Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 38
  • comment 0 komentar

BANGKEP (02/08/2026), tatandak.idKerusakan terumbu karang yang terus terjadi mengancam keberlangsungan nelayan tradisional pengguna bubu di wilayah pesisir. Menyusutnya habitat ikan akibat degradasi ekosistem laut menyebabkan hasil tangkapan nelayan terus menurun, sekaligus mengancam kelestarian pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bubu merupakan alat tangkap tradisional yang dibuat secara manual dan telah lama digunakan masyarakat pesisir sebagai alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Salah satu nelayan yang masih mempertahankan penggunaan alat tangkap tersebut adalah Pak Adam J. Selama puluhan tahun, ia menggantungkan penghidupan keluarganya dari hasil tangkapan menggunakan bubu.

Menurut Pak Adam J, keberhasilan penggunaan bubu sangat bergantung pada kondisi habitat bawah laut. Setiap jenis terumbu karang memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memengaruhi jenis ikan yang dapat ditangkap.

“Beda karang, beda juga jenis ikan yang tertangkap. Karena itu, penempatan bubu harus disesuaikan dengan kondisi karang dan ikan targetnya,” ujar Pak Adam J.

Pengetahuan tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir yang diperoleh melalui pengalaman panjang dalam memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Namun, kondisi terumbu karang saat ini semakin memprihatinkan. Di sejumlah lokasi, tutupan karang hidup yang masih berada dalam kondisi baik diperkirakan hanya berkisar 10 hingga 20 persen. Penurunan kualitas habitat tersebut berdampak langsung terhadap berkurangnya populasi ikan yang menjadi sumber penghidupan nelayan tradisional.

Kerusakan ekosistem laut diduga masih dipicu oleh praktik perusakan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah bersama aparat penegak hukum dalam menjaga kelestarian sumber daya pesisir.

Di sisi lain, proses penegakan hukum terhadap pelaku perusakan laut masih menghadapi berbagai kendala. Persyaratan pembuktian yang tidak mudah serta sanksi yang dinilai belum memberikan efek jera menjadi faktor yang turut memengaruhi upaya perlindungan ekosistem laut. Selain itu, pembinaan terhadap pelaku di lembaga pemasyarakatan juga dinilai perlu diperkuat agar tidak mengulangi perbuatannya setelah menjalani hukuman.

Pengamat dan pemerhati lingkungan menilai, pelestarian terumbu karang tidak hanya penting bagi keberlanjutan ekosistem laut, tetapi juga untuk menjaga mata pencaharian masyarakat pesisir serta mempertahankan warisan budaya berupa teknologi penangkapan ikan tradisional yang ramah lingkungan.

Melindungi terumbu karang berarti menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, mempertahankan kehidupan nelayan tradisional, serta memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati manfaat laut yang sehat dan lestari. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat pesisir, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan agar warisan leluhur tetap terjaga sekaligus mendukung terwujudnya ekonomi biru yang berkelanjutan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polsek Liang dan Koramil 1308-11 Gelar Bakti Sosial di Desa Tunggaling, Warga Antusias dan Terharu

    Polsek Liang dan Koramil 1308-11 Gelar Bakti Sosial di Desa Tunggaling, Warga Antusias dan Terharu

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • visibility 497
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polsek Liang bersama Pos Patukuki dan personel Koramil 1308-11 Liang menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Tunggaling, Kecamatan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat (20/06/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Liang, I Wayan Sukarman, S.H, dan turut melibatkan sejumlah personel dari Polsek […]

  • Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

    Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Rencana aktivitas tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kembali menuai penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan ancaman terhadap sumber kehidupan warga menjadi alasan utama munculnya gelombang penolakan tersebut. Tokoh masyarakat Bangkep, Sahrial Mori, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan hidup dan keselamatan […]

  • Minimnya Kontrol Sosial Di Banggai Kepulauan Dinilai Membuka Ruang Penyimpangan, Muhammad Saleh Gasin Ingatkan Pentingnya Pengawasan Bersama

    Minimnya Kontrol Sosial Di Banggai Kepulauan Dinilai Membuka Ruang Penyimpangan, Muhammad Saleh Gasin Ingatkan Pentingnya Pengawasan Bersama

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • visibility 750
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Minimnya kontrol sosial di Kabupaten Banggai Kepulauan dinilai menjadi salah satu faktor yang membuka ruang terjadinya berbagai penyimpangan di tengah masyarakat. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius, tidak hanya dari pemerintah, tetapi juga dari seluruh elemen masyarakat. Hal tersebut disampaikan oleh praktisi hukum dan advokat, Muhammad Saleh Gasin, yang selama ini aktif […]

  • Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 392
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – SPBU Buko di Desa Labasiano kembali jadi sorotan publik. Warga menuding penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Keluhan masyarakat menyebut distribusi BBM kerap langka, solar dibatasi hanya 20 liter per kendaraan, bahkan diduga tidak menggunakan nozzle, melainkan ditumpahkan ke drum. Sorotan semakin tajam karena dalam rapat Pemerintah […]

  • Yayasan Klinik Bantuan Hukum Muhammad Saleh Gasin Gelar Kembali Program Konsultasi Hukum Keliling Gratis di Banggai Kepulauan

    Yayasan Klinik Bantuan Hukum Muhammad Saleh Gasin Gelar Kembali Program Konsultasi Hukum Keliling Gratis di Banggai Kepulauan

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • visibility 714
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Yayasan Klinik Bantuan Hukum Muhammad Saleh Gasin kembali melaksanakan kegiatan Konsultasi Hukum Keliling Gratis di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Program ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang selama ini dilakukan secara mandiri oleh Yayasan Klinik Bantuan Hukum dengan semangat pengabdian tanpa dukungan anggaran. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini dikemas dengan konsep “versi […]

  • Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

    Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • visibility 778
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks, Irwanto Diasa, atau yang akrab disapa Simbil, menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menjaga peradaban bukanlah senjata, kekuasaan, ataupun institusi negara, melainkan keterhubungan antarmanusia atau people. Menurut Simbil, people adalah fondasi mutlak sebuah negara. Tanpa people, negara tidak akan pernah ada. Sebaliknya, tanpa negara, people […]

error: Content is protected !!
expand_less