Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » UMUM » Muhammad Saleh Gasin: Integritas adalah Benteng Pertama Melawan Korupsi

Muhammad Saleh Gasin: Integritas adalah Benteng Pertama Melawan Korupsi

  • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
  • visibility 332
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID – Korupsi sering dibicarakan setelah semuanya terlambat. Setelah kasus mencuat, setelah angka kerugian disebut, setelah nama-nama terseret ke ruang publik. Padahal, korupsi tidak pernah lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh pelan-pelan, dari kebiasaan kecil yang dibiarkan, dari kejujuran yang mulai longgar, dari amanah yang tidak lagi dijaga sebagaimana mestinya.

Di situlah Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H. menempatkan integritas sebagai titik awal. Baginya, perlawanan terhadap korupsi tidak cukup dimulai dari penegakan hukum semata. Hukum memang penting, tetapi hukum bekerja setelah pelanggaran terjadi. Sementara integritas bekerja lebih awal, tepat pada saat seseorang memegang amanah, membuat keputusan, memakai kewenangan, dan memilih apakah tetap lurus atau mulai menyimpang.

“Integritas adalah benteng pertama melawan korupsi,” tegas Muhammad Saleh Gasin.

Pernyataan ini penting, terutama di tengah cara pandang yang masih sempit tentang korupsi. Banyak orang masih melihat korupsi hanya sebagai pencurian uang negara atau kasus besar yang melibatkan jabatan tinggi. Padahal, korupsi jauh lebih dalam dari itu. Korupsi juga hidup dalam kebiasaan memanipulasi, membenarkan jalan pintas, menyalahgunakan kepercayaan, dan menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.

Karena itu, integritas tidak boleh dipahami sekadar sebagai citra baik di depan orang banyak. Integritas bukan soal tampilan, bukan soal pidato, bukan pula soal kata-kata yang terdengar benar. Integritas adalah keselarasan antara apa yang diyakini, apa yang diucapkan, dan apa yang dilakukan. Orang yang berintegritas tetap jujur meskipun tidak diawasi, tetap adil meskipun punya kuasa, dan tetap menjaga amanah meskipun ada kesempatan untuk mengambil keuntungan.

Muhammad Saleh Gasin melihat, problem besar dalam kehidupan publik hari ini bukan hanya karena aturan dilanggar, tetapi karena integritas sering diperlakukan sebatas bahasa seremonial. Banyak orang berbicara tentang nilai, tetapi tidak semua benar-benar hidup di dalam nilai itu. Banyak yang pandai menjelaskan kejujuran, tetapi goyah ketika berhadapan dengan kepentingan. Banyak yang terdengar membela kepentingan umum, tetapi dalam praktik justru membiarkan penyimpangan tumbuh.

Di sinilah integritas menjadi pembeda. Seseorang belum tentu berintegritas hanya karena ia terlihat tegas. Belum tentu pula berintegritas hanya karena pandai berbicara tentang moralitas. Integritas baru terbukti ketika seseorang tetap berdiri di pihak yang benar, meskipun ada tekanan, peluang, atau kenyamanan yang mendorongnya untuk berkompromi.

Bagi Muhammad Saleh Gasin, daerah yang ingin maju tidak cukup hanya mengandalkan program, proyek, atau rapat-rapat formal. Daerah maju membutuhkan kepercayaan publik. Dan kepercayaan publik tidak lahir dari prosedur yang rapi di atas kertas, melainkan dari keyakinan masyarakat bahwa pemimpinnya jujur, aparaturnya bertanggung jawab, dan pelayanannya tidak digerakkan oleh kepentingan transaksional.

Ketika integritas lemah, jabatan mudah berubah menjadi peluang. Wewenang mudah berubah menjadi alat tawar. Aturan hanya tinggal formalitas. Pada saat seperti itu, yang rusak bukan hanya tata kelola, tetapi juga kepercayaan masyarakat. Orang mulai melihat pelayanan bukan lagi sebagai hak, melainkan sebagai arena negosiasi. Orang mulai menganggap penyimpangan sebagai hal biasa. Dan ketika sesuatu yang salah sudah dianggap biasa, di situlah korupsi menemukan tempat paling subur.

Muhammad Saleh Gasin menegaskan, budaya integritas harus dibangun bersama. Pemimpin harus memberi teladan. Aparatur harus menjaga amanah. Masyarakat tidak boleh permisif. Keluarga harus menjadi tempat pertama lahirnya kejujuran. Kampus dan sekolah harus menjadi ruang pembentukan karakter, bukan sekadar tempat transfer pengetahuan. Anak muda dan mahasiswa harus dilatih untuk peka terhadap perilaku koruptif, sekecil apa pun bentuknya.

Sebab, korupsi besar hampir selalu berakar dari pembiaran terhadap hal-hal kecil. Dari ketidakjujuran yang dianggap sepele. Dari kebiasaan mengambil jalan pintas. Dari pembenaran-pembenaran kecil yang lama-lama berubah menjadi watak. Jika sejak awal hal-hal seperti ini tidak dilawan, maka akan lahir generasi yang terbiasa menganggap penyimpangan sebagai kecerdikan, bukan sebagai pengkhianatan terhadap amanah.

Karena itu, menurut Muhammad Saleh Gasin, perlawanan terhadap korupsi tidak boleh menunggu ruang sidang. Ia harus dimulai dari karakter. Dari kebiasaan jujur. Dari keberanian menolak yang salah. Dari kesediaan menjaga amanah bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Pada akhirnya, integritas bukan hanya soal menjaga nama baik pribadi. Integritas adalah fondasi untuk menjaga lembaga tetap dipercaya, pelayanan tetap bersih, dan kehidupan publik tetap sehat. Tanpa integritas, aturan bisa dimanipulasi dan jabatan bisa disalahgunakan. Tetapi dengan integritas, amanah kembali kepada makna dasarnya yakni tanggung jawab untuk melayani kepentingan umum.

Itulah sebabnya pernyataan Muhammad Saleh Gasin patut menjadi pengingat bersama bahwa bangsa ini tidak hanya membutuhkan aturan yang tegas, tetapi juga manusia-manusia yang tidak mudah menukar amanah dengan kenyamanan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BKPSDM Bangkep Klarifikasi Isu ASN Tidak Masuk Kerja dan Tiba-Tiba Mendapat Jabatan

    BKPSDM Bangkep Klarifikasi Isu ASN Tidak Masuk Kerja dan Tiba-Tiba Mendapat Jabatan

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • visibility 1.156
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya angkat suara menanggapi isu yang beredar mengenai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikabarkan tidak masuk kerja selama bertahun-tahun, namun kembali bekerja dan bahkan mendapatkan jabatan. Isu ini sempat menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan grup-grup WhatsApp, memunculkan spekulasi tentang […]

  • SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 667
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – Polemik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mencuat. Kali ini, sorotan publik tertuju pada SPBU Buko di Desa Labasiano. Pasalnya, dalam rapat yang digelar Pemerintah Daerah pada Rabu (17/09/2025) membahas polemik BBM, SPBU Buko menjadi satu-satunya SPBU yang tidak mengirimkan perwakilannya. Selain itu, masyarakat setempat juga mengeluhkan kelangkaan […]

  • Muhammad Saleh Gasin Tegaskan: Surat Kerja Berlaku Surut atau Keterangan Bohong untuk Seleksi PPPK Termasuk Pemalsuan Surat

    Muhammad Saleh Gasin Tegaskan: Surat Kerja Berlaku Surut atau Keterangan Bohong untuk Seleksi PPPK Termasuk Pemalsuan Surat

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • visibility 1.197
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Tindakan menggunakan surat perjanjian kontrak kerja atau surat keterangan pengalaman kerja yang dibuat berlaku surut seolah-olah memenuhi syarat administrasi dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pemalsuan surat. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., seorang dosen dan praktisi hukum (Advokat), yang menilai […]

  • Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • visibility 925
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Kematian Ibu Guru Farida, perempuan 27 tahun asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung, usai menjalani persalinan di RSUD Trikora Salakan, menyisakan banyak pertanyaan serius yang hingga kini belum terjawab terang. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa itu ke Polres Banggai Kepulauan. Di sisi lain, manajemen RSUD Trikora Salakan telah mengeluarkan rilis klarifikasi resmi yang menegaskan […]

  • Muhammad Saleh Gasin Ingatkan Masyarakat: Jual Motor atau Mobil yang Masih Kredit Tanpa Izin Leasing Bisa Dipenjara

    Muhammad Saleh Gasin Ingatkan Masyarakat: Jual Motor atau Mobil yang Masih Kredit Tanpa Izin Leasing Bisa Dipenjara

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • visibility 1.351
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Praktik penjualan dan pembelian sepeda motor atau mobil yang masih dalam status kredit tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Hal ini diingatkan oleh praktisi hukum Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., yang menekankan bahwa kendaraan yang cicilannya belum dilunasi secara hukum masih merupakan objek jaminan fidusia dan merupakan milik perusahaan pembiayaan atau leasing. “Selama cicilan […]

  • Solar Menghilang, Masyarakat Dipermainkan: SPBU Totikum Disorot, BBM Subsidi Dinilai Tak Berpihak

    Solar Menghilang, Masyarakat Dipermainkan: SPBU Totikum Disorot, BBM Subsidi Dinilai Tak Berpihak

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • visibility 391
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan SPBU Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Selasa 10/02/2026 kian memuncak . Solar bersubsidi yang seharusnya menjadi penopang aktivitas pelayanan publik justru sulit diakses, tidak jelas jadwal distribusinya, dan memunculkan kecurigaan adanya persoalan serius dalam tata kelola penyaluran BBM. Beragam pertanyaan dan keluhan terus bermunculan dari warga. Solar disebut sering […]

error: Content is protected !!
expand_less