Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » KESEHATAN » Delapan Kali Operasi, Pina Asal Bangkep Kini Berjuang Beli Mata Palsu: Butuh Rp 10 Juta untuk Menuntaskan Pengobatan

Delapan Kali Operasi, Pina Asal Bangkep Kini Berjuang Beli Mata Palsu: Butuh Rp 10 Juta untuk Menuntaskan Pengobatan

  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 205
  • comment 0 komentar

BANGKEP (24/10/2026), tatandak.id – Delapan kali menjalani operasi bukanlah perjalanan yang mudah. Tenaga, pikiran, waktu, dan kemampuan finansial telah banyak terkuras demi memulihkan kondisi matanya. Namun, bagi Pina N Tipuon, perempuan asal Desa Tomboniki, Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah, perjuangan itu belum benar-benar berakhir.

Kini, setelah melewati rangkaian operasi panjang di Surabaya dan Makassar, Pina hanya tinggal selangkah lagi menuju tahap akhir pengobatannya: pemasangan protesa atau mata palsu.

Sayangnya, langkah terakhir itu justru terkendala biaya.

Pina masih membutuhkan dana sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta untuk membeli protesa mata yang akan dipasang di RS Mata JEC Orbita Makassar, Sulawesi Selatan. Di tengah keterbatasan ekonomi keluarga, ia kini berharap ada uluran tangan dari pemerintah, lembaga sosial, para dermawan, dan masyarakat luas agar pengobatannya dapat segera dituntaskan.

Operasi terakhir yang dijalaninya pada 13 Oktober 2026 menjadi operasi kedelapan sekaligus tahap operasi terakhir dalam rangkaian penanganan medis yang harus dilaluinya.

Dalam tindakan tersebut, tim medis melakukan pelebaran rongga soket mata dan kelopak mata. Dokter juga mengambil lemak dari bagian perut serta jaringan dari bibir untuk dipindahkan ke area mata.

Setelah melewati serangkaian tindakan medis tersebut, Pina kini menanti pemasangan protesa mata yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

Namun, harapan untuk segera menyelesaikan pengobatan masih bergantung pada terpenuhinya biaya pembelian mata palsu tersebut.

“Untuk saat ini, tinggal tahap terakhir, yaitu pemasangan protesa mata yang dijadwalkan dalam waktu dekat. Saya masih membutuhkan bantuan untuk pembelian mata palsu tersebut di RS Mata JEC Orbita Makassar,” ungkap Pina melalui pesan yang disampaikan pada Sabtu (24/10/2026).

Delapan Kali Operasi, Perjuangan Belum Usai

Bagi Pina dan keluarganya, perjalanan pengobatan ini bukan sekadar persoalan menjalani operasi demi operasi. Ada biaya perjalanan, kebutuhan hidup selama berada jauh dari kampung halaman, serta berbagai kebutuhan lain yang harus dipenuhi selama menjalani perawatan.

Keluarga sebenarnya telah berupaya menyiapkan dana untuk pengobatan. Namun, dana yang tersedia pada awalnya hanya diperhitungkan untuk satu kali operasi.

Pina mengaku semula mengira pemasangan mata palsu juga akan ditanggung BPJS Kesehatan. Setelah menjalani rangkaian tindakan medis, ia baru mengetahui bahwa pengobatannya membutuhkan dua kali operasi dan biaya pembelian protesa mata yang diperlukan tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

Kenyataan itu membuat kebutuhan biaya membengkak di luar perkiraan awal.

Setelah delapan kali menjalani operasi, Pina kini dihadapkan pada persoalan yang berbeda. Bukan lagi semata-mata menjalani tindakan medis, melainkan mengupayakan dana agar tahap akhir pengobatannya dapat terlaksana.

Ia tidak ingin perjuangan panjang yang telah dilaluinya terhambat hanya karena keterbatasan biaya untuk membeli mata palsu.

Pernah Mendapat Bantuan Pemerintah, Kini Kembali Berharap

Upaya meminta bantuan sebenarnya bukan baru kali ini dilakukan Pina dan keluarganya.

Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan pernah memberikan bantuan langsung sebesar Rp 5 juta setelah Pina mengajukan proposal bantuan. Menurut penuturannya, Bupati Banggai Kepulauan saat itu juga mengarahkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk ikut berdonasi.

Dari upaya tersebut, Pina mengaku berhasil memperoleh bantuan tambahan lebih dari Rp 2 juta. Dana itu kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan selama menjalani operasi ketujuh di Surabaya pada Agustus 2026.

Bantuan tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan pengobatannya. Namun, setelah kembali menjalani operasi kedelapan pada Oktober 2026, kebutuhan biaya untuk menyelesaikan pengobatan kembali muncul.

Pada awal September 2026, Pina juga mengajukan proposal bantuan kepada Gubernur Sulawesi Tengah melalui program yang disampaikan dalam kegiatan Subuh di masjid.

Menurut Pina, gubernur sempat menyatakan persetujuan. Namun, setelah berkomunikasi dengan ajudan gubernur, ia mendapat penjelasan bahwa pengajuannya tidak dapat diproses melalui program Berani Sehat karena kebutuhan yang diajukan berupa biaya penunjang selama pengobatan, seperti makan dan kebutuhan sehari-hari, bukan biaya medis.

Pina memahami bahwa program tersebut memiliki ketentuan pembiayaan tersendiri. Ia juga menjelaskan bahwa biaya medisnya selama ini menggunakan BPJS Kesehatan.

Setelah itu, seorang rekan yang tidak disebutkan namanya kembali menghadap gubernur untuk menyampaikan permohonan bantuan. Menurut penuturan Pina, saat itu disampaikan bahwa bantuan akan diberikan menggunakan dana pribadi, tetapi ia diminta menunggu hingga waktu gajian.

Hingga Sabtu (24/10/2026), Pina mengaku belum menerima kabar lanjutan mengenai bantuan tersebut.

Di tengah kondisi itu, ia kembali berusaha mencari jalan agar kebutuhan pembelian protesa mata dapat terpenuhi.

Harapannya sederhana: ada pihak yang bersedia membantu sehingga tahap terakhir pengobatannya tidak perlu tertunda.

Kini Hanya Butuh Rp 8 – 10 Juta untuk Menuntaskan Tahap Akhir

Sebagai anak tunggal dari pasangan suami istri asal Banggai Kepulauan, Pina berharap perjuangannya mendapatkan kesembuhan dapat segera mencapai akhir.

Rangkaian pengobatan yang harus dijalani di luar daerah telah menjadi beban tersendiri bagi keluarganya. Setelah berulang kali menjalani tindakan medis, keterbatasan ekonomi kini menjadi tantangan yang harus dihadapi untuk menyelesaikan tahap terakhir.

Pina memperkirakan masih membutuhkan dana sekitar Rp 8 juta hingga Rp 10 juta untuk pembelian protesa mata di RS Mata JEC Orbita Makassar.

Bagi sebagian orang, jumlah tersebut mungkin dapat diupayakan dalam waktu singkat. Namun, bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi, biaya itu menjadi tantangan besar yang tidak mudah dipenuhi seorang diri.

Karena itu, Pina berharap kepedulian masyarakat dapat menjadi jalan untuk membantunya melewati tahap terakhir pengobatan.

Ia berharap pemerintah, lembaga sosial, komunitas kemanusiaan, para dermawan, dan masyarakat yang memiliki kemampuan dapat memberikan bantuan sesuai keikhlasan masing-masing.

Tidak harus menunggu satu orang menanggung seluruh kebutuhan. Kepedulian yang terkumpul dari banyak orang pun berpeluang membantu memenuhi biaya yang masih dibutuhkan.

Kini, setelah delapan kali operasi, Pina hanya ingin melanjutkan tahapan pengobatan yang telah dijadwalkan tanpa harus terus dibayangi persoalan biaya.

Mari Bantu Pina Menyelesaikan Perjuangannya

Masyarakat yang tergerak untuk membantu dapat menyalurkan donasi melalui rekening berikut:

Nama pemilik rekening: Pina N Tipuon

Bank: BRI

Nomor rekening: 516401033157536

Kebutuhan bantuan: Pembelian protesa atau mata palsu di RS Mata JEC Orbita Makassar.

Estimasi dana yang dibutuhkan: Rp 8.000.000–Rp 10.000.000.

Setiap bantuan diharapkan dapat meringankan beban Pina dan keluarganya. Bagi yang belum dapat berdonasi, membantu menyebarluaskan kisah ini kepada keluarga, sahabat, komunitas, dan jaringan media sosial juga dapat menjadi bentuk kepedulian.

Untuk menjaga kepercayaan publik, masyarakat yang ingin berdonasi dapat terlebih dahulu memastikan identitas penerima, kondisi pengobatan, serta kebutuhan biaya melalui pihak terkait.

Jangan Biarkan Keterbatasan Biaya Menghentikan Langkah Terakhirnya

Perjuangan Pina mengingatkan kita bahwa perjalanan seorang pasien tidak selalu berakhir ketika operasi selesai dilakukan. Ada tahapan lanjutan, kebutuhan yang tidak seluruhnya terduga, serta biaya penunjang yang bisa menjadi beban berat, terutama bagi keluarga yang harus menjalani pengobatan jauh dari tempat tinggalnya.

Delapan kali operasi telah dilaluinya. Berbagai upaya telah dilakukan. Kini, satu kebutuhan penting masih harus dipenuhi agar tahap akhir pengobatannya dapat terlaksana.

Pina tidak meminta masyarakat menanggung seluruh bebannya seorang diri. Ia hanya berharap ada kepedulian yang dapat membantu menutup kekurangan biaya yang belum mampu dipenuhi keluarganya.

Mari bantu Pina menyelesaikan tahap terakhir perjuangannya. Bagi yang memiliki rezeki lebih, sedikit bantuan dapat menjadi bagian dari harapan besar bagi Pina dan keluarganya. Bagi yang belum mampu membantu secara materi, sebarkan kisah ini agar semakin banyak orang mengetahui kebutuhannya.

Semoga gotong royong dan kepedulian bersama dapat membuka jalan bagi Pina untuk menuntaskan pengobatannya, setelah melewati perjalanan panjang yang tidak mudah.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • TIDAR Banggai Kepulauan Gelar “Merdeka Sehat”, 109 Warga Patukuki Ikuti Cek Kesehatan Gratis

    TIDAR Banggai Kepulauan Gelar “Merdeka Sehat”, 109 Warga Patukuki Ikuti Cek Kesehatan Gratis

    • calendar_month Sel, 1 Sep 2026
    • visibility 200
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (PC TIDAR) Banggai Kepulauan menggelar kegiatan “Merdeka Sehat” di Desa Patukuki, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus pemberian obat secara cuma-cuma bagi masyarakat. Kegiatan yang mengusung tema “Bangkep Sehat, Indonesia Kuat” ini menjadi salah satu bentuk kepedulian PC TIDAR Banggai Kepulauan terhadap […]

  • BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    BERANI MEMPEKERJAKAN DOKTER, TAPI TAK MAMPU MEMBAYAR GAJI? WAJAH PEMDA BANGKEP DIPERTANYAKAN

    • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
    • visibility 567
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak – Polemik keterlambatan gaji tenaga kesehatan di Kabupaten Banggai Kepulauan kini berubah menjadi sorotan tajam publik. Bukan hanya karena dokter di Puskesmas Totikum Selatan harus bekerja berbulan-bulan tanpa menerima gaji, tetapi juga karena alasan yang disampaikan pemerintah daerah dinilai berubah-ubah dan semakin membingungkan. Pada penjelasan awal, Kepala Dinas Kesehatan Bangkep menyampaikan bahwa keterlambatan pembayaran […]

  • Pernah Diberhentikan dari Jabatan, Mantan Kades Masih Bisa Maju di Pilkades? Ini Penjelasan Muhammad Saleh Gasin

    Pernah Diberhentikan dari Jabatan, Mantan Kades Masih Bisa Maju di Pilkades? Ini Penjelasan Muhammad Saleh Gasin

    • calendar_month Kam, 27 Agu 2026
    • visibility 296
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Apakah Kepala Desa yang pernah diberhentikan dari jabatannya masih dapat mencalonkan diri kembali dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) berikutnya? Pertanyaan ini tidak bisa dijawab hanya dengan “boleh” atau “tidak boleh”. Sebab, alasan seseorang diberhentikan dari jabatan Kepala Desa sangat menentukan bagaimana statusnya ketika hendak kembali mencalonkan diri. Muhammad Saleh Gasin, S.H., […]

  • Vonis Diperberat di Tingkat Banding, Tiga Terdakwa Pemalsuan PPPK Bangkep Kini Terancam Penjara Nyata

    Vonis Diperberat di Tingkat Banding, Tiga Terdakwa Pemalsuan PPPK Bangkep Kini Terancam Penjara Nyata

    • calendar_month Kam, 5 Feb 2026
    • visibility 960
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Upaya hukum banding yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam perkara pemalsuan surat seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya membuahkan hasil. Pengadilan Tinggi Palu resmi memperberat hukuman terhadap seluruh terdakwa dalam tiga perkara pemalsuan dokumen PPPK yang sebelumnya diputus Pengadilan Negeri (PN) Luwuk. Berdasarkan informasi terbaru (05/02/2026), […]

  • Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 641
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Rapat resmi Pemda Banggai Kepulauan menguak dugaan praktik manipulasi dalam distribusi BBM bersubsidi sektor perikanan (17/09/2025). Fakta yang dipaparkan perwakilan Dinas Perikanan menunjukkan adanya klaim penggunaan kapal berkapasitas 30 gros ton atau sejenis kapal pajeko sebagai dasar pengajuan rekomendasi solar. Masalahnya, berdasarkan data resmi, tidak pernah tercatat keberadaan kapal pajeko di […]

  • Bangkep Terima 14,5 Juta Liter Pertalite & 3,5 Juta Liter Solar Subsidi per Tahun, Publik Tagih Transparansi Distribusi

    Bangkep Terima 14,5 Juta Liter Pertalite & 3,5 Juta Liter Solar Subsidi per Tahun, Publik Tagih Transparansi Distribusi

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • visibility 495
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN – Kabupaten Banggai Kepulauan ternyata menerima jatah BBM subsidi dalam jumlah yang sangat besar. Data resmi dari Depot Luwuk mencatat, sepanjang tahun Bangkep dialokasikan 14.592.000 liter Pertalitedan 3.492.000 liter Solar melalui 8 SPBU yang tersebar di berbagai kecamatan. Jika dihitung rata-rata bulanan, Bangkep menerima 1.216.000 liter Pertalite dan 291.000 liter Solar subsidi. Namun […]

error: Content is protected !!
expand_less