan dan dapat memberikan solusi yang efektif.

Kepala Seksi Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Banggai Kepulauan, Adi Stiven Maukar, S.Sos, menegaskan bahwa setiap laporan masyarakat merupakan informasi penting yang akan ditindaklanjuti sesuai kewenangan Satpol PP.

Ia menambahkan, penanganan permasalahan hewan ternak yang dilepasliarkan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Diperlukan dukungan seluruh pihak, khususnya para pemilik ternak, untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan sehingga tidak lagi membiarkan hewan peliharaannya berkeliaran di fasilitas umum, permukiman, maupun lahan milik masyarakat.

Kegiatan pengawasan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan Nomor 8 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat, serta tindak lanjut Surat Edaran Bupati mengenai larangan melepaskan hewan ternak di area publik.

Melalui kegiatan ini, Satpol PP Kabupaten Banggai Kepulauan menegaskan komitmennya untuk terus merespons setiap laporan masyarakat secara cepat, profesional, dan humanis. Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu meningkatkan kepatuhan para pemilik ternak terhadap peraturan yang berlaku sehingga tercipta lingkungan yang lebih tertib, aman, bersih, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

  • Penulis: HUMAS SATPOLPP BANGKEP
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • visibility 921
    • 0Komentar

    Oleh: IRFAN KAHAR Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program Strategis Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, resmi diluncurkan di Kabupaten Banggai Kepulauan pada Senin, 24 Februari 2025. Namun Program Yang kemudian digagas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat rawan terjadi penyimpangan dan potensi korupsi jika tidak diawasi dengan ketat. Program […]

  • Skandal Rekomendasi BBM Nelayan Bangkep, 2 Orang Bisa Kuasai 11 Ribu Liter Solar per Minggu

    Skandal Rekomendasi BBM Nelayan Bangkep, 2 Orang Bisa Kuasai 11 Ribu Liter Solar per Minggu

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 715
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dugaan penyalahgunaan rekomendasi BBM bersubsidi di Banggai Kepulauan kian terang-benderang. Fakta mengejutkan terungkap dalam rapat resmi Pemda Bangkep bahwa dua nelayan asal Kombutokan (Totikum) bisa menguasai 11.000 liter solar hanya dalam sepekan. (17/09/2025) Data yang dipaparkan perwakilan Dinas Perikanan menyebut, masing-masing nelayan mendapat jatah 2 kiloliter solar per minggu, dengan pola penyaluran […]

  • Taufik Hidayat E. Lapasang Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum KaMIMo Banggai Periode 2025-2026, Usung Arah Transformasi Organisasi

    Taufik Hidayat E. Lapasang Resmi Terpilih sebagai Ketua Umum KaMIMo Banggai Periode 2025-2026, Usung Arah Transformasi Organisasi

    • calendar_month Rab, 1 Jul 2026
    • visibility 205
    • 0Komentar

    BANGGAI (30 Juni 2026), tatandak.id – Momentum penting tercipta dalam pelaksanaan Seba XVIII KaMIMo Banggai dengan ditetapkannya kepengurusan baru periode 2025-2026. Dalam forum tersebut, Taufik Hidayat E. Lapasang resmi terpilih sebagai Ketua Umum KaMIMo Banggai, didampingi Aulia Abd. Bady sebagai Wakil Ketua Umum (Mide Formature). Terpilihnya Taufik Hidayat E. Lapasang sebagai Ketua Umum KaMIMo Banggai […]

  • Sampah Jadi Ancaman Serius di Kawasan Wisata Unggulan Bangkep, Pemda Diminta Gerak Cepat Arahkan CSR

    Sampah Jadi Ancaman Serius di Kawasan Wisata Unggulan Bangkep, Pemda Diminta Gerak Cepat Arahkan CSR

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • visibility 586
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id — Persoalan sampah di kawasan wisata prioritas satu Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) dinilai semakin mengkhawatirkan. Kawasan Kopopokuli yang masuk dalam zona unggulan destinasi wisata, kini justru mulai dipenuhi tumpukan sampah di darat maupun di laut. Padahal, kawasan ini tengah disiapkan menyambut event besar bertaraf nasional dan internasional, termasuk Festival Paisupok yang pernah dipresentasikan […]

  • Muhammad Saleh Gasin Ungkap Mengapa Daerah Bisa Berbeda Meski Sistem dan Anggarannya Sama

    Muhammad Saleh Gasin Ungkap Mengapa Daerah Bisa Berbeda Meski Sistem dan Anggarannya Sama

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • visibility 1.093
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Perbedaan kemajuan antar daerah sering kali menimbulkan pertanyaan publik. Mengapa dengan sistem pemerintahan yang hampir serupa dan alokasi anggaran yang relatif sebanding, hasil pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bisa sangat berbeda? Menjawab fenomena tersebut, praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik, Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa akar persoalannya bukan semata pada sistem atau […]

  • Konsisten Tradisi Medali, INKANAS Banggai Kepulauan Kembali Berprestasi di Kapolres Banggai Cup Karate Open Tournament Se-Sulteng 2026

    Konsisten Tradisi Medali, INKANAS Banggai Kepulauan Kembali Berprestasi di Kapolres Banggai Cup Karate Open Tournament Se-Sulteng 2026

    • calendar_month Sen, 22 Jun 2026
    • visibility 78
    • 0Komentar

    BANGGAI, Tatandak.id – institut Karate-Do Nasional (INKANAS) Banggai Kepulauan kembali menorehkan prestasi membanggakan pada ajang INKANAS Banggai Karate Tournament Se-Sulawesi Tengah Kapolres Banggai Cup 2026 yang berlangsung pada 18–21 Juni 2026 di GOR Kilongan, Luwuk, Kabupaten Banggai. Dalam kejuaraan yang diikuti 15 kontingen dari berbagai daerah/kontingen di Sulawesi Tengah tersebut, INKANAS Banggai Kepulauan berhasil menempati […]

error: Content is protected !!
expand_less