Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SOSIAL BUDAYA » Di Balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang Berbahaya, Ada Raslan yang Diam-Diam Menyelamatkan Pengendara

Di Balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang Berbahaya, Ada Raslan yang Diam-Diam Menyelamatkan Pengendara

  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 101
  • comment 0 komentar

BANGKEP (Patukuki), tatandak.id – Tidak semua pahlawan mengenakan seragam atau memiliki jabatan penting. Sebagian hadir dalam kesederhanaan, bekerja dalam diam, dan mengabdikan dirinya demi keselamatan orang lain. Sosok itu adalah Raslan, warga Desa Patukuki yang dengan tulus menjaga keselamatan para pengguna jalan di kawasan Tanjakan Batu Togong Patukuki.

Tanjakan Batu Togong dikenal sebagai salah satu ruas jalan yang cukup berisiko bagi pengendara. Kondisi jalan yang menanjak dan berkelok sering kali diperparah oleh kerikil yang berserakan di badan jalan, terutama setelah hujan atau akibat material yang terbawa kendaraan. Bagi pengendara sepeda motor, kondisi tersebut dapat menjadi ancaman serius yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Berangkat dari kepedulian terhadap keselamatan sesama, Raslan memilih untuk tidak tinggal diam. Hampir setiap hari, ia terlihat membersihkan kerikil yang berserakan di sepanjang tanjakan tersebut. Dengan peralatan sederhana dan tenaga sendiri, ia menyapu serta memindahkan material yang berpotensi membahayakan pengendara ke pinggir jalan.

Apa yang dilakukan Raslan mungkin terlihat sederhana. Namun di balik kesederhanaan itu tersimpan nilai kemanusiaan yang luar biasa. Setiap kerikil yang disingkirkannya bukan hanya membersihkan jalan, tetapi juga mengurangi risiko kecelakaan yang dapat merenggut nyawa pengguna jalan.

“Beliau tidak pernah meminta imbalan atau penghargaan. Yang ada di pikirannya hanya bagaimana pengendara bisa melintas dengan aman,” ungkap salah seorang warga yang sering menyaksikan aktivitas tersebut.

Bagi masyarakat setempat, aksi Raslan menjadi contoh nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan keselamatan bersama tidak harus menunggu instruksi atau bantuan dari pihak lain. Ketika banyak orang melewati jalan itu tanpa memperhatikan ancaman yang ada, Raslan justru hadir sebagai solusi melalui tindakan nyata.

Dedikasi yang ditunjukkan pria sederhana ini perlahan mengundang rasa hormat dan simpati masyarakat. Banyak warga menilai apa yang dilakukannya merupakan bentuk pengabdian yang tulus kepada sesama. Bahkan tidak sedikit yang menyebutnya sebagai “pahlawan keselamatan” bagi para pengguna jalan yang melintasi Tanjakan Batu Togong.

Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, aksi Raslan menjadi pengingat bahwa kepedulian masih hidup di tengah masyarakat. Ia tidak mencari popularitas, tidak pula mengharapkan pujian. Namun melalui kerja sunyinya, ia telah memberikan kontribusi besar bagi keselamatan banyak orang.

Di balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang berbahaya, ada seorang warga yang setiap hari berjuang dalam diam. Namanya mungkin tidak banyak dikenal, tetapi ketulusannya telah menjadi pelindung bagi banyak pengendara yang melintas. Sebab terkadang, menyelamatkan nyawa tidak harus dilakukan dengan tindakan besar. Cukup dengan kepedulian, keberanian untuk bertindak, dan hati yang tulus seperti yang ditunjukkan oleh Raslan.

 

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep

    Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 606
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Advokat dan Pemerhati Daerah serta Kepentingan Publik, Muhammad Saleh Gasin menegaskan bahwa persoalan BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan tidak akan pernah benar-benar tertib selama rantai kepentingan dan simpul kepentingan yang selama ini saling menjaga masih dibiarkan hidup. Menurutnya, di situlah letak akar kerusakan yang paling menentukan. Selama simpul-simpul itu tetap dipelihara, […]

  • KaMIMo Banggai Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Korbankan Ruang Hidup Masyarakat”

    KaMIMo Banggai Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Korbankan Ruang Hidup Masyarakat”

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • visibility 212
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – KaMIMo Banggai melalui Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana masuknya aktivitas pertambangan batu gamping di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Sikap ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen moral dan tanggung jawab sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan, mempertahankan ruang hidup masyarakat, serta melindungi masa depan generasi Banggai Kepulauan dari ancaman […]

  • Senin, 6 April 2026, Pemda Bangkep Gelar Rapat Penataan BBM Bersubsidi, Publik Menunggu Hasil Nyata, Bukan Lagi Seremoni

    Senin, 6 April 2026, Pemda Bangkep Gelar Rapat Penataan BBM Bersubsidi, Publik Menunggu Hasil Nyata, Bukan Lagi Seremoni

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 910
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan melalui Sekretariat Daerah dijadwalkan menggelar rapat pada Senin, 6 April 2026, pukul 13.30 WITA sampai selesai, bertempat di Ruang Rapat Kantor Bupati Kabupaten Banggai Kepulauan, dalam rangka mengoptimalkan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan. Berdasarkan undangan resmi yang diterbitkan Sekretariat Daerah, rapat tersebut akan membahas dua […]

  • Masyarakat Totikum (Bangkep) Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Respons Positif Meningkat

    Masyarakat Totikum (Bangkep) Inisiatif Perbaiki Jalan Rusak Secara Swadaya, Respons Positif Meningkat

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • visibility 917
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Kondisi jalan rusak dan berlubang yang menghubungkan Desa Sambiut ke Desa Luksagu serta Desa Sambiut ke Desa Palam, yang merupakan akses utama menuju Ibu Kota Kabupaten Banggai Kepulauan, menjadi perhatian serius masyarakat. Pada 11 Juli 2025, obrolan spontan di Grup WhatsApp “TOTIKUM,” yang beranggotakan lebih dari 300 orang dari berbagai kalangan, baik […]

  • Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    Diduga Salurkan BBM Pakai Drum, SPBU Buko Tak Menjawab Saat Ditanya

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 373
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – SPBU Buko di Desa Labasiano kembali jadi sorotan publik. Warga menuding penyaluran bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar, tidak berjalan sebagaimana mestinya. Keluhan masyarakat menyebut distribusi BBM kerap langka, solar dibatasi hanya 20 liter per kendaraan, bahkan diduga tidak menggunakan nozzle, melainkan ditumpahkan ke drum. Sorotan semakin tajam karena dalam rapat Pemerintah […]

  • Penjilat Kekuasaan Merajalela, Nalar Kritis Tergerus: Catatan Keras Irwanto Diasa (Simbil)

    Penjilat Kekuasaan Merajalela, Nalar Kritis Tergerus: Catatan Keras Irwanto Diasa (Simbil)

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • visibility 446
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Fenomena menjamurnya perilaku penjilat kekuasaan dinilai menjadi salah satu faktor utama melemahnya nalar kritis dalam birokrasi dan pemerintahan. Kondisi ini tidak hanya merusak kualitas kebijakan, tetapi juga mempercepat normalisasi penyimpangan secara sistemik. Pengamat sosial, Irwanto Diasa, yang akrab disapa Simbil, menilai bahwa loyalitas semu telah menggantikan keberanian moral dalam banyak ruang pengambilan keputusan. […]

error: Content is protected !!
expand_less