Empat Puluh Tahun Mengabdi, Abdul Wahab Gasin Resmi Purnatugas: “Guru Boleh Pensiun, Tetapi Tidak Pernah Pensiun dari Pengabdian”
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 172
- comment 0 komentar

Totikum, Banggai Kepulauan – Suasana haru dan penuh penghormatan menyelimuti acara pelepasan purnatugas Kepala SD Inpres Sambiut, Abdul Wahab Gasin, S.Pd., yang resmi mengakhiri masa baktinya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) setelah kurang lebih 40 tahun mengabdikan diri di dunia pendidikan.
Acara yang berlangsung dengan khidmat tersebut dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai Kepulauan, Camat Totikum, Kapolsek Totikum, Koordinator Wilayah Pendidikan Totikum, Pengawas TK/SD, Ketua Komite SD Inpres Sambiut, para mantan kepala sekolah, kepala sekolah SD, SMP, dan SMA, guru, tenaga kependidikan, serta para tamu undangan.
Dalam sambutan perpisahannya, Abdul Wahab Gasin mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT atas kesempatan yang diberikan untuk menuntaskan pengabdian panjangnya dalam mendidik generasi bangsa.
Perjalanan kariernya dimulai pada tahun 1986 sebagai guru di SDN 16 Tolitoli hingga tahun 1989. Selanjutnya ia mengabdi di SDN 1 Lamadong, Kabupaten Buol pada periode 1989–1996. Tahun 1996 menjadi awal pengabdiannya di SD Inpres Sambiut, sebelum sempat bertugas di SDN 12 Kota Palu pada 2000–2004 karena mendampingi istrinya yang menempuh pendidikan S-1. Sejak tahun 2004, ia kembali ke SD Inpres Sambiut dan mengabdikan diri hingga memasuki masa purnabakti.
Selama empat dekade menjadi pendidik, Abdul Wahab Gasin telah menyaksikan ribuan peserta didik tumbuh dan berkembang. Baginya, profesi guru bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa untuk membentuk karakter dan masa depan generasi penerus bangsa.
“Seorang guru boleh pensiun dari tugasnya, tetapi tidak pernah pensiun dari pengabdiannya kepada pendidikan dan masyarakat. Jabatan mungkin berakhir, tetapi nilai-nilai ketulusan, kejujuran, dan pengabdian harus terus hidup,” ungkapnya, yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan pengabdiannya, mulai dari Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, pemerintah kecamatan, Korwil Pendidikan, para pengawas sekolah, komite sekolah, orang tua peserta didik, para kepala sekolah, rekan-rekan guru, tenaga kependidikan, hingga masyarakat yang selama ini menjadi mitra dalam memajukan pendidikan.
Dengan penuh kerendahan hati, Abdul Wahab Gasin juga memohon maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat tutur kata, sikap, maupun keputusan yang kurang berkenan.
Ia menitipkan pesan kepada seluruh guru agar senantiasa mendidik dengan hati, karena anak-anak yang berada di bangku sekolah hari ini merupakan calon pemimpin bangsa di masa depan. Ia juga berharap SD Inpres Sambiut terus berkembang menjadi sekolah yang berprestasi, menjaga budaya kerja yang harmonis, serta menjadi kebanggaan masyarakat.
Momen perpisahan itu menjadi refleksi atas perjalanan panjang seorang pendidik yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya bagi kemajuan pendidikan. Bagi keluarga besar SD Inpres Sambiut, Abdul Wahab Gasin bukan hanya seorang kepala sekolah, tetapi juga sosok pemimpin yang sederhana, penuh dedikasi, dan menjadi teladan dalam pengabdian.
Kepergiannya dari masa dinas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak baru kehidupan yang tetap membawa semangat melayani masyarakat. Jejak keteladanan, kerja keras, serta komitmennya dalam membangun pendidikan akan terus dikenang oleh rekan sejawat, peserta didik, dan masyarakat Totikum.
Menutup sambutannya, Abdul Wahab Gasin menyampaikan untaian kalimat yang merangkum perjalanan hidupnya sebagai seorang pendidik:
“Ke Tolitoli membawa kenangan. Ke Buol menanam pengabdian. Di Sambiut kutemukan kebersamaan. Terima kasih atas semua perhatian.”
Ucapan sederhana itu menjadi penutup yang sarat makna, menggambarkan perjalanan panjang seorang guru yang telah mengabdikan empat dekade hidupnya demi mencerdaskan anak bangsa.
Selamat memasuki masa purnabakti, Bapak Abdul Wahab Gasin, S.Pd. Terima kasih atas dedikasi, keteladanan, dan pengabdian yang telah Bapak persembahkan bagi dunia pendidikan. Semoga segala amal bakti menjadi ladang pahala, senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan keberkahan dalam menjalani masa purnatugas bersama keluarga tercinta.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar