Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Zahwa Qairrunissa: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Kepentingan Jangka Pendek

Zahwa Qairrunissa: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Kepentingan Jangka Pendek

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 6
  • comment 0 komentar

PALU, tatandak.id – Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah, Zahwa Qairrunissa, menegaskan bahwa kawasan karst di Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan bentang alam yang memiliki fungsi ekologis strategis dan berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup masyarakat.

Karena itu, menurut Zahwa, keberadaan kawasan karst harus dilindungi dari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem secara permanen, termasuk aktivitas eksploitasi yang hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi jangka pendek.

Zahwa menjelaskan, kawasan karst bukan sekadar gugusan batu gamping yang memiliki nilai ekonomi. Di balik bentang alam tersebut terdapat sistem ekologis yang berperan penting dalam menyimpan cadangan air bawah tanah, menjadi habitat berbagai flora dan fauna, serta menjaga keseimbangan lingkungan di Banggai Kepulauan.

“Karst adalah sumber kehidupan masyarakat. Di balik bentang alamnya tersimpan cadangan air, keanekaragaman hayati, dan fungsi ekologis yang sangat penting. Jika kawasan ini rusak akibat eksploitasi, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Zahwa.

Ia mengingatkan, aktivitas pertambangan batu gamping di kawasan karst berpotensi menghilangkan fungsi ekologis yang tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat.

Menurutnya, hilangnya mata air, terganggunya ekosistem, hingga meningkatnya risiko bencana lingkungan merupakan sejumlah konsekuensi yang harus menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Zahwa menilai pembangunan daerah semestinya berorientasi pada prinsip keberlanjutan dengan menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian penting dari kepentingan publik. Pembangunan, kata dia, tidak seharusnya hanya mengejar keuntungan ekonomi dalam jangka pendek dengan mengorbankan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Pembangunan yang berkualitas adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai kekayaan alam yang menjadi penopang kehidupan justru dikorbankan demi kepentingan sesaat,” tegasnya.

Melalui pernyataan tersebut, IPBK Palu–Sulawesi Tengah mengajak Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga dan melindungi kawasan karst.

Upaya perlindungan tersebut, menurut Zahwa, harus diwujudkan melalui kebijakan yang berlandaskan kajian ilmiah, prinsip kehati-hatian, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Ia juga menekankan bahwa Banggai Kepulauan memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor ekonomi yang lebih berkelanjutan, mulai dari pariwisata, perikanan, pertanian, hingga pengelolaan sumber daya alam yang memperhatikan daya dukung lingkungan.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi fondasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa harus mengorbankan kawasan karst yang mempunyai nilai ekologis tinggi.

“Warisan terbaik yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga lingkungan yang tetap lestari. Kawasan karst Banggai Kepulauan adalah aset daerah yang harus dijaga bersama sebagai sumber kehidupan hari ini dan masa depan,” pungkas Zahwa.

IPBK Palu-Sulawesi Tengah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga dan melestarikan kawasan karst Banggai Kepulauan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Selamatkan Karst Banggai Kepulauan. Lindungi sumber kehidupan, jaga kelestarian lingkungan, dan wariskan alam yang lestari bagi generasi mendatang.”

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

error: Content is protected !!
expand_less