MENABUNG KEHIDUPAN DI LAUT: KOMPAK RENJALA DAN MASYARAKAT POPIDOLON SEPAKAT JAGA IKAN UNTUK MASA DEPAN
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 69
- comment 0 komentar

Kesepakatan pengelolaan area perlindungan dan pemulihan sumber daya ikan melalui Bank Ikan dan Ketahanan Pangan berbasis masyarakat.
POPIDOLON, BANGGAI KEPULAUAN – PemerintahDesa Popidolon bersama masyarakat dan instansi lintassektor secara resmi menetapkan area perlindungan dan pemulihan sumber daya ikan berbasis masyarakat di wilayah pesisir Desa Popidolon, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan. Inisiatif lokal ini digagasoleh Kelompok Masyarakat Penggerak Aksi KonservasiRenjala Teluk Kembar (KOMPAK RTK) Desa Popidolonatau KOMPAK Renjala. Pengelolaan wilayah pesisir inidikukuhkan secara hukum melalui Kesepakatan Bersama Nomor: 400.100.2.2/151/Pemdes-Pop/2026.
Kegiatan penetapan kesepakatan ini diselenggarakanmelalui kerja sama dengan UPTD Pelabuhan Perikanandan Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (KKP3K) Wilayah VI Mato Dinas Kelautan dan PerikananProvinsi Sulawesi Tengah serta Blue Alliance Indonesia. Pelaksanaannya mendapat dukungan penuh dari Wilker PSDKP BangkepLut, Dinas Perikanan Kabupaten BanggaiKepulauan, Pemerintah Kecamatan Liang, Polsek Liang, Koramil 1308-11 Liang, Danpos TNI-AL Salakan, Satpolairud Polres Banggai Kepulauan, Pokmaswas, kelompok penggiat konservasi, hingga para kepala desadi wilayah Kecamatan Liang.
Inisiatif ini lahir untuk menjawab kekhawatiran masyarakatterhadap maraknya aktivitas penangkapan ikan yang merusak (destructive fishing), seperti penggunaan bomikan dan bahan kimia atau bius yang merusak ekosistemterumbu karang serta menguras cadangan sumber dayaikan lokal. Melalui pengelolaan berbasis masyarakat, kawasan pesisir dibagi ke dalam dua model pendekatanutama, yaitu Bank Ikan dan Area Ketahanan Pangan.
Sekretaris KOMPAK Renjala, Rahmat B. Lamuni, menjelaskan bahwa Bank Ikan difungsikan sebagai area yang mendapat perlindungan khusus guna membatasipenangkapan secara ketat demi memulihkan stok ikan dan melindungi habitat penting. Sementara itu, Area Ketahanan Pangan dirancang sebagai model pemanfaatan terukur untuk memenuhi kebutuhan pangandan sosial-budaya masyarakat. Pemanfaatan di area inidiperuntukkan secara terbatas bagi kegiatan adat, acara keagamaan, warga yang sedang kedukaan, sertapemenuhan pangan saat musim paceklik atau gelombangtinggi.
|
“Bank Ikan adalah tempat kita menabung ikan, sedangkan Area Ketahanan Pangan adalah tempatmasyarakat menikmati bunganya secara berkelanjutan melalui mekanisme pelimpahan ekologis(spillover).” |
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan aksi lapanganmenuju wilayah pesisir untuk melakukan pemasanganpenanda batas area Bank Ikan dan Ketahanan Pangan di lokasi strategis, termasuk di sekitar Reef Togobantut dan Reef Mokotoi. Sebelum penanda dipasang di Reef Togobantut, masyarakat adat menggelar ritual tradisionaldengan melepas ayam, memanjatkan doa kepada TuhanYang Maha Kuasa, serta memohon izin kepada para leluhur sebagai bentuk penghormatan terhadap nilaibudaya setempat agar program membawa keberkahandan kelestarian.
Melalui penetapan ini, Ketua KOMPAK Renjala berharappara kepala desa se-Kecamatan Liang turutmensosialisasikan pentingnya menjaga laut kepada wargadi wilayah masing-masing. Selain itu, KOMPAK Renjalamengharapkan dukungan lanjutan dari Dinas PerikananKabupaten Banggai Kepulauan dan Kementerian Kelautandan Perikanan (KKP) dalam hal penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas, serta penyediaan fasilitaspendukung bagi KOMPAK Remaja Penjaga Laut (Renjala).
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar