Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Muhammad Saleh Gasin: Bangkep Tidak Kekurangan Orang yang Tahu Masalah, Tapi Kekurangan Orang yang Mau Ambil Peran

Muhammad Saleh Gasin: Bangkep Tidak Kekurangan Orang yang Tahu Masalah, Tapi Kekurangan Orang yang Mau Ambil Peran

  • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
  • visibility 723
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Advokat dan pegiat sosial Banggai Kepulauan, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa salah satu persoalan paling mendasar di Banggai Kepulauan hari ini bukan semata-mata karena masyarakat tidak tahu keadaan, melainkan karena terlalu banyak orang yang paham ada yang tidak beres, tetapi terlalu sedikit yang sungguh-sungguh mau mengambil peran untuk memperbaikinya.

Menurut Saleh Gasin, kondisi daerah tidak akan berubah hanya dengan kesadaran diam-diam, keluhan di belakang, atau diskusi yang berhenti di ruang obrolan. Ia menegaskan bahwa daerah hanya bisa bergerak maju jika semakin banyak orang mau keluar dari zona aman, mau peduli, dan mau ikut menanggung risiko sekecil apa pun untuk menjadi bagian dari perbaikan.

“Bangkep ini sebenarnya bukan kekurangan orang yang tahu masalah. Banyak yang paham, banyak yang melihat, banyak yang bisa merasakan ada yang tidak beres. Tapi sayangnya, yang mau benar-benar berdiri, peduli, dan ikut ambil bagian untuk meluruskan masih terlalu sedikit,” ujar Muhammad Saleh Gasin.

Ia menjelaskan, dalam kehidupan daerah, masalah tidak selalu membesar karena pelakunya kuat, tetapi sering kali karena terlalu sedikit orang yang mau menghentikannya. Ketika yang salah terus dibiarkan, yang ganjil dibiasakan, dan yang tidak sehat dianggap biasa, maka pelan-pelan publik akan kehilangan kepekaan. Di titik itulah, kata Saleh Gasin, sebuah daerah mulai masuk dalam keadaan yang berbahaya yakni bukan karena tidak ada aturan, bukan karena tidak ada orang pintar, tetapi karena kepedulian dan keberanian semakin langka.

Bagi Saleh Gasin, publik Bangkep perlu menyadari bahwa mengambil peran tidak selalu berarti harus menjadi pejabat, tokoh besar, atau orang yang paling lantang. Kadang, kata dia, mengambil peran bisa dimulai dari hal yang sederhana yakni berani menyampaikan yang benar, tidak ikut membenarkan yang salah, tidak membungkus pembiaran dengan alasan, serta mau ikut menghidupkan ruang kontrol sosial di tengah masyarakat.

“Yang dibutuhkan Bangkep ini bukan semua orang jadi pahlawan. Tidak. Tapi paling tidak, jangan semua memilih jadi penonton. Karena kalau semua hanya melihat, mengeluh, lalu diam, maka yang tumbuh bukan perubahan, tapi pembiaran,” tegasnya.

Ia juga menyoroti kecenderungan sebagian masyarakat yang terlalu cepat mempersoalkan motif seseorang saat menyampaikan kritik, tetapi kurang berani menyentuh substansi persoalannya. Menurutnya, pola seperti itu justru membuat diskusi publik kehilangan arah, karena energi habis untuk menebak niat orang, bukan untuk menguji isi masalah secara jujur.

“Kalau ada yang menyampaikan sesuatu, uji saja isinya. Benar atau tidak. Relevan atau tidak. Menyentuh masalah nyata atau tidak. Jangan terlalu sibuk urus motif, sementara substansi masalahnya tetap hidup dan terus merugikan masyarakat,” katanya.

Saleh Gasin mengingatkan bahwa daerah tidak rusak hanya karena orang-orang yang berbuat salah, tetapi juga karena terlalu banyak orang baik yang memilih diam, terlalu banyak orang paham yang memilih aman, dan terlalu banyak orang punya kemampuan yang enggan menanggung risiko untuk memperbaiki.

Karena itu, ia berharap semakin banyak elemen masyarakat Bangkep yakni terutama pemuda, tokoh desa, aparat, unsur partai, birokrat, dan warga biasa untuk mulai mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Sebab menurutnya, tidak semua orang harus berada di dalam sistem untuk membantu daerah. Banyak yang justru bisa berkontribusi dari luar sistem, dengan cara mengingatkan, mengawasi, memberi masukan, dan menjaga agar suara publik tetap hidup.

“Kalau torang betul-betul cinta daerah ini, maka jangan tunggu semua sempurna baru mau bergerak. Jangan tunggu orang lain dulu. Mulai dari yang torang bisa. Ambil peran sekecil apa pun. Karena daerah ini tidak akan berubah oleh orang yang hanya tahu, tapi oleh orang yang tahu lalu mau peduli dan bertindak,” pungkas Muhammad Saleh Gasin.

Di tengah berbagai persoalan yang masih membelit Banggai Kepulauan, pernyataan itu menjadi pengingat keras bahwa masa depan daerah tidak hanya ditentukan oleh pemimpinnya, tetapi juga oleh keberanian publiknya. Sebab ketika masyarakat berhenti peduli, maka yang salah akan merasa aman. Tetapi ketika semakin banyak orang mulai mengambil peran, di situlah harapan mulai tumbuh.

Dan mungkin, perubahan besar di Banggai Kepulauan memang tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Kadang ia justru dimulai dari satu keputusan sederhana yakni tidak lagi diam saat melihat yang tidak beres.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nakhodai DPC KSBSI Banggai, Hermanius Burunaung Siap Jaga Independensi Pers dan Perjuangkan Hak Buruh

    Nakhodai DPC KSBSI Banggai, Hermanius Burunaung Siap Jaga Independensi Pers dan Perjuangkan Hak Buruh

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • visibility 18
    • 0Komentar

    ​BANGGAI, tatandak.id (17/05/2026) – Peta gerakan buruh dan dinamika pers di Kabupaten Banggai memasuki babak baru. Hermanius Burunaung, yang dikenal luas sebagai Pimpinan Redaksi media investigasi Berantastipikornews, kini resmi mengemban amanah baru sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Kabupaten Banggai. ​Langkah rangkap jabatan ini memantik perhatian publik, mengingat posisi […]

  • SIPP PN Palu “Mati Suri”, Muhammad Saleh Gasin, Transparansi Hanya Slogan, Ada Apa dengan Keadilan di Sulteng?

    SIPP PN Palu “Mati Suri”, Muhammad Saleh Gasin, Transparansi Hanya Slogan, Ada Apa dengan Keadilan di Sulteng?

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • visibility 1.741
    • 0Komentar

    ​ PALU, tatandak.id – Wajah peradilan di Sulawesi Tengah kembali tercoreng oleh buruknya layanan teknologi informasi. Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Palu dilaporkan terus mengalami “kelumpuhan” sistemik. Alih-alih menjadi jendela transparansi, aplikasi ini justru dianggap menjadi tembok penghalang bagi publik yang haus akan informasi hukum. ​Ironisnya, SIPP yang merupakan instrumen wajib dari […]

  • Kepedulian Nyata: Polsek Totikum Turun Langsung Dukung Aksi Swadaya Warga untuk Perbaikan Jalan photo_camera 5

    Kepedulian Nyata: Polsek Totikum Turun Langsung Dukung Aksi Swadaya Warga untuk Perbaikan Jalan

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • visibility 812
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Kepolisian Sektor (Polsek) Totikum menunjukkan peran aktif dan kepeduliannya terhadap persoalan infrastruktur lokal dengan turut ambil bagian dalam kegiatan kerja bakti bersama warga, Jumat pagi (18/07/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian aksi swadaya masyarakat Totikum dalam rangka mempersiapkan perbaikan jalan penghubung antar desa yang rusak parah. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Totikum, […]

  • Malam Berdarah di Totikum (Bangkep), Seorang Perempuan Diduga Dibacok Suaminya Sendiri

    Malam Berdarah di Totikum (Bangkep), Seorang Perempuan Diduga Dibacok Suaminya Sendiri

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • visibility 7.307
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Peristiwa kekerasan yang diduga terjadi dalam rumah tangga menggegerkan warga Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, pada Senin malam, 6 April 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tatandak.id, seorang perempuan berinisial R diduga menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, pria berinisial D. Saat dilarikan ke […]

  • BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • visibility 482
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak – Polemik keterlambatan gaji tenaga kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Bukan hanya karena dokter di Puskesmas Totikum Selatan harus bekerja berbulan-bulan tanpa menerima gaji, tetapi juga karena alasan yang disampaikan pemerintah daerah dinilai berubah-ubah dan semakin membingungkan. Pada penjelasan awal, Kepala Dinas Kesehatan Bangkep menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran […]

  • Polsek Liang dan Koramil 1308-11 Gelar Bakti Sosial di Desa Tunggaling, Warga Antusias dan Terharu

    Polsek Liang dan Koramil 1308-11 Gelar Bakti Sosial di Desa Tunggaling, Warga Antusias dan Terharu

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • visibility 474
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-79, Polsek Liang bersama Pos Patukuki dan personel Koramil 1308-11 Liang menggelar kegiatan bakti sosial di Desa Tunggaling, Kecamatan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan, Jumat (20/06/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Liang, I Wayan Sukarman, S.H, dan turut melibatkan sejumlah personel dari Polsek […]

error: Content is protected !!
expand_less