Indra Banguno Tegas Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Tukar Masa Depan Daerah dengan Kehancuran Lingkungan”
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 44
- comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Warga Kabupaten Banggai Kepulauan, Indra Banguno, menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait rencana aktivitas pertambangan batu gamping di wilayah Banggai Kepulauan. Menurutnya, eksploitasi batu gamping berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius dan mengancam keberlangsungan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
Indra Banguno menilai batu gamping di Banggai Kepulauan bukan sekadar komoditas tambang, melainkan bagian penting dari sistem lingkungan yang selama ini menjaga ketersediaan air bersih, kesuburan tanah, serta kelestarian ekosistem laut.
“Kita tidak sedang berbicara tentang tumpukan batu biasa. Batu gamping adalah penyangga kehidupan masyarakat Banggai Kepulauan. Jika ditambang secara besar-besaran, dampaknya bisa dirasakan hingga generasi mendatang,” ujar Indra Banguno.
Menurutnya, ancaman terbesar dari aktivitas pertambangan adalah rusaknya kawasan resapan air yang selama ini menjadi sumber kebutuhan masyarakat. Selain itu, sedimentasi dan debu tambang dikhawatirkan akan berdampak pada terumbu karang, hasil perikanan, serta sektor pertanian yang menjadi sumber penghidupan warga.
Dalam pernyataannya, Indra Banguno menegaskan bahwa Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam yang jauh lebih berkelanjutan untuk dikembangkan dibandingkan sektor pertambangan.
Ia menyebut sektor pariwisata, perikanan, serta perkebunan kelapa sebagai potensi unggulan yang selama ini belum dimaksimalkan.
“Banggai Kepulauan memiliki pantai yang indah, laut yang kaya, serta sumber daya kelapa yang melimpah. Potensi ini bisa menjadi kekuatan ekonomi masyarakat tanpa harus merusak lingkungan,” katanya.
Menurut Indra, hasil laut yang melimpah selama ini masih banyak dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang rendah. Hal serupa juga terjadi pada komoditas kelapa dan kopra yang belum banyak diolah menjadi produk bernilai tambah.
Sebagai alternatif pembangunan, Indra Banguno mendorong pemerintah untuk fokus mengembangkan pariwisata berkelanjutan dan membangun industri pengolahan hasil perkebunan, khususnya kelapa.
Ia menilai pembangunan pabrik pengolahan kelapa dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat secara berkelanjutan.
“Daripada menjual bahan mentah dengan harga murah, lebih baik kita mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi. Ini akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar dan berjangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya upaya serius dalam menelusuri dan mengoptimalkan aset serta sumber-sumber pendapatan negara yang belum termanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Indra Banguno turut menyoroti peran anggota DPRD Banggai Kepulauan yang menurutnya perlu lebih aktif menyikapi berbagai isu strategis yang menyangkut masa depan daerah.
Ia berharap wakil rakyat dapat menjalankan fungsi pengawasan dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara lebih nyata, khususnya dalam menjaga kepentingan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Masyarakat membutuhkan sikap yang jelas dan keberpihakan yang nyata. Wakil rakyat memiliki tanggung jawab untuk memastikan pembangunan berjalan tanpa mengorbankan masa depan daerah,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Indra Banguno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian Banggai Kepulauan dan memilih arah pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, daerah tersebut memiliki peluang besar untuk berkembang melalui sektor-sektor yang ramah lingkungan dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
“Kita berada di persimpangan penting. Pilihannya adalah menjaga alam dan membangun ekonomi yang berkelanjutan, atau mengambil jalan yang berisiko merusak sumber kehidupan masyarakat. Saya akan terus menyuarakan pentingnya menjaga Banggai Kepulauan untuk anak cucu kita,” pungkas Indra Banguno.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar