Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » UMUM » Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

  • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
  • visibility 439
  • comment 0 komentar

BUKO, tatandak.id – SPBU Buko di Desa Labasiano kembali jadi sorotan publik. Warga menuding penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Keluhan masyarakat menyebut distribusi BBM kerap langka, solar dibatasi hanya 20 liter per kendaraan, bahkan diduga tidak menggunakan nozzle, melainkan ditumpahkan ke drum.

Sorotan semakin tajam karena dalam rapat Pemerintah Daerah membahas polemik BBM pada Rabu (17/09/2025), SPBU Buko menjadi satu-satunya SPBU yang tidak mengirim perwakilannya.

Saat dikonfirmasi tatandak.id, pengelola SPBU Buko mengakui tidak menghadiri rapat Pemda karena di waktu bersamaan harus mengikuti pertemuan di Kota Palu.

“Rapat BBM kemarin dari SPBU Buko memang tidak ada perwakilan yang dikirim, karena dalam waktu bersamaan kami menghadiri rapat di Kota Palu,” jelas pengelola SPBU Buko (26/09/2025).

Terkait tudingan kelangkaan, pihak SPBU membantah. Mereka menyebut tidak ada kelangkaan BBM, meski mengakui adanya pemangkasan kuota Pertalite oleh Pertamina.

“Kalau mau bilang langka, tidak ada yang langka BBM. Minyak SPBU Buko memang kemarin ada pemangkasan jatah Pertalite dari 105 KL sisa 60 KL,” ungkapnya.

Soal pembatasan solar hanya 20 liter per kendaraan, pengelola SPBU menyebut itu merupakan kebijakan internal.

“Terkait 20 liter itu merupakan kebijakan SPBU Buko, karena mereka tidak ada surat rekomendasi dan barcode,” katanya.

Namun, ketika ditanya langsung mengenai dugaan penyaluran solar menggunakan drum tanpa nozzle, pihak SPBU Buko memilih untuk tidak memberikan jawaban.

Diamnya pihak SPBU Buko membuat pertanyaan publik belum terjawab. Dugaan penyaluran BBM yang tidak sesuai prosedur pun masih menyisakan tanda tanya besar di masyarakat.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SELAMAT ULANG TAHUN, IRWANTO DIASA (SIMBIL)!

    SELAMAT ULANG TAHUN, IRWANTO DIASA (SIMBIL)!

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2026
    • visibility 123
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID (22/10/2026) – Merawat Gagasan, Menjaga Nurani, Menghidupkan Harapan. Ada orang yang hadir sekadar menjadi bagian dari perjalanan waktu. Ada pula yang memilih menjadikan perjalanan hidupnya sebagai ruang untuk menyampaikan gagasan, merawat kepedulian, dan memperjuangkan hal-hal yang diyakininya penting bagi masyarakat. Irwanto Diasa, yang akrab disapa Simbil, adalah salah satu figur yang mewarnai ruang publik […]

  • Moh. Zein Tilaar Soroti Rencana Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan, Minta Bupati Prioritaskan Pembangunan Berkelanjutan

    Moh. Zein Tilaar Soroti Rencana Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan, Minta Bupati Prioritaskan Pembangunan Berkelanjutan

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 175
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Aktivis dan pemerhati pembangunan daerah, Moh. Zein Tilaar, menyampaikan kritik terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terkait wacana eksploitasi batu gamping di kawasan karst yang disebut-sebut akan menjadi bagian dari pengembangan sektor investasi di daerah tersebut. Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, Moh. Zein Tilaar menegaskan bahwa […]

  • Muhammad Saleh Gasin Soroti BBM di Bangkep: “Kalau Aturan Ada, Aparat Ada, Kenapa Masalah Ini Seperti Dibiarkan?”

    Muhammad Saleh Gasin Soroti BBM di Bangkep: “Kalau Aturan Ada, Aparat Ada, Kenapa Masalah Ini Seperti Dibiarkan?”

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • visibility 725
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan BBM di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menjadi sorotan. Di tengah keluhan masyarakat yang terus berulang, muncul satu pertanyaan besar yang mulai hidup di ruang publik yakni “mengapa masalah ini seperti tidak pernah benar-benar disentuh sampai ke akarnya?” Advokat dan pegiat sosial yang fokus pada gerakan akses keadilan dan kontrol sosial […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep

    Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 676
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Advokat dan Pemerhati Daerah serta Kepentingan Publik, Muhammad Saleh Gasin menegaskan bahwa persoalan BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan tidak akan pernah benar-benar tertib selama rantai kepentingan dan simpul kepentingan yang selama ini saling menjaga masih dibiarkan hidup. Menurutnya, di situlah letak akar kerusakan yang paling menentukan. Selama simpul-simpul itu tetap dipelihara, […]

  • Jangka Waktu Penahanan Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

    Jangka Waktu Penahanan Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • visibility 5.233
    • 2Komentar

    Ditulis Oleh: RIZKAWATI GASIN, S.H. Dalam sistem hukum di Indonesia, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) mengatur prosedur penahanan seseorang yang berstatus sebagai tersangka atau terdakwa. Berdasarkan KUHAP, jangka waktu penahanan dapat berlangsung mulai dari tahap penyidikan hingga upaya hukum kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia, dengan durasi maksimal 400 hari. Namun, dalam keadaan tertentu, […]

  • Muh. Nial Setiawan: Antara Rasa Lapar dan Kehormatan, Ketika Harga Diri Lebih Mahal daripada Sepiring Nasi

    Muh. Nial Setiawan: Antara Rasa Lapar dan Kehormatan, Ketika Harga Diri Lebih Mahal daripada Sepiring Nasi

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2026
    • visibility 73
    • 0Komentar

    Rasa lapar memaksaku harus keluar untuk sekedar membeli jajan buat sarapan, Kamis tgl 22 Oktober 2026. ‎ ‎Nek nasi kuning satu. Berapa satu bungkus Nek? Masi sama? Iya 5000 Kata Nenek. Saya dua kata ku. ‎ ‎Sebelum sempat nenek membungkus kan, terlihat berjalan dengan pakaian agak lusuh seorang pria, dengan gaya berjalan dan pakaiannya menimbulkan […]

error: Content is protected !!
expand_less