Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » MENJAGA LAUT DENGAN AIR MATA: KETIKA POPIDOLON BERSEPAKAT KARENA NEGARA TERLELAP

MENJAGA LAUT DENGAN AIR MATA: KETIKA POPIDOLON BERSEPAKAT KARENA NEGARA TERLELAP

  • calendar_month 6 jam yang lalu
  • visibility 121
  • comment 0 komentar

Penulis: Gusti Farel
Ketua KOMPAK Renjala Teluk Kembar, Desa Popidolon, Kecamatan Liang
Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah

Di saat para pejabat tinggi sibuk berpidato megah tentang kejayaan maritim dan poros laut di panggung-pajang nasional, di perairan Kecamatan Liang, para nelayan kecil dan penggiat konservasi harus bertaruh nyawa di bawah bayang-bayang ledakan bom ikan yang menghancurkan masa depan anak cucu kami. Lahirnya dokumen Kesepakatan Bersama Pengelolaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Desa Popidolon pada tanggal 23 Agustus 2026 bukanlah sekadar seremoni seremonial belaka. Bagi kami masyarakat Popidolon, kesepakatan ini adalah sebuah bentuk deklarasi pertahanan diri—sebuah tamparan keras bagi pemerintah yang selama ini lambat, gagap, bahkan terindikasi abai dalam menjaga batas-batas kedaulatan laut kami dari kehancuran ekologis.

Bagaimana kami tidak geram? Ekosistem terumbu karang, padang lamun, dan kawasan mangrove kami terus digerus oleh keserakahan praktik penangkapan ilegal (destructive fishing) yang kian marak. Sampah dan limbah dibuang tanpa kontrol, sementara nelayan dari luar desa bebas masuk menjarah tanpa memedulikan batas kelestarian perikanan kami. Karena itulah, KOMPAK Renjala Teluk Kembar bersama seluruh elemen masyarakat—Pemerintah Desa, BPD, tokoh adat, kelompok nelayan, perempuan, hingga pemuda—bergerak mandiri. Kami merumuskan wilayah kelola kami sendiri, menetapkan zona Bank Ikan(seperti koordinat lokasi yang telah dipetakan secara partisipatif), dan merancang Area Ketahanan Pangandarurat untuk digunakan pada musim paceklik. Di mana negara selama proses panjang ini? Mereka hanya hadir di ujung meja, membubuhkan tanda tangan formalitas untuk mengetahui sebuah kesepakatan yang kami susun dengan keringat, biaya mandiri, dan pengorbanan komunal.

Kebocoran Identitas Informan: Ketika Penegak Hukum Menjadi Teror

Kritik paling tajam dan memuakkan harus kami arahkan langsung pada mandul dan bobroknya sistem penegakan hukum maritim kita. Dalam audiensi terbuka yang dilaksanakan di Kantor Camat Liang pada 20 Agustus 2026, sebuah borok yang sangat memalukan terbongkar ke permukaan: identitas informan dan pelapor kasus bom ikan bocor langsung ke tangan kolega pelaku! Kebocoran informasi ini terindikasi kuat bersumber dari oknum kepolisian sendiri yang seharusnya menjadi benteng pelindung hukum bagi masyarakat sipil.

Ini adalah pengkhianatan nyata terhadap rasa aman warga negara. Akibat kebocoran tersebut, para saksi, pelapor, dan penggiat konservasi laut seperti rekan-rekan kami di KOMPAK kini diteror dengan ancaman kekerasan fisik dan tindakan intimidasi secara terbuka. Negara tidak hanya abai mengawasi laut kami; oknum di dalam institusi penegak hukumnya justru ikut menodongkan moncong bahaya ke dada warganya sendiri yang sedang berjuang melestarikan alam demi keberlanjutan hidup nelayan kecil di Kecamatan Liang.

Tuntutan Tanpa Kompromi: Bersihkan Institusi dan Tegakkan Hukum!

Melalui tulisan ini, kami mendesak dengan sangat keras kepada Camat Liang, Kapolsek Liang, dan jajaran Polres Banggai Kepulauan agar komitmen bersama yang telah ditandatangani tidak berakhir sebagai pajangan kertas politik tanpa makna di atas meja kerja. Tuntutan kami dari Desa Popidolon sangat tegas dan mutlak:

•  Bersihkan Institusi dari Pengkhianat: Pecat dan proses secara hukum pidana oknum aparat yang membocorkan rahasia serta identitas pelapor dan saksi pelaku bom ikan di wilayah hukum Kecamatan Liang.

•  Proses Hukum Pelaku Teror: Panggil, periksa, dan tindak tegas seluruh pihak yang terbukti mengeluarkan kata-kata ancaman maupun tindakan fisik terhadap saksi, pelapor, dan penggiat konservasi.

•  Wujudkan Aksi Nyata Pengawasan: Dukung secara konkret pengawasan pesisir berbasis masyarakat (Pokmaswas dan KOMPAK) melalui patroli aktif. Jangan biarkan peta partisipatif Bank Ikan yang telah kami sepakati dilanggar begitu saja oleh kapal-kapal penjarah dari luar desa tanpa ada tindakan hukum yang nyata.

Jika negara melalui jajaran aparat penegak hukumnya memilih untuk terus tertidur lelap dalam kelalaian dan kolusi, maka jangan salahkan kami—nelayan kecil, kaum perempuan, tokoh adat, dan generasi pemuda Desa Popidolon—jika kami harus mengambil alih secara penuh kemudi pengawasan laut kami sendiri demi masa depan hidup kami. Bagi kami, laut adalah ruang hidup utama dan jaminan ketahanan pangan; sedangkan bagi oknum penguasa, laut mungkin hanyalah komoditas transaksional belaka.

Negara, bangunlah dari tidur nyenyakmu! Laut Liang tidak butuh janji-janji politik pemanis kertas kesepakatan; laut kami butuh keadilan nyata dan jaminan perlindungan bagi mereka yang rela mati menjaganya tetap biru!

  • Penulis: Gusti Farel
  • Editor: Tatandak.id
  • Sumber: Gusti Farel

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepala Desa Berhenti di Tengah Masa Jabatan, Apakah Harus Pilkades Lagi? Ini Penjelasan Muhammad Saleh Gasin

    Kepala Desa Berhenti di Tengah Masa Jabatan, Apakah Harus Pilkades Lagi? Ini Penjelasan Muhammad Saleh Gasin

    • calendar_month Jum, 28 Agu 2026
    • visibility 214
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Kepala Desa yang berhenti atau diberhentikan sebelum masa jabatannya berakhir tidak serta-merta membuat desa harus menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) baru. Terdapat mekanisme khusus untuk mengisi kekosongan jabatan, terutama apabila sisa masa jabatan Kepala Desa masih lebih dari satu tahun. Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., Advokat & Dosen, menjelaskan bahwa masyarakat […]

  • Perusda Bangkep: Kapal Besar yang Tak Kunjung Berlayar

    Perusda Bangkep: Kapal Besar yang Tak Kunjung Berlayar

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • visibility 989
    • 0Komentar

    Oleh: HENDRO ARIBOWO Di tengah limpahan kekayaan alam dan budaya Banggai Kepulauan, kita dihadapkan pada ironi yang menyesakkan. Potensi melimpah, tapi Pendapatan Asli Daerah (PAD) jalan di tempat. Kita memiliki laut yang luas, tanah yang subur, dan daya tarik wisata yang memukau, tapi tetap saja kita bergantung pada sumber pemasukan yang itu-itu saja. Di tengah […]

  • Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng Kritik Keras Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad yang Dinilai Memberatkan Mahasiswa Kepulauan

    Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng Kritik Keras Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad yang Dinilai Memberatkan Mahasiswa Kepulauan

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • visibility 536
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu, Sulawesi Tengah, melontarkan kritik tegas terhadap kebijakan pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan dilakukan langsung di kampus Universitas Tadulako (Untad). Melalui Ketua Umum IPBK Palu, Nasrun, kebijakan tersebut dinilai belum berpihak kepada calon mahasiswa yang berasal dari wilayah kepulauan, khususnya Banggai Kepulauan. Pasalnya, mereka harus menanggung biaya perjalanan yang […]

  • Kabar Baik, Gaji Dokter Kontrak Bangkep Akhirnya Dibayarkan dan Sudah Masuk Rekening

    Kabar Baik, Gaji Dokter Kontrak Bangkep Akhirnya Dibayarkan dan Sudah Masuk Rekening

    • calendar_month Jum, 6 Mar 2026
    • visibility 372
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Polemik keterlambatan pembayaran gaji dokter kontrak di Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya menemukan titik terang. Informasi terbaru yang diperoleh tatandak.id pada Jumat, 6 Maret 2026, menyebutkan bahwa gaji para dokter kontrak yang sebelumnya tertunda kini telah dibayarkan dan sudah masuk ke rekening masing-masing. Kabar tersebut disambut lega oleh berbagai pihak, terutama masyarakat yang dalam […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar

    Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 1.182
    • 0Komentar

    Tatandak.id – Pemerhati hukum, tata kelola, dan kepentingan publik, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa media sosial harus dimaksimalkan sebagai ruang untuk memperkuat suara-suara masyarakat yang selama ini sering terdengar pelan, terpinggirkan, atau bahkan sama sekali tidak mendapat tempat dalam ruang-ruang resmi. Menurutnya, di daerah seperti Kabupaten Banggai Kepulauan, media sosial bukan lagi sekadar sarana komunikasi […]

  • Rusnia Rusnia Subanomo-Nurhayati J. Tokulo Nahkodai KPMI Bangkep Gorontalo, Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Dimulai

    Rusnia Rusnia Subanomo-Nurhayati J. Tokulo Nahkodai KPMI Bangkep Gorontalo, Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Dimulai

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • visibility 465
    • 0Komentar

    GORONTALO, tatandak.id – Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Banggai Kepulauan Provinsi Gorontalo (KPMI Bangkep Prov. Gorontalo) resmi memasuki babak baru dalam dinamika gerakan mahasiswa. Kepemimpinan organisasi kini diemban oleh Rusnia Rusnia Subanomo sebagai Ketua Umum Formatur dan Nurhayati J. Tokulo sebagai Sekretaris Formatur untuk Periode 2025-2026. Terpilihnya dua figur perempuan ini menandai hadirnya arah kepemimpinan baru yang […]

error: Content is protected !!
expand_less