Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » MENABUNG KEHIDUPAN DI LAUT: KOMPAK RENJALA DAN MASYARAKAT POPIDOLON SEPAKAT JAGA IKAN UNTUK MASA DEPAN

MENABUNG KEHIDUPAN DI LAUT: KOMPAK RENJALA DAN MASYARAKAT POPIDOLON SEPAKAT JAGA IKAN UNTUK MASA DEPAN

  • calendar_month Kam, 17 Sep 2026
  • visibility 157
  • comment 0 komentar

Kesepakatan pengelolaan area perlindungan dan pemulihan sumber daya ikan melalui Bank Ikan dan Ketahanan Pangan berbasis masyarakat.

POPIDOLON, BANGGAI KEPULAUAN – PemerintahDesa Popidolon bersama masyarakat dan instansi lintassektor secara resmi menetapkan area perlindungan dan pemulihan sumber daya ikan berbasis masyarakat di wilayah pesisir Desa Popidolon, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan. Inisiatif lokal ini digagasoleh Kelompok Masyarakat Penggerak Aksi KonservasiRenjala Teluk Kembar (KOMPAK RTK) Desa Popidolonatau KOMPAK Renjala. Pengelolaan wilayah pesisir inidikukuhkan secara hukum melalui Kesepakatan Bersama Nomor: 400.100.2.2/151/Pemdes-Pop/2026.

Kegiatan penetapan kesepakatan ini diselenggarakanmelalui kerja sama dengan UPTD Pelabuhan Perikanandan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Wilayah VI Mato Dinas Kelautan dan PerikananProvinsi Sulawesi Tengah serta Blue Alliance Indonesia. Pelaksanaannya mendapat dukungan penuh dari Wilker PSDKP BangkepLut, Dinas Perikanan Kabupaten BanggaiKepulauan, Pemerintah Kecamatan Liang, Polsek Liang, Koramil 1308-11 Liang, Danpos TNI-AL Salakan, Satpolairud Polres Banggai Kepulauan, Pokmaswas, kelompok penggiat konservasi, hingga para kepala desadi wilayah Kecamatan Liang.

Inisiatif ini lahir untuk menjawab kekhawatiran masyarakatterhadap maraknya aktivitas penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing), seperti penggunaan bomikan dan bahan kimia atau bius yang merusak ekosistemterumbu karang serta menguras cadangan sumber dayaikan lokal. Melalui pengelolaan berbasis masyarakat, kawasan pesisir dibagi ke dalam dua model pendekatanutama, yaitu Bank Ikan dan Area Ketahanan Pangan.

Sekretaris KOMPAK Renjala, Rahmat B. Lamuni, menjelaskan bahwa Bank Ikan difungsikan sebagai area yang mendapat perlindungan khusus guna membatasipenangkapan secara ketat demi memulihkan stok ikan dan melindungi habitat penting. Sementara itu, Area Ketahanan Pangan dirancang sebagai model pemanfaatan terukur untuk memenuhi kebutuhan pangandan sosial-budaya masyarakat. Pemanfaatan di area inidiperuntukkan secara terbatas bagi kegiatan adat, acara keagamaan, warga yang sedang kedukaan, sertapemenuhan pangan saat musim paceklik atau gelombangtinggi.

“Bank Ikan adalah tempat kita menabung ikan, sedangkan Area Ketahanan Pangan adalah tempatmasyarakat menikmati bunganya secara berkelanjutan melalui mekanisme pelimpahan ekologis(spillover).”

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi lapanganmenuju wilayah pesisir untuk melakukan pemasanganpenanda batas area Bank Ikan dan Ketahanan Pangan di lokasi strategis, termasuk di sekitar Reef Togobantut dan Reef Mokotoi. Sebelum penanda dipasang di Reef Togobantut, masyarakat adat menggelar ritual tradisionaldengan melepas ayam, memanjatkan doa kepada TuhanYang Maha Kuasa, serta memohon izin kepada para leluhur sebagai bentuk penghormatan terhadap nilaibudaya setempat agar program membawa keberkahandan kelestarian.

Melalui penetapan ini, Ketua KOMPAK Renjala berharappara kepala desa se-Kecamatan Liang turutmensosialisasikan pentingnya menjaga laut kepada wargadi wilayah masing-masing. Selain itu, KOMPAK Renjalamengharapkan dukungan lanjutan dari Dinas PerikananKabupaten Banggai Kepulauan dan Kementerian Kelautandan Perikanan (KKP) dalam hal penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, serta penyediaan fasilitaspendukung bagi KOMPAK Remaja Penjaga Laut (Renjala).

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin: Kepala Desa Diberhentikan, Sisa Jabatan 3 Tahun Wajib Antarwaktu, Bukan Otomatis Pilkades Serentak

    Muhammad Saleh Gasin: Kepala Desa Diberhentikan, Sisa Jabatan 3 Tahun Wajib Antarwaktu, Bukan Otomatis Pilkades Serentak

    • calendar_month Sel, 25 Agu 2026
    • visibility 247
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Pemberhentian Kepala Desa sebelum masa jabatannya berakhir tidak serta-merta membuat desa tersebut harus mengikuti Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak. Jika pada saat diberhentikan seorang Kepala Desa masih memiliki sisa masa jabatan lebih dari satu tahun, maka pengisian kekosongan jabatan tersebut pada prinsipnya menggunakan mekanisme Pemilihan Kepala Desa Antarwaktu melalui Musyawarah Desa. Hal tersebut […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Diskresi Pejabat Bukan Tiket Bebas Melanggar Hukum

    Muhammad Saleh Gasin: Diskresi Pejabat Bukan Tiket Bebas Melanggar Hukum

    • calendar_month Jum, 21 Agu 2026
    • visibility 334
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Pemahaman mengenai kewenangan diskresi pejabat pemerintahan perlu terus diberikan kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam melihat ruang kewenangan yang dimiliki oleh pejabat publik. Diskresi bukanlah bentuk kebebasan mutlak bagi pejabat untuk bertindak sesuka hati, melainkan instrumen hukum yang memiliki batas, tujuan, serta mekanisme pertanggungjawaban. Hal tersebut disampaikan Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., […]

  • Muhammad Saleh Gasin Ingatkan Masyarakat: Jual Motor atau Mobil yang Masih Kredit Tanpa Izin Leasing Bisa Dipenjara

    Muhammad Saleh Gasin Ingatkan Masyarakat: Jual Motor atau Mobil yang Masih Kredit Tanpa Izin Leasing Bisa Dipenjara

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • visibility 1.447
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Praktik penjualan dan pembelian sepeda motor atau mobil yang masih dalam status kredit tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Hal ini diingatkan oleh praktisi hukum Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., yang menekankan bahwa kendaraan yang cicilannya belum dilunasi secara hukum masih merupakan objek jaminan fidusia dan merupakan milik perusahaan pembiayaan atau leasing. “Selama cicilan […]

  • Rahmat B. Lamuni Soroti Ancaman terhadap Penjaga Laut di Okumel: “Laut Sehat Tak Lahir dari Masyarakat yang Ketakutan”

    Rahmat B. Lamuni Soroti Ancaman terhadap Penjaga Laut di Okumel: “Laut Sehat Tak Lahir dari Masyarakat yang Ketakutan”

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • visibility 391
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan destructive fishing atau penangkapan ikan dengan cara merusak kembali menjadi perhatian di perairan Desa Okumel, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan. Selain kerusakan ekosistem laut, praktik tersebut disebut telah menimbulkan tekanan dan intimidasi terhadap masyarakat yang berupaya menjaga wilayah pesisir. Rahmat B. Lamuni menyebutkan mengenai kondisi perairan Okumel, menyoroti bahwa persoalan […]

  • Kesigapan Kepolisian Berbuah Hasil, Novita Ayuba Ditemukan dan Dipertemukan dengan Keluarga

    Kesigapan Kepolisian Berbuah Hasil, Novita Ayuba Ditemukan dan Dipertemukan dengan Keluarga

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • visibility 972
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Upaya pencarian terhadap Novita Ayuba, mahasiswi Universitas Bina Mandiri Gorontalo yang sebelumnya dilaporkan hilang, akhirnya membuahkan hasil. Novita berhasil ditemukan dalam keadaan selamat hari ini 19/01/2026 berkat kesigapan dan koordinasi solid aparat Kepolisian lintas wilayah. Informasi penemuan tersebut disampaikan kepada media oleh Kasat Intelkam Polres Banggai, Iptu Muh. Ruhil Newton Sugiarto, S.H. […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar

    Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 1.251
    • 0Komentar

    Tatandak.id – Pemerhati hukum, tata kelola, dan kepentingan publik, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa media sosial harus dimaksimalkan sebagai ruang untuk memperkuat suara-suara masyarakat yang selama ini sering terdengar pelan, terpinggirkan, atau bahkan sama sekali tidak mendapat tempat dalam ruang-ruang resmi. Menurutnya, di daerah seperti Kabupaten Banggai Kepulauan, media sosial bukan lagi sekadar sarana komunikasi […]

error: Content is protected !!
expand_less