Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Lot Frans Soroti Peralihan Calon KNMP dari Mamulusan ke Bajo: “Mengapa Sekarang Beralih ke Desa Lain?”

Lot Frans Soroti Peralihan Calon KNMP dari Mamulusan ke Bajo: “Mengapa Sekarang Beralih ke Desa Lain?”

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 50
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN (31 Agustus 2026), tatandak.id – Perubahan calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, dari Desa Mamulusan ke Desa Bajo menuai pertanyaan dari masyarakat Mamulusan.

Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Aksi Konservasi (KOMPAK) Alam Lestari Desa Mamulusan, Lot Frans, meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar perubahan tersebut.

Lot Frans mengatakan, Desa Mamulusan sebelumnya telah mengikuti mekanisme pengusulan KNMP yang tersedia. Proposal pengajuan telah disampaikan melalui sistem atau website yang ditentukan dan diajukan melalui Koperasi Desa Merah Putih Mamulusan sebagai bagian dari kesiapan kelembagaan desa.

Tidak hanya mengajukan proposal, calon lokasi KNMP di Desa Mamulusan juga telah mendapatkan peninjauan dari tim KKP sebanyak dua kali.

Kondisi tersebut membuat pihak Mamulusan mempertanyakan alasan dan dasar administratif munculnya Desa Bajo sebagai calon lokasi yang kemudian akan ditinjau dan dikembangkan.

“Kami mempertanyakan dasar perubahan ini. Mamulusan sudah mengajukan proposal melalui mekanisme yang ada, memiliki Koperasi Desa Merah Putih, dan sudah dua kali dilakukan peninjauan. Namun sekarang muncul Desa Bajo sebagai lokasi yang akan ditinjau dan dikembangkan. Kami ingin mengetahui secara terbuka apa dasar administratif perubahan tersebut,” kata Lot Frans.

Menurut Lot Frans, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Desa Bajo sebelumnya tidak mengajukan proposal KNMP melalui mekanisme yang sama dengan Desa Mamulusan.

Namun, Desa Bajo kemudian mendapatkan peninjauan setelah adanya permintaan dari Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan kepada tim KKP.

Lot Frans menegaskan, pihaknya tidak mempermasalahkan apabila pemerintah daerah memang memiliki mekanisme lain untuk mengusulkan atau menambahkan calon lokasi program.

Yang menjadi persoalan, menurutnya, adalah transparansi mengenai mekanisme tersebut serta kesetaraan perlakuan terhadap desa-desa yang telah mengikuti tahapan pengusulan.

“Kalau memang ada mekanisme lain bagi pemerintah daerah untuk mengusulkan atau menambahkan calon lokasi, kami tidak mempersoalkan. Tetapi mekanisme tersebut harus dijelaskan secara terbuka. Jangan sampai masyarakat yang sudah mengikuti seluruh tahapan merasa dirugikan karena prosesnya berubah tanpa penjelasan,” tegas Lot Frans.

Selain mempertanyakan perubahan calon lokasi, Lot Frans juga menyoroti persyaratan kelembagaan dalam proses pengusulan KNMP.

Ia mengatakan, Desa Mamulusan telah memiliki Koperasi Desa Merah Putih yang terlibat dalam penyusunan sekaligus pengajuan proposal KNMP.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Desa Bajo belum memiliki Koperasi Desa Merah Putih.

Menurut Lot Frans, kondisi tersebut perlu mendapatkan penjelasan dari pihak yang berwenang, terutama mengenai standar penilaian terhadap kesiapan kelembagaan masing-masing calon lokasi.

“Kami tidak bermaksud menghalangi Desa Bajo mendapatkan program pemerintah. Kami justru mendukung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di mana pun lokasinya. Yang kami persoalkan adalah apakah seluruh desa calon lokasi dinilai dengan standar dan prosedur yang sama,” ujar Lot Frans.

KOMPAK Alam Lestari Desa Mamulusan meminta KKP dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan menjelaskan secara terbuka status proposal yang sebelumnya telah diajukan.

Lot Frans menyebut setidaknya terdapat sejumlah hal yang perlu mendapatkan jawaban dari pihak terkait.

Pertama, apakah proposal KNMP Desa Mamulusan masih tercatat dan masih menjadi bagian dari proses seleksi KNMP tahun 2026.

Kedua, apa hasil dari dua kali peninjauan yang telah dilakukan tim KKP terhadap calon lokasi Desa Mamulusan.

Ketiga, apakah sudah terdapat keputusan atau berita acara yang menyatakan Desa Mamulusan tidak lagi menjadi calon lokasi KNMP.

Keempat, apa dasar administratif Desa Bajo dapat masuk dalam proses calon lokasi KNMP apabila memang tidak melalui mekanisme pengajuan proposal seperti yang dilakukan Desa Mamulusan.

Kelima, bagaimana pemenuhan persyaratan kelembagaan, khususnya terkait keberadaan dan kesiapan Koperasi Desa Merah Putih di calon lokasi Desa Bajo.

“Kami meminta semua proses dilakukan secara transparan dan adil. Kalau memang Mamulusan tidak memenuhi syarat, sampaikan kepada kami apa kekurangannya. Kalau Bajo memenuhi syarat melalui mekanisme tertentu, sampaikan juga dasar dan dokumennya. Masyarakat berhak mengetahui proses penetapan program yang akan menggunakan anggaran negara,” kata Lot Frans.

Lot Frans menegaskan bahwa keberatan yang disampaikan pihaknya bukan merupakan bentuk penolakan terhadap Desa Bajo.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Mamulusan mendukung pembangunan KNMP di Kecamatan Liang karena program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi nelayan dan masyarakat pesisir.

Namun, menurutnya, penetapan lokasi harus dilakukan berdasarkan aturan dan persyaratan yang jelas serta melalui proses yang transparan.

Ia meminta seluruh calon lokasi mendapatkan perlakuan yang setara sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

“Kami tidak mengatakan telah terjadi kolusi. Kami meminta proses ini dibuka dan dijelaskan karena terdapat perubahan yang belum kami pahami dasar administratifnya. Jika setelah dokumen dibuka ternyata seluruh proses sudah sesuai aturan, tentu kami akan menghormatinya. Tetapi jika ada prosedur yang dilangkahi, masyarakat juga berhak mempertanyakannya,” tegas Lot Frans.

Ia berharap KKP dan Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan tidak hanya memberikan penjelasan secara lisan, tetapi juga dapat membuka dokumen serta dasar administratif yang menjadi alasan perubahan calon lokasi KNMP Kecamatan Liang.

Menurutnya, keterbukaan tersebut penting agar masyarakat memahami proses penetapan program sekaligus menghindari munculnya dugaan atau kesalahpahaman di kemudian hari.

“Kami hanya meminta keadilan proses. Mamulusan sudah mengajukan proposal, sudah mempersiapkan kelembagaan dan sudah dua kali menjalani peninjauan. Karena itu, kami berhak mendapatkan penjelasan mengapa sekarang prosesnya beralih ke desa lain,” tutup Lot Frans.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

    Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • visibility 133
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Wacana pengembangan tambang batu gamping di wilayah Banggai Kepulauan kembali menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai sektor pertambangan bukan solusi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat, melainkan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan masa depan ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada kekayaan alam dan laut. Salah satu suara penolakan datang dari Andi Pianto, […]

  • PDI Perjuangan Bangkep Himbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim dan Perkuat Gotong Royong

    PDI Perjuangan Bangkep Himbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim dan Perkuat Gotong Royong

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • visibility 340
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banggai Kepulauan menghimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrim yang melanda wilayah Banggai Kepulauan dalam beberapa hari terakhir. Sejak semalam hingga saat ini, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat terus mengguyur sejumlah wilayah di Banggai Kepulauan dan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi tersebut dikhawatirkan […]

  • Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • visibility 941
    • 0Komentar

    Oleh: IRFAN KAHAR Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program Strategis Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, resmi diluncurkan di Kabupaten Banggai Kepulauan pada Senin, 24 Februari 2025. Namun Program Yang kemudian digagas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat rawan terjadi penyimpangan dan potensi korupsi jika tidak diawasi dengan ketat. Program […]

  • Laut Banggai Kepulauan Dibom Setiap Hari, Irwanto Diasa: Hukum Sedang Dipermalukan

    Laut Banggai Kepulauan Dibom Setiap Hari, Irwanto Diasa: Hukum Sedang Dipermalukan

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • visibility 399
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dentuman bom ikan kini bukan lagi peristiwa sesekali di perairan Banggai Kepulauan. Di kawasan konservasi laut yang seharusnya steril dari aktivitas destruktif, ledakan justru terjadi berulang dan nyaris setiap hari. Fenomena ini menandai kondisi darurat kejahatan lingkungan yang tidak lagi bisa disembunyikan di balik alasan keterbatasan pengawasan. Data rekaman teknologi pemantau bawah […]

  • Rusnia Rusnia Subanomo-Nurhayati J. Tokulo Nahkodai KPMI Bangkep Gorontalo, Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Dimulai

    Rusnia Rusnia Subanomo-Nurhayati J. Tokulo Nahkodai KPMI Bangkep Gorontalo, Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Dimulai

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • visibility 465
    • 0Komentar

    GORONTALO, tatandak.id – Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Banggai Kepulauan Provinsi Gorontalo (KPMI Bangkep Prov. Gorontalo) resmi memasuki babak baru dalam dinamika gerakan mahasiswa. Kepemimpinan organisasi kini diemban oleh Rusnia Rusnia Subanomo sebagai Ketua Umum Formatur dan Nurhayati J. Tokulo sebagai Sekretaris Formatur untuk Periode 2025-2026. Terpilihnya dua figur perempuan ini menandai hadirnya arah kepemimpinan baru yang […]

  • Sejumlah Siswa di Salakan Diduga Keracunan Akibat MBG, Pemda Diminta Evaluasi Serius

    Sejumlah Siswa di Salakan Diduga Keracunan Akibat MBG, Pemda Diminta Evaluasi Serius

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • visibility 715
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Banggai Kepulauan. Pada Rabu (17/09/2025), sejumlah siswa dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK di wilayah Salakan dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan sekaligus kekecewaan masyarakat. Program yang seharusnya menjadi upaya pemerintah meningkatkan kesehatan dan […]

error: Content is protected !!
expand_less