Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » IPBK GERAM: JANGAN JADIKAN BATU GAMPING SEBAGAI “HARGA” PEMBANGUNAN BANGGAI KEPULAUAN

IPBK GERAM: JANGAN JADIKAN BATU GAMPING SEBAGAI “HARGA” PEMBANGUNAN BANGGAI KEPULAUAN

  • calendar_month Sen, 7 Sep 2026
  • visibility 274
  • comment 0 komentar

PALU, tatandak.id – Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah kembali melayangkan kritik keras terhadap gagasan menjadikan tambang batu gamping sebagai bagian dari strategi pembangunan Kabupaten Banggai Kepulauan.

IPBK menilai pembangunan daerah tidak boleh dibangun di atas logika “ambil sumber daya alam sebanyak-banyaknya, kemudian menyebutnya sebagai pembangunan”. Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam yang jauh lebih bernilai daripada sekadar kandungan batu gamping di dalam tanahnya.

Ketua Umum IPBK Palu-Sulawesi Tengah, Nasrun, dengan tegas meminta Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk tidak menjadikan tambang batu gamping sebagai simbol kemajuan daerah.

“Kami ingin tegaskan: jangan jadikan tambang batu gamping sebagai alat untuk membangun Banggai Kepulauan. Jangan sampai kerusakan lingkungan hari ini dibungkus dengan kata pembangunan, lalu masyarakat diminta menerima begitu saja,” tegas Nasrun.

Menurut IPBK, pembangunan sejatinya harus menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat tanpa mengorbankan keberlanjutan lingkungan. Jika sebuah investasi berpotensi menimbulkan dampak ekologis dan sosial yang besar, maka pemerintah wajib memastikan seluruh kajian, proses perizinan, dan kepentingan masyarakat benar-benar ditempatkan di atas kepentingan investasi.

NASRUN: BANGKEP BUKAN TANAH KOSONG UNTUK DIEKSPLOITASI

Nasrun menegaskan bahwa Banggai Kepulauan bukanlah ruang kosong yang bebas dieksploitasi atas nama investasi.

“Banggai Kepulauan punya laut, hutan, pertanian, perikanan, kawasan karst, budaya dan manusia yang hebat. Apakah semua itu harus dikorbankan hanya karena kita ingin mengejar pembangunan dengan cara paling mudah?”

Ia mempertanyakan paradigma pembangunan yang menjadikan eksploitasi sumber daya alam sebagai ukuran kemajuan.

“Kalau hari ini batu gamping kita habiskan, lalu apa yang akan kita tinggalkan untuk anak cucu? Mereka tidak bisa hidup dari laporan investasi. Mereka butuh air, tanah, laut yang sehat dan lingkungan yang tetap hidup,” ujar Nasrun.

IPBK SOROT BUPATI BANGGAI KEPULAUAN

IPBK secara khusus meminta Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady untuk menunjukkan keberpihakan yang jelas terhadap masa depan lingkungan dan masyarakat Banggai Kepulauan.

IPBK mendorong Bupati agar tidak hanya melihat potensi penerimaan daerah dan investasi, tetapi juga menghitung “harga ekologis” yang mungkin harus dibayar masyarakat apabila kawasan penting mengalami kerusakan.

“Kami meminta Bupati Banggai Kepulauan berpikir jauh ke depan. Bupati bukan hanya pemimpin untuk hari ini, tetapi pemimpin yang akan dikenang dari keputusan-keputusan yang diambil hari ini. Jangan sampai sejarah mencatat bahwa atas nama pembangunan, lingkungan Banggai Kepulauan justru dikorbankan,” kata Nasrun.

IPBK juga meminta pemerintah membuka ruang partisipasi publik yang seluas-luasnya. Masyarakat, pemuda, mahasiswa, akademisi, pemerhati lingkungan dan kelompok masyarakat terdampak harus diberikan ruang untuk menyampaikan pandangan secara terbuka.

KALAU PEMBANGUNAN HARUS MERUSAK, IPBK MEMILIH UNTUK BERTANYA: PEMBANGUNAN UNTUK SIAPA?

Bagi IPBK, pertanyaan paling mendasar bukan sekadar “berapa besar investasi yang masuk?”, tetapi “siapa yang mendapatkan manfaat dan siapa yang menanggung risikonya?”

Nasrun menegaskan bahwa IPBK tidak anti-pembangunan dan tidak anti-investasi.

“Kami bukan kelompok yang alergi terhadap pembangunan. Kami justru ingin Banggai Kepulauan maju. Tetapi kemajuan harus punya arah. Jangan sampai pembangunan hanya terlihat besar di atas kertas, sementara masyarakat harus menanggung dampaknya dalam jangka panjang.”

IPBK mendorong pemerintah mengembangkan sektor yang lebih berkelanjutan, seperti perikanan, pertanian, pariwisata berbasis lingkungan, ekonomi kreatif, UMKM, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

IPBK: KAMI AKAN TERUS MENGAWAL

Nasrun menegaskan bahwa IPBK akan terus mengawal setiap kebijakan yang menyangkut lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam di Banggai Kepulauan.

“Kalau kebijakan pemerintah berpihak kepada rakyat dan menjaga lingkungan, IPBK akan menjadi bagian yang mendukung. Tetapi kalau ada kebijakan yang mengancam ruang hidup masyarakat dan lingkungan, kami akan bersuara. Diam bukan pilihan kami,” tegasnya.

IPBK menutup pernyataannya dengan satu pesan kepada seluruh pemangku kebijakan:

“Jangan wariskan lubang tambang kepada anak cucu kita. Wariskan laut yang sehat, tanah yang subur, hutan yang terjaga, budaya yang hidup, dan Banggai Kepulauan yang tetap menjadi rumah bagi generasi berikutnya.”

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 624
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Distribusi BBM bersubsidi sektor pertanian di Banggai Kepulauan makin disorot publik. Fakta mencengangkan terungkap dalam rapat resmi Pemda Bangkep (17/09/2025), ketika Kepala Dinas Pertanian Sumiati Manompo, SP., MM., secara terbuka mengakui bahwa mayoritas pemohon rekomendasi BBM adalah pengecer, bukan petani pemilik alat dan mesin pertanian (alsintan). “Rata-rata yang mengambil rekomendasi adalah […]

  • Rusnia Rusnia Subanomo-Nurhayati J. Tokulo Nahkodai KPMI Bangkep Gorontalo, Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Dimulai

    Rusnia Rusnia Subanomo-Nurhayati J. Tokulo Nahkodai KPMI Bangkep Gorontalo, Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Dimulai

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • visibility 497
    • 0Komentar

    GORONTALO, tatandak.id – Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Banggai Kepulauan Provinsi Gorontalo (KPMI Bangkep Prov. Gorontalo) resmi memasuki babak baru dalam dinamika gerakan mahasiswa. Kepemimpinan organisasi kini diemban oleh Rusnia Rusnia Subanomo sebagai Ketua Umum Formatur dan Nurhayati J. Tokulo sebagai Sekretaris Formatur untuk Periode 2025-2026. Terpilihnya dua figur perempuan ini menandai hadirnya arah kepemimpinan baru yang […]

  • POS POL AIR YANG DIJANJIKAN TAK KUNJUNG HADIR, AKSI BOM IKAN DI LAUT BANGKEP KEMBALI MENGGANAS

    POS POL AIR YANG DIJANJIKAN TAK KUNJUNG HADIR, AKSI BOM IKAN DI LAUT BANGKEP KEMBALI MENGGANAS

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • visibility 587
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Harapan masyarakat pesisir Banggai Kepulauan terhadap penegakan hukum di laut kembali diuji. Janji penempatan Pos Polisi Air (Pol Airud) apung yang sebelumnya disampaikan Polres Banggai Kepulauan hingga kini belum terealisasi. Akibatnya, praktik pengeboman ikan kembali marak dan kian mengancam ekosistem laut. Beberapa waktu lalu, rencana penempatan Pos Pol Airud apung di kawasan […]

  • H. Sulaeman Husen: Karst Banggai Kepulauan antara perlindungan dan ekploitasi

    H. Sulaeman Husen: Karst Banggai Kepulauan antara perlindungan dan ekploitasi

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Ditulis Oleh: H. SULAEMAN HUSEN Di bulan April 2026 salah issu yang sangat masif beredar di masyarakat Banggai Kepulauan adalah issu PENOLAKAN masuk nya Tambang Batu Gamping. Bahkan Mahasiswa Banggai Kepulauan yang tergabung dalam Organisasi IPBK Palu mengajak seluruh Pemuda Banggai Kepulauan yang berada di Kota Palu untuk melakukan Aksi demo dengan tema TOLAK TAMBANG […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Ketika Regulasi Bertemu Realitas, Ini Solusi Konkret Distribusi BBM di Banggai Kepulauan

    Muhammad Saleh Gasin: Ketika Regulasi Bertemu Realitas, Ini Solusi Konkret Distribusi BBM di Banggai Kepulauan

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • visibility 386
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan saat ini memasuki fase krusial. Di tengah upaya penertiban oleh pemerintah, muncul dinamika baru di masyarakat yang menunjukkan bahwa persoalan ini tidak sesederhana antara “taat aturan” dan “pelanggaran”. Advokat dan Akademisi, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa kondisi yang terjadi saat ini […]

  • Hati-Hati Termakan Hoax, Tombol “Voice Chat/Chat Audio” di WhatsApp Bukan Tanda Hacker!

    Hati-Hati Termakan Hoax, Tombol “Voice Chat/Chat Audio” di WhatsApp Bukan Tanda Hacker!

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • visibility 998
    • 0Komentar

    JAKARTA, tatandak.id – Beberapa hari belakangan, pesan berantai atau pesan video di WhatsApp kembali membuat resah pengguna. Pesan tersebut mengklaim bahwa tombol “Voice Chat/Chat Audio” yang muncul di grup-grup WhatsApp adalah tanda bahwa grup tersebut telah diretas oleh hacker. Bahkan, pesan tersebut menyarankan agar anggota grup tidak mengklik tombol “Gabung” pada fitur ini karena bisa […]

error: Content is protected !!
expand_less