Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Ketua PD AMAN Bangkep Ahmad Tobunggu Tegas Tolak Tambang Batu Gamping: “Banggai Kepulauan Tidak Cocok untuk Tambang”

Ketua PD AMAN Bangkep Ahmad Tobunggu Tegas Tolak Tambang Batu Gamping: “Banggai Kepulauan Tidak Cocok untuk Tambang”

  • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
  • visibility 189
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id Ketua Pengurus Daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara Banggai Kepulauan, Ahmad Tobunggu, menyatakan sikap tegas menolak rencana investasi tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan.

Menurut Ahmad Tobunggu, kehadiran tambang batu gamping bukan hanya soal investasi ekonomi, tetapi menyangkut masa depan ruang hidup masyarakat adat, kelestarian lingkungan, serta keberlanjutan sosial budaya masyarakat Banggai Kepulauan.

“Atas nama Ketua PD AMAN Banggai Kepulauan dan secara pribadi, saya menolak keras investasi tambang batu gamping di Banggai Kepulauan,” tegas Ahmad Tobunggu.

Ahmad menilai, masuknya aktivitas pertambangan berpotensi mengancam eksistensi masyarakat adat. Ia menyebut masyarakat adat dapat tersingkir dari ruang ekonomi, sosial, dan budaya yang selama ini menjadi dasar kehidupan mereka.

“Masuknya tambang mengancam eksistensi masyarakat adat. Masyarakat adat akan tersingkir dari ruang ekonomi, sosial, dan budaya,” ujarnya.

Selain ancaman terhadap masyarakat adat, Ahmad juga menyoroti potensi kerusakan lingkungan yang menurutnya sulit dihindari apabila pertambangan batu gamping beroperasi di wilayah kepulauan kecil seperti Banggai Kepulauan.

Ia mengingatkan bahwa aktivitas tambang dapat berdampak pada hutan, mata air, gua, serta ekosistem karst yang memiliki fungsi ekologis penting bagi kehidupan masyarakat.

“Kerusakan lingkungan, hutan, mata air, gua, dan ekosistem karst tidak dapat dihindari. Ini harus dilihat secara serius, bukan hanya dari sisi investasi,” kata Ahmad.

Ahmad Tobunggu juga menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan berarti masyarakat adat menutup diri terhadap investasi. Namun, menurutnya, investasi yang berpotensi merusak lingkungan dan mengganggu ruang hidup masyarakat harus ditolak sejak awal.

“Kami tidak anti investor. Tetapi kalau usaha pertambangan pada akhirnya membuat kerusakan, jelas kami menolak,” tegasnya.

Menurut Ahmad, Banggai Kepulauan memiliki karakter wilayah yang berbeda dengan daerah daratan luas. Sebagai daerah kepulauan dengan luas wilayah yang terbatas, Banggai Kepulauan dinilai tidak layak dijadikan kawasan pertambangan.

“Bagi kami di masyarakat adat, Banggai Kepulauan yang luas wilayahnya kecil tidak cocok untuk tambang,” ujarnya.

Ia juga menyinggung berbagai pengalaman di banyak daerah, di mana aktivitas pertambangan kerap tidak memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Sebaliknya, kata Ahmad, pertambangan sering kali hanya menguntungkan segelintir pihak, sementara masyarakat harus menanggung dampak sosial dan lingkungan dalam jangka panjang.

“Dari berbagai pengalaman di hampir semua daerah, aktivitas pertambangan hanya menguntungkan segelintir orang. Sementara masyarakat dan lingkungan yang menanggung akibatnya,” ungkapnya.

Ahmad Tobunggu meminta pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait agar tidak melihat investasi tambang batu gamping semata-mata sebagai peluang ekonomi. Ia menekankan pentingnya mempertimbangkan keselamatan ruang hidup masyarakat adat, keberlanjutan lingkungan, dan masa depan generasi Banggai Kepulauan.

Baginya, pembangunan tidak boleh mengorbankan masyarakat adat dan lingkungan hidup. Pembangunan harus berpihak pada keberlanjutan, bukan pada eksploitasi sumber daya alam yang dapat meninggalkan kerusakan permanen.

“Jangan sampai atas nama investasi, masyarakat adat kehilangan tanah, ruang hidup, budaya, dan masa depannya,” pungkas Ahmad Tobunggu.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • visibility 908
    • 0Komentar

    Oleh: IRFAN KAHAR Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program Strategis Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, resmi diluncurkan di Kabupaten Banggai Kepulauan pada Senin, 24 Februari 2025. Namun Program Yang kemudian digagas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat rawan terjadi penyimpangan dan potensi korupsi jika tidak diawasi dengan ketat. Program […]

  • Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • visibility 826
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Kematian Ibu Guru Farida, perempuan 27 tahun asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung, usai menjalani persalinan di RSUD Trikora Salakan, menyisakan banyak pertanyaan serius yang hingga kini belum terjawab terang. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa itu ke Polres Banggai Kepulauan. Di sisi lain, manajemen RSUD Trikora Salakan telah mengeluarkan rilis klarifikasi resmi yang menegaskan […]

  • BKPSDM Banggai Kepulauan: Pengumuman Jabatan Tampungan Masih Tunggu Hasil Panselnas

    BKPSDM Banggai Kepulauan: Pengumuman Jabatan Tampungan Masih Tunggu Hasil Panselnas

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • visibility 1.250
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) menyampaikan bahwa pengumuman terkait formasi jabatan tampungan masih menunggu hasil dari Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala BKPSDM Banggai Kepulauan, Marjam Mahmud Ibaad, S.H., yang menegaskan bahwa pihaknya belum dapat merilis hasil resmi lantaran […]

  • Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • visibility 744
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id — Masyarakat pesisir Kecamatan Liang, Bangkep, Sulawesi Tengah, kembali mengeluhkan aktivitas kapal penangkapan ikan modern atau “Pajeko” yang beroperasi di zona tangkap nelayan kecil tradisional. Keluhan masyarakat nelayan ini diteruskan melalui grup diskusi publik BSH oleh Advokat Muhammad Saleh Gasin “Ini salah satu kebocoran sumber daya perikanan Bangkep. Ratusan dan mungkin ribuan box […]

  • PPWI Resmi Mandatkan Pembentukan DPC Banggai, Wilson Lalengke Tunjuk Hermanius Burunaung

    PPWI Resmi Mandatkan Pembentukan DPC Banggai, Wilson Lalengke Tunjuk Hermanius Burunaung

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • visibility 513
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Langkah strategis dalam memperluas jejaring organisasi kembali dilakukan oleh Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI). Kali ini, PPWI resmi memperkuat eksistensinya di Sulawesi Tengah dengan memberikan mandat pembentukan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPWI Kabupaten Banggai. Mandat tersebut secara resmi diserahkan langsung oleh Ketua Umum PPWI Nasional, Wilson Lalengke, S.Pd., M.Sc., M.A., kepada Pimpinan […]

  • Kabar Baik, Gaji Dokter Kontrak Bangkep Akhirnya Dibayarkan dan Sudah Masuk Rekening

    Kabar Baik, Gaji Dokter Kontrak Bangkep Akhirnya Dibayarkan dan Sudah Masuk Rekening

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • visibility 334
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Polemik keterlambatan pembayaran gaji dokter kontrak di Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya menemukan titik terang. Informasi terbaru yang diperoleh tatandak.id pada Jumat, 6 Maret 2026, menyebutkan bahwa gaji para dokter kontrak yang sebelumnya tertunda kini telah dibayarkan dan sudah masuk ke rekening masing-masing. Kabar tersebut disambut lega oleh berbagai pihak, terutama masyarakat yang dalam […]

error: Content is protected !!
expand_less