Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Meifa Salsabila Dorong Perlindungan Karst Banggai Kepulauan demi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

Meifa Salsabila Dorong Perlindungan Karst Banggai Kepulauan demi Lingkungan dan Kesehatan Masyarakat

  • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar

PALU, tatandak.id – Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah, Meifa Salsabila, mendorong perlindungan kawasan karst di Kabupaten Banggai Kepulauan sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus kesehatan masyarakat.

Meifa yang juga menjabat sebagai Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Politeknik Kesehatan Kemenkes Palu mengatakan, kawasan batu gamping atau karst memiliki fungsi ekologis yang penting bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat.

Menurutnya, bentang alam karst berperan dalam menyimpan cadangan air tanah, mengatur tata air, menjaga keseimbangan ekosistem, serta menjadi habitat bagi berbagai jenis flora dan fauna. Karena itu, keberadaan kawasan karst perlu dijaga agar fungsi ekologisnya tetap memberikan manfaat bagi masyarakat Banggai Kepulauan.

“Kerusakan kawasan karst bukan hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat. Hilangnya fungsi kawasan karst dapat mengurangi ketersediaan air bersih, meningkatkan pencemaran udara akibat debu, mengganggu keseimbangan ekosistem, hingga memicu berbagai risiko penyakit yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat,” ujar Meifa.

Sebagai mahasiswa di bidang kesehatan sekaligus aktivis pecinta alam, Meifa memandang pelestarian lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan upaya preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kualitas lingkungan menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang kualitas kehidupan. Lingkungan yang terjaga dapat mendukung tersedianya sumber air bersih, udara yang sehat, serta ekosistem yang seimbang bagi masyarakat.

Ia menilai pembangunan daerah harus tetap berjalan dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Pembangunan, kata dia, tidak semestinya mengorbankan sumber daya alam yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat.

“Sebagai mahasiswa pecinta alam, kami memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kelestarian lingkungan sebagai warisan bagi generasi mendatang. Alam bukan hanya milik kita hari ini, tetapi juga hak anak cucu yang wajib kita jaga bersama,” tegasnya.

Dalam konteks tersebut, IPBK Palu-Sulawesi Tengah memandang perlindungan kawasan karst Banggai Kepulauan sebagai tanggung jawab bersama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan.

IPBK mendorong Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, serta seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat pengawasan terhadap kawasan karst, menjalankan regulasi lingkungan secara konsisten, serta menyusun kebijakan pembangunan yang mengedepankan prinsip keberlanjutan dan pelestarian lingkungan.

Perlindungan kawasan karst, menurut IPBK, tidak hanya berkaitan dengan upaya mempertahankan bentang alam. Lebih jauh, langkah tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan sumber air bersih, mempertahankan keanekaragaman hayati, mengurangi risiko bencana ekologis, serta melindungi kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Meifa juga mengajak masyarakat, khususnya generasi muda Banggai Kepulauan, untuk ikut mengambil peran dalam menjaga lingkungan serta meningkatkan kepedulian terhadap keberadaan kawasan karst.

Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat diperlukan agar kekayaan alam Banggai Kepulauan dapat tetap terjaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Menjaga kawasan karst berarti menjaga kehidupan. Melindungi alam hari ini adalah investasi bagi kesehatan, kesejahteraan, dan keberlangsungan generasi Banggai Kepulauan di masa depan,” tutup Meifa Salsabila.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi IPBK Berbuah Sikap DPRD: Karst Banggai Kepulauan Tak Boleh Dikorbankan

    Aksi IPBK Berbuah Sikap DPRD: Karst Banggai Kepulauan Tak Boleh Dikorbankan

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • visibility 435
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Aksi demonstrasi Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu, Sulawesi Tengah, terhadap aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan mulai membuahkan hasil. Suara penolakan yang disampaikan mahasiswa dan pemuda Banggai Kepulauan di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah mendapat respons serius melalui Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPRD Sulteng pada 28 […]

  • TATA CARA PENYAMPAIAN PENGADUAN KE KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK)

    TATA CARA PENYAMPAIAN PENGADUAN KE KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK)

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • visibility 964
    • 0Komentar

    Dalam rangka mendukung upaya pemberantasan tindak pidana korupsi serta agar setiap pengaduan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara efektif oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kami sampaikan kepada masyarakat hal-hal sebagai berikut: 📝 Persyaratan Pengaduan Setiap pengaduan yang disampaikan kepada KPK wajib dilengkapi dengan data dan dokumen yang mengindikasikan adanya tindak pidana korupsi, antara lain: Kronologis kasus yang […]

  • SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    SPBU Buko Bantah Kelangkaan BBM, Akui Ada Pemangkasan Kuota Pertalite

    • calendar_month Jum, 26 Sep 2025
    • visibility 678
    • 0Komentar

    BUKO, tatandak.id – Polemik penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mencuat. Kali ini, sorotan publik tertuju pada SPBU Buko di Desa Labasiano. Pasalnya, dalam rapat yang digelar Pemerintah Daerah pada Rabu (17/09/2025) membahas polemik BBM, SPBU Buko menjadi satu-satunya SPBU yang tidak mengirimkan perwakilannya. Selain itu, masyarakat setempat juga mengeluhkan kelangkaan […]

  • Gusti Farel: Laut Popidolon Terancam Bom Ikan, Pelapor Diintimidasi, Negara Diminta Bertindak Tegas

    Gusti Farel: Laut Popidolon Terancam Bom Ikan, Pelapor Diintimidasi, Negara Diminta Bertindak Tegas

    • calendar_month Sab, 29 Agu 2026
    • visibility 229
    • 0Komentar

    POPIDOLON (BANGKEP), tatandak.id – Ancaman terhadap kelestarian laut dan keselamatan masyarakat pesisir menjadi perhatian serius warga Desa Popidolon, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan. Ketua KOMPAK Renjala Teluk Kembar, Gusti Farel, mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum mengambil langkah nyata untuk melindungi wilayah pesisir sekaligus memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat yang aktif menjaga laut. Gusti Farel […]

  • Rahmat B. Lamuni Soroti Ancaman terhadap Penjaga Laut di Okumel: “Laut Sehat Tak Lahir dari Masyarakat yang Ketakutan”

    Rahmat B. Lamuni Soroti Ancaman terhadap Penjaga Laut di Okumel: “Laut Sehat Tak Lahir dari Masyarakat yang Ketakutan”

    • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
    • visibility 307
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan destructive fishing atau penangkapan ikan dengan cara merusak kembali menjadi perhatian di perairan Desa Okumel, Kecamatan Liang, Kabupaten Banggai Kepulauan. Selain kerusakan ekosistem laut, praktik tersebut disebut telah menimbulkan tekanan dan intimidasi terhadap masyarakat yang berupaya menjaga wilayah pesisir. Rahmat B. Lamuni menyebutkan mengenai kondisi perairan Okumel, menyoroti bahwa persoalan […]

  • Masyarakat Totikum Beraksi: Swadaya dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sambil Menunggu Perhatian Pemerintah

    Masyarakat Totikum Beraksi: Swadaya dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sambil Menunggu Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 407
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Masyarakat Kecamatan Totikum membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap daerahnya tidak pernah padam. Pada Sabtu (26/07/2025), mereka mulai melakukan perbaikan jalan rusak secara swadaya dan gotong royong, dimulai dari Desa Batang Babasal hingga Desa Sambiut. Ini adalah bentuk nyata dari inisiatif masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur yang sangat dibutuhkan, meski belum ada […]

error: Content is protected !!
expand_less