Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » SIPP PN Palu “Mati Suri”, Muhammad Saleh Gasin, Transparansi Hanya Slogan, Ada Apa dengan Keadilan di Sulteng?

SIPP PN Palu “Mati Suri”, Muhammad Saleh Gasin, Transparansi Hanya Slogan, Ada Apa dengan Keadilan di Sulteng?

  • calendar_month Rab, 31 Des 2025
  • visibility 1.820
  • comment 0 komentar

​

PALU, tatandak.id – Wajah peradilan di Sulawesi Tengah kembali tercoreng oleh buruknya layanan teknologi informasi. Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Palu dilaporkan terus mengalami “kelumpuhan” sistemik. Alih-alih menjadi jendela transparansi, aplikasi ini justru dianggap menjadi tembok penghalang bagi publik yang haus akan informasi hukum.

​Ironisnya, SIPP yang merupakan instrumen wajib dari Mahkamah Agung RI untuk menjamin prinsip open justice, justru tampil bak pajangan usang di PN Palu. Keluhan datang bertubi-tubi dari advokat, jurnalis, hingga aktivis yang merasa hak konstitusionalnya atas informasi telah dikebiri oleh sistem yang sering down dan minim pembaruan data.

​Praktisi hukum sekaligus aktivis anti-korupsi kawakan, Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., tidak lagi bisa menahan kegeramannya. Menurutnya, persoalan SIPP PN Palu ini adalah potret nyata dari bobroknya komitmen birokrasi peradilan setempat terhadap keterbukaan.

​“Ini bukan sekedar kendala teknis, ini masalah mentalitas! Tahun 2024 saya sudah bawa masalah ini langsung ke jantung Mahkamah Agung di Jakarta. Tapi lihat hasilnya sekarang? Nol besar! SIPP PN Palu tetap saja bermasalah. Kadang bisa dibuka, tapi detail perkaranya ‘dikunci’. Ini mau transparan atau mau main petak umpet?” tegas Saleh Gasin dengan nada tinggi.

​Saleh menilai, matinya akses informasi ini sangat berbahaya, terutama pada penanganan perkara-perkara strategis seperti tindak pidana korupsi. Tanpa SIPP yang memadai, pengawasan masyarakat terhadap perilaku hakim dan jaksa menjadi buta.

​“Bagaimana rakyat bisa percaya pada putusan hukum jika prosesnya saja diselimuti kegelapan? SIPP itu bukan fasilitas mewah atau tambahan, itu adalah hak publik! Kalau sistem informasi saja tidak becus diurus, wajar jika muncul mosi tidak percaya. Ada apa di balik ‘macetnya’ data di PN Palu?” tantang Saleh Gasin.

​Ia membandingkan PN Palu dengan pengadilan lain di Indonesia yang mampu mengelola data secara real-time dan informatif. Ketertinggalan PN Palu ini dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap reformasi birokrasi yang didengungkan Mahkamah Agung.

​Saleh Gasin mendesak Ketua Pengadilan Negeri Palu untuk berhenti berlindung di balik alasan “gangguan teknis” yang sudah basi. Ia menuntut langkah konkret, bukan sekedar janji manis di media.

​“Jangan biarkan publik bertanya-tanya ada ‘permainan’ apa di balik tertutupnya akses informasi ini. Transparansi peradilan bukan pilihan, itu kewajiban konstitusional! Jika tidak mampu mengelola sistem yang transparan, lebih baik akui saja kegagalannya,” pungkasnya.

​Hingga berita ini ditayangkan, pihak PN Palu seolah membisu. Belum ada klarifikasi resmi terkait penyebab lumpuhnya SIPP maupun solusi jangka pendek untuk memulihkan hak informasi masyarakat. Publik kini menunggu, apakah PN Palu akan berbenah atau tetap nyaman dalam ruang gelap birokrasi.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus Inkanas Banggai Kepulauan Audiensi dengan Bupati Rusli Moidady Bahas Persiapan Kejuaraan dan Pengembangan Karate

    Pengurus Inkanas Banggai Kepulauan Audiensi dengan Bupati Rusli Moidady Bahas Persiapan Kejuaraan dan Pengembangan Karate

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • visibility 1.147
    • 1Komentar

    SALAKAN, tatandak.id — Pengurus Institut Karate-Do Nasional (Inkanas) Kabupaten Banggai Kepulauan beraudiensi dengan Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady, di ruang kerja Bupati, Selasa (03/06/2025). Audiensi ini membahas tiga topik utama terkait pembinaan dan persiapan atlet karate serta pengembangan cabang olahraga karate di daerah tersebut. Ketua Harian Inkanas Banggai Kepulauan, Moh Adnan Datu Adam, memaparkan laporan […]

  • Meifa Salsabila Dorong Perlindungan Karst Banggai Kepulauan demi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

    Meifa Salsabila Dorong Perlindungan Karst Banggai Kepulauan demi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
    • visibility 197
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah, Meifa Salsabila, mendorong perlindungan kawasan karst di Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat. Meifa yang juga menjabat sebagai Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu mengatakan, kawasan batu gamping atau karst memiliki fungsi ekologis yang […]

  • Ketua Umum KaMIMo Kecam Insiden Dugaan Keracunan Massal MBG di Bangkep

    Ketua Umum KaMIMo Kecam Insiden Dugaan Keracunan Massal MBG di Bangkep

    • calendar_month Rab, 17 Sep 2025
    • visibility 509
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Insiden keracunan massal yang menimpa ratusan siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Banggai Kepulauan pada Rabu (17/09/2025), mendapat kecaman keras dari Ketua Umum Kaum Milenial Muslim Moderat (KaMIMo), Sunatullah A.W Karim. Menurut data yang dihimpun, dari total 220 siswa penerima program, 157 di antaranya diduga mengalami gejala keracunan usai […]

  • Laut Makin Jauh dari Nelayan Liang, Trip Bertambah tetapi Hasil Tangkapan Justru Menurun

    Laut Makin Jauh dari Nelayan Liang, Trip Bertambah tetapi Hasil Tangkapan Justru Menurun

    • calendar_month Kam, 8 Okt 2026
    • visibility 65
    • 0Komentar

    LIANG, BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Laut bagi masyarakat pesisir selatan Kecamatan Liang bukan sekadar hamparan air di depan kampung. Laut adalah tempat bekerja, sumber pendapatan, sumber pangan, sekaligus ruang hidup yang menopang aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, hubungan itu perlahan berubah. Ikan yang sebelumnya relatif mudah diperoleh di sekitar wilayah pesisir kini dirasakan semakin sulit ditemukan. […]

  • Irfan Kahar: Jangan Jadikan Banggai Kepulauan Korban Ekonomi Ekstraktif

    Irfan Kahar: Jangan Jadikan Banggai Kepulauan Korban Ekonomi Ekstraktif

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • visibility 197
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Gelombang penolakan masyarakat terhadap rencana aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) bukanlah bentuk sikap anti investasi. Penolakan ini lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang mulai memahami bahwa eksploitasi sumber daya alam tanpa arah pembangunan yang jelas hanya akan melahirkan ketimpangan, kerusakan ekologis, dan penderitaan sosial dalam jangka panjang. Menurut […]

  • Kepala Sekolah, Bendahara, dan Dana BOS: Siapa Berwenang Melakukan Apa? Praktisi Hukum Muhammad Saleh Gasin Beri Penjelasan

    Kepala Sekolah, Bendahara, dan Dana BOS: Siapa Berwenang Melakukan Apa? Praktisi Hukum Muhammad Saleh Gasin Beri Penjelasan

    • calendar_month Sen, 14 Sep 2026
    • visibility 215
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID –  Pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di satuan pendidikan harus dilakukan secara transparan, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Dalam praktiknya, masih terdapat pertanyaan mengenai batas kewenangan Kepala Sekolah dan Bendahara, khususnya ketika Kepala Sekolah meminta agar seluruh dana BOS dikuasai atau dipegang sendiri. Secara aturan, Kepala Sekolah memang memiliki tanggung jawab penting […]

error: Content is protected !!
expand_less