Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Ketua PD AMAN Bangkep Ahmad Tobunggu Tegas Tolak Tambang Batu Gamping: “Banggai Kepulauan Tidak Cocok untuk Tambang”

Ketua PD AMAN Bangkep Ahmad Tobunggu Tegas Tolak Tambang Batu Gamping: “Banggai Kepulauan Tidak Cocok untuk Tambang”

  • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
  • visibility 328
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Banggai Kepulauan, Ahmad Tobunggu, menyatakan sikap tegas menolak rencana investasi tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menurut Ahmad Tobunggu, kehadiran tambang batu gamping bukan hanya soal investasi ekonomi, tetapi menyangkut masa depan ruang hidup masyarakat adat, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan sosial budaya masyarakat Banggai Kepulauan.

“Atas nama Ketua PD AMAN Banggai Kepulauan dan secara pribadi, saya menolak keras investasi tambang batu gamping di Banggai Kepulauan,” tegas Ahmad Tobunggu.

Ahmad menilai, masuknya aktivitas pertambangan berpotensi mengancam eksistensi masyarakat adat. Ia menyebut masyarakat adat dapat tersingkir dari ruang ekonomi, sosial, dan budaya yang selama ini menjadi dasar kehidupan mereka.

“Masuknya tambang mengancam eksistensi masyarakat adat. Masyarakat adat akan tersingkir dari ruang ekonomi, sosial, dan budaya,” ujarnya.

Selain ancaman terhadap masyarakat adat, Ahmad juga menyoroti potensi kerusakan lingkungan yang menurutnya sulit dihindari apabila pertambangan batu gamping beroperasi di wilayah kepulauan kecil seperti Banggai Kepulauan.

Ia mengingatkan bahwa aktivitas tambang dapat berdampak pada hutan, mata air, gua, serta ekosistem karst yang memiliki fungsi ekologis penting bagi kehidupan masyarakat.

“Kerusakan lingkungan, hutan, mata air, gua, dan ekosistem karst tidak dapat dihindari. Ini harus dilihat secara serius, bukan hanya dari sisi investasi,” kata Ahmad.

Ahmad Tobunggu juga menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan berarti masyarakat adat menutup diri terhadap investasi. Namun, menurutnya, investasi yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu ruang hidup masyarakat harus ditolak sejak awal.

“Kami tidak anti investor. Tetapi kalau usaha pertambangan pada akhirnya membuat kerusakan, jelas kami menolak,” tegasnya.

Menurut Ahmad, Banggai Kepulauan memiliki karakter wilayah yang berbeda dengan daerah daratan luas. Sebagai daerah kepulauan dengan luas wilayah yang terbatas, Banggai Kepulauan dinilai tidak layak dijadikan kawasan pertambangan.

“Bagi kami di masyarakat adat, Banggai Kepulauan yang luas wilayahnya kecil tidak cocok untuk tambang,” ujarnya.

Ia juga menyinggung berbagai pengalaman di banyak daerah, di mana aktivitas pertambangan kerap tidak memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Sebaliknya, kata Ahmad, pertambangan sering kali hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat harus menanggung dampak sosial dan lingkungan dalam jangka panjang.

“Dari berbagai pengalaman di hampir semua daerah, aktivitas pertambangan hanya menguntungkan segelintir orang. Sementara masyarakat dan lingkungan yang menanggung akibatnya,” ungkapnya.

Ahmad Tobunggu meminta pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar tidak melihat investasi tambang batu gamping semata-mata sebagai peluang ekonomi. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan keselamatan ruang hidup masyarakat adat, keberlanjutan lingkungan, dan masa depan generasi Banggai Kepulauan.

Baginya, pembangunan tidak boleh mengorbankan masyarakat adat dan lingkungan hidup. Pembangunan harus berpihak pada keberlanjutan, bukan pada eksploitasi sumber daya alam yang dapat meninggalkan kerusakan permanen.

“Jangan sampai atas nama investasi, masyarakat adat kehilangan tanah, ruang hidup, budaya, dan masa depannya,” pungkas Ahmad Tobunggu.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Perikanan Bangkep Luruskan Isu Kuota Solar 11 Ribu Liter dan Kapal Pajeko

    Dinas Perikanan Bangkep Luruskan Isu Kuota Solar 11 Ribu Liter dan Kapal Pajeko

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 788
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Menyikapi pemberitaan sebelumnya di tatandak.id berjudul “Skandal Rekomendasi BBM Nelayan Bangkep, 2 Orang Bisa Kuasai 11 Ribu Liter Solar per Minggu” dan “Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep” (24/09/2025), Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Kepulauan memberikan klarifikasi resmi agar publik tidak salah memahami informasi yang beredar. Klarifikasi […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Diskresi Pejabat Bukan Tiket Bebas Melanggar Hukum

    Muhammad Saleh Gasin: Diskresi Pejabat Bukan Tiket Bebas Melanggar Hukum

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • visibility 333
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Pemahaman mengenai kewenangan diskresi pejabat pemerintahan perlu terus diberikan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam melihat ruang kewenangan yang dimiliki oleh pejabat publik. Diskresi bukanlah bentuk kebebasan mutlak bagi pejabat untuk bertindak sesuka hati, melainkan instrumen hukum yang memiliki batas, tujuan, serta mekanisme pertanggungjawaban. Hal tersebut disampaikan Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., […]

  • Pemerintah Diminta Segera Serahkan SK 17 Orang P3K di Bangkep, Aktivis Sebut Sistem Pansel Rusak Parah

    Pemerintah Diminta Segera Serahkan SK 17 Orang P3K di Bangkep, Aktivis Sebut Sistem Pansel Rusak Parah

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • visibility 1.017
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id — Polemik terkait penundaan pemberian Surat Keputusan (SK) kepada 17 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang telah lolos seleksi kini semakin memanas. Aktivis dan penggiat media, Irwanto DJ, mengungkapkan kekecewaannya dan mendesak pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk segera menyerahkan SK kepada para P3K yang sudah memenuhi syarat. Menurut Irwanto, masalah ini […]

  • DANA PIP SISWA SD INPRES SAMBIUT JADI TANDA TANYA: SUDAH DITARIK, KE MANA UANGNYA SELAMA HAMPIR TIGA BULAN?

    DANA PIP SISWA SD INPRES SAMBIUT JADI TANDA TANYA: SUDAH DITARIK, KE MANA UANGNYA SELAMA HAMPIR TIGA BULAN?

    • calendar_month Rab, 28 Okt 2026
    • visibility 261
    • 0Komentar

    BANGKEP (28/10/2026), tatandak.id – Keberadaan dana Program Indonesia Pintar (PIP) bagi siswa SD Inpres Sambiut, Desa Sambiut, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, menjadi tanda tanya. Informasi yang diterima tatandak.id menyebutkan bahwa dana bantuan tersebut diduga telah ditarik dari rekening siswa. Namun, penyerahannya kepada penerima manfaat masih dipertanyakan. Jika informasi penarikan tersebut benar, muncul pertanyaan mendasar […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Aksi Perahu ke SPBU Adalah Puncak Masalah Lama BBM Bangkep, Ini Akar Persoalan dan Solusi Nyata yang Harus Dilakukan

    Muhammad Saleh Gasin: Aksi Perahu ke SPBU Adalah Puncak Masalah Lama BBM Bangkep, Ini Akar Persoalan dan Solusi Nyata yang Harus Dilakukan

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • visibility 523
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Aksi masyarakat yang membawa perahu langsung ke salah satu SPBU di Banggai Kepulauan untuk mendapatkan BBM bersubsidi bukanlah peristiwa yang berdiri sendiri. Kejadian tersebut merupakan puncak dari persoalan panjang distribusi BBM di Kabupaten Banggai Kepulauan yang selama ini berlangsung dan kini terbuka ke publik. Advokat dan aktivis, Muhammad Saleh Gasin, menegaskan […]

  • Kerusakan Nozzle SPBU Bonepuso Sebabkan Kelangkaan BBM di Bulagi Selatan

    Kerusakan Nozzle SPBU Bonepuso Sebabkan Kelangkaan BBM di Bulagi Selatan

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • visibility 559
    • 0Komentar

    BULAGI SELATAN, tatandak.id – Dalam sepekan terakhir masyarakat Kecamatan Bulagi Selatan mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Warga mengeluhkan Pertalite yang semakin langka, bahkan penjualan eceran di kios nyaris tidak tersedia. Kalaupun ada, harganya melonjak hingga Rp15 ribu per botol. Hasil penelusuran tatandak.id mengungkapkan, kelangkaan ini terjadi karena Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) […]

error: Content is protected !!
expand_less