Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PENDIDIKAN » Hampir Tiga Bulan, Dana PIP Siswa SD Inpres Sambiut Disebut Belum Diserahkan kepada Penerima

Hampir Tiga Bulan, Dana PIP Siswa SD Inpres Sambiut Disebut Belum Diserahkan kepada Penerima

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 132
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Inpres Sambiut, Desa Sambiut, Kecamatan Totikum, Kabupaten Banggai Kepulauan, menjadi sorotan setelah muncul informasi bahwa dana bantuan pendidikan yang telah dicairkan sejak Agustus hingga awal September 2026 diduga belum seluruhnya sampai ke tangan siswa penerima.

Informasi tersebut diperoleh dari penelusuran awal tim tatandak.id yang meminta klarifikasi kepada Kepala SD Inpres Sambiut terkait keterlambatan penyerahan dana PIP kepada para penerima manfaat.

Dalam konfirmasi yang disampaikan kepada Kepala Sekolah, tim mempertanyakan dana PIP yang disebut telah cair pada awal September, tetapi penyerahannya dikabarkan mengalami keterlambatan hingga Oktober. Selain itu, muncul pula informasi mengenai dugaan pemotongan sebesar Rp50.000 yang perlu diklarifikasi lebih lanjut.

Tim juga meminta penjelasan mengenai dana PIP yang disebut telah cair pada awal Agustus, tetapi hingga saat ini belum diserahkan kepada siswa penerima.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Kepala SD Inpres Sambiut (SAMSU SEPA S.Pd) memberikan jawaban melalui pesan singkat.

“Waalaikumsalam. Sejak Agustus sampai bulan ini SD dua kali pencairan. Untuk Agustus SD cair, namun belum jemput, nanti hari Senin,” demikian jawaban Kepala SD Inpres Sambiut.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa dana PIP untuk pencairan Agustus telah tersedia, tetapi menurut penjelasan kepala sekolah, dana tersebut belum dijemput. Namun, masih diperlukan penjelasan lebih lanjut mengenai proses pencairan, pengambilan dana, serta kepastian waktu penyerahannya kepada siswa penerima.

Apabila merujuk pada informasi awal mengenai pencairan sejak Agustus hingga Oktober 2026, keterlambatan penyerahan dana PIP tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kepastian waktu penerimaan bantuan oleh siswa yang berhak.

Dana PIP merupakan bantuan pemerintah yang ditujukan untuk membantu peserta didik dari keluarga miskin atau rentan miskin agar tetap memperoleh akses pendidikan. Karena itu, kejelasan mengenai status pencairan dan penyerahan dana menjadi hal penting bagi siswa maupun orang tua penerima manfaat.

Hingga berita awal ini disusun, belum diperoleh penjelasan terperinci mengenai jumlah siswa penerima, total dana yang telah dicairkan, tanggal pasti pencairan masing-masing tahap, serta alasan dana yang telah cair belum seluruhnya diterima oleh siswa.

Informasi mengenai dugaan pemotongan Rp50.000 juga masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut. Belum dapat dipastikan apakah pemotongan tersebut benar terjadi, siapa yang diduga melakukannya, dan apa dasar maupun peruntukan potongan tersebut.

Tim tatandak.id akan terus berupaya meminta klarifikasi lanjutan dari pihak sekolah serta pihak terkait guna memastikan status penyaluran dana PIP di SD Inpres Sambiut.

Masyarakat, khususnya orang tua siswa penerima PIP, diharapkan memperoleh informasi yang jelas dan transparan mengenai hak bantuan pendidikan tersebut.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rahmat B. Lamuni Soroti Ancaman terhadap Penjaga Laut di Okumel: “Laut Sehat Tak Lahir dari Masyarakat yang Ketakutan”

    Rahmat B. Lamuni Soroti Ancaman terhadap Penjaga Laut di Okumel: “Laut Sehat Tak Lahir dari Masyarakat yang Ketakutan”

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • visibility 380
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan destructive fishing atau penangkapan ikan dengan cara merusak kembali menjadi perhatian di perairan Desa Okumel, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan. Selain kerusakan ekosistem laut, praktik tersebut disebut telah menimbulkan tekanan dan intimidasi terhadap masyarakat yang berupaya menjaga wilayah pesisir. Rahmat B. Lamuni menyebutkan mengenai kondisi perairan Okumel, menyoroti bahwa persoalan […]

  • Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Totikum Selatan: Empat Pertanyaan yang Kini Menunggu Jawaban Polres Bangkep

    Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Anak di Totikum Selatan: Empat Pertanyaan yang Kini Menunggu Jawaban Polres Bangkep

    • calendar_month Jum, 2 Okt 2026
    • visibility 47
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Penanganan perkara dugaan kekerasan seksual terhadap anak di Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan, masih menjadi perhatian publik. Perkara yang sebelumnya mencuat setelah beredarnya video bermuatan asusila yang diduga melibatkan seorang anak berusia 16 tahun tersebut kini tidak hanya menjadi perhatian masyarakat, tetapi juga memunculkan sejumlah pertanyaan mengenai proses penanganan perkara […]

  • SELAMAT ULANG TAHUN, IRWANTO DIASA (SIMBIL)!

    SELAMAT ULANG TAHUN, IRWANTO DIASA (SIMBIL)!

    • calendar_month Kam, 22 Okt 2026
    • visibility 103
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID (22/10/2026) – Merawat Gagasan, Menjaga Nurani, Menghidupkan Harapan. Ada orang yang hadir sekadar menjadi bagian dari perjalanan waktu. Ada pula yang memilih menjadikan perjalanan hidupnya sebagai ruang untuk menyampaikan gagasan, merawat kepedulian, dan memperjuangkan hal-hal yang diyakininya penting bagi masyarakat. Irwanto Diasa, yang akrab disapa Simbil, adalah salah satu figur yang mewarnai ruang publik […]

  • Idhar Hasan Somasi Polres Banggai: Penanganan Kasus Kekerasan Anak Dinilai Lalai dan Tidak Profesional

    Idhar Hasan Somasi Polres Banggai: Penanganan Kasus Kekerasan Anak Dinilai Lalai dan Tidak Profesional

    • calendar_month Jum, 2 Jan 2026
    • visibility 1.687
    • 1Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Polres Banggai resmi disomasi oleh pihak pelapor dalam kasus dugaan kekerasan terhadap anak di bawah umur. Somasi ini dilayangkan karena penanganan perkara dinilai tidak profesional, lamban, serta abai terhadap kewajiban hukum dalam proses penyelidikan dan penyidikan. Kasus yang disorot merupakan perkara tindak pidana kejahatan perlindungan anak dengan korban berinisial MA, warga Kelurahan […]

  • HASBI LAUSING: “Tolak Tambang Batu Gamping, Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air Rakyat”

    HASBI LAUSING: “Tolak Tambang Batu Gamping, Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air Rakyat”

    • calendar_month Kam, 28 Mei 2026
    • visibility 184
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Kekhawatiran terhadap rencana penambangan batu gamping kembali mencuat di tengah masyarakat. Aktivitas eksploitasi kawasan karst dinilai membawa ancaman serius terhadap lingkungan hidup, sumber air bersih, kesehatan masyarakat, hingga keberlanjutan ekonomi warga di masa depan. Tokoh muda dan pemerhati lingkungan, Hasbi Lausing, secara tegas menyuarakan penolakannya terhadap aktivitas tambang batu gamping yang dinilai […]

  • Pemerintah Diminta Segera Serahkan SK 17 Orang P3K di Bangkep, Aktivis Sebut Sistem Pansel Rusak Parah

    Pemerintah Diminta Segera Serahkan SK 17 Orang P3K di Bangkep, Aktivis Sebut Sistem Pansel Rusak Parah

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id — Polemik terkait penundaan pemberian Surat Keputusan (SK) kepada 17 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang telah lolos seleksi kini semakin memanas. Aktivis dan penggiat media, Irwanto DJ, mengungkapkan kekecewaannya dan mendesak pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk segera menyerahkan SK kepada para P3K yang sudah memenuhi syarat. Menurut Irwanto, masalah ini […]

error: Content is protected !!
expand_less