Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SOSIAL BUDAYA » Swadaya Warga Totikum Berlanjut: Tiga Desa Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air untuk Persiapan Perbaikan Jalan

Swadaya Warga Totikum Berlanjut: Tiga Desa Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air untuk Persiapan Perbaikan Jalan

  • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
  • visibility 821
  • comment 0 komentar

Warga dari tiga desa bersama aparat Polsek Totikum, pemerintah desa, dan siswa SMP Negeri 3 Totikum bergotong royong membersihkan saluran air sebagai bagian dari persiapan perbaikan jalan secara swadaya.

TOTIKUM, tatandak.id – Upaya perbaikan infrastruktur jalan secara swadaya oleh masyarakat Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, terus menunjukkan progres yang membanggakan. Pada Jumat pagi, 18 Juli 2025, warga dari tiga desa yakni Salangano, Batang Babasal, dan Sampaka, bersama aparat kepolisian, pemerintah desa, dan pihak sekolah, turun langsung membersihkan saluran air (riol) sebagai bagian dari persiapan teknis sebelum dilakukan penimbunan jalan.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi panitia swadaya bersama Pemerintah Kecamatan Totikum dan Polsek Totikum yang dilakukan pada 16 Juli 2025. Fokus gotong royong pagi tadi adalah membersihkan saluran air yang tertutup tanah dan batu di sepanjang jalur antara Desa Salangano dan Batang Babasal, lokasi yang sering rusak karena tidak berfungsinya drainase.

Yang membuat kegiatan ini semakin kuat adalah kolaborasi berbagai pihak yang terlibat. Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Kapolsek Totikum IPTU Nichlas P. Gaghana beserta personel, Pj. Kepala Desa Salangano, aparat desa, dan anggota BPD, Pj. Kepala Desa Batang Babasal, aparat desa dan BPD, serta Plt. Kepala SMP Negeri 3 Totikum yang datang bersama para guru dan siswa.

Ketua Panitia, Afandy Kay, menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari gerakan swadaya murni masyarakat yang dilatarbelakangi oleh kepedulian terhadap kondisi jalan penghubung dari Sambiut hingga ujung Batang Babasal.

“Pembersihan saluran air ini penting agar saat penimbunan dilakukan, air tidak menggenangi kembali jalan dan merusak hasil kerja masyarakat,” jelas Afandy.

Afandy juga mengungkapkan bahwa panitia telah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Banggai Kepulauan terkait kebutuhan alat berat seperti excavator (sewa), greder, bomak, dan dump truck. Empat alat berat ditanggung oleh PUPR, namun untuk operator, BBM, dan dua unit dump truck tambahan akan disiapkan oleh panitia secara swadaya.

“Kami sudah sampaikan ke pihak terkait bahwa rencana pengerjaan jalan dilanjutkan minggu depan, khususnya di hari Sabtu-Minggu agar bisa dilakukan saat hari libur,” tambah Afandy.

Selain kerja fisik, antusiasme masyarakat juga tercermin dari tingginya partisipasi dalam berdonasi. Hingga hari ini, dana swadaya yang berhasil dikumpulkan telah mencapai lebih dari Rp20 juta. Jumlah tersebut berasal dari kontribusi warga Totikum baik yang berdomisili di kampung maupun yang berada di perantauan dan ada juga beberapa warga Kecamatan lainnya.

“Ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan rasa memiliki terhadap kampung halaman masih sangat kuat,” kata salah satu tokoh masyarakat.

Kegiatan swadaya ini tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap infrastruktur, tetapi juga menjadi cerminan kolaborasi lintas sektor masyarakat, kepolisian, pemerintah desa, dan dunia pendidikan yang bersatu demi kepentingan bersama.

Langkah nyata ini juga menjadi solusi awal sambil menunggu kepastian dari pemerintah daerah mengenai waktu pasti perbaikan jalan secara permanen, yang hingga kini belum mendapat kepastian.

Dengan semangat kebersamaan, masyarakat Totikum membuktikan bahwa perubahan tidak harus selalu menunggu. Mereka berharap inisiatif ini dapat menjadi sinyal kuat bagi pemerintah agar lebih cepat tanggap terhadap kebutuhan pembangunan infrastruktur di daerah.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua PD AMAN Bangkep Ahmad Tobunggu Tegas Tolak Tambang Batu Gamping: “Banggai Kepulauan Tidak Cocok untuk Tambang”

    Ketua PD AMAN Bangkep Ahmad Tobunggu Tegas Tolak Tambang Batu Gamping: “Banggai Kepulauan Tidak Cocok untuk Tambang”

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Banggai Kepulauan, Ahmad Tobunggu, menyatakan sikap tegas menolak rencana investasi tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan. Menurut Ahmad Tobunggu, kehadiran tambang batu gamping bukan hanya soal investasi ekonomi, tetapi menyangkut masa depan ruang hidup masyarakat adat, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan sosial budaya masyarakat Banggai […]

  • Program “Si Ade Kembali ke Sekolah” inovasi Dinas Pendidikan untuk menekan angka putus sekolah di Kababupaten Banggai.

    Program “Si Ade Kembali ke Sekolah” inovasi Dinas Pendidikan untuk menekan angka putus sekolah di Kababupaten Banggai.

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • visibility 594
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Samsul Bahri Lanta kepada pewarta tatandak.id Sabtu (12/07/2025) menjelasakan melalui program Dinas Pendidikan ingin mengurangi angka putus sekolah. “ADE adalah kepanjangan dari Anak Putus Sekolah (A), Dewasa Tidak Sekolah (D), dan huruf (E) dari kata Sekolah “, kata Samsul sapaan akrabnya. […]

  • Diduga Dibacok Suami Saat Mabuk, Seorang Perempuan Menjalani Perawatan di Puskesmas Totikum

    Diduga Dibacok Suami Saat Mabuk, Seorang Perempuan Menjalani Perawatan di Puskesmas Totikum

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • visibility 2.074
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Seorang perempuan di Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, diduga menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh suaminya sendiri pada Senin malam, 6 April 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tatandak.id, korban yang diketahui berinisial R sempat dilarikan ke rumah sakit sekitar pukul 00.00 Wita dalam […]

  • Keluarga Laporkan Dugaan Kejanggalan Penanganan Persalinan di RS Trikora Salakan, Seorang Guru Meninggal Dunia

    Keluarga Laporkan Dugaan Kejanggalan Penanganan Persalinan di RS Trikora Salakan, Seorang Guru Meninggal Dunia

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • visibility 1.412
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id –  Keluarga almarhumah Farida, seorang guru asal Manggalai, melaporkan dugaan kejanggalan dalam penanganan persalinan di RS Trikora Salakan kepada pihak kepolisian. Pengaduan tersebut ditujukan kepada Kapolres Banggai Kepulauan dan tertanggal 13 April 2026. Dalam surat pengaduan, pihak keluarga meminta agar peristiwa yang berujung pada meninggalnya almarhumah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. […]

  • Laut Banggai Kepulauan Dibom Setiap Hari, Irwanto Diasa: Hukum Sedang Dipermalukan

    Laut Banggai Kepulauan Dibom Setiap Hari, Irwanto Diasa: Hukum Sedang Dipermalukan

    • calendar_month Rab, 4 Feb 2026
    • visibility 354
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dentuman bom ikan kini bukan lagi peristiwa sesekali di perairan Banggai Kepulauan. Di kawasan konservasi laut yang seharusnya steril dari aktivitas destruktif, ledakan justru terjadi berulang dan nyaris setiap hari. Fenomena ini menandai kondisi darurat kejahatan lingkungan yang tidak lagi bisa disembunyikan di balik alasan keterbatasan pengawasan. Data rekaman teknologi pemantau bawah […]

  • Idhar Hasan Somasi Polres Banggai: Penanganan Kasus Kekerasan Anak Dinilai Lalai dan Tidak Profesional

    Idhar Hasan Somasi Polres Banggai: Penanganan Kasus Kekerasan Anak Dinilai Lalai dan Tidak Profesional

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • visibility 1.427
    • 1Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Polres Banggai resmi disomasi oleh pihak pelapor dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Somasi ini dilayangkan karena penanganan perkara dinilai tidak profesional, lamban, serta abai terhadap kewajiban hukum dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Kasus yang disorot merupakan perkara tindak pidana kejahatan perlindungan anak dengan korban berinisial MA, warga Kelurahan […]

error: Content is protected !!
expand_less