Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Meifa Salsabila Dorong Perlindungan Karst Banggai Kepulauan demi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

Meifa Salsabila Dorong Perlindungan Karst Banggai Kepulauan demi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

  • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
  • visibility 137
  • comment 0 komentar

PALU, tatandak.id – Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah, Meifa Salsabila, mendorong perlindungan kawasan karst di Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat.

Meifa yang juga menjabat sebagai Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu mengatakan, kawasan batu gamping atau karst memiliki fungsi ekologis yang penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, bentang alam karst berperan dalam menyimpan cadangan air tanah, mengatur tata air, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Karena itu, keberadaan kawasan karst perlu dijaga agar fungsi ekologisnya tetap memberikan manfaat bagi masyarakat Banggai Kepulauan.

“Kerusakan kawasan karst bukan hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat. Hilangnya fungsi kawasan karst dapat mengurangi ketersediaan air bersih, meningkatkan pencemaran udara akibat debu, mengganggu keseimbangan ekosistem, hingga memicu berbagai risiko penyakit yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat,” ujar Meifa.

Sebagai mahasiswa di bidang kesehatan sekaligus aktivis pecinta alam, Meifa memandang pelestarian lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan upaya preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kualitas lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kualitas kehidupan. Lingkungan yang terjaga dapat mendukung tersedianya sumber air bersih, udara yang sehat, serta ekosistem yang seimbang bagi masyarakat.

Ia menilai pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pembangunan, kata dia, tidak semestinya mengorbankan sumber daya alam yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Sebagai mahasiswa pecinta alam, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang. Alam bukan hanya milik kita hari ini, tetapi juga hak anak cucu yang wajib kita jaga bersama,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, IPBK Palu-Sulawesi Tengah memandang perlindungan kawasan karst Banggai Kepulauan sebagai tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

IPBK mendorong Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan terhadap kawasan karst, menjalankan regulasi lingkungan secara konsisten, serta menyusun kebijakan pembangunan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.

Perlindungan kawasan karst, menurut IPBK, tidak hanya berkaitan dengan upaya mempertahankan bentang alam. Lebih jauh, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan sumber air bersih, mempertahankan keanekaragaman hayati, mengurangi risiko bencana ekologis, serta melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Meifa juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Banggai Kepulauan, untuk ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan kawasan karst.

Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat diperlukan agar kekayaan alam Banggai Kepulauan dapat tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Menjaga kawasan karst berarti menjaga kehidupan. Melindungi alam hari ini adalah investasi bagi kesehatan, kesejahteraan, dan keberlangsungan generasi Banggai Kepulauan di masa depan,” tutup Meifa Salsabila.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Satpol PP Banggai Kepulauan Konsisten Gelar Pengawasan Rutin, Pastikan Pelajar Tetap di Sekolah Saat Jam Belajar

    Satpol PP Banggai Kepulauan Konsisten Gelar Pengawasan Rutin, Pastikan Pelajar Tetap di Sekolah Saat Jam Belajar

    • calendar_month Sen, 6 Jul 2026
    • visibility 268
    • 0Komentar

    S SALAKAN(6 Juni 2026), tatandak.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai Kepulauan kembali melaksanakan pengawasan terhadap aktivitas pelajar di sekitar SMK Negeri 1 Tinangkung dan SMA Negeri 1 Tinangkung. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WITA tersebut merupakan bagian dari upaya preventif Satpol PP Banggai Kepulauan dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban umum, khususnya di […]

  • Perkara PPPK Bangkep Masih Banding dan Belum Inkracht, Sekda Minta Petikan Putusan untuk Dikaji dan Evaluasi ASN Diperketat

    Perkara PPPK Bangkep Masih Banding dan Belum Inkracht, Sekda Minta Petikan Putusan untuk Dikaji dan Evaluasi ASN Diperketat

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • visibility 1.219
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatanda.id – Polemik perkara pemalsuan surat dalam seleksi PPPK Banggai Kepulauan kembali berkembang setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) resmi mengajukan banding atas putusan Pengadilan Negeri Luwuk. Status banding tersebut membuat putusan belum berkekuatan hukum tetap (inkracht), namun Pemerintah Daerah Banggai Kepulauan tidak tinggal diam. Sekretaris Daerah Bangkep, Muhamad Aris Susanto, S.E., M.E., menegaskan bahwa […]

  • Respon Aduan Warga, Satpol-PP Bangkep Tertibkan Pedagang pasar salakan

    Respon Aduan Warga, Satpol-PP Bangkep Tertibkan Pedagang pasar salakan

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • visibility 436
    • 0Komentar

      BANGKEP, Tatandak.id – Menindaklanjuti laporan masyarakat terkait aktivitas pedagang yang dinilai mengganggu lalulintas dan ketertiban umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai Kepulauan lakukan penertiban di kawasan Pasar Salakan, Senin (20/04/2025). Penertiban yang dimulai sejak pukul 07.00 WITA tersebut menyasar pedagang yang berjualan di bahu jalan serta di area penjualan ikan yang telah […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Jangan Langsung Bayar Utang Orang Tua yang Meninggal, Pahami Dulu KHI dan KUHPerdata

    Muhammad Saleh Gasin: Jangan Langsung Bayar Utang Orang Tua yang Meninggal, Pahami Dulu KHI dan KUHPerdata

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
    • visibility 293
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Ketika orang tua meninggal dunia dan masih meninggalkan utang, anak atau ahli waris sering kali merasa harus segera melunasi utang tersebut dengan uang pribadi. Padahal, persoalan utang pewaris harus dilihat terlebih dahulu berdasarkan hukum waris yang berlaku. Muhammad Saleh Gasin, Advokat dan Dosen, mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa aturan mengenai tanggung jawab ahli […]

  • Polres Bangkep Tegas Sikapi Polemik BBM Subsidi: Siap Tindak Penyelewengan

    Polres Bangkep Tegas Sikapi Polemik BBM Subsidi: Siap Tindak Penyelewengan

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • visibility 881
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Polemik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kian hangat diperbincangkan. Kelangkaan dan dugaan penyelewengan BBM yang ramai diberitakan belakangan ini akhirnya mendapat tanggapan tegas dari pihak Kepolisian Resor (Polres) Bangkep. Sebelumnya, Pemerintah Daerah pada Rabu (17/09/2025) telah menggelar rapat besar bersama berbagai pihak, mulai dari eksekutif, […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep

    Muhammad Saleh Gasin: Putuskan Rantai Kepentingan yang Merusak Tatanan BBM di Bangkep

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • visibility 644
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Advokat dan Pemerhati Daerah serta Kepentingan Publik, Muhammad Saleh Gasin menegaskan bahwa persoalan BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan tidak akan pernah benar-benar tertib selama rantai kepentingan dan simpul kepentingan yang selama ini saling menjaga masih dibiarkan hidup. Menurutnya, di situlah letak akar kerusakan yang paling menentukan. Selama simpul-simpul itu tetap dipelihara, […]

error: Content is protected !!
expand_less