Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » UMUM » Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar

Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar

  • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
  • visibility 1.139
  • comment 0 komentar

Tatandak.id – Pemerhati hukum, tata kelola, dan kepentingan publik, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa media sosial harus dimaksimalkan sebagai ruang untuk memperkuat suara-suara masyarakat yang selama ini sering terdengar pelan, terpinggirkan, atau bahkan sama sekali tidak mendapat tempat dalam ruang-ruang resmi. Menurutnya, di daerah seperti Kabupaten Banggai Kepulauan, media sosial bukan lagi sekadar sarana komunikasi biasa, melainkan telah berkembang menjadi ruang penting tempat warga menyampaikan kenyataan hidup mereka, kegelisahan mereka, dan persoalan-persoalan yang kerap luput dari perhatian mereka yang memegang kewenangan.

“Media sosial harus dimaksimalkan guna memperkuat suara-suara yang biasanya jarang terdengar. Karena di banyak keadaan, justru suara yang paling penting sering datang dari mereka yang paling jauh dari pusat perhatian,” ujar Muhammad Saleh Gasin.

Menurut Muhammad Saleh Gasin, kondisi Banggai Kepulauan sebagai wilayah kepulauan membuat banyak persoalan publik tidak selalu cepat naik ke permukaan. Ada keluhan warga di desa-desa, ada keresahan nelayan, petani, sopir, pelaku usaha kecil, dan masyarakat biasa yang sering hanya hidup sebagai percakapan kecil di kampung, di pelabuhan, di kebun, atau di pinggir jalan. Persoalan itu nyata, dirasakan setiap hari, tetapi sering tidak mempunyai daya jangkau yang cukup untuk menembus perhatian publik yang lebih luas. Dalam keadaan seperti itulah media sosial, kata dia, menjadi sangat penting.

“Di daerah seperti Banggai Kepulauan, media sosial bisa menjadi jembatan antara kenyataan lapangan dan perhatian publik. Sesuatu yang dulu hanya menjadi keluhan kecil di sudut kampung, sekarang bisa berubah menjadi suara bersama yang tidak mudah lagi diabaikan,” kata Muhammad Saleh Gasin.

Ia menegaskan bahwa media sosial memberi kekuatan baru kepada masyarakat biasa. Orang yang sebelumnya tidak punya jabatan, tidak punya akses ke ruang kebijakan, dan tidak punya kekuatan untuk bicara di forum-forum resmi, kini bisa menyampaikan langsung apa yang mereka alami. Dan ketika banyak suara kecil itu berkumpul, dampaknya menjadi jauh lebih besar daripada sekadar satu keluhan yang berdiri sendiri.

Bagi Muhammad Saleh Gasin, inilah sisi paling penting dari media sosial yakni bukan sekadar membuat sesuatu ramai, tetapi memberi keberanian kepada mereka yang biasanya diam untuk mulai bicara.

“Yang paling penting dari media sosial bukan semata-mata karena sesuatu bisa viral, tetapi karena ia memberi keberanian kepada orang-orang yang biasanya tidak punya ruang untuk bicara. Ketika suara-suara kecil itu mulai terdengar bersama-sama, maka yang lahir bukan sekadar keluhan, tetapi kesadaran publik,” tegas Muhammad Saleh Gasin.

Ia menilai bahwa dalam banyak persoalan publik, perubahan sering kali baru mulai bergerak ketika masyarakat berhasil membuat persoalan itu tidak lagi tersembunyi. Karena itu, media sosial seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Sebaliknya, media sosial harus dibaca sebagai tanda bahwa masyarakat masih peduli, masih punya harapan, dan masih mau mengingatkan ketika sesuatu berjalan tidak semestinya.

“Jangan anggap suara masyarakat di media sosial sebagai gangguan. Kadang itu justru tanda bahwa masyarakat masih peduli pada daerahnya. Yang berbahaya adalah kalau masyarakat sudah berhenti bicara, karena itu bisa berarti mereka sudah terlalu lelah untuk berharap,” ujar Muhammad Saleh Gasin.

Dalam pandangannya, daerah yang sehat bukan daerah yang sunyi dari kritik, tetapi daerah yang masih memiliki warga yang mau berbicara, mau mengingatkan, dan mau mengambil bagian dalam menjaga arah kehidupan publik. Karena itu, ia mendorong agar masyarakat Banggai Kepulauan tidak menyia-nyiakan kekuatan media sosial hanya untuk hal-hal yang dangkal, tetapi memanfaatkannya sebagai ruang untuk memperkuat kesadaran, membangun kepedulian, dan menyuarakan persoalan-persoalan nyata yang menyentuh kehidupan rakyat.

Bagi Muhammad Saleh Gasin, di tengah keterbatasan akses, jauhnya sebagian wilayah dari pusat perhatian, dan masih banyaknya persoalan yang sering tersendat di ruang-ruang formal, media sosial justru menjadi salah satu alat paling penting untuk memastikan bahwa suara masyarakat kecil tidak lagi tenggelam begitu saja.

“Media sosial hari ini bukan sekadar alat komunikasi. Ia juga telah menjadi ruang hidup bagi suara-suara yang biasanya dipandang kecil. Dan ketika suara kecil itu diperkuat, maka masyarakat tidak lagi mudah didiamkan,” tutup Muhammad Saleh Gasin.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Sanggar Seni Desa Alakasing Dipertanyakan Warga, Pemdes Sebut Terkendala PMK 81

    Pembangunan Sanggar Seni Desa Alakasing Dipertanyakan Warga, Pemdes Sebut Terkendala PMK 81

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • visibility 299
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Pembangunan Gedung Sanggar Seni di Desa Alakasing, Kecamatan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan, menuai sorotan dan tanda tanya dari masyarakat. Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 tersebut dinilai tidak hanya mengalami keterlambatan, tetapi juga dipertanyakan urgensi serta perencanaannya. Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan sanggar seni masih berada pada […]

  • KPMI BANGKEP Gorontalo Kawal Penjemputan Camaba 2026, Pastikan Mahasiswa Baru Bangkep Tidak Merasa Sendiri di Tanah Rantau

    KPMI BANGKEP Gorontalo Kawal Penjemputan Camaba 2026, Pastikan Mahasiswa Baru Bangkep Tidak Merasa Sendiri di Tanah Rantau

    • calendar_month Sab, 18 Apr 2026
    • visibility 393
    • 0Komentar

    GORONTALO, tatandak.id – Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Banggai Kepulauan (KPMI BANGKEP) Gorontalo kembali menunjukkan komitmennya dalam mengawal generasi muda daerah melalui kegiatan penjemputan calon mahasiswa baru (Camaba) 2026 asal Banggai Kepulauan yang akan melanjutkan pendidikan di Gorontalo. Kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan wujud nyata kepedulian, solidaritas, dan tanggung jawab moral mahasiswa senior terhadap […]

  • Kasus Dugaan Keracunan MBG di Bangkep, Taufik Hidayat E. Lapasang Kritik Lemahnya Pengawasan

    Kasus Dugaan Keracunan MBG di Bangkep, Taufik Hidayat E. Lapasang Kritik Lemahnya Pengawasan

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • visibility 678
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah untuk meningkatkan gizi pelajar justru menimbulkan masalah serius di Kabupaten Banggai Kepulauan. Sedikitnya 200 lebih siswa SMP, SMA, dan SMK di Kota Salakan dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut pada Rabu (17/09/2025). Para korban mengalami gejala muntah-muntah, diare, serta sakit […]

  • Mengenal Profesi Advokat: Pilar Penegakan Hukum dan Keadilan di Indonesia

    Mengenal Profesi Advokat: Pilar Penegakan Hukum dan Keadilan di Indonesia

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • visibility 1.799
    • 0Komentar

    Oleh: MUHAMMAD SALEH GASIN, S.H., M.H. Profesi advokat sering kali dipandang sebagai salah satu pilar utama dalam sistem penegakan hukum di Indonesia. Namun, di balik citra profesi yang terhormat ini, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara mendalam apa itu advokat, peran mereka dalam keadilan, proses panjang untuk menjadi advokat, serta tantangan dan keunikan yang […]

  • Indra Banguno Tegas Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Tukar Masa Depan Daerah dengan Kehancuran Lingkungan”

    Indra Banguno Tegas Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Tukar Masa Depan Daerah dengan Kehancuran Lingkungan”

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • visibility 106
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Warga Kabupaten Banggai Kepulauan, Indra Banguno, menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait rencana aktivitas pertambangan batu gamping di wilayah Banggai Kepulauan. Menurutnya, eksploitasi batu gamping berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius dan mengancam keberlangsungan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat. Indra Banguno menilai batu gamping di Banggai Kepulauan bukan sekadar […]

  • Gotong Royong Tanpa Batas Status: Warga Totikum Bersatu Bangun Jalan Demi Kenyamanan Bersama

    Gotong Royong Tanpa Batas Status: Warga Totikum Bersatu Bangun Jalan Demi Kenyamanan Bersama

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 730
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Dalam semangat kebersamaan yang luar biasa, warga Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, telah menunjukkan bahwa perbedaan status sosial tidak menjadi halangan untuk berkontribusi pada kebaikan bersama. Mulai dari pegawai kantoran, PNS, pengacara, pengusaha, hingga penegak hukum, semua turun tangan tanpa memandang profesi atau jabatan. Semua satu tujuan yakni memperbaiki jalan yang rusak […]

error: Content is protected !!
expand_less