Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

  • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id Wacana pengembangan tambang batu gamping di wilayah Banggai Kepulauan kembali menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai sektor pertambangan bukan solusi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat, melainkan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan masa depan ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada kekayaan alam dan laut.

Salah satu suara penolakan datang dari Andi Pianto, putra asli Banggai Kepulauan yang kini menahkodai Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Banggai Laut. Ia menegaskan bahwa masa depan Banggai Kepulauan seharusnya dibangun melalui pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan, bukan eksploitasi tambang batu gamping.

“Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam luar biasa yang tidak dimiliki banyak daerah lain. Laut yang indah, pantai berpasir putih, terumbu karang, budaya masyarakat, semuanya adalah aset besar untuk masa depan. Kalau lingkungan rusak karena tambang, maka yang hilang bukan hanya alam, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat,” ujar Andi Pianto.

Menurutnya, aktivitas tambang batu gamping berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang besar dan sulit dipulihkan. Mulai dari pembukaan lahan, pengerukan kawasan karst, hingga sedimentasi yang dapat merusak ekosistem laut di sekitar wilayah pesisir.

Ia menjelaskan, sebagian besar masyarakat Banggai Kepulauan menggantungkan hidup pada hasil laut dan sumber daya alam yang sehat. Karena itu, keberadaan tambang dinilai justru dapat mengancam mata pencaharian masyarakat nelayan dan pelaku usaha kecil di sektor pariwisata.

“Lumpur dan limbah tambang bisa mencemari laut, merusak terumbu karang, dan mematikan habitat ikan. Kalau ekosistem laut rusak, masyarakat pesisir yang pertama kali merasakan dampaknya,” katanya.

Andi Pianto juga menilai manfaat ekonomi dari tambang batu gamping bersifat sementara. Ia menyebut lapangan kerja yang tercipta tidak sebanding dengan risiko kerusakan lingkungan dan hilangnya potensi ekonomi jangka panjang.

“Tambang hanya berlangsung selama cadangan masih ada. Setelah habis, yang tersisa hanyalah lahan rusak dan kerugian lingkungan. Sementara pariwisata bisa menjadi sumber ekonomi yang terus hidup jika dikelola dengan baik,” tegasnya.

Ia menilai Banggai Kepulauan memiliki peluang besar menjadi destinasi wisata unggulan di Sulawesi bahkan Indonesia Timur. Keindahan bawah laut, pulau-pulau eksotis, serta kekayaan budaya lokal dinilai mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Selain itu, pengembangan pariwisata diyakini mampu menciptakan lapangan kerja lebih luas bagi masyarakat. Mulai dari sektor transportasi, penginapan, kuliner, jasa wisata, hingga produk kerajinan lokal.

“Pariwisata memberikan manfaat yang lebih merata. Nelayan bisa menjadi pemandu wisata, anak muda bisa membuka usaha kreatif, masyarakat bisa terlibat langsung menjaga dan menikmati hasil dari alam mereka sendiri,” ujarnya.

Andi Pianto berharap pemerintah daerah lebih bijak dalam menentukan arah pembangunan Banggai Kepulauan. Ia meminta potensi pariwisata dan kelestarian lingkungan dijadikan prioritas utama demi keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Kesejahteraan sejati bukan soal seberapa cepat kita menghabiskan sumber daya alam, tetapi bagaimana kita menjaga dan mengelolanya untuk generasi mendatang. Masa depan Banggai Kepulauan ada pada lautnya yang indah, bukan pada lubang tambang,” pungkasnya.

 

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skandal Pemalsuan PPPK Bangkep Terbukti di Pengadilan, Pemda Masih Tak Peduli Integritas Seleksi

    Skandal Pemalsuan PPPK Bangkep Terbukti di Pengadilan, Pemda Masih Tak Peduli Integritas Seleksi

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • visibility 1.317
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Skandal pemalsuan dokumen dalam Seleksi PPPK Kabupaten Banggai Kepulauan semakin terang benderang setelah dua perkara dinyatakan terbukti oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Luwuk. Satu perkara lainnya masih berproses, namun hingga kini Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan dinilai tetap bungkam dan tidak menunjukkan itikad memperbaiki integritas seleksi ASN di daerah tersebut. Dua perkara […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Ketika Regulasi Bertemu Realitas, Ini Solusi Konkret Distribusi BBM di Banggai Kepulauan

    Muhammad Saleh Gasin: Ketika Regulasi Bertemu Realitas, Ini Solusi Konkret Distribusi BBM di Banggai Kepulauan

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • visibility 300
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan saat ini memasuki fase krusial. Di tengah upaya penertiban oleh pemerintah, muncul dinamika baru di masyarakat yang menunjukkan bahwa persoalan ini tidak sesederhana antara “taat aturan” dan “pelanggaran”. Advokat dan Akademisi, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa kondisi yang terjadi saat ini […]

  • Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

    Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • visibility 1.020
    • 0Komentar

    KENDARI, 29 Desember 2025 – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara diguncang dugaan skandal manipulasi data akademik di Universitas Halu Oleo (UHO). Seorang mahasiswi aktif, Ayu Amanda Putri, melayangkan protes keras setelah mendapati identitas akademiknya hilang dan diganti nama orang lain di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Kasus ini mencuat ke publik usai video pengaduan […]

  • Kesigapan Kepolisian Berbuah Hasil, Novita Ayuba Ditemukan dan Dipertemukan dengan Keluarga

    Kesigapan Kepolisian Berbuah Hasil, Novita Ayuba Ditemukan dan Dipertemukan dengan Keluarga

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • visibility 905
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Upaya pencarian terhadap Novita Ayuba, mahasiswi Universitas Bina Mandiri Gorontalo yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya membuahkan hasil. Novita berhasil ditemukan dalam keadaan selamat hari ini 19/01/2026 berkat kesigapan dan koordinasi solid aparat Kepolisian lintas wilayah. Informasi penemuan tersebut disampaikan kepada media oleh Kasat Intelkam Polres Banggai, Iptu Muh. Ruhil Newton Sugiarto, S.H. […]

  • Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Kematian Riyan Nugraha, Kuasa Hukum Tegaskan Akan Perjuangkan Keadilan Tanpa Kompromi

    Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Kematian Riyan Nugraha, Kuasa Hukum Tegaskan Akan Perjuangkan Keadilan Tanpa Kompromi

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.861
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Kasus kematian Riyan Nugraha alias Bekam yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan semakin mendapat perhatian serius. Polda Sulteng akhirnya mengambil alih penanganan kasus ini untuk memastikan proses hukum berjalan dengan transparansi dan profesionalitas. Langkah ini diambil setelah adanya desakan kuat dari keluarga korban dan kuasa hukumnya, yang merasa khawatir adanya potensi konflik […]

  • Klaim BBM “Aman” Dipertanyakan, Warga Tuduh Polres Banggai Kepulauan Abaikan Fakta Lapangan

    Klaim BBM “Aman” Dipertanyakan, Warga Tuduh Polres Banggai Kepulauan Abaikan Fakta Lapangan

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 587
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Pernyataan Polres Banggai Kepulauan yang memastikan stok BBM aman dan distribusi di SPBU sesuai aturan justru memantik kemarahan publik. Warga menilai klaim tersebut bertolak belakang dengan kenyataan pahit yang mereka alami setiap hari di Banggai Kepulauan. Di tengah pernyataan resmi yang terkesan menenangkan, masyarakat justru menghadapi realitas sebaliknya: BBM cepat habis, sulit […]

error: Content is protected !!
expand_less