Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KESEHATAN » Kabid Advokasi KaMIMo Banggai Abdi Soroti Dugaan Keracunan MBG di Totikum Selatan: Jangan Korbankan Keselamatan Anak

Kabid Advokasi KaMIMo Banggai Abdi Soroti Dugaan Keracunan MBG di Totikum Selatan: Jangan Korbankan Keselamatan Anak

  • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
  • visibility 151
  • comment 0 komentar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dugaan keracunan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Peristiwa yang terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, tersebut mendapat sorotan serius dari Abdi, Kepala Bidang (Kabid) Advokasi KaMIMo Banggai.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebanyak 51 orang dilaporkan mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kanali, wilayah Kecamatan Totikum Selatan.

Korban terdiri dari 47 orang dari SDN Mata, satu orang dari SDN Kanali, satu orang dari SD Muhammadiyah PLY, satu ibu menyusui, serta satu balita berusia lebih dari tiga tahun.

Kejadian tersebut memunculkan kekhawatiran mengenai kualitas bahan makanan, proses pengolahan, penyimpanan hingga standar keamanan pangan yang diterapkan dalam penyediaan menu MBG.

Abdi, Kabid Advokasi KaMIMo Banggai, menegaskan bahwa kejadian tersebut tidak boleh dianggap sepele. Menurutnya, dugaan keracunan terkait MBG disebut telah terjadi dua kali di wilayah Banggai Kepulauan sehingga perlu dilakukan evaluasi dan pemeriksaan secara serius.

“Kejadian ini jangan dianggap sepele. Sudah dua kali terjadi keracunan MBG di wilayah Banggai Kepulauan. Padahal Banggai Kepulauan merupakan wilayah yang relatif mudah mendapatkan sumber bahan makanan yang masih segar dan higienis. Timbul pertanyaan, ada apa di balik semua itu?” tegas Abdi.

Ia meminta pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan MBG untuk benar-benar memperhatikan kualitas bahan pangan yang digunakan. Menurut Abdi, kepentingan ekonomi tidak boleh ditempatkan di atas keselamatan dan kesehatan para penerima manfaat, terutama anak-anak.

“Jangan mencari keuntungan besar dengan mengorbankan keselamatan dan kesehatan generasi penerus bangsa. Program yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan mutu dan kualitas makanan serta standar keamanan pangan,” ujarnya.

Abdi juga menilai kejadian ini harus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG yang melayani wilayah Totikum Selatan. Pengawasan, menurutnya, perlu dilakukan mulai dari pemilihan bahan baku, kondisi dan kesegaran bahan makanan, proses penyimpanan, pengolahan, hingga pendistribusian makanan kepada penerima manfaat.

Ia berharap instansi berwenang melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti dugaan keracunan tersebut. Hasil pemeriksaan dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas sekaligus mencegah kejadian serupa terulang.

Program MBG pada dasarnya ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Karena itu, Abdi menegaskan pelaksanaannya harus mengedepankan kualitas, kebersihan, keamanan pangan dan keselamatan penerima manfaat.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti keluhan yang dialami para korban masih perlu didasarkan pada hasil pemeriksaan medis, laboratorium, dan keterangan resmi instansi berwenang. Karena itu, dugaan mengenai kualitas bahan makanan belum dapat dinyatakan sebagai penyebab pasti sebelum hasil pemeriksaan tersebut tersedia.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin: Jangan Langsung Bayar Utang Orang Tua yang Meninggal, Pahami Dulu KHI dan KUHPerdata

    Muhammad Saleh Gasin: Jangan Langsung Bayar Utang Orang Tua yang Meninggal, Pahami Dulu KHI dan KUHPerdata

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
    • visibility 311
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Ketika orang tua meninggal dunia dan masih meninggalkan utang, anak atau ahli waris sering kali merasa harus segera melunasi utang tersebut dengan uang pribadi. Padahal, persoalan utang pewaris harus dilihat terlebih dahulu berdasarkan hukum waris yang berlaku. Muhammad Saleh Gasin, Advokat dan Dosen, mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa aturan mengenai tanggung jawab ahli […]

  • Refleksi Hari Buruh 2026, Hermanius Burunaung: Investasi di Banggai Jangan Mengorbankan Upah dan Tenaga Kerja Lokal

    Refleksi Hari Buruh 2026, Hermanius Burunaung: Investasi di Banggai Jangan Mengorbankan Upah dan Tenaga Kerja Lokal

    • calendar_month Jum, 1 Mei 2026
    • visibility 100
    • 0Komentar

    BANGGAI, tatandak.id – Momentum Hari Buruh Nasional yang diperingati setiap 1 Mei menjadi ruang penting bagi pekerja untuk menyuarakan keadilan. Di Kabupaten Banggai, Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia atau KSBSI Perwakilan Banggai melalui pemegang mandat, Hermanius Burunaung, mendesak pemerintah daerah dan perusahaan agar lebih serius memperhatikan kesejahteraan buruh, keadilan upah, serta prioritas bagi tenaga kerja […]

  • Nadjamuddin Mointang: Karst Banggai Kepulauan Tak Tergantikan, Jangan Dipertaruhkan demi Tambang

    Nadjamuddin Mointang: Karst Banggai Kepulauan Tak Tergantikan, Jangan Dipertaruhkan demi Tambang

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Polemik terkait rencana eksploitasi batu gamping di kawasan karst Banggai Kepulauan terus memantik perhatian publik. Di tengah perdebatan mengenai manfaat ekonomi dan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan, Analis Kebijakan Nadjamuddin Mointang menegaskan bahwa kawasan karst merupakan aset strategis daerah yang tidak dapat digantikan dan tidak boleh dipertaruhkan demi kepentingan ekonomi jangka […]

  • Temukan 29 Pajeko di Kawasan Konservasi Banggai, Nelayan Liang Desak Penertiban

    Temukan 29 Pajeko di Kawasan Konservasi Banggai, Nelayan Liang Desak Penertiban

    • calendar_month Rab, 12 Agu 2026
    • visibility 218
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Masyarakat nelayan Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah segera melakukan penertiban terhadap aktivitas kapal purse seine atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai pajeko di Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Banggai Area XII. Desakan itu disampaikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi […]

  • Gotong Royong Tanpa Batas Status: Warga Totikum Bersatu Bangun Jalan Demi Kenyamanan Bersama

    Gotong Royong Tanpa Batas Status: Warga Totikum Bersatu Bangun Jalan Demi Kenyamanan Bersama

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 776
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Dalam semangat kebersamaan yang luar biasa, warga Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, telah menunjukkan bahwa perbedaan status sosial tidak menjadi halangan untuk berkontribusi pada kebaikan bersama. Mulai dari pegawai kantoran, PNS, pengacara, pengusaha, hingga penegak hukum, semua turun tangan tanpa memandang profesi atau jabatan. Semua satu tujuan yakni memperbaiki jalan yang rusak […]

  • Aulia Abd Bady: Kamimo Banggai di Usia ke-23 Adalah Rumah Proses, Harapan, dan Cinta

    Aulia Abd Bady: Kamimo Banggai di Usia ke-23 Adalah Rumah Proses, Harapan, dan Cinta

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • visibility 520
    • 0Komentar

    BANGGAI, tatandak.id – Kader Kamimo Banggai, Aulia Abd Bady, menyampaikan doa dan harapannya pada momentum hari ulang tahun Kamimo Banggai ke-XXIII. Menurutnya, usia 23 tahun menjadi bukti perjalanan panjang Kamimo Banggai dalam merawat identitas, membentuk karakter, dan memberikan kontribusi bagi daerah, bangsa, serta negara. Aulia Abd Bady menilai, Kamimo Banggai bukan sekadar nama organisasi. Lebih […]

error: Content is protected !!
expand_less