Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

  • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
  • visibility 831
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID – Di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks, Irwanto Diasa, atau yang akrab disapa Simbil, menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menjaga peradaban bukanlah senjata, kekuasaan, ataupun institusi negara, melainkan keterhubungan antarmanusia atau people.

Menurut Simbil, people adalah fondasi mutlak sebuah negara. Tanpa people, negara tidak akan pernah ada. Sebaliknya, tanpa negara, people tetap akan hidup, berkembang, dan beradaptasi.

“Tanpa negara people tetap ada, tapi tanpa people tidak mungkin ada negara,” ujar Simbil, menegaskan relasi mendasar antara rakyat dan negara.

Ia menjelaskan bahwa negara sejatinya dibentuk untuk menjawab kebutuhan masyarakat yakni mulai dari keadilan, perlindungan hak, hingga rasa aman. Namun dalam praktiknya, tidak jarang negara atau institusi yang seharusnya melayani justru berbalik memaksakan kehendak, dengan dalih “atas nama rakyat” dan “demi kepentingan rakyat”.

Simbil mengingatkan tentang fenomena yang ia sebut sebagai “kulusnisasi”, yakni kondisi ketika kebijakan atau agenda tertentu dikemas seolah-olah berpihak pada rakyat, padahal sesungguhnya hanya melayani kepentingan sponsor atau kelompok tertentu.

“Dalih atas nama rakyat sering kali hanya kemasan. Terlihat manis, humanis, dan seolah benar, padahal isinya kosong. Dalam bahasa Seasea, itu disebut kulus (bohong),” tegasnya.

Ia menekankan bahwa tidak semua kebijakan negara bersifat demikian, namun masyarakat sipil dituntut cerdas dan teliti untuk membedakan mana yang tulus dan mana yang manipulatif.

Dalam konteks ini, Simbil menggarisbawahi pentingnya keterhubungan dan solidaritas masyarakat sipil. Ia mengutip pandangan Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., seorang praktisi hukum dan dosen, yang menyatakan bahwa keterhubungan adalah satu-satunya kekuatan rakyat ketika berhadapan dengan kekuasaan yang menyimpang dari hakekatnya.

Namun Simbil menekankan, secara historis, fakta tersebut sudah lama terbukti.

“Tanpa keterhubungan, nasib people seperti kadal di bawah tapak kaki gajah,” ujarnya.

Ia mencontohkan berbagai peristiwa sejarah dunia, seperti Penyerbuan Penjara Bastille di Prancis, gerakan reformasi Indonesia 1998-1999, hingga pergerakan masyarakat sipil di Nepal, sebagai bukti bahwa integrasi dan koneksi rakyat tertindas mampu mengguncang kekuasaan yang tampak tak tergoyahkan.

Menurut Simbil, era digital saat ini justru membuka peluang besar bagi masyarakat sipil untuk tetap terhubung, baik dalam menerima informasi, mengolah isu, hingga mengubahnya menjadi advokasi yang positif, produktif, dan beradab.

“Tetap terhubung hari ini bukan hal sulit. Yang penting bukan sekadar berbagi isu, tapi mengolahnya menjadi gerakan yang bermakna,” katanya.

Ia menutup refleksinya dengan pesan persaudaraan dan solidaritas antarwarga:

“Tetap saling terhubung, saudaraku. Jangan berjalan sendiri, dan jangan biarkan kawanmu berjalan sendiri. Basudara bakujaga.”

Refleksi ini disampaikannya sebagai pesan akhir tahun, sekaligus harapan menyongsong Tahun Baru 2026, agar masyarakat sipil tetap menjadi penjaga nilai, nurani, dan peradaban.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PD AMAN Bangkep Ahmad Tobunggu Tegas Tolak Tambang Batu Gamping: “Banggai Kepulauan Tidak Cocok untuk Tambang”

    Ketua PD AMAN Bangkep Ahmad Tobunggu Tegas Tolak Tambang Batu Gamping: “Banggai Kepulauan Tidak Cocok untuk Tambang”

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • visibility 328
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Banggai Kepulauan, Ahmad Tobunggu, menyatakan sikap tegas menolak rencana investasi tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan. Menurut Ahmad Tobunggu, kehadiran tambang batu gamping bukan hanya soal investasi ekonomi, tetapi menyangkut masa depan ruang hidup masyarakat adat, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan sosial budaya masyarakat Banggai […]

  • Sambut Sumpah Pemuda ke-97, Pemuda Muhammadiyah Bangkep Dorong Ruang Aman dan Sehat bagi Remaja photo_camera 3

    Sambut Sumpah Pemuda ke-97, Pemuda Muhammadiyah Bangkep Dorong Ruang Aman dan Sehat bagi Remaja

    • calendar_month Sel, 28 Okt 2025
    • visibility 562
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-97, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Banggai Kepulauan menggelar dialog kepemudaan bertajuk “Pemuda Pelopor Perubahan: Peran Pemuda dalam Membangun Ruang Aman dan Sehat bagi Remaja” di Kedai Barakah, Kota Salakan, Senin malam (27/10/2025). Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 hingga 22.00 WITA ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu […]

  • Klaim BBM “Aman” Dipertanyakan, Warga Tuduh Polres Banggai Kepulauan Abaikan Fakta Lapangan

    Klaim BBM “Aman” Dipertanyakan, Warga Tuduh Polres Banggai Kepulauan Abaikan Fakta Lapangan

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 641
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Pernyataan Polres Banggai Kepulauan yang memastikan stok BBM aman dan distribusi di SPBU sesuai aturan justru memantik kemarahan publik. Warga menilai klaim tersebut bertolak belakang dengan kenyataan pahit yang mereka alami setiap hari di Banggai Kepulauan. Di tengah pernyataan resmi yang terkesan menenangkan, masyarakat justru menghadapi realitas sebaliknya: BBM cepat habis, sulit […]

  • Banggai Kepulauan Tidak Bisa Terus Diam, Muhammad Saleh Gasin Ajak Warga Lebih Sadar dan Berani

    Banggai Kepulauan Tidak Bisa Terus Diam, Muhammad Saleh Gasin Ajak Warga Lebih Sadar dan Berani

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Banggai Kepulauan tidak bisa terus berada dalam kondisi diam di tengah berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Kesadaran dan keberanian warga dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan yang lebih baik di daerah. Hal tersebut disampaikan oleh praktisi hukum atau advokat, Muhammad Saleh Gasin, yang selama ini aktif melakukan edukasi hukum serta […]

  • MENJAGA LAUT DENGAN AIR MATA: KETIKA POPIDOLON BERSEPAKAT KARENA NEGARA TERLELAP

    MENJAGA LAUT DENGAN AIR MATA: KETIKA POPIDOLON BERSEPAKAT KARENA NEGARA TERLELAP

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2026
    • visibility 351
    • 0Komentar

    Penulis: Gusti Farel Ketua KOMPAK Renjala Teluk Kembar, Desa Popidolon, Kecamatan Liang Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah Di saat para pejabat tinggi sibuk berpidato megah tentang kejayaan maritim dan poros laut di panggung-pajang nasional, di perairan Kecamatan Liang, para nelayan kecil dan penggiat konservasi harus bertaruh nyawa di bawah bayang-bayang ledakan bom ikan yang menghancurkan […]

  • Gotong Royong Warga Pandaluk Perbaiki Jalan Trans Peling, Akses Wisata dan Aktivitas Masyarakat Jadi Perhatian

    Gotong Royong Warga Pandaluk Perbaiki Jalan Trans Peling, Akses Wisata dan Aktivitas Masyarakat Jadi Perhatian

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • visibility 274
    • 0Komentar

    BANGKEP (7 September 2026), tatandak.id – Kondisi Jalan Trans Peling ruas Pandaluk-Bonepuso yang mengalami kerusakan parah mendapat perhatian serius dari Pemerintah Desa Pandaluk bersama masyarakat. Melalui semangat gotong royong, warga bersama unsur pemerintahan desa dan aparat kepolisian turun langsung melakukan pengangkutan material serta pengecoran pada sejumlah titik jalan yang rusak. Kegiatan yang dilaksanakan pada Senin […]

error: Content is protected !!
expand_less