Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OLAHRAGA » Pengurus Inkanas Banggai Kepulauan Audiensi dengan Bupati Rusli Moidady Bahas Persiapan Kejuaraan dan Pengembangan Karate

Pengurus Inkanas Banggai Kepulauan Audiensi dengan Bupati Rusli Moidady Bahas Persiapan Kejuaraan dan Pengembangan Karate

  • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
  • visibility 1.067
  • comment 1 komentar

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady saat menerima audiensi Pengurus Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Kabupaten Banggai Kepulauan, diruang kerja Bupati. (Suber Foto: Pengurus Inkanas Bangkep)

SALAKAN, tatandak.id — Pengurus Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Kabupaten Banggai Kepulauan beraudiensi dengan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, di ruang kerja Bupati, Selasa (03/06/2025). Audiensi ini membahas tiga topik utama terkait pembinaan dan persiapan atlet karate serta pengembangan cabang olahraga karate di daerah tersebut.

Ketua Harian Inkanas Banggai Kepulauan, Moh Adnan Datu Adam, memaparkan laporan struktur kepengurusan organisasi terbaru dan berbagai program pembinaan atlet yang sedang berjalan. Audiensi ini juga dihadiri oleh dua koordinator bidang Inkanas, Nicolo Machiavelly dan Bayu Akbar Sipatu, dan Senpai Ryo Subanomo dan Senpai Heriyanto, serta para Atlit.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah persiapan mengikuti Kejuaraan Karate Open Tournament Wadokai tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang akan berlangsung pada 19-22 Juni 2025 di Kota Palu.

“Kami merencanakan keberangkatan tim pada 17 Juni 2025. Kami berharap dukungan pemerintah daerah agar atlet dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama Banggai Kepulauan,” ujar Moh Adnan.

Selain itu, pembahasan juga menyentuh partisipasi dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) pada 24 Juni 2025 di Kota Palu.

Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady menyatakan komitmen penuh mendukung pengembangan cabang karate meskipun tahun ini KONI tidak ada anggaran untuk semua cabang olahraga.

“Walaupun KONI tidak ada anggaran di Tahun 2025, kami tetap berkomitmen mendukung pengembangan olahraga ini ke depan,” ujar Bupati Rusli saat audiensi.

Dalam audiensi, Senpai Ryo Subanomo dan Senpai Heriyanto turut menyampaikan harapan agar pengembangan karate di Banggai Kepulauan, khususnya di sekolah-sekolah, dapat berjalan dengan baik. Mereka menekankan pentingnya regenerasi atlet junior yang harus dimulai sejak usia dini.

Saat ini, atlet junior yang sudah berprestasi belum memiliki pelapis yang cukup untuk meneruskan tradisi meraih medali. Upaya mengaktifkan dojo-dojo baru di lingkungan SD dan SMP diharapkan dapat menjadi solusi, yang membutuhkan dukungan semua pihak termasuk OPD terkait.

Bayu Akbar Sipatu, Ketua Bidang Organisasi Inkanas sekaligus Ketua KNPI Banggai Kepulauan, juga berharap agar Inkanas Banggai Kepulauan dapat menggelar kejuaraan untuk pertama kalinya sebagai ajang pembinaan sekaligus motivasi bagi bibit-bibit muda agar semakin giat berlatih.

Mengenai persiapan keberangkatan atlet junior dan tim pelatih pada kejuaraan tingkat provinsi nanti, Inkanas Banggai Kepulauan akan mengupayakan pembiayaan secara swadaya serta melalui bantuan partisipasi dari berbagai pihak.

Dengan dukungan yang terus mengalir dan persiapan yang matang, Inkanas Banggai Kepulauan menargetkan prestasi membanggakan pada ajang karate tingkat provinsi maupun O2SN, serta berharap dapat terus mengembangkan olahraga karate sebagai bagian penting dalam pembinaan generasi muda di daerah.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (1)

  • No name

    Pemerintah Banggai Kepulauan kurang perhatian dengan atlitnya yg sampai saat ini putri daerah Banggai Kepulauan yg berasal dari kec.totikum sementara latihan di senayan untuk persiapan sea games cabor menembak putri, yg pelaksanaannya bulan Desember yg akn datang di thailan, tak pernah ada sentuhan sedikitpun dr pihak pemerintah Bangkep padahal itu sudah nyata membawa nama Banggai kepulauan.

    Balas10 Juni 2025 6:26 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irfan Kahar: Jangan Jadikan Banggai Kepulauan Korban Ekonomi Ekstraktif

    Irfan Kahar: Jangan Jadikan Banggai Kepulauan Korban Ekonomi Ekstraktif

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • visibility 108
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Gelombang penolakan masyarakat terhadap rencana aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) bukanlah bentuk sikap anti investasi. Penolakan ini lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang mulai memahami bahwa eksploitasi sumber daya alam tanpa arah pembangunan yang jelas hanya akan melahirkan ketimpangan, kerusakan ekologis, dan penderitaan sosial dalam jangka panjang. Menurut […]

  • Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 386
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – SPBU Buko di Desa Labasiano kembali jadi sorotan publik. Warga menuding penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Keluhan masyarakat menyebut distribusi BBM kerap langka, solar dibatasi hanya 20 liter per kendaraan, bahkan diduga tidak menggunakan nozzle, melainkan ditumpahkan ke drum. Sorotan semakin tajam karena dalam rapat Pemerintah […]

  • Dokter dari Luar Daerah Datang Mengabdi di Bangkep, Tapi Justru Dipaksa Bertahan Tanpa Gaji Berbulan-Bulan

    Dokter dari Luar Daerah Datang Mengabdi di Bangkep, Tapi Justru Dipaksa Bertahan Tanpa Gaji Berbulan-Bulan

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • visibility 441
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak – Di tengah keterbatasan tenaga medis di wilayah kepulauan, kehadiran dokter dari luar daerah seharusnya menjadi berkah bagi pelayanan kesehatan masyarakat. Namun ironisnya, di Kabupaten Banggai Kepulauan, seorang dokter yang datang untuk mengabdi justru harus menghadapi kenyataan pahit: bekerja berbulan-bulan tanpa menerima gaji. Kasus ini mencuat setelah terungkap bahwa dokter yang bertugas di Puskesmas […]

  • Putusan PTUN Menggantung: Keadilan Terhenti di Labirin Birokrasi

    Putusan PTUN Menggantung: Keadilan Terhenti di Labirin Birokrasi

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • visibility 1.503
    • 1Komentar

    Oleh: MUHAMMAD SALEH GASIN, S.H., M.H. Seorang praktisi hukum (Advokat) dan akademisi (Dosen) Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN) dibentuk untuk menegakkan keadilan dalam sengketa antara warga negara atau badan hukum dengan Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha Negara, sebagaimana diubah oleh UU No. 9 Tahun […]

  • Indra Adi Putra Salam: Kawasan Konservasi Dalaka di Banggai Laut Masih Rentan, Nelayan Kecil dan Ekosistem Tertekan

    Indra Adi Putra Salam: Kawasan Konservasi Dalaka di Banggai Laut Masih Rentan, Nelayan Kecil dan Ekosistem Tertekan

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 172
    • 0Komentar

    BANGGAI LAUT, tatandak.id – Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Dalaka Area XII yang secara hukum telah dilindungi ternyata masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari masuknya kapal penangkap ikan berukuran besar ke zona yang diperuntukkan bagi nelayan kecil, maraknya praktik penangkapan destruktif, hingga minimnya pemahaman masyarakat terhadap aturan zonasi konservasi. Hal tersebut diungkapkan oleh […]

  • SABARUDDIN SALATUN KECAM KERAS KETERLAMBATAN GAJI DOKTER KONTRAK DI BANGKEP: “MEREKA PEKERJA, BUKAN RELAWAN YANG BISA DIPAKSA KERJA TANPA DIGAJI”

    SABARUDDIN SALATUN KECAM KERAS KETERLAMBATAN GAJI DOKTER KONTRAK DI BANGKEP: “MEREKA PEKERJA, BUKAN RELAWAN YANG BISA DIPAKSA KERJA TANPA DIGAJI”

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • visibility 235
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Ketua Federasi Serikat Pekerja, Sabaruddin Salatun, A.M.Pi, mengecam keras polemik keterlambatan pembayaran gaji dokter dan tenaga kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan yang hingga kini belum menemukan kejelasan. Menurut Sabaruddin, kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena para dokter pada dasarnya adalah pekerja profesional yang memiliki hak yang harus dipenuhi oleh pemerintah sebagai pemberi kerja. “Saya […]

error: Content is protected !!
expand_less