Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Jufri Hermawan: Investasi Tambang Gamping di Bangkep Harus Dilihat sebagai Peluang, Bukan Sekadar Ancaman

Jufri Hermawan: Investasi Tambang Gamping di Bangkep Harus Dilihat sebagai Peluang, Bukan Sekadar Ancaman

  • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
  • visibility 252
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.idPolemik rencana investasi tambang batu gamping yang belakangan ramai diperbincangkan di Kabupaten Banggai Kepulauan turut mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat Bangkep, Jufri Hermawan.

Dalam pernyataan sikap pribadinya sebagai warga Banggai Kepulauan, Jufri menilai bahwa isu investasi tambang gamping perlu dilihat secara jernih, proporsional, dan tidak semata-mata dengan pendekatan penolakan. Menurutnya, di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat ke daerah, hadirnya minat investor terhadap potensi batu gamping dapat menjadi peluang penting bagi Bangkep.

“Sebagai rakyat Bangkep, saya melihat bahwa kondisi keuangan daerah kita saat ini sedang pas-pasan. Efisiensi anggaran pusat ke daerah tentu berdampak langsung terhadap kemampuan daerah dalam membiayai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat,” ujar Jufri.

Ia menegaskan, kekayaan alam Banggai Kepulauan merupakan anugerah yang wajib disyukuri, dijaga, dan dikelola secara bijaksana. Namun, menjaga kekayaan alam bukan berarti menutup diri dari peluang investasi yang dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Menurut Jufri, dari berbagai potensi sumber daya alam Bangkep yang memiliki nilai komersial, batu gamping saat ini menjadi salah satu sektor yang mulai diminati investor. Karena itu, ia memandang kehadiran investasi tambang batu gamping sebagai “angin segar” bagi daerah, terutama ketika banyak daerah di Indonesia turut merasakan dampak tekanan fiskal akibat berbagai kebijakan nasional.

“Hadirnya investasi tambang batu gamping di Bangkep tentu dapat menjadi tambahan sumber penerimaan daerah, membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memberi insentif bagi keuangan daerah,” tegasnya.

Jufri mengakui bahwa Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam yang luar biasa indah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sektor-sektor lain yang diharapkan menjadi sumber investasi belum sepenuhnya menarik minat investor. Karena itu, daerah tidak boleh terus-menerus berada dalam posisi menunggu.

“Pertanyaannya, apakah kita akan terus menunggu sampai ada investasi di sektor lain? Atau kita mulai bergeliat, berinovasi, dan mengelola sumber daya alam yang ada secara bertanggung jawab?” katanya.

Ia menilai, kebutuhan daerah dan masyarakat hari ini bukan sesuatu yang bisa terus ditunda. Di saat daerah lain terus bergerak maju dengan mengelola potensi sumber daya alamnya, Banggai Kepulauan juga perlu berani mengambil langkah strategis, tanpa mengabaikan aspek lingkungan, kepentingan masyarakat, serta masa depan generasi berikutnya.

Meski demikian, Jufri menekankan bahwa dukungan terhadap investasi tidak boleh dimaknai sebagai pembiaran terhadap perusakan lingkungan. Investasi, katanya, harus tetap tunduk pada aturan, memperhatikan keberlanjutan lingkungan, melibatkan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Mendirikan bukan berarti merusak, dan menjaga bukan berarti berhenti. Kemajuan sejati tercapai ketika kita bisa membangun masa depan tanpa meninggalkan masa kini,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Jufri mengajak masyarakat Bangkep untuk melihat isu investasi dengan pikiran terbuka, hati yang tenang, dan keberanian menimbang manfaat serta risiko secara adil. Menurutnya, Bangkep tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengelola kekayaan itu untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita dinilai bukan hanya karena apa yang kita simpan, tapi karena bagaimana kita mengelola dan mengembangkannya agar bermanfaat bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng Kritik Keras Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad yang Dinilai Memberatkan Mahasiswa Kepulauan

    Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng Kritik Keras Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad yang Dinilai Memberatkan Mahasiswa Kepulauan

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • visibility 450
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu, Sulawesi Tengah, melontarkan kritik tegas terhadap kebijakan pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan dilakukan langsung di kampus Universitas Tadulako (Untad). Melalui Ketua Umum IPBK Palu, Nasrun, kebijakan tersebut dinilai belum berpihak kepada calon mahasiswa yang berasal dari wilayah kepulauan, khususnya Banggai Kepulauan. Pasalnya, mereka harus menanggung biaya perjalanan yang […]

  • RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

    RSUD Trikora Salakan Buka Suara soal Dugaan Malapraktik Kematian Pasien Asal Manggalai

    • calendar_month Rab, 15 Apr 2026
    • visibility 1.106
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Pihak RSUD Trikora Salakan akhirnya memberikan klarifikasi terkait tudingan malapraktik atas meninggalnya seorang pasien perempuan berusia 27 tahun, asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung. Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh pihak rumah sakit pada Rabu sore (15/4/2026). Pasien tersebut sebelumnya diketahui menjalani proses persalinan normal anak kedua di RSUD Trikora Salakan pada Senin (13/4/2026). […]

  • BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • visibility 495
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak – Polemik keterlambatan gaji tenaga kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Bukan hanya karena dokter di Puskesmas Totikum Selatan harus bekerja berbulan-bulan tanpa menerima gaji, tetapi juga karena alasan yang disampaikan pemerintah daerah dinilai berubah-ubah dan semakin membingungkan. Pada penjelasan awal, Kepala Dinas Kesehatan Bangkep menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran […]

  • SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 637
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – Polemik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mencuat. Kali ini, sorotan publik tertuju pada SPBU Buko di Desa Labasiano. Pasalnya, dalam rapat yang digelar Pemerintah Daerah pada Rabu (17/09/2025) membahas polemik BBM, SPBU Buko menjadi satu-satunya SPBU yang tidak mengirimkan perwakilannya. Selain itu, masyarakat setempat juga mengeluhkan kelangkaan […]

  • BBM Subsidi: Yang Kecil Ditangkap, Yang Berton-ton Dibiarkan

    BBM Subsidi: Yang Kecil Ditangkap, Yang Berton-ton Dibiarkan

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • visibility 201
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Di negeri ini, hukum tampaknya masih sangat teliti, asal yang diawasi adalah rakyat kecil. Satu jerigen, satu motor tua, satu nelayan, satu sopir angkot, cukup untuk menggerakkan aparat secara serius, lengkap dengan garis polisi dan konferensi pers. Publik pun diminta bertepuk tangan. Namun ada keanehan yang terus berulang dan makin sulit dijelaskan dengan […]

  • Indra Adi Putra Salam: “Cara Mendapatkan Hasil Tanpa Mengambil Isinya” Jadi Kunci Masa Depan Konservasi Laut Banggai Kepulauan

    Indra Adi Putra Salam: “Cara Mendapatkan Hasil Tanpa Mengambil Isinya” Jadi Kunci Masa Depan Konservasi Laut Banggai Kepulauan

    • calendar_month Jum, 29 Mei 2026
    • visibility 283
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Konservasi tidak selalu berarti larangan mengambil manfaat dari alam. Justru sebaliknya, konservasi yang berhasil adalah ketika masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan tanpa merusak sumber daya yang menjadi penopangnya. Gagasan inilah yang disampaikan oleh pemerhati lingkungan dari Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia (Burung Indonesia), Indra Adi Putra Salam, saat berbicara mengenai […]

error: Content is protected !!
expand_less