Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » IPBK GERAM: JANGAN JADIKAN BATU GAMPING SEBAGAI “HARGA” PEMBANGUNAN BANGGAI KEPULAUAN

IPBK GERAM: JANGAN JADIKAN BATU GAMPING SEBAGAI “HARGA” PEMBANGUNAN BANGGAI KEPULAUAN

  • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
  • visibility 275
  • comment 0 komentar

PALU, tatandak.id – Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah kembali melayangkan kritik keras terhadap gagasan menjadikan tambang batu gamping sebagai bagian dari strategi pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan.

IPBK menilai pembangunan daerah tidak boleh dibangun di atas logika “ambil sumber daya alam sebanyak-banyaknya, kemudian menyebutnya sebagai pembangunan”. Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam yang jauh lebih bernilai daripada sekadar kandungan batu gamping di dalam tanahnya.

Ketua Umum IPBK Palu-Sulawesi Tengah, Nasrun, dengan tegas meminta Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk tidak menjadikan tambang batu gamping sebagai simbol kemajuan daerah.

“Kami ingin tegaskan: jangan jadikan tambang batu gamping sebagai alat untuk membangun Banggai Kepulauan. Jangan sampai kerusakan lingkungan hari ini dibungkus dengan kata pembangunan, lalu masyarakat diminta menerima begitu saja,” tegas Nasrun.

Menurut IPBK, pembangunan sejatinya harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Jika sebuah investasi berpotensi menimbulkan dampak ekologis dan sosial yang besar, maka pemerintah wajib memastikan seluruh kajian, proses perizinan, dan kepentingan masyarakat benar-benar ditempatkan di atas kepentingan investasi.

NASRUN: BANGKEP BUKAN TANAH KOSONG UNTUK DIEKSPLOITASI

Nasrun menegaskan bahwa Banggai Kepulauan bukanlah ruang kosong yang bebas dieksploitasi atas nama investasi.

“Banggai Kepulauan punya laut, hutan, pertanian, perikanan, kawasan karst, budaya dan manusia yang hebat. Apakah semua itu harus dikorbankan hanya karena kita ingin mengejar pembangunan dengan cara paling mudah?”

Ia mempertanyakan paradigma pembangunan yang menjadikan eksploitasi sumber daya alam sebagai ukuran kemajuan.

“Kalau hari ini batu gamping kita habiskan, lalu apa yang akan kita tinggalkan untuk anak cucu? Mereka tidak bisa hidup dari laporan investasi. Mereka butuh air, tanah, laut yang sehat dan lingkungan yang tetap hidup,” ujar Nasrun.

IPBK SOROT BUPATI BANGGAI KEPULAUAN

IPBK secara khusus meminta Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady untuk menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap masa depan lingkungan dan masyarakat Banggai Kepulauan.

IPBK mendorong Bupati agar tidak hanya melihat potensi penerimaan daerah dan investasi, tetapi juga menghitung “harga ekologis” yang mungkin harus dibayar masyarakat apabila kawasan penting mengalami kerusakan.

“Kami meminta Bupati Banggai Kepulauan berpikir jauh ke depan. Bupati bukan hanya pemimpin untuk hari ini, tetapi pemimpin yang akan dikenang dari keputusan-keputusan yang diambil hari ini. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa atas nama pembangunan, lingkungan Banggai Kepulauan justru dikorbankan,” kata Nasrun.

IPBK juga meminta pemerintah membuka ruang partisipasi publik yang seluas-luasnya. Masyarakat, pemuda, mahasiswa, akademisi, pemerhati lingkungan dan kelompok masyarakat terdampak harus diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan secara terbuka.

KALAU PEMBANGUNAN HARUS MERUSAK, IPBK MEMILIH UNTUK BERTANYA: PEMBANGUNAN UNTUK SIAPA?

Bagi IPBK, pertanyaan paling mendasar bukan sekadar “berapa besar investasi yang masuk?”, tetapi “siapa yang mendapatkan manfaat dan siapa yang menanggung risikonya?”

Nasrun menegaskan bahwa IPBK tidak anti-pembangunan dan tidak anti-investasi.

“Kami bukan kelompok yang alergi terhadap pembangunan. Kami justru ingin Banggai Kepulauan maju. Tetapi kemajuan harus punya arah. Jangan sampai pembangunan hanya terlihat besar di atas kertas, sementara masyarakat harus menanggung dampaknya dalam jangka panjang.”

IPBK mendorong pemerintah mengembangkan sektor yang lebih berkelanjutan, seperti perikanan, pertanian, pariwisata berbasis lingkungan, ekonomi kreatif, UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

IPBK: KAMI AKAN TERUS MENGAWAL

Nasrun menegaskan bahwa IPBK akan terus mengawal setiap kebijakan yang menyangkut lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam di Banggai Kepulauan.

“Kalau kebijakan pemerintah berpihak kepada rakyat dan menjaga lingkungan, IPBK akan menjadi bagian yang mendukung. Tetapi kalau ada kebijakan yang mengancam ruang hidup masyarakat dan lingkungan, kami akan bersuara. Diam bukan pilihan kami,” tegasnya.

IPBK menutup pernyataannya dengan satu pesan kepada seluruh pemangku kebijakan:

“Jangan wariskan lubang tambang kepada anak cucu kita. Wariskan laut yang sehat, tanah yang subur, hutan yang terjaga, budaya yang hidup, dan Banggai Kepulauan yang tetap menjadi rumah bagi generasi berikutnya.”

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masih Banyak Pemda Keliru, Muhammad Saleh Gasin Tegaskan Ormas Berbadan Hukum Tak Wajib SKT, Cukup Lapor.

    Masih Banyak Pemda Keliru, Muhammad Saleh Gasin Tegaskan Ormas Berbadan Hukum Tak Wajib SKT, Cukup Lapor.

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • visibility 1.762
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Kesalahpahaman dari pemerintah daerah (Pemda) saat menjalankan fungsi administratif mengenai organisasi kemasyarakatan (ormas) masih umum terjadi. Salah satu hal yang paling sering ditemui di lapangan adalah kewajiban Surat Keterangan Terdaftar (SKT) yang masih diberlakukan kepada ormas yang berbadan hukum, meskipun ketentuan ini tidak berdasar dan mengada-ada jika diselaraskan dengan aturan yang ada. Hal […]

  • Kasat Binmas Polres Bangkep AKP Darpin Turun Langsung Dukung Aksi Swadaya Warga Totikum

    Kasat Binmas Polres Bangkep AKP Darpin Turun Langsung Dukung Aksi Swadaya Warga Totikum

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 383
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id — Di tengah keterbatasan infrastruktur dan keluhan masyarakat soal jalan rusak, Kasat Binmas Polres Banggai Kepulauan, AKP Darpin, menunjukkan komitmen kuat terhadap pelayanan dan kepedulian sosial. Ia turun langsung ke lokasi kegiatan perbaikan jalan secara swadaya di Kecamatan Totikum, Sabtu (26/07/2025), menyatu bersama warga dan memberi dukungan moral maupun kehadiran nyata di lapangan. […]

  • Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • visibility 984
    • 0Komentar

    Oleh: IRFAN KAHAR Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program Strategis Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, resmi diluncurkan di Kabupaten Banggai Kepulauan pada Senin, 24 Februari 2025. Namun Program Yang kemudian digagas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat rawan terjadi penyimpangan dan potensi korupsi jika tidak diawasi dengan ketat. Program […]

  • Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 624
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Distribusi BBM bersubsidi sektor pertanian di Banggai Kepulauan makin disorot publik. Fakta mencengangkan terungkap dalam rapat resmi Pemda Bangkep (17/09/2025), ketika Kepala Dinas Pertanian Sumiati Manompo, SP., MM., secara terbuka mengakui bahwa mayoritas pemohon rekomendasi BBM adalah pengecer, bukan petani pemilik alat dan mesin pertanian (alsintan). “Rata-rata yang mengambil rekomendasi adalah […]

  • Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 641
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Rapat resmi Pemda Banggai Kepulauan menguak dugaan praktik manipulasi dalam distribusi BBM bersubsidi sektor perikanan (17/09/2025). Fakta yang dipaparkan perwakilan Dinas Perikanan menunjukkan adanya klaim penggunaan kapal berkapasitas 30 gros ton atau sejenis kapal pajeko sebagai dasar pengajuan rekomendasi solar. Masalahnya, berdasarkan data resmi, tidak pernah tercatat keberadaan kapal pajeko di […]

  • Keluarga Laporkan Dugaan Kejanggalan Penanganan Persalinan di RS Trikora Salakan, Seorang Guru Meninggal Dunia

    Keluarga Laporkan Dugaan Kejanggalan Penanganan Persalinan di RS Trikora Salakan, Seorang Guru Meninggal Dunia

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • visibility 1.583
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id –  Keluarga almarhumah Farida, seorang guru asal Manggalai, melaporkan dugaan kejanggalan dalam penanganan persalinan di RS Trikora Salakan kepada pihak kepolisian. Pengaduan tersebut ditujukan kepada Kapolres Banggai Kepulauan dan tertanggal 13 April 2026. Dalam surat pengaduan, pihak keluarga meminta agar peristiwa yang berujung pada meninggalnya almarhumah diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. […]

error: Content is protected !!
expand_less