Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI & BISNIS » ATM Kosong Saat Wisatawan Asing Membutuhkan Uang Tunai, Pelayanan Perbankan di Banggai Kepulauan Perlu Diperhatikan

ATM Kosong Saat Wisatawan Asing Membutuhkan Uang Tunai, Pelayanan Perbankan di Banggai Kepulauan Perlu Diperhatikan

  • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
  • visibility 124
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Banggai Kepulauan perlu diikuti dengan kesiapan berbagai fasilitas pendukung pariwisata, termasuk layanan perbankan dan ketersediaan uang tunai melalui mesin ATM.

Keluhan terkait layanan ATM kembali dirasakan sejumlah wisatawan asing dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dinilai perlu menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi kenyamanan wisatawan sekaligus citra pelayanan pariwisata daerah.

Beberapa hari lalu, seorang warga yang mendampingi wisatawan asal Prancis hendak melakukan perjalanan ke luar daerah pada sekitar pukul 05.30 WITA. Sebelum berangkat, wisatawan tersebut membutuhkan uang tunai dan mencoba melakukan penarikan melalui ATM BRI. Namun, uang tunai di dalam mesin ATM ternyata tidak tersedia.

Karena masih pagi dan layanan BRILink belum beroperasi, wisatawan tersebut akhirnya harus melanjutkan perjalanan terlebih dahulu dan baru dapat memperoleh uang tunai di wilayah Luksagu.

Kejadian serupa kembali terjadi hari ini. Sejumlah warga negara asing, termasuk wisatawan asal Belanda, kembali mengalami kesulitan melakukan penarikan uang tunai karena ATM BRI yang didatangi dalam kondisi tidak memiliki uang.

Persoalan ini memang terlihat sederhana. Namun bagi wisatawan mancanegara yang sedang berada di daerah tujuan wisata, ketersediaan uang tunai merupakan bagian dari kenyamanan dan kemudahan pelayanan yang sangat penting.

Apalagi, Banggai Kepulauan saat ini mulai semakin dikenal sebagai salah satu destinasi wisata dengan kekayaan alam dan bahari yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai negara. Peningkatan kunjungan tersebut tentu merupakan peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Karena itu, perkembangan pariwisata tidak cukup hanya didukung oleh destinasi yang indah. Infrastruktur dan pelayanan pendukung juga harus dipastikan siap menyambut wisatawan.

Kondisi ATM yang tidak memiliki uang tunai, terutama pada waktu-waktu tertentu ketika layanan BRILink belum buka, berpotensi menimbulkan pengalaman kurang menyenangkan bagi wisatawan. Jika terjadi berulang, hal sederhana seperti ini bukan tidak mungkin menjadi bagian dari cerita negatif yang dibawa wisatawan ketika mereka kembali ke negaranya.

Masyarakat berharap pihak BRI, maupun perbankan lain yang menyediakan fasilitas ATM di Banggai Kepulauan, dapat memberikan perhatian lebih terhadap persoalan tersebut, khususnya pada titik-titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat dan wisatawan.

Hal ini bukan dimaksudkan sebagai kritik terhadap institusi tertentu, melainkan masukan konstruktif dari masyarakat agar pelayanan perbankan dapat berjalan seiring dengan perkembangan sektor pariwisata.

Jika Banggai Kepulauan ingin membangun citra sebagai daerah yang ramah wisatawan, maka setiap unsur pelayanan harus ikut mengambil bagian.

Destinasi yang indah harus diikuti pelayanan yang baik. Keramahan masyarakat harus didukung kemudahan fasilitas. Dan wisatawan yang datang harus pulang membawa cerita positif tentang Banggai Kepulauan.

Sudah saatnya seluruh pemangku kepentingan, termasuk perbankan, melihat sektor pariwisata sebagai sebuah ekosistem yang saling berkaitan. Kehadiran wisatawan bukan hanya tanggung jawab Dinas Pariwisata atau pelaku usaha pariwisata, tetapi menjadi peluang ekonomi yang dapat dirasakan oleh berbagai sektor, termasuk perbankan.

Jangan sampai wisatawan datang karena tertarik dengan keindahan Banggai Kepulauan, tetapi pulang dengan kesan kurang nyaman hanya karena kesulitan mendapatkan uang tunai.

Masyarakat berharap persoalan ini dapat menjadi perhatian bersama dan segera dicarikan solusi, sehingga ke depan wisatawan domestik maupun mancanegara dapat menikmati perjalanan di Banggai Kepulauan dengan lebih aman, nyaman, dan mudah.

Banggai Kepulauan sedang tumbuh sebagai destinasi wisata. Mari pastikan bukan hanya alamnya yang membuat wisatawan ingin kembali, tetapi juga pelayanannya.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IRSANTO S. LIPUADINO Tegas Tolak Tambang Batu Gamping di Bangkep: “Save Bangkep untuk Generasi Penerus”

    IRSANTO S. LIPUADINO Tegas Tolak Tambang Batu Gamping di Bangkep: “Save Bangkep untuk Generasi Penerus”

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 195
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Penolakan terhadap rencana aktivitas eksplorasi dan eksploitasi pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kembali disuarakan oleh masyarakat. Salah satu suara yang lantang datang dari Irsanto S. Lipuadino, yang menegaskan bahwa kawasan karst dan lingkungan Bangkep merupakan warisan leluhur yang harus dijaga demi keberlangsungan hidup generasi sekarang dan masa depan. Menurut […]

  • Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 416
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – SPBU Buko di Desa Labasiano kembali jadi sorotan publik. Warga menuding penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Keluhan masyarakat menyebut distribusi BBM kerap langka, solar dibatasi hanya 20 liter per kendaraan, bahkan diduga tidak menggunakan nozzle, melainkan ditumpahkan ke drum. Sorotan semakin tajam karena dalam rapat Pemerintah […]

  • Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

    Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

    • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
    • visibility 136
    • 0Komentar

    BANGKEP (02/08/2026), tatandak.id – Kerusakan terumbu karang yang terus terjadi mengancam keberlangsungan nelayan tradisional pengguna bubu di wilayah pesisir. Menyusutnya habitat ikan akibat degradasi ekosistem laut menyebabkan hasil tangkapan nelayan terus menurun, sekaligus mengancam kelestarian pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun. Bubu merupakan alat tangkap tradisional yang dibuat secara manual dan telah lama digunakan […]

  • Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

    Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • visibility 1.167
    • 0Komentar

    KENDARI, 29 Desember 2025 – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara diguncang dugaan skandal manipulasi data akademik di Universitas Halu Oleo (UHO). Seorang mahasiswi aktif, Ayu Amanda Putri, melayangkan protes keras setelah mendapati identitas akademiknya hilang dan diganti nama orang lain di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Kasus ini mencuat ke publik usai video pengaduan […]

  • Bangkep Terima 14,5 Juta Liter Pertalite & 3,5 Juta Liter Solar Subsidi per Tahun, Publik Tagih Transparansi Distribusi

    Bangkep Terima 14,5 Juta Liter Pertalite & 3,5 Juta Liter Solar Subsidi per Tahun, Publik Tagih Transparansi Distribusi

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • visibility 474
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN – Kabupaten Banggai Kepulauan ternyata menerima jatah BBM subsidi dalam jumlah yang sangat besar. Data resmi dari Depot Luwuk mencatat, sepanjang tahun Bangkep dialokasikan 14.592.000 liter Pertalitedan 3.492.000 liter Solar melalui 8 SPBU yang tersebar di berbagai kecamatan. Jika dihitung rata-rata bulanan, Bangkep menerima 1.216.000 liter Pertalite dan 291.000 liter Solar subsidi. Namun […]

  • Kepala Desa Berhenti di Tengah Masa Jabatan, Apakah Harus Pilkades Lagi? Ini Penjelasan Muhammad Saleh Gasin

    Kepala Desa Berhenti di Tengah Masa Jabatan, Apakah Harus Pilkades Lagi? Ini Penjelasan Muhammad Saleh Gasin

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2026
    • visibility 285
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Kepala Desa yang berhenti atau diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir tidak serta-merta membuat desa harus menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) baru. Terdapat mekanisme khusus untuk mengisi kekosongan jabatan, terutama apabila sisa masa jabatan Kepala Desa masih lebih dari satu tahun. Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., Advokat & Dosen, menjelaskan bahwa masyarakat […]

error: Content is protected !!
expand_less