Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Israfil Malinggong: Pulau Peling Adalah “Paru-Paru Kehidupan”, Jangan Korbankan Masa Depan Banggai Kepulauan demi Tambang Batu Gamping

Israfil Malinggong: Pulau Peling Adalah “Paru-Paru Kehidupan”, Jangan Korbankan Masa Depan Banggai Kepulauan demi Tambang Batu Gamping

  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • visibility 388
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Tokoh masyarakat Banggai Kepulauan, Israfil Malinggong, menyuarakan keprihatinannya terhadap rencana pengerukan batu gamping skala besar di Pulau Peling. Dalam pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk melihat kembali kondisi geografis tanah kelahiran mereka dan memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Menurut Israfil Malinggong, para leluhur tidak salah ketika mewariskan tanah Banggai Kepulauan kepada generasi sekarang. Ia mengibaratkan bentuk wilayah Banggai Kepulauan, khususnya Pulau Peling dan gugusannya, sebagai sepasang paru-paru yang diletakkan Tuhan di tengah hamparan lautan.

“Jika diperhatikan dengan baik, Banggai Kepulauan tidak berbentuk seperti batuan mati. Ia menyerupai sepasang paru-paru. Pulau Peling dan gugusannya adalah organ hidup yang menopang kehidupan masyarakat,” ujarnya.

Israfil menjelaskan bahwa kawasan karst gamping yang terdapat di Pulau Peling memiliki fungsi ekologis yang sangat penting. Karst tersebut berperan sebagai spons alami yang menyaring dan menyimpan air bersih, sehingga menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat, pertanian, serta ekosistem pesisir.

“Karst gamping di dalamnya merupakan jaringan spons alami yang menyaring air bersih, memastikan napas kehidupan mengalir ke setiap sumur, ke setiap ladang pertanian petani, dan ke setiap muara tempat nelayan mencari makan,” katanya.

Sebagai putra daerah yang telah lama hidup dan menyaksikan perkembangan wilayah tersebut, Israfil mengaku hatinya bergetar setiap kali mendengar kabar mengenai rencana eksploitasi batu gamping dalam skala besar. Ia menilai, menjual batu gamping Pulau Peling demi keuntungan segelintir pihak sama saja dengan membiarkan tanah leluhur dirusak.

“Menjual batu gamping Peling demi keuntungan segelintir orang sama saja dengan mengizinkan orang asing datang, merobek dada tanah leluhur kita, dan menusuk paru-parunya sendiri hingga bocor,” tegasnya.

Ia mengingatkan bahwa dampak kerusakan lingkungan akibat aktivitas tambang tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan diwariskan kepada generasi mendatang. Menurutnya, ketika sumber mata air mengering dan debu tambang mulai mengepung desa-desa, keuntungan ekonomi yang diperoleh tidak akan mampu menggantikan hilangnya sumber kehidupan.

“Jika paru-paru ini berlubang dan hancur, dengan apa anak cucu kita akan bernapas nanti? Saat mata air mengering dan debu tambang mengepung desa, uang miliaran di kantong para oligarki tidak akan bisa membeli kembali segelas air bersih untuk anak cucu yang kehausan,” ujarnya.

Meski demikian, Israfil menegaskan bahwa dirinya bersama masyarakat tidak menolak kemajuan dan pembangunan daerah. Sebaliknya, mereka berharap kemajuan dapat diwujudkan melalui sektor-sektor yang berkelanjutan dan tidak merusak lingkungan.

“Kami tidak anti terhadap kemajuan. Kami justru ingin melihat anak-anak muda Peling maju melalui pertanian yang subur, peternakan yang tangguh, dan pariwisata yang mendunia. Kita bisa makmur tanpa harus menguliti tubuh ibu kandung kita sendiri,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Israfil juga menyampaikan pesan kepada pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan terkait izin pengerukan batu gamping. Ia mengingatkan agar kepentingan politik dan ekonomi jangka pendek tidak mengorbankan masa depan masyarakat Banggai Kepulauan.

“Kepada mereka yang saat ini mengetuk meja-meja kekuasaan, yang sibuk menandatangani izin pengerukan, dan yang menggadaikan masa depan daerah ini demi mahar politik, ingatlah bahwa kalian mungkin bisa menghindar dari hukum manusia, tetapi tidak akan pernah bisa bersembunyi dari kutuk air dan tanah Peling yang kalian khianati,” tegasnya.

Lebih lanjut, Israfil menekankan bahwa tanah Peling merupakan rumah bersama seluruh masyarakat tanpa memandang perbedaan suku, agama, maupun pilihan politik. Karena itu, menurutnya, tanggung jawab menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

“Rumah besar ini adalah milik kita bersama, lintas suku, lintas agama, bahkan lintas pilihan politik. Pilihan ada di tangan kita hari ini: ikut merawat paru-paru kehidupan ini atau diam menonton sampai napas terakhir bumi Peling dihentikan oleh mesin-mesin tambang,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Israfil Malinggong mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam gerakan Konggolio Tano Peling (Merawat Tanah Peling). Ia menegaskan bahwa perjuangan menjaga tanah dan lingkungan Pulau Peling bukan semata-mata persoalan politik, melainkan upaya mempertahankan sumber kehidupan bagi generasi sekarang dan yang akan datang.

“Karena menjaga tanah ini bukan lagi sekadar urusan politik, tetapi urusan menyambung nyawa,” pungkasnya.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin Kecam Polres Bangkep: Hanya Jerat Pengguna, Pembuat Dokumen Palsu Dibiarkan Aman

    Muhammad Saleh Gasin Kecam Polres Bangkep: Hanya Jerat Pengguna, Pembuat Dokumen Palsu Dibiarkan Aman

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • visibility 1.347
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dosen dan praktisi hukum, Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., mengecam keras langkah Polres Banggai Kepulauan yang dinilai tidak profesional dan tidak komprehensif dalam menangani kasus dugaan pemalsuan dokumen seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkep. Ia menilai tindakan kepolisian yang hanya menjerat pengguna […]

  • Bangkep Terima 14,5 Juta Liter Pertalite & 3,5 Juta Liter Solar Subsidi per Tahun, Publik Tagih Transparansi Distribusi

    Bangkep Terima 14,5 Juta Liter Pertalite & 3,5 Juta Liter Solar Subsidi per Tahun, Publik Tagih Transparansi Distribusi

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • visibility 498
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN – Kabupaten Banggai Kepulauan ternyata menerima jatah BBM subsidi dalam jumlah yang sangat besar. Data resmi dari Depot Luwuk mencatat, sepanjang tahun Bangkep dialokasikan 14.592.000 liter Pertalitedan 3.492.000 liter Solar melalui 8 SPBU yang tersebar di berbagai kecamatan. Jika dihitung rata-rata bulanan, Bangkep menerima 1.216.000 liter Pertalite dan 291.000 liter Solar subsidi. Namun […]

  • RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

    RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • visibility 1.271
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Pihak RSUD Trikora Salakan akhirnya memberikan klarifikasi terkait tudingan malapraktik atas meninggalnya seorang pasien perempuan berusia 27 tahun, asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak rumah sakit pada Rabu sore (15/4/2026). Pasien tersebut sebelumnya diketahui menjalani proses persalinan normal anak kedua di RSUD Trikora Salakan pada Senin (13/4/2026). […]

  • Di Balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang Berbahaya, Ada Raslan yang Diam-Diam Menyelamatkan Pengendara

    Di Balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang Berbahaya, Ada Raslan yang Diam-Diam Menyelamatkan Pengendara

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • visibility 351
    • 0Komentar

    BANGKEP (Patukuki), tatandak.id – Tidak semua pahlawan mengenakan seragam atau memiliki jabatan penting. Sebagian hadir dalam kesederhanaan, bekerja dalam diam, dan mengabdikan dirinya demi keselamatan orang lain. Sosok itu adalah Raslan, warga Desa Patukuki yang dengan tulus menjaga keselamatan para pengguna jalan di kawasan Tanjakan Batu Togong Patukuki. Tanjakan Batu Togong dikenal sebagai salah satu […]

  • Muhammad Saleh Gasin Bongkar Praktik Tebang Pilih Polres Bangkep dalam Kasus Pemalsuan Dokumen PPPK

    Muhammad Saleh Gasin Bongkar Praktik Tebang Pilih Polres Bangkep dalam Kasus Pemalsuan Dokumen PPPK

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • visibility 1.239
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Kasus dugaan pemalsuan dokumen dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2022 kembali menjadi sorotan publik. Meski Satreskrim Polres Bangkep telah menetapkan tiga peserta seleksi sebagai tersangka, menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Banggai Laut, dan saat ini mereka telah berstatus […]

  • Gaji Nakes Bangkep Tak Kunjung Cair, Pernyataan Kadinkes Berubah-ubah – Publik: “Yang Benar Yang Mana?”

    Gaji Nakes Bangkep Tak Kunjung Cair, Pernyataan Kadinkes Berubah-ubah – Publik: “Yang Benar Yang Mana?”

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • visibility 721
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak – Polemik keterlambatan gaji tenaga kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan semakin memancing kemarahan publik. Setelah sebelumnya terungkap dokter di Puskesmas Totikum Selatan bekerja hingga tiga bulan tanpa menerima gaji, kini masyarakat justru dibuat bingung oleh pernyataan yang saling bertentangan dari pihak Dinas Kesehatan. Pada pernyataan pertama kepada media, Kepala Dinas Kesehatan Bangkep, dr. James […]

error: Content is protected !!
expand_less