Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Jufri Hermawan: Investasi Tambang Gamping di Bangkep Harus Dilihat sebagai Peluang, Bukan Sekadar Ancaman

Jufri Hermawan: Investasi Tambang Gamping di Bangkep Harus Dilihat sebagai Peluang, Bukan Sekadar Ancaman

  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 116
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.idPolemik rencana investasi tambang batu gamping yang belakangan ramai diperbincangkan di Kabupaten Banggai Kepulauan turut mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat Bangkep, Jufri Hermawan.

Dalam pernyataan sikap pribadinya sebagai warga Banggai Kepulauan, Jufri menilai bahwa isu investasi tambang gamping perlu dilihat secara jernih, proporsional, dan tidak semata-mata dengan pendekatan penolakan. Menurutnya, di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat ke daerah, hadirnya minat investor terhadap potensi batu gamping dapat menjadi peluang penting bagi Bangkep.

“Sebagai rakyat Bangkep, saya melihat bahwa kondisi keuangan daerah kita saat ini sedang pas-pasan. Efisiensi anggaran pusat ke daerah tentu berdampak langsung terhadap kemampuan daerah dalam membiayai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat,” ujar Jufri.

Ia menegaskan, kekayaan alam Banggai Kepulauan merupakan anugerah yang wajib disyukuri, dijaga, dan dikelola secara bijaksana. Namun, menjaga kekayaan alam bukan berarti menutup diri dari peluang investasi yang dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Menurut Jufri, dari berbagai potensi sumber daya alam Bangkep yang memiliki nilai komersial, batu gamping saat ini menjadi salah satu sektor yang mulai diminati investor. Karena itu, ia memandang kehadiran investasi tambang batu gamping sebagai “angin segar” bagi daerah, terutama ketika banyak daerah di Indonesia turut merasakan dampak tekanan fiskal akibat berbagai kebijakan nasional.

“Hadirnya investasi tambang batu gamping di Bangkep tentu dapat menjadi tambahan sumber penerimaan daerah, membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memberi insentif bagi keuangan daerah,” tegasnya.

Jufri mengakui bahwa Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam yang luar biasa indah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sektor-sektor lain yang diharapkan menjadi sumber investasi belum sepenuhnya menarik minat investor. Karena itu, daerah tidak boleh terus-menerus berada dalam posisi menunggu.

“Pertanyaannya, apakah kita akan terus menunggu sampai ada investasi di sektor lain? Atau kita mulai bergeliat, berinovasi, dan mengelola sumber daya alam yang ada secara bertanggung jawab?” katanya.

Ia menilai, kebutuhan daerah dan masyarakat hari ini bukan sesuatu yang bisa terus ditunda. Di saat daerah lain terus bergerak maju dengan mengelola potensi sumber daya alamnya, Banggai Kepulauan juga perlu berani mengambil langkah strategis, tanpa mengabaikan aspek lingkungan, kepentingan masyarakat, serta masa depan generasi berikutnya.

Meski demikian, Jufri menekankan bahwa dukungan terhadap investasi tidak boleh dimaknai sebagai pembiaran terhadap perusakan lingkungan. Investasi, katanya, harus tetap tunduk pada aturan, memperhatikan keberlanjutan lingkungan, melibatkan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Mendirikan bukan berarti merusak, dan menjaga bukan berarti berhenti. Kemajuan sejati tercapai ketika kita bisa membangun masa depan tanpa meninggalkan masa kini,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Jufri mengajak masyarakat Bangkep untuk melihat isu investasi dengan pikiran terbuka, hati yang tenang, dan keberanian menimbang manfaat serta risiko secara adil. Menurutnya, Bangkep tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengelola kekayaan itu untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita dinilai bukan hanya karena apa yang kita simpan, tapi karena bagaimana kita mengelola dan mengembangkannya agar bermanfaat bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Berdarah di Totikum (Bangkep), Seorang Perempuan Diduga Dibacok Suaminya Sendiri

    Malam Berdarah di Totikum (Bangkep), Seorang Perempuan Diduga Dibacok Suaminya Sendiri

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • visibility 6.922
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Peristiwa kekerasan yang diduga terjadi dalam rumah tangga menggegerkan warga Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, pada Senin malam, 6 April 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tatandak.id, seorang perempuan berinisial R diduga menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, pria berinisial D. Saat dilarikan ke […]

  • Hati-Hati Termakan Hoax, Tombol “Voice Chat/Chat Audio” di WhatsApp Bukan Tanda Hacker!

    Hati-Hati Termakan Hoax, Tombol “Voice Chat/Chat Audio” di WhatsApp Bukan Tanda Hacker!

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • visibility 919
    • 0Komentar

    JAKARTA, tatandak.id – Beberapa hari belakangan, pesan berantai atau pesan video di WhatsApp kembali membuat resah pengguna. Pesan tersebut mengklaim bahwa tombol “Voice Chat/Chat Audio” yang muncul di grup-grup WhatsApp adalah tanda bahwa grup tersebut telah diretas oleh hacker. Bahkan, pesan tersebut menyarankan agar anggota grup tidak mengklik tombol “Gabung” pada fitur ini karena bisa […]

  • Muhammad Saleh Gasin Ungkap Mengapa Daerah Bisa Berbeda Meski Sistem dan Anggarannya Sama

    Muhammad Saleh Gasin Ungkap Mengapa Daerah Bisa Berbeda Meski Sistem dan Anggarannya Sama

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Perbedaan kemajuan antar daerah sering kali menimbulkan pertanyaan publik. Mengapa dengan sistem pemerintahan yang hampir serupa dan alokasi anggaran yang relatif sebanding, hasil pembangunan dan kesejahteraan masyarakat bisa sangat berbeda? Menjawab fenomena tersebut, praktisi hukum dan pemerhati kebijakan publik, Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., mengungkapkan bahwa akar persoalannya bukan semata pada sistem atau […]

  • BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • visibility 467
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak – Polemik keterlambatan gaji tenaga kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Bukan hanya karena dokter di Puskesmas Totikum Selatan harus bekerja berbulan-bulan tanpa menerima gaji, tetapi juga karena alasan yang disampaikan pemerintah daerah dinilai berubah-ubah dan semakin membingungkan. Pada penjelasan awal, Kepala Dinas Kesehatan Bangkep menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran […]

  • Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

    Geger Kampus Negeri! Data Akademik Mahasiswi Universitas Halu Oleo (UHO) Diduga Dibajak, Nama Ayu Amanda Hilang Diganti Orang Lain di PDDikti

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • visibility 910
    • 0Komentar

    KENDARI, 29 Desember 2025 – Dunia pendidikan tinggi di Sulawesi Tenggara diguncang dugaan skandal manipulasi data akademik di Universitas Halu Oleo (UHO). Seorang mahasiswi aktif, Ayu Amanda Putri, melayangkan protes keras setelah mendapati identitas akademiknya hilang dan diganti nama orang lain di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). Kasus ini mencuat ke publik usai video pengaduan […]

  • Putra Banggai Kepulauan Kevin Lapendos Desak Polres dan Pemda Tindak Mafia BBM Subsidi

    Putra Banggai Kepulauan Kevin Lapendos Desak Polres dan Pemda Tindak Mafia BBM Subsidi

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • visibility 959
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mendapat sorotan tajam. Kritik keras kali ini datang dari Kevin Lapendos, putra daerah asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, yang saat ini tengah menempuh studi di Gorontalo. Kevin yang dikenal aktif mengawal isu-isu nasional maupun daerah menilai aparat penegak hukum dan […]

error: Content is protected !!
expand_less