Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

  • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
  • visibility 198
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.id – Rencana aktivitas tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kembali menuai penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan ancaman terhadap sumber kehidupan warga menjadi alasan utama munculnya gelombang penolakan tersebut.

Tokoh masyarakat Bangkep, Sahrial Mori, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat. Menurutnya, Bangkep bukanlah wilayah kosong yang bisa dieksploitasi tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi warga yang telah turun-temurun hidup berdampingan dengan alam.

“Haruskah ribuan warga Bangkep dijadikan korban atas nama Pendapatan Asli Daerah (PAD)? Bangkep bukan tanah kosong untuk dieksploitasi, melainkan rumah bagi ribuan masyarakat yang hidup dari alam, laut, dan sumber airnya,” tegas Sahrial Mori.

Ia menilai keberadaan kawasan karst di Bangkep memiliki fungsi ekologis yang sangat penting karena menjadi penyangga sumber air dan keseimbangan lingkungan. Jika kawasan tersebut rusak akibat aktivitas pertambangan, dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurut Sahrial, masyarakat memiliki alasan kuat untuk khawatir. Kerusakan kawasan karst berpotensi mengancam mata air yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga, merusak ekosistem, serta mengganggu aktivitas pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Kami menolak keras tambang batu gamping yang mengancam kawasan karst, merusak mata air, menghancurkan lingkungan, dan mengorbankan masa depan generasi hanya demi keuntungan segelintir pihak. Pembangunan tidak boleh dibayar dengan kehancuran alam,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa nilai sebuah gunung tidak bisa hanya diukur dari jumlah batu yang dapat diambil atau besarnya pemasukan yang diperoleh daerah. Di balik bentang alam tersebut terdapat sumber kehidupan, ruang hidup masyarakat, serta warisan alam yang harus dijaga bersama.

“Jika gunung-gunung Bangkep dihancurkan, maka yang hilang bukan hanya batu, tetapi kehidupan. Yang terancam bukan hanya alam, tetapi juga masa depan anak cucu kita,” kata Sahrial dengan nada prihatin.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat yang berharap pemerintah dapat mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan sebelum mengambil keputusan terkait aktivitas pertambangan di wilayah Bangkep.

Bagi banyak warga, persoalan ini bukan semata tentang investasi atau PAD, melainkan tentang hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan sumber kehidupan yang tetap terjaga. Mereka berharap pembangunan di Bangkep dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Kemajuan daerah harus menjadi berkah bagi rakyat, bukan bencana bagi lingkungan dan generasi yang akan datang.” Demikian pesan yang disampaikan Sahrial Mori dalam seruannya untuk menjaga Bangkep tetap lestari.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SEKDA Banggai Kepulauan Tekankan Kepemimpinan dan Perubahan Sosial di PKM/PT-II KaMIMo Banggai Angkatan VII

    SEKDA Banggai Kepulauan Tekankan Kepemimpinan dan Perubahan Sosial di PKM/PT-II KaMIMo Banggai Angkatan VII

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • visibility 308
    • 0Komentar

    BANGGAI, tatandak.id – Kegiatan Prospek Kepemimpinan Montolutusan (PKM)/PT-II KaMIMo Banggai Angkatan VII berlangsung penuh semangat intelektual dan nuansa kepemimpinan melalui penyampaian materi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muhamad Aris Susanto. Dalam kesempatan tersebut, beliau membawakan dua materi strategis yang menitikberatkan pada pentingnya kepemimpinan organisasi dan pembangunan sosial di tengah dinamika perubahan masyarakat. Materi pertama […]

  • Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

    Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • visibility 819
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks, Irwanto Diasa, atau yang akrab disapa Simbil, menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menjaga peradaban bukanlah senjata, kekuasaan, ataupun institusi negara, melainkan keterhubungan antarmanusia atau people. Menurut Simbil, people adalah fondasi mutlak sebuah negara. Tanpa people, negara tidak akan pernah ada. Sebaliknya, tanpa negara, people […]

  • Meifa Salsabila Dorong Perlindungan Karst Banggai Kepulauan demi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

    Meifa Salsabila Dorong Perlindungan Karst Banggai Kepulauan demi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
    • visibility 174
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah, Meifa Salsabila, mendorong perlindungan kawasan karst di Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat. Meifa yang juga menjabat sebagai Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu mengatakan, kawasan batu gamping atau karst memiliki fungsi ekologis yang […]

  • Indra Banguno Tegas Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Tukar Masa Depan Daerah dengan Kehancuran Lingkungan”

    Indra Banguno Tegas Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Tukar Masa Depan Daerah dengan Kehancuran Lingkungan”

    • calendar_month Rab, 3 Jun 2026
    • visibility 212
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Warga Kabupaten Banggai Kepulauan, Indra Banguno, menyampaikan pernyataan sikap tegas terkait rencana aktivitas pertambangan batu gamping di wilayah Banggai Kepulauan. Menurutnya, eksploitasi batu gamping berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang serius dan mengancam keberlangsungan sumber daya alam yang menjadi penopang kehidupan masyarakat. Indra Banguno menilai batu gamping di Banggai Kepulauan bukan sekadar […]

  • Berawal dari Aduan Warga, Pabrik Tahu-Tempe di Desa Baka ditutup

    Berawal dari Aduan Warga, Pabrik Tahu-Tempe di Desa Baka ditutup

    • calendar_month Kam, 3 Sep 2026
    • visibility 723
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, Tatandak.id – Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Banggai Kepulauan menutup pabrik tahu dan tempe di Desa Baka, Kecamatan Tinangkung, Kamis (3/9/2026). Penutupan tersebut merupakan hasil dari rangkaian penanganan yang telah berlangsung sejak adanya pengaduan masyarakat pada Oktober 2025. Persoalan bermula dari laporan masyarakat yang diteruskan melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Jerigen BBM di Bangkep Jangan Dilarang Total, Tapi Harus Ditertibkan Ketat

    Muhammad Saleh Gasin: Jerigen BBM di Bangkep Jangan Dilarang Total, Tapi Harus Ditertibkan Ketat

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • visibility 664
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id  – Persoalan penggunaan jerigen dalam distribusi BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan dinilai tidak bisa lagi dipandang secara sederhana. Bagi sebagian masyarakat, jerigen memang menjadi alat untuk bertahan hidup, terutama bagi warga desa terpencil yang jauh dari SPBU. Namun di sisi lain, jerigen juga diduga telah berubah menjadi salah satu jalur utama penyimpangan […]

error: Content is protected !!
expand_less