Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » UMUM » Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar

Muhammad Saleh Gasin: Maksimalkan Media Sosial Guna Memperkuat Suara-Suara yang Biasanya Jarang Terdengar

  • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
  • visibility 1.178
  • comment 0 komentar

Tatandak.id – Pemerhati hukum, tata kelola, dan kepentingan publik, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa media sosial harus dimaksimalkan sebagai ruang untuk memperkuat suara-suara masyarakat yang selama ini sering terdengar pelan, terpinggirkan, atau bahkan sama sekali tidak mendapat tempat dalam ruang-ruang resmi. Menurutnya, di daerah seperti Kabupaten Banggai Kepulauan, media sosial bukan lagi sekadar sarana komunikasi biasa, melainkan telah berkembang menjadi ruang penting tempat warga menyampaikan kenyataan hidup mereka, kegelisahan mereka, dan persoalan-persoalan yang kerap luput dari perhatian mereka yang memegang kewenangan.

“Media sosial harus dimaksimalkan guna memperkuat suara-suara yang biasanya jarang terdengar. Karena di banyak keadaan, justru suara yang paling penting sering datang dari mereka yang paling jauh dari pusat perhatian,” ujar Muhammad Saleh Gasin.

Menurut Muhammad Saleh Gasin, kondisi Banggai Kepulauan sebagai wilayah kepulauan membuat banyak persoalan publik tidak selalu cepat naik ke permukaan. Ada keluhan warga di desa-desa, ada keresahan nelayan, petani, sopir, pelaku usaha kecil, dan masyarakat biasa yang sering hanya hidup sebagai percakapan kecil di kampung, di pelabuhan, di kebun, atau di pinggir jalan. Persoalan itu nyata, dirasakan setiap hari, tetapi sering tidak mempunyai daya jangkau yang cukup untuk menembus perhatian publik yang lebih luas. Dalam keadaan seperti itulah media sosial, kata dia, menjadi sangat penting.

“Di daerah seperti Banggai Kepulauan, media sosial bisa menjadi jembatan antara kenyataan lapangan dan perhatian publik. Sesuatu yang dulu hanya menjadi keluhan kecil di sudut kampung, sekarang bisa berubah menjadi suara bersama yang tidak mudah lagi diabaikan,” kata Muhammad Saleh Gasin.

Ia menegaskan bahwa media sosial memberi kekuatan baru kepada masyarakat biasa. Orang yang sebelumnya tidak punya jabatan, tidak punya akses ke ruang kebijakan, dan tidak punya kekuatan untuk bicara di forum-forum resmi, kini bisa menyampaikan langsung apa yang mereka alami. Dan ketika banyak suara kecil itu berkumpul, dampaknya menjadi jauh lebih besar daripada sekadar satu keluhan yang berdiri sendiri.

Bagi Muhammad Saleh Gasin, inilah sisi paling penting dari media sosial yakni bukan sekadar membuat sesuatu ramai, tetapi memberi keberanian kepada mereka yang biasanya diam untuk mulai bicara.

“Yang paling penting dari media sosial bukan semata-mata karena sesuatu bisa viral, tetapi karena ia memberi keberanian kepada orang-orang yang biasanya tidak punya ruang untuk bicara. Ketika suara-suara kecil itu mulai terdengar bersama-sama, maka yang lahir bukan sekadar keluhan, tetapi kesadaran publik,” tegas Muhammad Saleh Gasin.

Ia menilai bahwa dalam banyak persoalan publik, perubahan sering kali baru mulai bergerak ketika masyarakat berhasil membuat persoalan itu tidak lagi tersembunyi. Karena itu, media sosial seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman oleh pihak-pihak yang memiliki kewenangan. Sebaliknya, media sosial harus dibaca sebagai tanda bahwa masyarakat masih peduli, masih punya harapan, dan masih mau mengingatkan ketika sesuatu berjalan tidak semestinya.

“Jangan anggap suara masyarakat di media sosial sebagai gangguan. Kadang itu justru tanda bahwa masyarakat masih peduli pada daerahnya. Yang berbahaya adalah kalau masyarakat sudah berhenti bicara, karena itu bisa berarti mereka sudah terlalu lelah untuk berharap,” ujar Muhammad Saleh Gasin.

Dalam pandangannya, daerah yang sehat bukan daerah yang sunyi dari kritik, tetapi daerah yang masih memiliki warga yang mau berbicara, mau mengingatkan, dan mau mengambil bagian dalam menjaga arah kehidupan publik. Karena itu, ia mendorong agar masyarakat Banggai Kepulauan tidak menyia-nyiakan kekuatan media sosial hanya untuk hal-hal yang dangkal, tetapi memanfaatkannya sebagai ruang untuk memperkuat kesadaran, membangun kepedulian, dan menyuarakan persoalan-persoalan nyata yang menyentuh kehidupan rakyat.

Bagi Muhammad Saleh Gasin, di tengah keterbatasan akses, jauhnya sebagian wilayah dari pusat perhatian, dan masih banyaknya persoalan yang sering tersendat di ruang-ruang formal, media sosial justru menjadi salah satu alat paling penting untuk memastikan bahwa suara masyarakat kecil tidak lagi tenggelam begitu saja.

“Media sosial hari ini bukan sekadar alat komunikasi. Ia juga telah menjadi ruang hidup bagi suara-suara yang biasanya dipandang kecil. Dan ketika suara kecil itu diperkuat, maka masyarakat tidak lagi mudah didiamkan,” tutup Muhammad Saleh Gasin.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nadjamuddin Mointang: Karst Banggai Kepulauan Tak Tergantikan, Jangan Dipertaruhkan demi Tambang

    Nadjamuddin Mointang: Karst Banggai Kepulauan Tak Tergantikan, Jangan Dipertaruhkan demi Tambang

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 126
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Polemik terkait rencana eksploitasi batu gamping di kawasan karst Banggai Kepulauan terus memantik perhatian publik. Di tengah perdebatan mengenai manfaat ekonomi dan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan, Analis Kebijakan Nadjamuddin Mointang menegaskan bahwa kawasan karst merupakan aset strategis daerah yang tidak dapat digantikan dan tidak boleh dipertaruhkan demi kepentingan ekonomi jangka […]

  • Danau Paisupok Terancam Tambang Batu Gamping, IPBK Soroti Perlindungan Kawasan Karst Banggai Kepulauan

    Danau Paisupok Terancam Tambang Batu Gamping, IPBK Soroti Perlindungan Kawasan Karst Banggai Kepulauan

    • calendar_month Kam, 6 Agu 2026
    • visibility 354
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Demisioner Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu Sulawesi Tengah Periode 2024–2025, Ilham, S.H., menyampaikan keprihatinannya terhadap ancaman aktivitas pertambangan batu gamping yang dinilai berpotensi mengganggu kelestarian kawasan karst dan Danau Paisupok, salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Banggai Kepulauan. Keprihatinan tersebut dituangkannya melalui tulisan berjudul “Danau Paisupok […]

  • Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng Kritik Keras Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad yang Dinilai Memberatkan Mahasiswa Kepulauan

    Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng Kritik Keras Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad yang Dinilai Memberatkan Mahasiswa Kepulauan

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • visibility 528
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu, Sulawesi Tengah, melontarkan kritik tegas terhadap kebijakan pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan dilakukan langsung di kampus Universitas Tadulako (Untad). Melalui Ketua Umum IPBK Palu, Nasrun, kebijakan tersebut dinilai belum berpihak kepada calon mahasiswa yang berasal dari wilayah kepulauan, khususnya Banggai Kepulauan. Pasalnya, mereka harus menanggung biaya perjalanan yang […]

  • SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • visibility 285
    • 0Komentar

      PELENG TENGAH, tatandak.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Peling Tengah menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa-siswi, Senin (15/12/2025). Bantuan tersebut merupakan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan semangat belajar peserta didik. Penyaluran bantuan seragam dilakukan langsung di lingkungan SMKN Peling Tengah dan diwakili oleh salah […]

  • IPBK PALU DUKUNG KOMISI III DPRD SULTENG TOLAK TAMBANG BATU GAMPING DI BANGKEP

    IPBK PALU DUKUNG KOMISI III DPRD SULTENG TOLAK TAMBANG BATU GAMPING DI BANGKEP

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • visibility 179
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum IPBK Palu, Nasrun, sebagai bentuk kepedulian pemuda Banggai Kepulauan terhadap ancaman kerusakan lingkungan akibat aktivitas […]

  • Banyak PHK di Morowali, FSPIM KPBI: Pemerintah Jangan Tutup Mata

    Banyak PHK di Morowali, FSPIM KPBI: Pemerintah Jangan Tutup Mata

    • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
    • visibility 194
    • 0Komentar

    MOROWALI, tatandak.id – Dalam rentang waktu satu bulan ini, penghentian hubungan kerja (PHK) di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah terus terjadi. Yang terbaru pada Agustus ini menimpa 1.900 karyawan PT.Gunbuster Nickel Industry (GNI).  Tesar Angrian Bonjol, juru kampanye Federasi Serikat Pekerja Industri Merdeka – Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (FSPIM-KPBI) mengatakan semestinya negara hadir dalam persoalan buruh […]

error: Content is protected !!
expand_less