Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN DAERAH » Saat DPRD dan Masyarakat Menolak Tambang, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady Punya Arah Ekonomi yang Memuat Pertambangan Batu Gamping

Saat DPRD dan Masyarakat Menolak Tambang, Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady Punya Arah Ekonomi yang Memuat Pertambangan Batu Gamping

  • calendar_month Sab, 18 Jul 2026
  • visibility 298
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.id – Polemik rencana investasi pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan terus menjadi perhatian publik. Di tengah penolakan dari masyarakat dan sikap politik DPRD, dokumen perencanaan pembangunan daerah menunjukkan bahwa sektor pertambangan batu gamping telah tercantum dalam arah transformasi ekonomi yang menjadi bagian dari misi pembangunan pemerintahan Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady.

Dalam RPJMD Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun 2025-2029, pemerintah daerah menetapkan salah satu arah pembangunan melalui:

Misi 3: “Mewujudkan Transformasi Ekonomi Bangkep Yang Maju Dan Sejahtera Berbasis Sumberdaya Unggulan Daerah.”  

Dalam penjabaran misi tersebut disebutkan bahwa Banggai Kepulauan memiliki sejumlah potensi sumber daya unggulan, meliputi sektor pertanian khususnya perikanan kelautan, sektor pariwisata, sektor industri, serta pertambangan batu gamping.  

Dokumen tersebut menyatakan bahwa apabila seluruh potensi sumber daya daerah dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan, maka dapat mendorong pertumbuhan ekonomi serta pembangunan daerah yang memiliki daya saing.  

“Kabupaten Banggai Kepulauan memiliki potensi di sektor pertanian khususnya Perikanan Kelautan, Sektor Pariwisata, dan Sektor Industri serta pertambangan batu Gamping…” demikian tertulis dalam dokumen arah pembangunan daerah.  

Di sisi lain, rencana investasi pertambangan batu gamping mendapat penolakan dari berbagai kelompok masyarakat yang mempertimbangkan aspek lingkungan, kawasan karst, serta keberlanjutan ruang hidup masyarakat.

Sikap penolakan juga muncul dari lembaga legislatif. DPRD Kabupaten Banggai Kepulauan melalui rapat paripurna menyampaikan sikap kelembagaan terkait penolakan terhadap rencana pertambangan tersebut. Selain itu, DPRD Provinsi Sulawesi Tengah juga menjadi bagian dari dinamika pembahasan melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP).

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai posisi pemerintah daerah, khususnya Bupati Rusli Moidady, di tengah perbedaan pandangan antara kelompok masyarakat yang menolak investasi tambang dengan arah kebijakan ekonomi daerah yang mencantumkan pertambangan batu gamping sebagai salah satu potensi sumber daya.

Meski pertambangan batu gamping masuk dalam dokumen misi transformasi ekonomi, dokumen RPJMD tidak menjadikan tambang sebagai satu-satunya sektor pembangunan. Sektor tersebut ditempatkan bersama potensi lain seperti perikanan kelautan, pariwisata, dan industri.  

Artinya, secara dokumen kebijakan, pemerintah daerah membuka ruang pembahasan terhadap pemanfaatan berbagai potensi sumber daya daerah, termasuk pertambangan batu gamping, dengan prinsip pemanfaatan yang optimal dan berkelanjutan.  

Kini publik menunggu sikap lebih lanjut dari Bupati Rusli Moidady mengenai bagaimana pemerintah daerah menyelaraskan antara agenda pertumbuhan ekonomi dalam RPJMD dengan aspirasi masyarakat dan lembaga legislatif yang menolak aktivitas pertambangan.

Pertanyaan besar yang masih menjadi sorotan publik yakni apakah pertambangan batu gamping akan menjadi bagian dari strategi ekonomi Banggai Kepulauan ke depan, atau pemerintah daerah akan mengambil arah lain dengan mengutamakan sektor ekonomi yang dianggap lebih sesuai dengan kondisi lingkungan dan sosial masyarakat?

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lot Frans Soroti Peralihan Calon KNMP dari Mamulusan ke Bajo: “Mengapa Sekarang Beralih ke Desa Lain?”

    Lot Frans Soroti Peralihan Calon KNMP dari Mamulusan ke Bajo: “Mengapa Sekarang Beralih ke Desa Lain?”

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • visibility 157
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN (31 Agustus 2026), tatandak.id – Perubahan calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, dari Desa Mamulusan ke Desa Bajo menuai pertanyaan dari masyarakat Mamulusan. Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Aksi Konservasi (KOMPAK) Alam Lestari Desa Mamulusan, Lot Frans, meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pemerintah Kabupaten […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Jerigen BBM di Bangkep Jangan Dilarang Total, Tapi Harus Ditertibkan Ketat

    Muhammad Saleh Gasin: Jerigen BBM di Bangkep Jangan Dilarang Total, Tapi Harus Ditertibkan Ketat

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • visibility 669
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id  – Persoalan penggunaan jerigen dalam distribusi BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan dinilai tidak bisa lagi dipandang secara sederhana. Bagi sebagian masyarakat, jerigen memang menjadi alat untuk bertahan hidup, terutama bagi warga desa terpencil yang jauh dari SPBU. Namun di sisi lain, jerigen juga diduga telah berubah menjadi salah satu jalur utama penyimpangan […]

  • Abdul Jalil Mangalia: Tambang Batu Gamping di Bangkep Jangan Sampai Mengorbankan Pemilik Lahan

    Abdul Jalil Mangalia: Tambang Batu Gamping di Bangkep Jangan Sampai Mengorbankan Pemilik Lahan

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • visibility 170
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Tokoh masyarakat Desa Kambani, Abdul Jalil Mangalia, menyampaikan pandangan dan sikapnya terkait rencana maupun wacana aktivitas tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi pertambangan. Abdul Jalil Mangalia yang juga merupakan mantan Kepala Desa Kambani, Kecamatan Buko Selatan, menegaskan bahwa prinsip utama yang harus dijaga dalam pengelolaan […]

  • Masyarakat Totikum (Bangkep) Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Respons Positif Meningkat

    Masyarakat Totikum (Bangkep) Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Respons Positif Meningkat

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • visibility 982
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Kondisi jalan rusak dan berlubang yang menghubungkan Desa Sambiut ke Desa Luksagu serta Desa Sambiut ke Desa Palam, yang merupakan akses utama menuju Ibu Kota Kabupaten Banggai Kepulauan, menjadi perhatian serius masyarakat. Pada 11 Juli 2025, obrolan spontan di Grup WhatsApp “TOTIKUM,” yang beranggotakan lebih dari 300 orang dari berbagai kalangan, baik […]

  • Hakim Agama Diduga Bertindak Layaknya Hakim TUN, Advokat M. Saleh Gasin Laporkan ke Pengadilan Tinggi Gorontalo

    Hakim Agama Diduga Bertindak Layaknya Hakim TUN, Advokat M. Saleh Gasin Laporkan ke Pengadilan Tinggi Gorontalo

    • calendar_month Jum, 16 Jan 2026
    • visibility 554
    • 0Komentar

    GORONRALO, tatandak – Dunia peradilan agama di Provinsi Gorontalo diguncang laporan serius. Muhammad Saleh Gasin, Advokat sekaligus pimpinan Kantor Hukum Muhammad Saleh Gasin di Provinsi Sulawesi Tengah, resmi melaporkan oknum Hakim Pengadilan Agama Tilamuta ke Pengadilan Tinggi Gorontalo atas dugaan pelanggaran etika dan penyalahgunaan kewenangan saat persidangan. Laporan tersebut dilayangkan menyusul perlakuan yang dinilai tidak […]

  • Irwanto Diasa: “Bangkep Bukan Krisis Lapangan Kerja, Tapi Krisis Hilirisasi dan Peluang Usaha”

    Irwanto Diasa: “Bangkep Bukan Krisis Lapangan Kerja, Tapi Krisis Hilirisasi dan Peluang Usaha”

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • visibility 272
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Isu mengenai krisis lapangan pekerjaan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Namun, berdasarkan analisis data ketenagakerjaan terbaru, kondisi riil di daerah kepulauan tersebut justru menunjukkan fakta yang berbeda. Tokoh masyarakat sekaligus narasumber dalam podcast sosial ekonomi daerah, Irwanto Diasa, menilai bahwa Bangkep sebenarnya tidak sedang […]

error: Content is protected !!
expand_less