Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » UMUM » Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar

Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar

  • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
  • visibility 1.219
  • comment 0 komentar

Tatandak.id – Pemerhati hukum, tata kelola, dan kepentingan publik, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa media sosial harus dimaksimalkan sebagai ruang untuk memperkuat suara-suara masyarakat yang selama ini sering terdengar pelan, terpinggirkan, atau bahkan sama sekali tidak mendapat tempat dalam ruang-ruang resmi. Menurutnya, di daerah seperti Kabupaten Banggai Kepulauan, media sosial bukan lagi sekadar sarana komunikasi biasa, melainkan telah berkembang menjadi ruang penting tempat warga menyampaikan kenyataan hidup mereka, kegelisahan mereka, dan persoalan-persoalan yang kerap luput dari perhatian mereka yang memegang kewenangan.

“Media sosial harus dimaksimalkan guna memperkuat suara-suara yang biasanya jarang terdengar. Karena di banyak keadaan, justru suara yang paling penting sering datang dari mereka yang paling jauh dari pusat perhatian,” ujar Muhammad Saleh Gasin.

Menurut Muhammad Saleh Gasin, kondisi Banggai Kepulauan sebagai wilayah kepulauan membuat banyak persoalan publik tidak selalu cepat naik ke permukaan. Ada keluhan warga di desa-desa, ada keresahan nelayan, petani, sopir, pelaku usaha kecil, dan masyarakat biasa yang sering hanya hidup sebagai percakapan kecil di kampung, di pelabuhan, di kebun, atau di pinggir jalan. Persoalan itu nyata, dirasakan setiap hari, tetapi sering tidak mempunyai daya jangkau yang cukup untuk menembus perhatian publik yang lebih luas. Dalam keadaan seperti itulah media sosial, kata dia, menjadi sangat penting.

“Di daerah seperti Banggai Kepulauan, media sosial bisa menjadi jembatan antara kenyataan lapangan dan perhatian publik. Sesuatu yang dulu hanya menjadi keluhan kecil di sudut kampung, sekarang bisa berubah menjadi suara bersama yang tidak mudah lagi diabaikan,” kata Muhammad Saleh Gasin.

Ia menegaskan bahwa media sosial memberi kekuatan baru kepada masyarakat biasa. Orang yang sebelumnya tidak punya jabatan, tidak punya akses ke ruang kebijakan, dan tidak punya kekuatan untuk bicara di forum-forum resmi, kini bisa menyampaikan langsung apa yang mereka alami. Dan ketika banyak suara kecil itu berkumpul, dampaknya menjadi jauh lebih besar daripada sekadar satu keluhan yang berdiri sendiri.

Bagi Muhammad Saleh Gasin, inilah sisi paling penting dari media sosial yakni bukan sekadar membuat sesuatu ramai, tetapi memberi keberanian kepada mereka yang biasanya diam untuk mulai bicara.

“Yang paling penting dari media sosial bukan semata-mata karena sesuatu bisa viral, tetapi karena ia memberi keberanian kepada orang-orang yang biasanya tidak punya ruang untuk bicara. Ketika suara-suara kecil itu mulai terdengar bersama-sama, maka yang lahir bukan sekadar keluhan, tetapi kesadaran publik,” tegas Muhammad Saleh Gasin.

Ia menilai bahwa dalam banyak persoalan publik, perubahan sering kali baru mulai bergerak ketika masyarakat berhasil membuat persoalan itu tidak lagi tersembunyi. Karena itu, media sosial seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Sebaliknya, media sosial harus dibaca sebagai tanda bahwa masyarakat masih peduli, masih punya harapan, dan masih mau mengingatkan ketika sesuatu berjalan tidak semestinya.

“Jangan anggap suara masyarakat di media sosial sebagai gangguan. Kadang itu justru tanda bahwa masyarakat masih peduli pada daerahnya. Yang berbahaya adalah kalau masyarakat sudah berhenti bicara, karena itu bisa berarti mereka sudah terlalu lelah untuk berharap,” ujar Muhammad Saleh Gasin.

Dalam pandangannya, daerah yang sehat bukan daerah yang sunyi dari kritik, tetapi daerah yang masih memiliki warga yang mau berbicara, mau mengingatkan, dan mau mengambil bagian dalam menjaga arah kehidupan publik. Karena itu, ia mendorong agar masyarakat Banggai Kepulauan tidak menyia-nyiakan kekuatan media sosial hanya untuk hal-hal yang dangkal, tetapi memanfaatkannya sebagai ruang untuk memperkuat kesadaran, membangun kepedulian, dan menyuarakan persoalan-persoalan nyata yang menyentuh kehidupan rakyat.

Bagi Muhammad Saleh Gasin, di tengah keterbatasan akses, jauhnya sebagian wilayah dari pusat perhatian, dan masih banyaknya persoalan yang sering tersendat di ruang-ruang formal, media sosial justru menjadi salah satu alat paling penting untuk memastikan bahwa suara masyarakat kecil tidak lagi tenggelam begitu saja.

“Media sosial hari ini bukan sekadar alat komunikasi. Ia juga telah menjadi ruang hidup bagi suara-suara yang biasanya dipandang kecil. Dan ketika suara kecil itu diperkuat, maka masyarakat tidak lagi mudah didiamkan,” tutup Muhammad Saleh Gasin.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senin, 6 April 2026, Pemda Bangkep Gelar Rapat Penataan BBM Bersubsidi, Publik Menunggu Hasil Nyata, Bukan Lagi Seremoni

    Senin, 6 April 2026, Pemda Bangkep Gelar Rapat Penataan BBM Bersubsidi, Publik Menunggu Hasil Nyata, Bukan Lagi Seremoni

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 1.001
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Sekretariat Daerah dijadwalkan menggelar rapat pada Senin, 6 April 2026, pukul 13.30 WITA sampai selesai, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan, dalam rangka mengoptimalkan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan. Berdasarkan undangan resmi yang diterbitkan Sekretariat Daerah, rapat tersebut akan membahas dua […]

  • Masyarakat Totikum Beraksi: Swadaya dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sambil Menunggu Perhatian Pemerintah

    Masyarakat Totikum Beraksi: Swadaya dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sambil Menunggu Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 420
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Masyarakat Kecamatan Totikum membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap daerahnya tidak pernah padam. Pada Sabtu (26/07/2025), mereka mulai melakukan perbaikan jalan rusak secara swadaya dan gotong royong, dimulai dari Desa Batang Babasal hingga Desa Sambiut. Ini adalah bentuk nyata dari inisiatif masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur yang sangat dibutuhkan, meski belum ada […]

  • Muhammad Nazaruddin, Pecatur Asal Banggai Kepulauan Raih Juara 3 di Open Turnamen Catur Kapolres Cup III Morowali

    Muhammad Nazaruddin, Pecatur Asal Banggai Kepulauan Raih Juara 3 di Open Turnamen Catur Kapolres Cup III Morowali

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • visibility 928
    • 0Komentar

    MOROWALI, tatandak.id – Muhammad Nazaruddin, seorang pecatur asal Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Banggai Kepulauan, berhasil meraih juara 3 dalam Open Turnamen Catur Kapolres Cup III yang digelar pada 28 hingga 29 Juni 2025 di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Morowali. Prestasi ini semakin membanggakan karena Nazaruddin berhasil bersaing dengan para pecatur berpengalaman, termasuk beberapa master nasional […]

  • PDIP Bangkep Tegas Tolak Tambang: Pembangunan Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Eksploitasi

    PDIP Bangkep Tegas Tolak Tambang: Pembangunan Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Eksploitasi

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • visibility 371
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – PDI Perjuangan Kabupaten Banggai Kepulauan menyatakan sikap tegas menolak rencana aktivitas pertambangan di wilayahnya. Sikap ini bukan sikap emosional atau reaktif, bukan pula sekadar respons politik, melainkan garis politik yang tegas, ideologis, dan sejalan dengan arah kebijakan DPP PDI Perjuangan terkait politik ekologi yang konsisten berpihak pada keselamatan lingkungan, keberlanjutan ekonomi rakyat, […]

  • Misteri Kematian Adik Naya, Polres Bangkep Lakukan Autopsi Forensik Usai Ekshumasi

    Misteri Kematian Adik Naya, Polres Bangkep Lakukan Autopsi Forensik Usai Ekshumasi

    • calendar_month Jum, 13 Jun 2025
    • visibility 1.255
    • 0Komentar

    BANGGAI LAUT, tatandai.id — Upaya pengungkapan kasus kematian Hijrah Adriani alias Naya (5), anak perempuan asal Banggai Kepulauan yang ditemukan meninggal secara misterius pada awal Februari 2025, kembali dilanjutkan oleh pihak kepolisian. Jumat (13/6/2025), Polres Banggai Kepulauan melakukan proses ekshumasi atau pembongkaran makam untuk melaksanakan autopsi forensik pertama terhadap jenazah Naya, guna mengungkap penyebab pasti […]

  • Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia, Luka Sosial yang Belum Sembuh

    Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia, Luka Sosial yang Belum Sembuh

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • visibility 588
    • 0Komentar

    Oleh: NOVA YALUNA Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih menjadi fenomena sosial yang meresahkan. Setiap tahun, Komnas Perempuan merilis data yang menunjukkan angka kekerasan yang tinggi, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, hingga kekerasan berbasis gender online (KBGO). Salah satu kasus yang mencuat adalah kekerasan seksual yang dialami anak di bawah umur, […]

error: Content is protected !!
expand_less