Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KESEHATAN » Dua Jam Menunggu Tanpa Dokter: Anak Demam Terpaksa Pulang dari Puskesmas Totikum Selatan

Dua Jam Menunggu Tanpa Dokter: Anak Demam Terpaksa Pulang dari Puskesmas Totikum Selatan

  • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
  • visibility 518
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id –Pelayanan kesehatan di Puskesmas Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, dikeluhkan seorang warga yang mengaku harus menunggu lebih dari dua jam tanpa kepastian pemeriksaan dokter. Akibatnya, anak yang tengah demam dan batuk terpaksa dibawa pulang tanpa sempat mendapatkan pelayanan medis.

Keluhan tersebut disampaikan oleh Sardin Selong, S.Pd.I., warga Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan. Peristiwa itu terjadi pada 3 Maret 2026 sekitar pukul 08.00 WITA.

Menurut Sardin, saat ia tiba di puskesmas, ruang tunggu pasien masih dalam kondisi sepi. Ia memperkirakan pelayanan akan berlangsung cepat karena jumlah pasien belum banyak. Namun hingga sekitar pukul 10.00 WITA, dokter yang bertugas belum juga melakukan pemeriksaan di poli.

“Saya datang sekitar jam delapan lewat, ruang tunggu masih kosong. Saya kira cepat karena kurang pasien. Tapi sudah dua jam lebih menunggu, dokter belum juga ada,” ujarnya.

Seiring waktu, jumlah pasien terus bertambah. Sementara itu, anaknya yang mengalami batuk dan demam terlihat semakin gelisah, dengan mata memerah akibat panas. Karena khawatir dengan kondisi sang anak, ia akhirnya memilih pulang sebelum sempat diperiksa.

“Anak sudah gelisah, mata sudah merah karena batuk dan panas. Terpaksa saya bawa pulang karena sudah dua jam lebih duduk menunggu,” tambahnya.

Sardin menegaskan bahwa penyampaiannya bukan bermaksud menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk harapan agar pelayanan ke depan bisa lebih baik. Ia juga menyebut kondisi serupa bukan kali pertama terjadi.

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala UPTS Kesehatan Puskesmas Totikum Selatan, Brusli I. Sabuntak, A.Md.Kep., menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan pelayanan yang terjadi.

“Kami minta maaf atas keterlambatan pelayanan. Memang kondisi di PKM Totikum Selatan saat ini hanya memiliki satu orang dokter. Sejak kemarin dokter yang bersangkutan dalam keadaan sakit,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pada hari kejadian, dokter sebenarnya telah datang lebih awal, namun harus melakukan visite pasien rawat inap serta menangani tindakan medis di ruang kebidanan terkait pasien keguguran.

“Dokter sudah datang lebih awal, hanya ada visite di perawatan dan tindakan pasien keguguran di kebidanan, sehingga pelayanan poli terlambat,” ujarnya.

Pihak puskesmas berharap masyarakat dapat memahami keterbatasan tenaga medis yang ada. Meski demikian, manajemen berkomitmen melakukan evaluasi agar pelayanan tetap berjalan optimal dan tidak mengganggu hak masyarakat untuk mendapatkan layanan kesehatan tepat waktu.

Sebagai fasilitas kesehatan tingkat pertama di wilayah kecamatan, Puskesmas Totikum Selatan menjadi tumpuan utama masyarakat. Harapan warga sederhana: pelayanan yang tepat waktu, komunikasi yang jelas, dan kepastian penanganan, terutama bagi pasien anak-anak yang membutuhkan perhatian segera.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Saleh Gasin: Jangan Langsung Bayar Utang Orang Tua yang Meninggal, Pahami Dulu KHI dan KUHPerdata

    Muhammad Saleh Gasin: Jangan Langsung Bayar Utang Orang Tua yang Meninggal, Pahami Dulu KHI dan KUHPerdata

    • calendar_month Sab, 15 Agu 2026
    • visibility 349
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Ketika orang tua meninggal dunia dan masih meninggalkan utang, anak atau ahli waris sering kali merasa harus segera melunasi utang tersebut dengan uang pribadi. Padahal, persoalan utang pewaris harus dilihat terlebih dahulu berdasarkan hukum waris yang berlaku. Muhammad Saleh Gasin, Advokat dan Dosen, mengatakan masyarakat perlu memahami bahwa aturan mengenai tanggung jawab ahli […]

  • POS POL AIR YANG DIJANJIKAN TAK KUNJUNG HADIR, AKSI BOM IKAN DI LAUT BANGKEP KEMBALI MENGGANAS

    POS POL AIR YANG DIJANJIKAN TAK KUNJUNG HADIR, AKSI BOM IKAN DI LAUT BANGKEP KEMBALI MENGGANAS

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • visibility 598
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Harapan masyarakat pesisir Banggai Kepulauan terhadap penegakan hukum di laut kembali diuji. Janji penempatan Pos Polisi Air (Pol Airud) apung yang sebelumnya disampaikan Polres Banggai Kepulauan hingga kini belum terealisasi. Akibatnya, praktik pengeboman ikan kembali marak dan kian mengancam ekosistem laut. Beberapa waktu lalu, rencana penempatan Pos Pol Airud apung di kawasan […]

  • Dugaan Pelecehan ART oleh Oknum Aleg Touna, Hersal Febrian Desak Polisi dan BK DPRD Tindak Tegas

    Dugaan Pelecehan ART oleh Oknum Aleg Touna, Hersal Febrian Desak Polisi dan BK DPRD Tindak Tegas

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • visibility 242
    • 0Komentar

      – TOJO UNA-UNA, tatandak.id – Kasus dugaan pelecehan terhadap seorang Asisten Rumah Tangga (ART) berusia 25 tahun yang diduga dilakukan oleh oknum Anggota DPRD Kabupaten Tojo Una-Una (Touna) menuai sorotan publik. Salah satunya datang dari salah satu Alumni IPMI-TU Gorontalo, Hersal Febrian. Kepada awak media, Hersal Febrian meminta Kepolisian Resor (Polres) Touna agar segera […]

  • Satpol PP Banggai Kepulauan Gencarkan Sosialisasi Penertiban Hewan Ternak di Pulau 3B

    Satpol PP Banggai Kepulauan Gencarkan Sosialisasi Penertiban Hewan Ternak di Pulau 3B

    • calendar_month Kam, 16 Jul 2026
    • visibility 243
    • 0Komentar

      TINANGKUNG, tatandak.id – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banggai Kepulauan menggelar sosialisasi regulasi penertiban hewan ternak di Balai Desa Bakalan, Kecamatan Tinangkung, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan Pemerintah Desa Bakalan agar masyarakat diberikan pemahaman mengenai aturan penertiban hewan ternak yang selama ini menjadi salah satu persoalan di wilayah […]

  • IPBK PALU DUKUNG KOMISI III DPRD SULTENG TOLAK TAMBANG BATU GAMPING DI BANGKEP

    IPBK PALU DUKUNG KOMISI III DPRD SULTENG TOLAK TAMBANG BATU GAMPING DI BANGKEP

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • visibility 233
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait polemik tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Umum IPBK Palu, Nasrun, sebagai bentuk kepedulian pemuda Banggai Kepulauan terhadap ancaman kerusakan lingkungan akibat aktivitas […]

  • Hati-Hati! Muhammad Saleh Gasin Jelaskan Risiko Pidana Pengalihan Objek Fidusia

    Hati-Hati! Muhammad Saleh Gasin Jelaskan Risiko Pidana Pengalihan Objek Fidusia

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • visibility 1.322
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Fidusia merupakan salah satu bentuk perjanjian jaminan kebendaan yang lazim digunakan dalam berbagai transaksi pembiayaan, seperti kredit kendaraan bermotor maupun pembiayaan usaha. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa objek jaminan fidusia tidak boleh dialihkan, digadaikan, atau disewakan tanpa izin tertulis dari penerima fidusia. Menurut Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., Ketua Yayasan […]

error: Content is protected !!
expand_less