Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Muhammad Saleh Gasin Ungkap Mengapa Daerah Bisa Berbeda Meski Sistem dan Anggarannya Sama

Muhammad Saleh Gasin Ungkap Mengapa Daerah Bisa Berbeda Meski Sistem dan Anggarannya Sama

  • calendar_month Sel, 30 Des 2025
  • visibility 1.169
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID – Perbedaan kemajuan antar daerah sering kali menimbulkan pertanyaan publik. Mengapa dengan sistem pemerintahan yang hampir serupa dan alokasi anggaran yang relatif sebanding, hasil pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bisa sangat berbeda? Menjawab fenomena tersebut, praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik, Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa akar persoalannya bukan semata pada sistem atau besaran anggaran, melainkan pada kualitas kepemimpinan.

Menurut Muhammad Saleh Gasin, setiap kebijakan publik sejatinya lahir dari cara berpikir seorang pemimpin. Cara berpikir itu sendiri dibentuk oleh batin, nilai, dan integritas pribadi yang dimilikinya. “Batin pemimpin membentuk cara berpikirnya. Dari pikiran itulah lahir kebijakan. Ketika kebijakan yang sama terus diulang, ia akan menjadi budaya pemerintahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, budaya pemerintahan yang terbentuk secara terus-menerus pada akhirnya akan menciptakan karakter kekuasaan. Karakter inilah yang kemudian menentukan arah pembangunan, kualitas pelayanan publik, hingga nasib daerah dan kehidupan masyarakatnya. Oleh karena itu, dua daerah dengan anggaran dan sistem yang hampir sama dapat menghasilkan capaian yang sangat berbeda karena dipimpin oleh figur yang berbeda pula.

Muhammad Saleh Gasin menegaskan bahwa kegagalan pembangunan tidak selalu dapat disimpulkan sebagai kegagalan sistem. Dalam banyak kasus, persoalan justru terletak pada bagaimana sistem tersebut dijalankan. “Anggaran bisa sama, regulasi bisa serupa, tetapi hasilnya akan berbeda jika pemimpinnya berbeda. Cara memaknai kekuasaan dan tanggung jawab itulah yang menentukan,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan sekadar soal kewenangan administratif, melainkan soal keteladanan moral. Ketika pemimpin menjadikan kekuasaan sebagai amanah, kebijakan yang lahir cenderung berpihak pada kepentingan rakyat. Sebaliknya, jika kekuasaan dipandang sebagai alat kepentingan pribadi atau kelompok, maka kebijakan pun akan menjauh dari rasa keadilan.

Dalam konteks pemerintahan daerah, Muhammad Saleh Gasin mendorong masyarakat untuk lebih kritis dan sadar bahwa kualitas pemimpin sangat berpengaruh terhadap arah pembangunan. Partisipasi publik dalam mengawasi kebijakan dan memilih pemimpin yang berintegritas menjadi kunci agar sistem dan anggaran benar-benar digunakan untuk kesejahteraan bersama.

“Nasib daerah tidak ditentukan oleh angka-angka di atas kertas, tetapi oleh karakter orang yang memegang kendali kekuasaan,” pungkasnya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin: Kepala Desa Diberhentikan, Sisa Jabatan 3 Tahun Wajib Antarwaktu, Bukan Otomatis Pilkades Serentak

    Muhammad Saleh Gasin: Kepala Desa Diberhentikan, Sisa Jabatan 3 Tahun Wajib Antarwaktu, Bukan Otomatis Pilkades Serentak

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2026
    • visibility 246
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Pemberhentian Kepala Desa sebelum masa jabatannya berakhir tidak serta-merta membuat desa tersebut harus mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak. Jika pada saat diberhentikan seorang Kepala Desa masih memiliki sisa masa jabatan lebih dari satu tahun, maka pengisian kekosongan jabatan tersebut pada prinsipnya menggunakan mekanisme Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu melalui Musyawarah Desa. Hal tersebut […]

  • Malam Berdarah di Totikum (Bangkep), Seorang Perempuan Diduga Dibacok Suaminya Sendiri

    Malam Berdarah di Totikum (Bangkep), Seorang Perempuan Diduga Dibacok Suaminya Sendiri

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • visibility 7.960
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Peristiwa kekerasan yang diduga terjadi dalam rumah tangga menggegerkan warga Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, pada Senin malam, 6 April 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tatandak.id, seorang perempuan berinisial R diduga menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, pria berinisial D. Saat dilarikan ke […]

  • Musrenbangdes Tolisetubono Bahas RKPDes 2027 dan DU-RKPDes 2028, Aspirasi Masyarakat Jadi Prioritas

    Musrenbangdes Tolisetubono Bahas RKPDes 2027 dan DU-RKPDes 2028, Aspirasi Masyarakat Jadi Prioritas

    • calendar_month Rab, 9 Sep 2026
    • visibility 107
    • 0Komentar

    TOLISETUBONO, tatandak.id – Pemerintah Desa Tolisetubono menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 dan Daftar Usulan Rencana Kerja Pemerintah Desa (DU-RKPDes) Tahun Anggaran 2028. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa (8/9/2026) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Tolisetubono tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam proses […]

  • SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • visibility 329
    • 0Komentar

      PELENG TENGAH, tatandak.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Peling Tengah menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa-siswi, Senin (15/12/2025). Bantuan tersebut merupakan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan semangat belajar peserta didik. Penyaluran bantuan seragam dilakukan langsung di lingkungan SMKN Peling Tengah dan diwakili oleh salah […]

  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Totikum Selatan: Empat Pertanyaan yang Kini Menunggu Jawaban Polres Bangkep

    Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Totikum Selatan: Empat Pertanyaan yang Kini Menunggu Jawaban Polres Bangkep

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2026
    • visibility 56
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penanganan perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, masih menjadi perhatian publik. Perkara yang sebelumnya mencuat setelah beredarnya video bermuatan asusila yang diduga melibatkan seorang anak berusia 16 tahun tersebut kini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat, tetapi juga memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai proses penanganan perkara […]

  • Kabid Advokasi KaMIMo Banggai Abdi Soroti Dugaan Keracunan MBG di Totikum Selatan: Jangan Korbankan Keselamatan Anak

    Kabid Advokasi KaMIMo Banggai Abdi Soroti Dugaan Keracunan MBG di Totikum Selatan: Jangan Korbankan Keselamatan Anak

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • visibility 187
    • 0Komentar

                      BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, tersebut mendapat sorotan serius dari Abdi, Kepala Bidang (Kabid) Advokasi KaMIMo Banggai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, […]

error: Content is protected !!
expand_less