Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • visibility 284
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan SPBU Totikum di Kabupaten Banggai Kepulauan kian memuncak. Bukan sekadar soal kelangkaan, warga kini mempertanyakan kejelasan distribusi solar subsidi yang dinilai penuh kejanggalan dan menyisakan kemarahan publik.

Beragam pertanyaan dan keluhan dilontarkan warga, khususnya mereka yang menggunakan solar untuk pelayanan publik, seperti antar-jemput anak sekolah, dll. Ironisnya, solar disebut ada secara fisik, namun tidak bisa dibeli oleh masyarakat.

“Sekadar mau tanya, apa ini solar tidak ada? Kami sudah tanya tapi katanya belum ada. Padahal kami butuh solar untuk antar jemput anak sekolah,” keluh salah satu warga.

Kondisi ini dinilai berbeda dengan pendistribusian Pertalite, yang relatif mudah dikenali. “Kalau Pertalite, kalau sudah lewat mobil berarti sudah ada. Tapi solar, susah sekali diketahui kapan ada dan kapan dijual,” ujar warga lainnya.

Lebih janggal lagi, warga mengaku solar sempat masuk, namun SPBU justru tidak membuka penjualan.


“Kemarin solar masuk, tapi kenapa tidak dibuka penjualannya?” kata seorang warga dengan nada kecewa.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya ketidakberesan dalam pola distribusi solar subsidi. Warga menegaskan, kebutuhan mereka bukan untuk komersialisasi, melainkan pelayanan dasar masyarakat.

“Kami ini butuh solar untuk pelayanan anak sekolah, dll, bukan untuk cari untung. Tapi kenapa justru dipersulit?” tegas warga.

Keluhan makin tajam ketika warga membandingkan kondisi daerah dengan jargon pembangunan yang sering digaungkan pemerintah.

“Kapan ini daerah mau maju kalau yang dibahas terus soal BBM susah diakses? Masyarakat tidak minta gratis, hanya minta beli saja. Apalagi ini untuk bus sekolah,” ujar warga lain.

Akibat sulitnya akses di SPBU, warga terpaksa membeli solar eceran dengan harga selangit, bahkan mencapai Rp15.000 per liter.

“Saya datang pagi katanya sore, sore katanya besok, besok katanya minggu depan. Ujung-ujungnya beli eceran mahal,” keluh warga.

Nada kemarahan warga semakin keras ketika menyentuh esensi subsidi.


“Ini minyak subsidi untuk masyarakat. Kasih rasa ke masyarakat. Jangan bikin masyarakat terus mengeluh soal BBM. Mau itu dipakai untuk apa, minum atau makan, itu urusan belakang. Yang penting rakyat bisa beli,” ujar seorang warga dengan nada emosional.

Puncaknya, warga mengaku telah mendatangi langsung SPBU Totikum, namun mendapat jawaban yang justru menambah tanda tanya.

“Katanya solar masih ada, tapi penjualan sudah ditutup. Katanya menunggu instruksi pimpinan. Ini aneh, solar ada tapi tidak tahu kapan dijual,” ungkap warga.

Masyarakat menilai kondisi ini sebagai siklus keluhan tanpa akhir yang terus berulang, tanpa solusi nyata. Mereka mendesak agar pengelola SPBU, pihak terkait, dan pemerintah daerah tidak lagi membiarkan praktik yang membuat rakyat lelah mengeluh.

“Jangan terus-terusan bikin masyarakat mengeluh. Hentikan siklus ini,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi yang memadai mengenai mekanisme distribusi solar subsidi di SPBU Totikum, termasuk alasan penutupan penjualan saat stok disebut masih tersedia.

Situasi ini menambah daftar panjang persoalan energi di daerah kepulauan, di mana subsidi negara justru terasa paling jauh dari rakyat yang paling membutuhkan.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ZULKIFLI LAMASANA: KETIKA HUTAN MERINTIH, DI MANA SUARA ADAT PARIGI MOUTONG ?

    ZULKIFLI LAMASANA: KETIKA HUTAN MERINTIH, DI MANA SUARA ADAT PARIGI MOUTONG ?

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Oleh : Zulkifli Lamasana, SH., CVM Ketua Umum Perkumpulan Paralegal dan Penggiat Desa (PAPEDA) Dahulu, leluhur tidak mengenal istilah AMDAL, reklamasi, atau pemulihan lingkungan. Tetapi mereka memahami sesuatu yang sangat mendasar : tanah harus dijaga, hutan tidak boleh diperlakukan semaunya, dan air adalah sumber kehidupan. Hari ini, ketika sejumlah wilayah Parigi Moutong menghadapi persoalan pertambangan […]

  • Lot Frans Soroti Peralihan Calon KNMP dari Mamulusan ke Bajo: “Mengapa Sekarang Beralih ke Desa Lain?”

    Lot Frans Soroti Peralihan Calon KNMP dari Mamulusan ke Bajo: “Mengapa Sekarang Beralih ke Desa Lain?”

    • calendar_month Rab, 2 Sep 2026
    • visibility 136
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN (31 Agustus 2026), tatandak.id – Perubahan calon lokasi pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, dari Desa Mamulusan ke Desa Bajo menuai pertanyaan dari masyarakat Mamulusan. Ketua Kelompok Masyarakat Penggerak Aksi Konservasi (KOMPAK) Alam Lestari Desa Mamulusan, Lot Frans, meminta Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Pemerintah Kabupaten […]

  • SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 685
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – Polemik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mencuat. Kali ini, sorotan publik tertuju pada SPBU Buko di Desa Labasiano. Pasalnya, dalam rapat yang digelar Pemerintah Daerah pada Rabu (17/09/2025) membahas polemik BBM, SPBU Buko menjadi satu-satunya SPBU yang tidak mengirimkan perwakilannya. Selain itu, masyarakat setempat juga mengeluhkan kelangkaan […]

  • Kerusakan Nozzle SPBU Bonepuso Sebabkan Kelangkaan BBM di Bulagi Selatan

    Kerusakan Nozzle SPBU Bonepuso Sebabkan Kelangkaan BBM di Bulagi Selatan

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • visibility 533
    • 0Komentar

    BULAGI SELATAN, tatandak.id – Dalam sepekan terakhir masyarakat Kecamatan Bulagi Selatan mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Warga mengeluhkan Pertalite yang semakin langka, bahkan penjualan eceran di kios nyaris tidak tersedia. Kalaupun ada, harganya melonjak hingga Rp15 ribu per botol. Hasil penelusuran tatandak.id mengungkapkan, kelangkaan ini terjadi karena Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) […]

  • Gambar Ilustrasi

    Dua Perkara Surat Palsu PPPK Bangkep Sudah Diputus, Satu Masih Sidang, Pelaku Utama Masih Bebas

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • visibility 1.072
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Dua perkara pemalsuan surat dalam proses Seleksi PPPK Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya diputus oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Luwuk. Namun satu perkara lainnya masih berjalan, sementara pihak yang diduga sebagai pelaku utama pembuat dokumen palsu hingga kini belum tersentuh proses hukum. Dua perkara yang telah diputus yakni nomor 152/Pid.B/2025/PN Lwk atas nama […]

  • Danramil Baru Koramil 1308-11/Liang Gelar Jam Komandan Perdana, Tegaskan Disiplin dan Peran Babinsa

    Danramil Baru Koramil 1308-11/Liang Gelar Jam Komandan Perdana, Tegaskan Disiplin dan Peran Babinsa

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • visibility 183
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Komandan Koramil (Danramil) 1308-11/Liang yang baru, Kapten Inf Irba R. Nawawi, menggelar kegiatan pertemuan, perkenalan, dan Jam Komandan perdana bersama seluruh personel Koramil 1308-11/Liang, Selasa (2/6/2026). Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Makoramil 1308-11/Liang, Desa Liang, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan, dimulai pukul 07.00 WITA dan menjadi momentum penting dalam memperkuat soliditas internal […]

error: Content is protected !!
expand_less