Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » UMUM » Muhammad Saleh Gasin: Integritas adalah Benteng Pertama Melawan Korupsi

Muhammad Saleh Gasin: Integritas adalah Benteng Pertama Melawan Korupsi

  • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
  • visibility 359
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID – Korupsi sering dibicarakan setelah semuanya terlambat. Setelah kasus mencuat, setelah angka kerugian disebut, setelah nama-nama terseret ke ruang publik. Padahal, korupsi tidak pernah lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh pelan-pelan, dari kebiasaan kecil yang dibiarkan, dari kejujuran yang mulai longgar, dari amanah yang tidak lagi dijaga sebagaimana mestinya.

Di situlah Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H. menempatkan integritas sebagai titik awal. Baginya, perlawanan terhadap korupsi tidak cukup dimulai dari penegakan hukum semata. Hukum memang penting, tetapi hukum bekerja setelah pelanggaran terjadi. Sementara integritas bekerja lebih awal, tepat pada saat seseorang memegang amanah, membuat keputusan, memakai kewenangan, dan memilih apakah tetap lurus atau mulai menyimpang.

“Integritas adalah benteng pertama melawan korupsi,” tegas Muhammad Saleh Gasin.

Pernyataan ini penting, terutama di tengah cara pandang yang masih sempit tentang korupsi. Banyak orang masih melihat korupsi hanya sebagai pencurian uang negara atau kasus besar yang melibatkan jabatan tinggi. Padahal, korupsi jauh lebih dalam dari itu. Korupsi juga hidup dalam kebiasaan memanipulasi, membenarkan jalan pintas, menyalahgunakan kepercayaan, dan menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.

Karena itu, integritas tidak boleh dipahami sekadar sebagai citra baik di depan orang banyak. Integritas bukan soal tampilan, bukan soal pidato, bukan pula soal kata-kata yang terdengar benar. Integritas adalah keselarasan antara apa yang diyakini, apa yang diucapkan, dan apa yang dilakukan. Orang yang berintegritas tetap jujur meskipun tidak diawasi, tetap adil meskipun punya kuasa, dan tetap menjaga amanah meskipun ada kesempatan untuk mengambil keuntungan.

Muhammad Saleh Gasin melihat, problem besar dalam kehidupan publik hari ini bukan hanya karena aturan dilanggar, tetapi karena integritas sering diperlakukan sebatas bahasa seremonial. Banyak orang berbicara tentang nilai, tetapi tidak semua benar-benar hidup di dalam nilai itu. Banyak yang pandai menjelaskan kejujuran, tetapi goyah ketika berhadapan dengan kepentingan. Banyak yang terdengar membela kepentingan umum, tetapi dalam praktik justru membiarkan penyimpangan tumbuh.

Di sinilah integritas menjadi pembeda. Seseorang belum tentu berintegritas hanya karena ia terlihat tegas. Belum tentu pula berintegritas hanya karena pandai berbicara tentang moralitas. Integritas baru terbukti ketika seseorang tetap berdiri di pihak yang benar, meskipun ada tekanan, peluang, atau kenyamanan yang mendorongnya untuk berkompromi.

Bagi Muhammad Saleh Gasin, daerah yang ingin maju tidak cukup hanya mengandalkan program, proyek, atau rapat-rapat formal. Daerah maju membutuhkan kepercayaan publik. Dan kepercayaan publik tidak lahir dari prosedur yang rapi di atas kertas, melainkan dari keyakinan masyarakat bahwa pemimpinnya jujur, aparaturnya bertanggung jawab, dan pelayanannya tidak digerakkan oleh kepentingan transaksional.

Ketika integritas lemah, jabatan mudah berubah menjadi peluang. Wewenang mudah berubah menjadi alat tawar. Aturan hanya tinggal formalitas. Pada saat seperti itu, yang rusak bukan hanya tata kelola, tetapi juga kepercayaan masyarakat. Orang mulai melihat pelayanan bukan lagi sebagai hak, melainkan sebagai arena negosiasi. Orang mulai menganggap penyimpangan sebagai hal biasa. Dan ketika sesuatu yang salah sudah dianggap biasa, di situlah korupsi menemukan tempat paling subur.

Muhammad Saleh Gasin menegaskan, budaya integritas harus dibangun bersama. Pemimpin harus memberi teladan. Aparatur harus menjaga amanah. Masyarakat tidak boleh permisif. Keluarga harus menjadi tempat pertama lahirnya kejujuran. Kampus dan sekolah harus menjadi ruang pembentukan karakter, bukan sekadar tempat transfer pengetahuan. Anak muda dan mahasiswa harus dilatih untuk peka terhadap perilaku koruptif, sekecil apa pun bentuknya.

Sebab, korupsi besar hampir selalu berakar dari pembiaran terhadap hal-hal kecil. Dari ketidakjujuran yang dianggap sepele. Dari kebiasaan mengambil jalan pintas. Dari pembenaran-pembenaran kecil yang lama-lama berubah menjadi watak. Jika sejak awal hal-hal seperti ini tidak dilawan, maka akan lahir generasi yang terbiasa menganggap penyimpangan sebagai kecerdikan, bukan sebagai pengkhianatan terhadap amanah.

Karena itu, menurut Muhammad Saleh Gasin, perlawanan terhadap korupsi tidak boleh menunggu ruang sidang. Ia harus dimulai dari karakter. Dari kebiasaan jujur. Dari keberanian menolak yang salah. Dari kesediaan menjaga amanah bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Pada akhirnya, integritas bukan hanya soal menjaga nama baik pribadi. Integritas adalah fondasi untuk menjaga lembaga tetap dipercaya, pelayanan tetap bersih, dan kehidupan publik tetap sehat. Tanpa integritas, aturan bisa dimanipulasi dan jabatan bisa disalahgunakan. Tetapi dengan integritas, amanah kembali kepada makna dasarnya yakni tanggung jawab untuk melayani kepentingan umum.

Itulah sebabnya pernyataan Muhammad Saleh Gasin patut menjadi pengingat bersama bahwa bangsa ini tidak hanya membutuhkan aturan yang tegas, tetapi juga manusia-manusia yang tidak mudah menukar amanah dengan kenyamanan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perkara PPPK Bangkep Masih Banding dan Belum Inkracht, Sekda Minta Petikan Putusan untuk Dikaji dan Evaluasi ASN Diperketat

    Perkara PPPK Bangkep Masih Banding dan Belum Inkracht, Sekda Minta Petikan Putusan untuk Dikaji dan Evaluasi ASN Diperketat

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • visibility 1.233
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatanda.id – Polemik perkara pemalsuan surat dalam seleksi PPPK Banggai Kepulauan kembali berkembang setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Luwuk. Status banding tersebut membuat putusan belum berkekuatan hukum tetap (inkracht), namun Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan tidak tinggal diam. Sekretaris Daerah Bangkep, Muhamad Aris Susanto, S.E., M.E., menegaskan bahwa […]

  • BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • visibility 562
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak – Polemik keterlambatan gaji tenaga kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Bukan hanya karena dokter di Puskesmas Totikum Selatan harus bekerja berbulan-bulan tanpa menerima gaji, tetapi juga karena alasan yang disampaikan pemerintah daerah dinilai berubah-ubah dan semakin membingungkan. Pada penjelasan awal, Kepala Dinas Kesehatan Bangkep menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran […]

  • Kasus Dugaan Pencabulan dan Penyebaran Konten Asusila Anak di Totikum Selatan Kembali Berproses, Muhammad Saleh Gasin Beri Edukasi Hukum kepada Para Pihak dan Masyarakat

    Kasus Dugaan Pencabulan dan Penyebaran Konten Asusila Anak di Totikum Selatan Kembali Berproses, Muhammad Saleh Gasin Beri Edukasi Hukum kepada Para Pihak dan Masyarakat

    • calendar_month Rab, 7 Okt 2026
    • visibility 132
    • 0Komentar

    BANGKEP (08/10/2026), tatandak.id – Perkara dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur disertai dugaan penyebaran konten bermuatan asusila melalui media elektronik yang terjadi di wilayah Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, kembali menjadi perhatian masyarakat. Perkara yang sebelumnya telah ditangani aparat kepolisian tersebut kini ditegaskan oleh Polres Banggai Kepulauan masih dalam proses hukum dan tidak […]

  • Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • visibility 975
    • 0Komentar

    Oleh: IRFAN KAHAR Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program Strategis Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, resmi diluncurkan di Kabupaten Banggai Kepulauan pada Senin, 24 Februari 2025. Namun Program Yang kemudian digagas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat rawan terjadi penyimpangan dan potensi korupsi jika tidak diawasi dengan ketat. Program […]

  • HUT ke-18 Desa Tunggaling Jadi Momentum Konsolidasi, Varman Yanto Molunggui Tegaskan Komitmen Kemajuan Bersama

    HUT ke-18 Desa Tunggaling Jadi Momentum Konsolidasi, Varman Yanto Molunggui Tegaskan Komitmen Kemajuan Bersama

    • calendar_month Jum, 19 Des 2025
    • visibility 433
    • 0Komentar

    TUNGGALING, tatandak.id – Desa Tunggaling, Kecamatan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan, secara resmi memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-18, Kamis (18/12/2025). Peringatan yang digelar di Kantor Desa Tunggaling tersebut berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri warga, tokoh masyarakat, serta perwakilan Pemerintah Kecamatan. Momentum HUT ke-18 ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan panjang Desa Tunggaling sekaligus […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep

    Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 660
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Advokat dan Pemerhati Daerah serta Kepentingan Publik, Muhammad Saleh Gasin menegaskan bahwa persoalan BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan tidak akan pernah benar-benar tertib selama rantai kepentingan dan simpul kepentingan yang selama ini saling menjaga masih dibiarkan hidup. Menurutnya, di situlah letak akar kerusakan yang paling menentukan. Selama simpul-simpul itu tetap dipelihara, […]

error: Content is protected !!
expand_less