Tambang Bukan Jaminan Sejahtera, Ismanto A. Sadalla Ajak Bangkep Bangun Ekonomi Berbasis Rakyat
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 164
- comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.id – Tokoh muda Banggai Kepulauan, Ismanto A. Sadalla, mengajak masyarakat untuk mulai membuka cara pandang yang lebih luas terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam bukan jaminan sebuah daerah akan otomatis sejahtera apabila tidak dikelola dengan baik dan tidak berpihak kepada rakyat.
Pernyataan itu disampaikan Ismanto saat menyoroti wacana pembangunan dan pengelolaan potensi sumber daya alam di Banggai Kepulauan. Ia mencontohkan Papua yang memiliki hampir semua jenis tambang dan telah dikelola sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu, namun hingga kini masih banyak masyarakat yang hidup dalam keterbatasan.
“Kalau tambang dianggap otomatis bikin masyarakat sejahtera, lalu kenapa Papua yang kaya tambang dan sudah dikelola lebih dari seratus tahun masih banyak rakyatnya hidup biasa-biasa saja? Ini berarti masalah utamanya bukan pada kekayaan alamnya, tapi bagaimana pengelolaannya,” ujar Ismanto A. Sadalla.
Menurutnya, pembangunan daerah harus diarahkan pada penguatan ekonomi rakyat dan pengelolaan potensi lokal yang mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat kecil, bukan hanya menguntungkan segelintir pihak.
Ia juga menyentil kebiasaan pejabat daerah yang dinilai sering melakukan perjalanan dinas dengan anggaran besar, namun belum maksimal menghadirkan inovasi pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Sesekali pejabat jangan hanya keluar daerah untuk kegiatan seremonial. Pergilah belajar ke daerah-daerah yang berhasil membangun ekonomi rakyat dari potensi lokal,” katanya.
Ismanto kemudian mencontohkan beberapa daerah yang dinilainya berhasil mengelola potensi daerah secara kreatif dan produktif. Salah satunya adalah BUMDes Uling di Kecamatan Kintom, Kabupaten Banggai, yang mampu memproduksi arang hingga menembus pasar ekspor ke Dubai.
Selain itu, ia juga menyoroti keberhasilan PT Binco di Pulau Jawa yang fokus mengelola sabut kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Menurutnya, Banggai Kepulauan memiliki potensi kelapa yang sangat besar dan bisa menjadi sumber ekonomi baru apabila dikelola secara serius melalui koperasi maupun perusahaan daerah.
“Kalau sabut kelapa di Banggai Kepulauan diolah dengan baik, petani kita bisa naik kelas. Jangan hanya jual bahan mentah, tapi harus ada hilirisasi supaya nilai ekonominya lebih besar,” jelasnya.
Di sektor perikanan, Ismanto juga menilai Banggai Kepulauan memiliki peluang besar untuk berkembang. Ia mencontohkan Koperasi Marindo Citra Bahari di Maros, Makassar, yang mampu mengekspor berbagai jenis ikan ke Dubai, Cina, dan Hongkong dengan omzet miliaran rupiah per tahun.
“Kita punya laut yang luas dan hasil laut melimpah. Tapi kalau nelayan masih hidup susah, berarti ada yang harus dibenahi dalam tata kelola dan dukungan pemerintah,” tambahnya.
Tak hanya itu, Ismanto juga mendorong pemerintah daerah agar lebih serius berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia. Ia mengusulkan agar kampus atau pendidikan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan daerah segera dihadirkan di Salakan.
Menurutnya, pendidikan berbasis kebutuhan daerah seperti perikanan, kelautan, pertanian, hingga pengolahan hasil bumi sangat penting agar generasi muda Banggai Kepulauan mampu menjadi pelaku utama pembangunan di daerahnya sendiri.
“Jangan sampai anak-anak daerah hanya jadi penonton di tanah sendiri. Kita harus siapkan SDM yang siap mengelola potensi daerah,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Ismanto menegaskan bahwa Banggai Kepulauan sebenarnya memiliki banyak potensi dan sumber daya manusia yang cerdas. Namun yang dibutuhkan saat ini adalah kecermatan dalam membaca peluang serta keberanian untuk membangun ekonomi berbasis rakyat.
“Negeri ini banyak orang cerdas, cuma kadang kurang cermat melihat peluang. Potensi besar tanpa pengelolaan yang benar tidak akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat,” pungkas Ismanto A. Sadalla.
- Penulis: Tatandak.id
- Editor: Tatandak.id

Saat ini belum ada komentar