Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Irfan Kahar: Jangan Jadikan Banggai Kepulauan Korban Ekonomi Ekstraktif

Irfan Kahar: Jangan Jadikan Banggai Kepulauan Korban Ekonomi Ekstraktif

  • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
  • visibility 180
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.id – Gelombang penolakan masyarakat terhadap rencana aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) bukanlah bentuk sikap anti investasi. Penolakan ini lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang mulai memahami bahwa eksploitasi sumber daya alam tanpa arah pembangunan yang jelas hanya akan melahirkan ketimpangan, kerusakan ekologis, dan penderitaan sosial dalam jangka panjang.

Menurut Irfan Kahar, Bangkep bukan wilayah kosong yang bisa dipandang hanya sebagai hamparan sumber daya untuk dikeruk dan dijual keluar daerah. Bangkep adalah ruang hidup masyarakat kepulauan yang memiliki sejarah, budaya, ekosistem, wilayah tangkap nelayan, sumber air, kawasan karst, serta masa depan generasi muda yang wajib dilindungi.

“Bangkep bukan tanah kosong. Ini rumah hidup masyarakat kepulauan. Jangan atas nama investasi, ruang hidup rakyat justru dikorbankan demi kepentingan segelintir elite dan pemodal,” tegas Irfan Kahar.

Ia menilai, pola ekonomi ekstraktif yang selama ini dipertahankan hanya menciptakan ketimpangan. Batu gamping diambil dari tanah Bangkep, namun nilai tambah ekonominya justru dinikmati industri besar di luar daerah. Sementara masyarakat lokal hanya menerima dampak buruk seperti debu, jalan rusak, ancaman banjir, kerusakan lingkungan, hingga konflik sosial.

Padahal, semangat hilirisasi dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam telah ditegaskan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas UU Minerba. Negara seharusnya mendorong pengelolaan sumber daya alam yang memberikan manfaat langsung bagi daerah penghasil, bukan sekadar menjadikan daerah sebagai lokasi pengerukan bahan mentah.

Irfan juga menyoroti fakta bahwa industri pertambangan batu gamping merupakan sektor padat modal, bukan padat karya. Artinya, kebutuhan tenaga kerja lokal sangat terbatas karena lebih banyak menggunakan alat berat dan teknologi mekanis.

“Janji pembukaan lapangan kerja besar-besaran sering kali hanya menjadi narasi pemanis untuk meredam penolakan masyarakat,” ujarnya.

Di sisi lain, risiko ekologis yang dihadapi Bangkep dinilai sangat serius. Sebagai wilayah kepulauan kecil, daya dukung lingkungan Bangkep memiliki keterbatasan. Kerusakan kawasan karst akibat eksploitasi besar-besaran dapat berdampak panjang terhadap cadangan air tanah, ekosistem pesisir, sedimentasi laut, hingga wilayah tangkap nelayan tradisional.

Lebih jauh, Irfan mempertanyakan minimnya keterbukaan informasi kepada masyarakat terkait dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), peta konsesi, potensi kerusakan ekologis, hingga skema pemulihan pascatambang.

“Masyarakat memiliki hak untuk mengetahui apa dampak yang akan mereka hadapi. Jangan ada aktivitas besar yang mengubah wajah ruang hidup rakyat tanpa transparansi penuh kepada publik,” katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah agar tidak terjebak pada ilusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) jangka pendek. Banyak daerah penghasil tambang di Indonesia justru mengalami paradoks kemiskinan di tengah kekayaan alam melimpah.

Fenomena ini dikenal sebagai resource curse atau kutukan sumber daya alam, di mana kerusakan lingkungan, konflik sosial, dan ketimpangan ekonomi justru menjadi warisan utama dari aktivitas pertambangan.

Menurut Irfan, arah pembangunan Bangkep seharusnya bertumpu pada sektor yang lebih berkelanjutan seperti perikanan, kelautan, pertanian rakyat, dan pariwisata berbasis ekologi yang mampu diwariskan lintas generasi.

Karena itu, ia menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak moral dan konstitusional untuk menolak investasi tambang apabila hanya menghadirkan eksploitasi bahan mentah tanpa hilirisasi, tanpa perlindungan ekologis yang ketat, tanpa keterlibatan masyarakat, serta tanpa jaminan kesejahteraan jangka panjang.

“Masyarakat Bangkep bukan penghalang pembangunan. Justru masyarakat sedang berjuang memastikan bahwa pembangunan tidak berubah menjadi legitimasi penghancuran ruang hidup,” tutup Irfan Kahar.

“Bangkep bukan sekadar hamparan batu gamping yang siap dikeruk. Bangkep adalah rumah hidup masyarakat kepulauan yang wajib dijaga dengan keadilan ekologis, keadilan ekonomi, dan keberpihakan terhadap generasi masa depan.”

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Kematian Riyan Nugraha, Kuasa Hukum Tegaskan Akan Perjuangkan Keadilan Tanpa Kompromi

    Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Kematian Riyan Nugraha, Kuasa Hukum Tegaskan Akan Perjuangkan Keadilan Tanpa Kompromi

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.918
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Kasus kematian Riyan Nugraha alias Bekam yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan semakin mendapat perhatian serius. Polda Sulteng akhirnya mengambil alih penanganan kasus ini untuk memastikan proses hukum berjalan dengan transparansi dan profesionalitas. Langkah ini diambil setelah adanya desakan kuat dari keluarga korban dan kuasa hukumnya, yang merasa khawatir adanya potensi konflik […]

  • PDIP Bangkep Tegas Tolak Tambang: Pembangunan Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Eksploitasi

    PDIP Bangkep Tegas Tolak Tambang: Pembangunan Harus Berpihak pada Rakyat, Bukan Eksploitasi

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • visibility 371
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – PDI Perjuangan Kabupaten Banggai Kepulauan menyatakan sikap tegas menolak rencana aktivitas pertambangan di wilayahnya. Sikap ini bukan sikap emosional atau reaktif, bukan pula sekadar respons politik, melainkan garis politik yang tegas, ideologis, dan sejalan dengan arah kebijakan DPP PDI Perjuangan terkait politik ekologi yang konsisten berpihak pada keselamatan lingkungan, keberlanjutan ekonomi rakyat, […]

  • KaMIMo Banggai Rayakan Milad ke-23, Teguhkan Komitmen Pemuda untuk Daerah dan Bangsa

    KaMIMo Banggai Rayakan Milad ke-23, Teguhkan Komitmen Pemuda untuk Daerah dan Bangsa

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • visibility 212
    • 0Komentar

    BANGGAI, tatandak.id – Kerukunan Mahasiswa Indonesia Montolutusan Banggai atau KaMIMo Banggai memperingati Milad ke-23 dengan penuh khidmat, hangat, dan semangat kebersamaan. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi, sekaligus mempertegas komitmen KaMIMo dalam mengambil peran nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa. Mengusung tema “Menguatkan Solidaritas, Membangun Peradaban”, perayaan milad tersebut dihadiri oleh […]

  • Polemik Sapi Bantuan Meselesek Berujung Mediasi, Dinas Mengaku Tak Tahu Pengalihan, Ulah Oknum Masyarakat Bikin Semua Terseret

    Polemik Sapi Bantuan Meselesek Berujung Mediasi, Dinas Mengaku Tak Tahu Pengalihan, Ulah Oknum Masyarakat Bikin Semua Terseret

    • calendar_month Jum, 9 Okt 2026
    • visibility 236
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Polemik penyaluran bantuan ternak sapi Rambon Bibit dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kepada Kelompok Sinar Kasih, Desa Meselesek, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, akhirnya memasuki tahap penyelesaian melalui mediasi, Jumat (9/10/2026). Pertemuan yang berlangsung di Balai Desa Meselesek tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa sapi bantuan harus dikembalikan kepada nama-nama penerima yang sah […]

  • Polres Bangkep Pastikan Stok BBM Aman dan Distribusi di SPBU Sesuai Aturan

    Polres Bangkep Pastikan Stok BBM Aman dan Distribusi di SPBU Sesuai Aturan

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 304
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial dan media online terkait dugaan antrean jerigen bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, jajaran Sat Reskrim Polres Banggai Kepulauan (Bangkep) bergerak cepat melakukan patroli dan pengecekan langsung ke sejumlah SPBU di wilayah hukum Polres Bangkep pada Senin (16/2/2026). Langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran distribusi […]

  • Putra Banggai Kepulauan Kevin Lapendos Desak Polres dan Pemda Tindak Mafia BBM Subsidi

    Putra Banggai Kepulauan Kevin Lapendos Desak Polres dan Pemda Tindak Mafia BBM Subsidi

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • visibility 1.074
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mendapat sorotan tajam. Kritik keras kali ini datang dari Kevin Lapendos, putra daerah asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, yang saat ini tengah menempuh studi di Gorontalo. Kevin yang dikenal aktif mengawal isu-isu nasional maupun daerah menilai aparat penegak hukum dan […]

error: Content is protected !!
expand_less