Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Meiyer Damima: Bangkep Tidak Kekurangan Pejabat, Bangkep Kekurangan Politisi yang Berani Ribut Demi Rakyat

Meiyer Damima: Bangkep Tidak Kekurangan Pejabat, Bangkep Kekurangan Politisi yang Berani Ribut Demi Rakyat

  • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
  • visibility 420
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Di tengah banyaknya persoalan yang terus berulang di Banggai Kepulauan, mulai dari lemahnya pengawasan, pembiaran yang berkepanjangan, hingga lambannya respons terhadap berbagai keresahan publik, satu pernyataan tajam datang dari Ketua DPC PDI Perjuangan Banggai Kepulauan, Meiyer Damima. Menurutnya, persoalan daerah ini bukan semata karena kekurangan pejabat, melainkan karena terlalu sedikit politisi yang benar-benar berani bersuara, berani ribut, dan berani berdiri untuk kepentingan rakyat.

“Bangkep ini bukan kekurangan pejabat. Pejabat ada, jabatan ada, struktur ada. Tapi yang mulai langka adalah politisi yang berani ribut demi rakyat, yang tidak cepat diam saat melihat ada yang tidak beres, dan yang tidak takut kehilangan kenyamanan demi membela kepentingan masyarakat,” ujar Meiyer Damima.

Sebagai tokoh daerah yang dinilai masih peka dan peduli terhadap situasi Banggai Kepulauan, Meiyer melihat bahwa salah satu penyakit paling berbahaya yang sedang tumbuh di daerah ini adalah terbiasanya publik melihat banyak hal yang seharusnya tidak normal, lalu perlahan menganggapnya biasa. Dalam suasana seperti itu, menurutnya, kehadiran politisi seharusnya bukan sekadar menjadi pelengkap demokrasi lima tahunan, tetapi menjadi suara yang hidup, penyeimbang kekuasaan, sekaligus alarm ketika daerah mulai kehilangan arah.

Ia menilai, jabatan tanpa keberanian pada akhirnya hanya akan melahirkan ketenangan yang palsu. Di atas terlihat tertib, tetapi di bawah masyarakat tetap merasakan keresahan. Di atas kelihatan tenang, tetapi di bawah banyak persoalan justru dibiarkan tumbuh tanpa sentuhan yang sungguh-sungguh. Karena itu, bagi Meiyer, Bangkep tidak cukup hanya diisi oleh orang-orang yang pandai duduk di posisi, tetapi harus dihidupkan oleh figur-figur politik yang masih punya kepekaan, nurani, dan keberanian untuk membuat kegaduhan yang sehat demi membela rakyat.

“Politisi itu jangan hanya muncul saat minta dukungan. Jangan hanya kuat waktu kampanye. Ukuran politisi itu justru kelihatan setelah kekuasaan berjalan yakni dia masih peka atau tidak, masih berani bersuara atau tidak, masih punya keberpihakan atau tidak. Karena rakyat tidak butuh politisi yang hanya pandai tersenyum. Rakyat butuh politisi yang kalau melihat ada yang salah, dia gelisah, dia bergerak, dan dia tidak tenang sebelum persoalan itu disentuh,” lanjutnya.

Menurut Meiyer Damima, yang dibutuhkan Banggai Kepulauan hari ini bukan keributan yang kosong, bukan kegaduhan demi panggung, dan bukan kritik yang berhenti di sensasi. Yang dibutuhkan adalah keberanian politik yang jujur, yaitu keberanian untuk menyuarakan persoalan yang nyata, memperjuangkan hal-hal yang selama ini diabaikan, dan hadir sebagai pembela kepentingan publik di tengah banyaknya orang yang memilih aman.

Ia mengingatkan bahwa daerah tidak akan pernah benar-benar sehat jika semua orang yang punya posisi justru lebih sibuk menjaga kenyamanan dibanding menjaga kebenaran. Ketika politisi kehilangan keberanian untuk ribut demi rakyat, maka ruang publik akan diisi oleh pembiaran, kritik akan dianggap gangguan, dan masyarakat perlahan kehilangan tempat untuk berharap.

“Kadang daerah ini bukan kurang orang pintar. Bukan juga kurang orang yang tahu masalah. Tapi terlalu banyak yang tahu lalu memilih diam. Terlalu banyak yang paham, tapi lebih suka aman. Dan kalau itu terus dibiarkan, lama-lama yang hilang bukan cuma keberanian politik, tapi juga kepercayaan rakyat,” tegas Meiyer.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa politik seharusnya tidak kehilangan fungsi moralnya. Bahwa politisi tidak cukup hanya hadir dalam struktur, tetapi harus terasa dalam pembelaan. Dan bahwa daerah seperti Banggai Kepulauan, yang menghadapi banyak persoalan saling terkait, membutuhkan lebih dari sekadar pejabat yang bekerja secara administratif. Daerah ini membutuhkan figur-figur politik yang berani menjadi suara ketika banyak orang memilih diam.

Bagi Meiyer Damima, politisi yang berani ribut demi rakyat bukanlah politisi yang mencari gaduh, tetapi politisi yang tidak rela melihat ketidakberesan dibiarkan terus hidup. Politisi yang tidak cepat menenangkan keadaan dengan kata-kata manis, tetapi memilih berdiri di tengah kenyataan dan mengatakan dengan jujur bahwa ada yang harus dibenahi.

Di tengah situasi Bangkep hari ini, pesan itu terasa kuat dan menohok bahwa jabatan bisa banyak, pejabat bisa lengkap, tetapi jika keberanian politik semakin sedikit, maka rakyat akan terus hidup dalam kekurangan suara.

Dan mungkin, dari sanalah Banggai Kepulauan perlu mulai bercermin bahwa yang dibutuhkan rakyat hari ini bukan sekadar orang yang duduk di posisi, tetapi orang yang berani ribut ketika rakyat sedang tidak baik-baik saja.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apakah Badan Hukum Perkumpulan atau Yayasan Perlu Surat Keterangan Terdaftar (SKT) ?

    Apakah Badan Hukum Perkumpulan atau Yayasan Perlu Surat Keterangan Terdaftar (SKT) ?

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • visibility 3.581
    • 0Komentar

    Oleh: MUHAMMAD SALEH GASIN, S.H., M.H. Banyak pertanyaan muncul seputar kewajiban badan hukum perkumpulan atau yayasan setelah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham). Salah satunya adalah: apakah mereka wajib mendaftar dan melaporkan keberadaannya ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Pemerintah Daerah (Pemda) sesuai Permendagri No. 33 Tahun 2012? Mari kita bahas […]

  • Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • visibility 983
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Kematian Ibu Guru Farida, perempuan 27 tahun asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung, usai menjalani persalinan di RSUD Trikora Salakan, menyisakan banyak pertanyaan serius yang hingga kini belum terjawab terang. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa itu ke Polres Banggai Kepulauan. Di sisi lain, manajemen RSUD Trikora Salakan telah mengeluarkan rilis klarifikasi resmi yang menegaskan […]

  • Kapolsek Totikum IPTU Nichlas P. Gaghana Tunjukkan Kepemimpinan Teladan, Turun Langsung Bantu Perbaikan Jalan Rusak

    Kapolsek Totikum IPTU Nichlas P. Gaghana Tunjukkan Kepemimpinan Teladan, Turun Langsung Bantu Perbaikan Jalan Rusak

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 900
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Dalam upaya memperbaiki infrastruktur jalan yang rusak di Kecamatan Totikum, Kapolsek Totikum, bersama dengan jajarannya, menunjukkan teladan yang luar biasa dalam pelayanan publik. Pada Sabtu (26/07/2025), Kapolsek Totikum, IPTU Nichlas P. Gaghana, turun langsung ke lokasi untuk memimpin dan terlibat aktif dalam kegiatan perbaikan jalan berlubang yang telah lama dikeluhkan oleh masyarakat. […]

  • Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 617
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Distribusi BBM bersubsidi sektor pertanian di Banggai Kepulauan makin disorot publik. Fakta mencengangkan terungkap dalam rapat resmi Pemda Bangkep (17/09/2025), ketika Kepala Dinas Pertanian Sumiati Manompo, SP., MM., secara terbuka mengakui bahwa mayoritas pemohon rekomendasi BBM adalah pengecer, bukan petani pemilik alat dan mesin pertanian (alsintan). “Rata-rata yang mengambil rekomendasi adalah […]

  • Danramil 1308-12/Bulagi Jikira S. Karim Ikut Kawal Polemik Bantuan Sapi Meselesek hingga Tuntas

    Danramil 1308-12/Bulagi Jikira S. Karim Ikut Kawal Polemik Bantuan Sapi Meselesek hingga Tuntas

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2026
    • visibility 169
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penyelesaian polemik bantuan ternak sapi Kelompok Sinar Kasih di Desa Meselesek, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur terkait, termasuk Danramil 1308-12/Bulagi, Jikira S. Karim. Perwira TNI yang bertugas di wilayah Koramil 12/Bulagi, jajaran Kodim 1308/LB, tersebut turut hadir dalam proses mediasi yang dilaksanakan di Balai Desa Meselesek […]

  • Keluarga Laporkan Dugaan Kejanggalan Penanganan Persalinan di RS Trikora Salakan, Seorang Guru Meninggal Dunia

    Keluarga Laporkan Dugaan Kejanggalan Penanganan Persalinan di RS Trikora Salakan, Seorang Guru Meninggal Dunia

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • visibility 1.574
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id –  Keluarga almarhumah Farida, seorang guru asal Manggalai, melaporkan dugaan kejanggalan dalam penanganan persalinan di RS Trikora Salakan kepada pihak kepolisian. Pengaduan tersebut ditujukan kepada Kapolres Banggai Kepulauan dan tertanggal 13 April 2026. Dalam surat pengaduan, pihak keluarga meminta agar peristiwa yang berujung pada meninggalnya almarhumah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. […]

error: Content is protected !!
expand_less