Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OLAHRAGA » Pengurus Inkanas Banggai Kepulauan Audiensi dengan Bupati Rusli Moidady Bahas Persiapan Kejuaraan dan Pengembangan Karate

Pengurus Inkanas Banggai Kepulauan Audiensi dengan Bupati Rusli Moidady Bahas Persiapan Kejuaraan dan Pengembangan Karate

  • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
  • visibility 1.150
  • comment 1 komentar

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady saat menerima audiensi Pengurus Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Kabupaten Banggai Kepulauan, diruang kerja Bupati. (Suber Foto: Pengurus Inkanas Bangkep)

SALAKAN, tatandak.id — Pengurus Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Kabupaten Banggai Kepulauan beraudiensi dengan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, di ruang kerja Bupati, Selasa (03/06/2025). Audiensi ini membahas tiga topik utama terkait pembinaan dan persiapan atlet karate serta pengembangan cabang olahraga karate di daerah tersebut.

Ketua Harian Inkanas Banggai Kepulauan, Moh Adnan Datu Adam, memaparkan laporan struktur kepengurusan organisasi terbaru dan berbagai program pembinaan atlet yang sedang berjalan. Audiensi ini juga dihadiri oleh dua koordinator bidang Inkanas, Nicolo Machiavelly dan Bayu Akbar Sipatu, dan Senpai Ryo Subanomo dan Senpai Heriyanto, serta para Atlit.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah persiapan mengikuti Kejuaraan Karate Open Tournament Wadokai tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang akan berlangsung pada 19-22 Juni 2025 di Kota Palu.

“Kami merencanakan keberangkatan tim pada 17 Juni 2025. Kami berharap dukungan pemerintah daerah agar atlet dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama Banggai Kepulauan,” ujar Moh Adnan.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh partisipasi dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pada 24 Juni 2025 di Kota Palu.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyatakan komitmen penuh mendukung pengembangan cabang karate meskipun tahun ini KONI tidak ada anggaran untuk semua cabang olahraga.

“Walaupun KONI tidak ada anggaran di Tahun 2025, kami tetap berkomitmen mendukung pengembangan olahraga ini ke depan,” ujar Bupati Rusli saat audiensi.

Dalam audiensi, Senpai Ryo Subanomo dan Senpai Heriyanto turut menyampaikan harapan agar pengembangan karate di Banggai Kepulauan, khususnya di sekolah-sekolah, dapat berjalan dengan baik. Mereka menekankan pentingnya regenerasi atlet junior yang harus dimulai sejak usia dini.

Saat ini, atlet junior yang sudah berprestasi belum memiliki pelapis yang cukup untuk meneruskan tradisi meraih medali. Upaya mengaktifkan dojo-dojo baru di lingkungan SD dan SMP diharapkan dapat menjadi solusi, yang membutuhkan dukungan semua pihak termasuk OPD terkait.

Bayu Akbar Sipatu, Ketua Bidang Organisasi Inkanas sekaligus Ketua KNPI Banggai Kepulauan, juga berharap agar Inkanas Banggai Kepulauan dapat menggelar kejuaraan untuk pertama kalinya sebagai ajang pembinaan sekaligus motivasi bagi bibit-bibit muda agar semakin giat berlatih.

Mengenai persiapan keberangkatan atlet junior dan tim pelatih pada kejuaraan tingkat provinsi nanti, Inkanas Banggai Kepulauan akan mengupayakan pembiayaan secara swadaya serta melalui bantuan partisipasi dari berbagai pihak.

Dengan dukungan yang terus mengalir dan persiapan yang matang, Inkanas Banggai Kepulauan menargetkan prestasi membanggakan pada ajang karate tingkat provinsi maupun O2SN, serta berharap dapat terus mengembangkan olahraga karate sebagai bagian penting dalam pembinaan generasi muda di daerah.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (1)

  • No name

    Pemerintah Banggai Kepulauan kurang perhatian dengan atlitnya yg sampai saat ini putri daerah Banggai Kepulauan yg berasal dari kec.totikum sementara latihan di senayan untuk persiapan sea games cabor menembak putri, yg pelaksanaannya bulan Desember yg akn datang di thailan, tak pernah ada sentuhan sedikitpun dr pihak pemerintah Bangkep padahal itu sudah nyata membawa nama Banggai kepulauan.

    Balas10 Juni 2025 6:26 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin Tegaskan Sikap soal Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Saya Tidak Anti-Investasi, Tapi Saya Menolak Jika Rakyat dan Alam Dikorbankan”

    Muhammad Saleh Gasin Tegaskan Sikap soal Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Saya Tidak Anti-Investasi, Tapi Saya Menolak Jika Rakyat dan Alam Dikorbankan”

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • visibility 257
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Advokat sekaligus putra daerah Banggai Kepulauan, Muhammad Saleh Gasin, akhirnya menyampaikan sikap terbuka terkait polemik tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan. Pernyataan ini disampaikan setelah mulai muncul pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai posisi dirinya sebagai anak daerah terhadap rencana maupun aktivitas pertambangan batu gamping yang belakangan menjadi perhatian publik. Muhammad […]

  • Respon Aduan Warga, Satpol-PP Bangkep Tertibkan Pedagang pasar salakan

    Respon Aduan Warga, Satpol-PP Bangkep Tertibkan Pedagang pasar salakan

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • visibility 512
    • 0Komentar

      BANGKEP, Tatandak.id – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas pedagang yang dinilai mengganggu lalulintas dan ketertiban umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai Kepulauan lakukan penertiban di kawasan Pasar Salakan, Senin (20/04/2025). Penertiban yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut menyasar pedagang yang berjualan di bahu jalan serta di area penjualan ikan yang telah […]

  • Damai Harus Bayar? Muhammad Saleh Gasin Luruskan Pemahaman soal Restorative Justice

    Damai Harus Bayar? Muhammad Saleh Gasin Luruskan Pemahaman soal Restorative Justice

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • visibility 268
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Istilah restorative justice atau keadilan restoratif semakin sering terdengar dalam penyelesaian perkara pidana. Namun, di tengah meningkatnya penerapan mekanisme tersebut, masih muncul anggapan bahwa restorative justice identik dengan pembayaran ganti rugi kepada korban. Padahal, anggapan bahwa setiap restorative justice harus selalu disertai pembayaran sejumlah uang tidak sepenuhnya tepat. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Diskresi Pejabat Bukan Tiket Bebas Melanggar Hukum

    Muhammad Saleh Gasin: Diskresi Pejabat Bukan Tiket Bebas Melanggar Hukum

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • visibility 335
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Pemahaman mengenai kewenangan diskresi pejabat pemerintahan perlu terus diberikan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam melihat ruang kewenangan yang dimiliki oleh pejabat publik. Diskresi bukanlah bentuk kebebasan mutlak bagi pejabat untuk bertindak sesuka hati, melainkan instrumen hukum yang memiliki batas, tujuan, serta mekanisme pertanggungjawaban. Hal tersebut disampaikan Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., […]

  • Zahwa Qairrunissa: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Kepentingan Jangka Pendek

    Zahwa Qairrunissa: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Kepentingan Jangka Pendek

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
    • visibility 191
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah, Zahwa Qairrunissa, menegaskan bahwa kawasan karst di Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan bentang alam yang memiliki fungsi ekologis strategis dan berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup masyarakat. Karena itu, menurut Zahwa, keberadaan kawasan karst harus dilindungi dari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem secara permanen, termasuk […]

  • ZULKIFLI LAMASANA: KETIKA HUTAN MERINTIH, DI MANA SUARA ADAT PARIGI MOUTONG ?

    ZULKIFLI LAMASANA: KETIKA HUTAN MERINTIH, DI MANA SUARA ADAT PARIGI MOUTONG ?

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Oleh : Zulkifli Lamasana, SH., CVM Ketua Umum Perkumpulan Paralegal dan Penggiat Desa (PAPEDA) Dahulu, leluhur tidak mengenal istilah AMDAL, reklamasi, atau pemulihan lingkungan. Tetapi mereka memahami sesuatu yang sangat mendasar : tanah harus dijaga, hutan tidak boleh diperlakukan semaunya, dan air adalah sumber kehidupan. Hari ini, ketika sejumlah wilayah Parigi Moutong menghadapi persoalan pertambangan […]

error: Content is protected !!
expand_less