Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EKONOMI & BISNIS » Irwanto Diasa: “Bangkep Bukan Krisis Lapangan Kerja, Tapi Krisis Hilirisasi dan Peluang Usaha”

Irwanto Diasa: “Bangkep Bukan Krisis Lapangan Kerja, Tapi Krisis Hilirisasi dan Peluang Usaha”

  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 222
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.idIsu mengenai krisis lapangan pekerjaan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Namun, berdasarkan analisis data ketenagakerjaan terbaru, kondisi riil di daerah kepulauan tersebut justru menunjukkan fakta yang berbeda.

Tokoh masyarakat sekaligus narasumber dalam podcast sosial ekonomi daerah, Irwanto Diasa, menilai bahwa Bangkep sebenarnya tidak sedang mengalami krisis lapangan kerja, melainkan menghadapi tantangan dalam pengembangan sektor produktif dan penciptaan nilai tambah ekonomi masyarakat.

“Kalau melihat data yang ada, Bangkep bukan kekurangan pekerjaan. Yang terjadi adalah mayoritas masyarakat bekerja di sektor informal, pertanian, nelayan, dan usaha mandiri. Persoalannya ada pada hilirisasi dan penguatan ekonomi lokal,” ujar Irwanto Diasa.

Berdasarkan proyeksi indikator makro Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah Penduduk Usia Kerja (PUK) di Bangkep berada pada kisaran 85 ribu hingga 90 ribu jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 66 ribu hingga 68 ribu jiwa masuk dalam kategori angkatan kerja aktif dengan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) mencapai 73 hingga 75 persen.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat Bangkep tetap aktif dalam kegiatan ekonomi, meskipun tidak seluruhnya berada pada sektor formal pemerintahan maupun industri besar.

Sektor pertanian, perikanan, dan kelautan masih menjadi tulang punggung utama ekonomi masyarakat dengan daya serap tenaga kerja mencapai 31 ribu hingga 33 ribu jiwa. Masyarakat menggantungkan hidup sebagai petani ubi Banggai, petani kopra, cengkih, hingga nelayan tradisional.

Selain itu, sektor wirausaha mandiri seperti UMKM, pedagang pasar, dan warung kelontong juga menyerap sekitar 15 ribu hingga 17 ribu tenaga kerja lokal.

Sementara sektor jasa, perdagangan, dan transportasi menampung sekitar 12 ribu hingga 14 ribu pekerja, termasuk sopir angkutan, pekerja pelabuhan, tenaga honorer, hingga pekerja konstruksi.

Di sisi lain, sektor formal seperti ASN, TNI, dan Polri hanya mampu menyerap sekitar 4.500 hingga 5.000 tenaga kerja.

Irwanto Diasa menilai rendahnya ketergantungan masyarakat terhadap sektor formal menjadi ciri khas daerah kepulauan seperti Bangkep.

“Masyarakat Bangkep punya sistem bertahan hidup yang kuat. Ketika tidak bekerja formal, mereka kembali ke kebun, melaut, atau membantu usaha keluarga. Ini yang membuat tingkat pengangguran terbuka kita tetap rendah,” jelasnya.

Bahkan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bangkep tercatat hanya berada di kisaran 2,1 hingga 2,8 persen, termasuk salah satu yang terendah di Sulawesi Tengah.

Meski demikian, Irwanto menekankan bahwa pemerintah daerah tetap perlu mendorong revitalisasi sektor produksi dan pengembangan industri berbasis lokal agar potensi ekonomi Bangkep tidak hanya berhenti pada produksi mentah.

“Yang harus diperkuat sekarang adalah inovasi, hilirisasi produk lokal, dan peningkatan kualitas SDM. Kalau itu dilakukan serius, Bangkep bisa menjadi daerah mandiri dengan ekonomi yang jauh lebih kuat,” tutup Irwanto Diasa.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin: BUMDes sebagai Model Distribusi BBM Berbasis Desa, Jawaban atas Keterbatasan Akses di Bangkep

    Muhammad Saleh Gasin: BUMDes sebagai Model Distribusi BBM Berbasis Desa, Jawaban atas Keterbatasan Akses di Bangkep

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • visibility 212
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menjadi sorotan, terutama setelah muncul berbagai gejolak di masyarakat akibat sulitnya akses dan ketidakteraturan distribusi di lapangan. Menanggapi kondisi tersebut, Advokat dan Akademisi, Muhammad Saleh Gasin, menawarkan pendekatan solusi yang dinilai realistis, terukur, dan sesuai dengan karakteristik wilayah kepulauan, yakni […]

  • Israfil Malinggong: Pulau Peling Adalah “Paru-Paru Kehidupan”, Jangan Korbankan Masa Depan Banggai Kepulauan demi Tambang Batu Gamping

    Israfil Malinggong: Pulau Peling Adalah “Paru-Paru Kehidupan”, Jangan Korbankan Masa Depan Banggai Kepulauan demi Tambang Batu Gamping

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • visibility 263
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Tokoh masyarakat Banggai Kepulauan, Israfil Malinggong, menyuarakan keprihatinannya terhadap rencana pengerukan batu gamping skala besar di Pulau Peling. Dalam pernyataannya, ia mengajak masyarakat untuk melihat kembali kondisi geografis tanah kelahiran mereka dan memahami pentingnya menjaga kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup generasi mendatang. Menurut Israfil Malinggong, para leluhur tidak salah ketika mewariskan […]

  • Muhammad Saleh Gasin Jelaskan Perlindungan Hukum Pembeli Beritikad Baik dalam Kasus Sertifikat Ganda

    Muhammad Saleh Gasin Jelaskan Perlindungan Hukum Pembeli Beritikad Baik dalam Kasus Sertifikat Ganda

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • visibility 1.915
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Dosen dan Praktisi Hukum Advokat Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H. menjelaskan bahwa dalam praktik pertanahan, kasus sertifikat ganda sering menimbulkan persoalan hukum yang rumit dan berkepanjangan. Namun, menurutnya, hukum telah memberikan perlindungan yang kuat bagi pembeli beritikad baik, yakni mereka yang membeli dan menguasai tanah secara sah serta telah melakukan balik nama di […]

  • Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • visibility 753
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id — Masyarakat pesisir Kecamatan Liang, Bangkep, Sulawesi Tengah, kembali mengeluhkan aktivitas kapal penangkapan ikan modern atau “Pajeko” yang beroperasi di zona tangkap nelayan kecil tradisional. Keluhan masyarakat nelayan ini diteruskan melalui grup diskusi publik BSH oleh Advokat Muhammad Saleh Gasin “Ini salah satu kebocoran sumber daya perikanan Bangkep. Ratusan dan mungkin ribuan box […]

  • Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

    Andi Pianto: Tambang Batu Gamping Bukan Jalan Kesejahteraan, Pariwisata Masa Depan Banggai Kepulauan

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • visibility 115
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Wacana pengembangan tambang batu gamping di wilayah Banggai Kepulauan kembali menuai sorotan. Sejumlah pihak menilai sektor pertambangan bukan solusi jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat, melainkan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan dan masa depan ekonomi daerah yang selama ini bertumpu pada kekayaan alam dan laut. Salah satu suara penolakan datang dari Andi Pianto, […]

  • Klaim BBM “Aman” Dipertanyakan, Warga Tuduh Polres Banggai Kepulauan Abaikan Fakta Lapangan

    Klaim BBM “Aman” Dipertanyakan, Warga Tuduh Polres Banggai Kepulauan Abaikan Fakta Lapangan

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 587
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Pernyataan Polres Banggai Kepulauan yang memastikan stok BBM aman dan distribusi di SPBU sesuai aturan justru memantik kemarahan publik. Warga menilai klaim tersebut bertolak belakang dengan kenyataan pahit yang mereka alami setiap hari di Banggai Kepulauan. Di tengah pernyataan resmi yang terkesan menenangkan, masyarakat justru menghadapi realitas sebaliknya: BBM cepat habis, sulit […]

error: Content is protected !!
expand_less