Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

  • calendar_month Sen, 29 Des 2025
  • visibility 1.252
  • comment 0 komentar

KENDARI, 29 Desember 2025 – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara diguncang dugaan skandal manipulasi data akademik di Universitas Halu Oleo (UHO). Seorang mahasiswi aktif, Ayu Amanda Putri, melayangkan protes keras setelah mendapati identitas akademiknya hilang dan diganti nama orang lain di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Kasus ini mencuat ke publik usai video pengaduan Ayu viral di media sosial. Dalam pengakuannya, Ayu menyebut namanya di sistem nasional pendidikan tinggi secara tiba-tiba berubah menjadi “Basri”, sosok yang ditegaskannya tidak pernah mengikuti perkuliahan bersamanya.

Ayu Amanda Putri merupakan mahasiswi Program Studi Teknik Sipil angkatan 2017 dengan NIM E1A117006. Selama kurang lebih empat tahun menjalani perkuliahan, ia mengaku telah menyelesaikan seluruh proses akademik, termasuk tugas akhir berjudul Evaluasi Kinerja Bangunan Pemecah Gelombang Sambung Pantai (Studi Kasus Shore Connected Breakwater Marina Bypass Kabupaten Wakatobi).

Namun seluruh rekam jejak akademik tersebut kini diduga melekat pada nama orang lain di PDDikti. Ayu menegaskan, perubahan data itu terjadi tanpa sepengetahuannya dan tanpa pernah ada proses klarifikasi dari pihak kampus.

“Saya kuliah, saya yang susun skripsi, tapi nama saya justru hilang dari sistem,” ungkap Ayu dalam pengaduannya.

Peristiwa ini langsung memantik kecurigaan publik terhadap sistem pengelolaan data akademik di Universitas Halu Oleo. Banyak pihak mempertanyakan bagaimana mungkin data sepenting NIM dan identitas mahasiswa bisa berubah jika tidak ada akses internal.

Sejumlah kalangan menilai, kasus ini bukan sekadar kesalahan teknis, melainkan berpotensi mengarah pada praktik jual beli identitas akademik.

“Kalau data mahasiswa bisa dialihkan ke orang lain, ini bukan kelalaian biasa. Ini kejahatan akademik yang serius,” ujar salah satu pengamat pendidikan menanggapi kasus tersebut.

Ayu juga mengungkapkan bahwa dirinya bukan satu-satunya korban. Ia menyebut ada mahasiswa lain di UHO yang mengalami kejadian serupa. Jika klaim ini benar, maka kasus tersebut diduga hanyalah puncak gunung es dari persoalan yang lebih besar.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan mahasiswa. Ribuan data akademik dinilai berada dalam kondisi rawan, dengan ancaman hilangnya identitas dan hak akademik sewaktu-waktu.

Hingga berita ini diturunkan, Rektorat Universitas Halu Oleo maupun Pusat Teknologi Informasi (Pustik) UHO belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan perubahan data tersebut. Belum ada penjelasan terbuka maupun langkah konkret yang disampaikan kepada publik.

Sikap diam ini justru memperkuat dugaan adanya persoalan serius dalam tata kelola data akademik kampus.

Ayu Amanda Putri mendesak pihak universitas agar segera memulihkan data akademiknya dan mengusut tuntas pihak-pihak yang diduga terlibat dalam perubahan data tersebut. Ia juga meminta adanya transparansi dan perlindungan nyata terhadap hak mahasiswa.

Publik kini menunggu langkah tegas pimpinan Universitas Halu Oleo. Kasus ini dinilai bukan hanya menyangkut satu mahasiswa, tetapi menyangkut kredibilitas institusi pendidikan negeri dan masa depan generasi akademik.

Redaksi menegaskan, ruang klarifikasi terbuka seluas-luasnya bagi pihak Universitas Halu Oleo demi keberimbangan informasi. Namun selama data di PDDikti belum dikembalikan kepada pemilik sah dan penjelasan resmi belum disampaikan, sorotan publik terhadap kampus negeri tersebut dipastikan akan terus menguat.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PDIP Bangkep Ingatkan Pemda: Tambang Batu Gamping Jangan Korbankan Lingkungan dan Masa Depan Rakyat

    PDIP Bangkep Ingatkan Pemda: Tambang Batu Gamping Jangan Korbankan Lingkungan dan Masa Depan Rakyat

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – PDI Perjuangan Kabupaten Banggai Kepulauan menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada kepentingan jangka panjang masyarakat. Dalam pandangan PDI Perjuangan Banggai Kepulauan, setiap rencana investasi yang masuk ke daerah harus melalui kajian yang matang, transparan, serta mempertimbangkan secara serius aspek lingkungan dan keberlanjutan ekonomi rakyat. Ketua […]

  • Hati-Hati Termakan Hoax, Tombol “Voice Chat/Chat Audio” di WhatsApp Bukan Tanda Hacker!

    Hati-Hati Termakan Hoax, Tombol “Voice Chat/Chat Audio” di WhatsApp Bukan Tanda Hacker!

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • visibility 1.008
    • 0Komentar

    JAKARTA, tatandak.id – Beberapa hari belakangan, pesan berantai atau pesan video di WhatsApp kembali membuat resah pengguna. Pesan tersebut mengklaim bahwa tombol “Voice Chat/Chat Audio” yang muncul di grup-grup WhatsApp adalah tanda bahwa grup tersebut telah diretas oleh hacker. Bahkan, pesan tersebut menyarankan agar anggota grup tidak mengklik tombol “Gabung” pada fitur ini karena bisa […]

  • Gambar Ilustrasi

    Dua Perkara Surat Palsu PPPK Bangkep Sudah Diputus, Satu Masih Sidang, Pelaku Utama Masih Bebas

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • visibility 1.126
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Dua perkara pemalsuan surat dalam proses Seleksi PPPK Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya diputus oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Luwuk. Namun satu perkara lainnya masih berjalan, sementara pihak yang diduga sebagai pelaku utama pembuat dokumen palsu hingga kini belum tersentuh proses hukum. Dua perkara yang telah diputus yakni nomor 152/Pid.B/2025/PN Lwk atas nama […]

  • Berawal dari Aduan Warga, Pabrik Tahu-Tempe di Desa Baka ditutup

    Berawal dari Aduan Warga, Pabrik Tahu-Tempe di Desa Baka ditutup

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • visibility 793
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, Tatandak.id – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banggai Kepulauan menutup pabrik tahu dan tempe di Desa Baka, Kecamatan Tinangkung, Kamis (3/9/2026). Penutupan tersebut merupakan hasil dari rangkaian penanganan yang telah berlangsung sejak adanya pengaduan masyarakat pada Oktober 2025. Persoalan bermula dari laporan masyarakat yang diteruskan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu […]

  • Danau Paisupok Terancam Tambang Batu Gamping, IPBK Soroti Perlindungan Kawasan Karst Banggai Kepulauan

    Danau Paisupok Terancam Tambang Batu Gamping, IPBK Soroti Perlindungan Kawasan Karst Banggai Kepulauan

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • visibility 451
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Demisioner Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu Sulawesi Tengah Periode 2024–2025, Ilham, S.H., menyampaikan keprihatinannya terhadap ancaman aktivitas pertambangan batu gamping yang dinilai berpotensi mengganggu kelestarian kawasan karst dan Danau Paisupok, salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Banggai Kepulauan. Keprihatinan tersebut dituangkannya melalui tulisan berjudul “Danau Paisupok […]

  • HUT ke-27 Bangkep: Sumbangan ASN Ditetapkan hingga Rp200 Ribu, Pemda Disorot dan Didorong Siapkan Anggaran Sejak Awal

    HUT ke-27 Bangkep: Sumbangan ASN Ditetapkan hingga Rp200 Ribu, Pemda Disorot dan Didorong Siapkan Anggaran Sejak Awal

    • calendar_month Jum, 23 Okt 2026
    • visibility 243
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, permintaan sumbangan kepada aparatur sipil negara (ASN) menjadi sorotan. Panitia pelaksana menetapkan nominal sumbangan berdasarkan jabatan dan golongan, dengan besaran mencapai Rp200 ribu. Permintaan tersebut tertuang dalam surat bernomor 24/Panpel.HUT-Bangkep/2026 tertanggal 13 Oktober 2026. Dalam surat itu, besaran […]

error: Content is protected !!
expand_less