Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

  • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
  • visibility 141
  • comment 0 komentar

BANGKEP, tatandak.idRencana aktivitas tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kembali menuai penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan ancaman terhadap sumber kehidupan warga menjadi alasan utama munculnya gelombang penolakan tersebut.

Tokoh masyarakat Bangkep, Sahrial Mori, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat. Menurutnya, Bangkep bukanlah wilayah kosong yang bisa dieksploitasi tanpa mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi warga yang telah turun-temurun hidup berdampingan dengan alam.

“Haruskah ribuan warga Bangkep dijadikan korban atas nama Pendapatan Asli Daerah (PAD)? Bangkep bukan tanah kosong untuk dieksploitasi, melainkan rumah bagi ribuan masyarakat yang hidup dari alam, laut, dan sumber airnya,” tegas Sahrial Mori.

Ia menilai keberadaan kawasan karst di Bangkep memiliki fungsi ekologis yang sangat penting karena menjadi penyangga sumber air dan keseimbangan lingkungan. Jika kawasan tersebut rusak akibat aktivitas pertambangan, dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga akan diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurut Sahrial, masyarakat memiliki alasan kuat untuk khawatir. Kerusakan kawasan karst berpotensi mengancam mata air yang selama ini menjadi sumber kehidupan warga, merusak ekosistem, serta mengganggu aktivitas pertanian dan perikanan yang menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat.

“Kami menolak keras tambang batu gamping yang mengancam kawasan karst, merusak mata air, menghancurkan lingkungan, dan mengorbankan masa depan generasi hanya demi keuntungan segelintir pihak. Pembangunan tidak boleh dibayar dengan kehancuran alam,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa nilai sebuah gunung tidak bisa hanya diukur dari jumlah batu yang dapat diambil atau besarnya pemasukan yang diperoleh daerah. Di balik bentang alam tersebut terdapat sumber kehidupan, ruang hidup masyarakat, serta warisan alam yang harus dijaga bersama.

“Jika gunung-gunung Bangkep dihancurkan, maka yang hilang bukan hanya batu, tetapi kehidupan. Yang terancam bukan hanya alam, tetapi juga masa depan anak cucu kita,” kata Sahrial dengan nada prihatin.

Pernyataan tersebut mendapat perhatian luas dari masyarakat yang berharap pemerintah dapat mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan keberlanjutan sebelum mengambil keputusan terkait aktivitas pertambangan di wilayah Bangkep.

Bagi banyak warga, persoalan ini bukan semata tentang investasi atau PAD, melainkan tentang hak masyarakat untuk mendapatkan lingkungan yang sehat dan sumber kehidupan yang tetap terjaga. Mereka berharap pembangunan di Bangkep dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian alam yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Kemajuan daerah harus menjadi berkah bagi rakyat, bukan bencana bagi lingkungan dan generasi yang akan datang.” Demikian pesan yang disampaikan Sahrial Mori dalam seruannya untuk menjaga Bangkep tetap lestari.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinas Perikanan Bangkep Luruskan Isu Kuota Solar 11 Ribu Liter dan Kapal Pajeko

    Dinas Perikanan Bangkep Luruskan Isu Kuota Solar 11 Ribu Liter dan Kapal Pajeko

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 705
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Menyikapi pemberitaan sebelumnya di tatandak.id berjudul “Skandal Rekomendasi BBM Nelayan Bangkep, 2 Orang Bisa Kuasai 11 Ribu Liter Solar per Minggu” dan “Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep” (24/09/2025), Dinas Perikanan Kabupaten Banggai Kepulauan memberikan klarifikasi resmi agar publik tidak salah memahami informasi yang beredar. Klarifikasi […]

  • POS POL AIR YANG DIJANJIKAN TAK KUNJUNG HADIR, AKSI BOM IKAN DI LAUT BANGKEP KEMBALI MENGGANAS

    POS POL AIR YANG DIJANJIKAN TAK KUNJUNG HADIR, AKSI BOM IKAN DI LAUT BANGKEP KEMBALI MENGGANAS

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • visibility 555
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Harapan masyarakat pesisir Banggai Kepulauan terhadap penegakan hukum di laut kembali diuji. Janji penempatan Pos Polisi Air (Pol Airud) apung yang sebelumnya disampaikan Polres Banggai Kepulauan hingga kini belum terealisasi. Akibatnya, praktik pengeboman ikan kembali marak dan kian mengancam ekosistem laut. Beberapa waktu lalu, rencana penempatan Pos Pol Airud apung di kawasan […]

  • Sorotan!!! Bom Ikan Mengguncang Buko Selatan, Masyarakat Tantang Kapolres Bangkep Buktikan Komitmen

    Sorotan!!! Bom Ikan Mengguncang Buko Selatan, Masyarakat Tantang Kapolres Bangkep Buktikan Komitmen

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • visibility 307
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Aksi biadab merusak laut kembali mencoreng wajah konservasi di Banggai Kepulauan. Jumat (19/9/2025) pagi, warga dikejutkan dengan praktik pemboman ikan di sekitar perairan Pulau Sombuangan, Kecamatan Buko Selatan, kawasan konservasi laut yang semestinya dijaga ketat untuk wisata bahari dan keberlanjutan ekosistem. Ironisnya, praktik ilegal ini dilakukan terang-terangan di siang bolong, seolah menantang […]

  • Swadaya Warga Totikum Berlanjut: Tiga Desa Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air untuk Persiapan Perbaikan Jalan

    Swadaya Warga Totikum Berlanjut: Tiga Desa Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air untuk Persiapan Perbaikan Jalan

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • visibility 854
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Upaya perbaikan infrastruktur jalan secara swadaya oleh masyarakat Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, terus menunjukkan progres yang membanggakan. Pada Jumat pagi, 18 Juli 2025, warga dari tiga desa yakni Salangano, Batang Babasal, dan Sampaka, bersama aparat kepolisian, pemerintah desa, dan pihak sekolah, turun langsung membersihkan saluran air (riol) sebagai bagian dari persiapan […]

  • Rusnia Rusnia Subanomo-Nurhayati J. Tokulo Nahkodai KPMI Bangkep Gorontalo, Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Dimulai

    Rusnia Rusnia Subanomo-Nurhayati J. Tokulo Nahkodai KPMI Bangkep Gorontalo, Arah Baru Kepemimpinan Perempuan Dimulai

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • visibility 448
    • 0Komentar

    GORONTALO, tatandak.id – Keluarga Pelajar Mahasiswa Indonesia Banggai Kepulauan Provinsi Gorontalo (KPMI Bangkep Prov. Gorontalo) resmi memasuki babak baru dalam dinamika gerakan mahasiswa. Kepemimpinan organisasi kini diemban oleh Rusnia Rusnia Subanomo sebagai Ketua Umum Formatur dan Nurhayati J. Tokulo sebagai Sekretaris Formatur untuk Periode 2025-2026. Terpilihnya dua figur perempuan ini menandai hadirnya arah kepemimpinan baru yang […]

  • SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • visibility 273
    • 0Komentar

      PELENG TENGAH, tatandak.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Peling Tengah menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa-siswi, Senin (15/12/2025). Bantuan tersebut merupakan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan semangat belajar peserta didik. Penyaluran bantuan seragam dilakukan langsung di lingkungan SMKN Peling Tengah dan diwakili oleh salah […]

error: Content is protected !!
expand_less