Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Zahwa Qairrunissa: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Kepentingan Jangka Pendek

Zahwa Qairrunissa: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Kepentingan Jangka Pendek

  • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
  • visibility 192
  • comment 0 komentar

PALU, tatandak.id – Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah, Zahwa Qairrunissa, menegaskan bahwa kawasan karst di Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan bentang alam yang memiliki fungsi ekologis strategis dan berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup masyarakat.

Karena itu, menurut Zahwa, keberadaan kawasan karst harus dilindungi dari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem secara permanen, termasuk aktivitas eksploitasi yang hanya berorientasi pada kepentingan ekonomi jangka pendek.

Zahwa menjelaskan, kawasan karst bukan sekadar gugusan batu gamping yang memiliki nilai ekonomi. Di balik bentang alam tersebut terdapat sistem ekologis yang berperan penting dalam menyimpan cadangan air bawah tanah, menjadi habitat berbagai flora dan fauna, serta menjaga keseimbangan lingkungan di Banggai Kepulauan.

“Karst adalah sumber kehidupan masyarakat. Di balik bentang alamnya tersimpan cadangan air, keanekaragaman hayati, dan fungsi ekologis yang sangat penting. Jika kawasan ini rusak akibat eksploitasi, dampaknya akan dirasakan oleh masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Zahwa.

Ia mengingatkan, aktivitas pertambangan batu gamping di kawasan karst berpotensi menghilangkan fungsi ekologis yang tidak dapat dipulihkan dalam waktu singkat.

Menurutnya, hilangnya mata air, terganggunya ekosistem, hingga meningkatnya risiko bencana lingkungan merupakan sejumlah konsekuensi yang harus menjadi perhatian serius pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.

Zahwa menilai pembangunan daerah semestinya berorientasi pada prinsip keberlanjutan dengan menempatkan perlindungan lingkungan sebagai bagian penting dari kepentingan publik. Pembangunan, kata dia, tidak seharusnya hanya mengejar keuntungan ekonomi dalam jangka pendek dengan mengorbankan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Pembangunan yang berkualitas adalah pembangunan yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat. Jangan sampai kekayaan alam yang menjadi penopang kehidupan justru dikorbankan demi kepentingan sesaat,” tegasnya.

Melalui pernyataan tersebut, IPBK Palu–Sulawesi Tengah mengajak Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga dan melindungi kawasan karst.

Upaya perlindungan tersebut, menurut Zahwa, harus diwujudkan melalui kebijakan yang berlandaskan kajian ilmiah, prinsip kehati-hatian, serta keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Ia juga menekankan bahwa Banggai Kepulauan memiliki potensi besar untuk mengembangkan sektor ekonomi yang lebih berkelanjutan, mulai dari pariwisata, perikanan, pertanian, hingga pengelolaan sumber daya alam yang memperhatikan daya dukung lingkungan.

Potensi tersebut dinilai dapat menjadi fondasi pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat tanpa harus mengorbankan kawasan karst yang mempunyai nilai ekologis tinggi.

“Warisan terbaik yang dapat kita berikan kepada generasi mendatang bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga lingkungan yang tetap lestari. Kawasan karst Banggai Kepulauan adalah aset daerah yang harus dijaga bersama sebagai sumber kehidupan hari ini dan masa depan,” pungkas Zahwa.

IPBK Palu-Sulawesi Tengah pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga dan melestarikan kawasan karst Banggai Kepulauan sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

“Selamatkan Karst Banggai Kepulauan. Lindungi sumber kehidupan, jaga kelestarian lingkungan, dan wariskan alam yang lestari bagi generasi mendatang.”

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malam Berdarah di Totikum (Bangkep), Seorang Perempuan Diduga Dibacok Suaminya Sendiri

    Malam Berdarah di Totikum (Bangkep), Seorang Perempuan Diduga Dibacok Suaminya Sendiri

    • calendar_month Sel, 7 Apr 2026
    • visibility 7.967
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Peristiwa kekerasan yang diduga terjadi dalam rumah tangga menggegerkan warga Desa Kombutokan, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, pada Senin malam, 6 April 2026, sekitar pukul 23.00 Wita. Berdasarkan informasi yang dihimpun Tatandak.id, seorang perempuan berinisial R diduga menjadi korban pembacokan yang dilakukan oleh suaminya sendiri, pria berinisial D. Saat dilarikan ke […]

  • Orang Tua Riyan Nugraha Bertemu Kapolda Sulteng: Harapan Keadilan Terus Digelorakan

    Orang Tua Riyan Nugraha Bertemu Kapolda Sulteng: Harapan Keadilan Terus Digelorakan

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.767
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Orang tua Riyan Nugraha, yaitu Harun Hasan dan Sunarti La Naa, bertemu dengan Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, dalam sebuah audiensi yang berlangsung di kantor Polda Sulteng. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh harapan, dengan keluarga korban mengungkapkan keinginan mereka untuk mendapatkan keadilan yang setimpal atas kematian anak mereka yang […]

  • Danramil 1308-12/Bulagi Jikira S. Karim Ikut Kawal Polemik Bantuan Sapi Meselesek hingga Tuntas

    Danramil 1308-12/Bulagi Jikira S. Karim Ikut Kawal Polemik Bantuan Sapi Meselesek hingga Tuntas

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2026
    • visibility 228
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penyelesaian polemik bantuan ternak sapi Kelompok Sinar Kasih di Desa Meselesek, Kecamatan Bulagi, Kabupaten Banggai Kepulauan, tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur terkait, termasuk Danramil 1308-12/Bulagi, Jikira S. Karim. Perwira TNI yang bertugas di wilayah Koramil 12/Bulagi, jajaran Kodim 1308/LB, tersebut turut hadir dalam proses mediasi yang dilaksanakan di Balai Desa Meselesek […]

  • Muhammad Saleh Gasin Kecam Polres Bangkep: Hanya Jerat Pengguna, Pembuat Dokumen Palsu Dibiarkan Aman

    Muhammad Saleh Gasin Kecam Polres Bangkep: Hanya Jerat Pengguna, Pembuat Dokumen Palsu Dibiarkan Aman

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • visibility 1.356
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dosen dan praktisi hukum, Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., mengecam keras langkah Polres Banggai Kepulauan yang dinilai tidak profesional dan tidak komprehensif dalam menangani kasus dugaan pemalsuan dokumen seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkep. Ia menilai tindakan kepolisian yang hanya menjerat pengguna […]

  • Kasasi Ditolak, Perkara PPPK Bangkep Resmi Inkracht: Siapa Aktor Lain yang Belum Tersentuh?

    Kasasi Ditolak, Perkara PPPK Bangkep Resmi Inkracht: Siapa Aktor Lain yang Belum Tersentuh?

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • visibility 323
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Babak hukum perkara pemalsuan dokumen dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Banggai Kepulauan resmi berakhir. Mahkamah Agung Republik Indonesia menolak permohonan kasasi yang diajukan Penuntut Umum pada perkara tersebut, sehingga putusan Pengadilan Tinggi Palu kini berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde). Kasasi diketahui diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum pada […]

  • Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • visibility 1.011
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Kematian Ibu Guru Farida, perempuan 27 tahun asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung, usai menjalani persalinan di RSUD Trikora Salakan, menyisakan banyak pertanyaan serius yang hingga kini belum terjawab terang. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa itu ke Polres Banggai Kepulauan. Di sisi lain, manajemen RSUD Trikora Salakan telah mengeluarkan rilis klarifikasi resmi yang menegaskan […]

error: Content is protected !!
expand_less