Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

  • calendar_month 3 jam yang lalu
  • visibility 46
  • comment 0 komentar

BANGKEP (02/08/2026), tatandak.idKerusakan terumbu karang yang terus terjadi mengancam keberlangsungan nelayan tradisional pengguna bubu di wilayah pesisir. Menyusutnya habitat ikan akibat degradasi ekosistem laut menyebabkan hasil tangkapan nelayan terus menurun, sekaligus mengancam kelestarian pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bubu merupakan alat tangkap tradisional yang dibuat secara manual dan telah lama digunakan masyarakat pesisir sebagai alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Salah satu nelayan yang masih mempertahankan penggunaan alat tangkap tersebut adalah Pak Adam J. Selama puluhan tahun, ia menggantungkan penghidupan keluarganya dari hasil tangkapan menggunakan bubu.

Menurut Pak Adam J, keberhasilan penggunaan bubu sangat bergantung pada kondisi habitat bawah laut. Setiap jenis terumbu karang memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memengaruhi jenis ikan yang dapat ditangkap.

“Beda karang, beda juga jenis ikan yang tertangkap. Karena itu, penempatan bubu harus disesuaikan dengan kondisi karang dan ikan targetnya,” ujar Pak Adam J.

Pengetahuan tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir yang diperoleh melalui pengalaman panjang dalam memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Namun, kondisi terumbu karang saat ini semakin memprihatinkan. Di sejumlah lokasi, tutupan karang hidup yang masih berada dalam kondisi baik diperkirakan hanya berkisar 10 hingga 20 persen. Penurunan kualitas habitat tersebut berdampak langsung terhadap berkurangnya populasi ikan yang menjadi sumber penghidupan nelayan tradisional.

Kerusakan ekosistem laut diduga masih dipicu oleh praktik perusakan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah bersama aparat penegak hukum dalam menjaga kelestarian sumber daya pesisir.

Di sisi lain, proses penegakan hukum terhadap pelaku perusakan laut masih menghadapi berbagai kendala. Persyaratan pembuktian yang tidak mudah serta sanksi yang dinilai belum memberikan efek jera menjadi faktor yang turut memengaruhi upaya perlindungan ekosistem laut. Selain itu, pembinaan terhadap pelaku di lembaga pemasyarakatan juga dinilai perlu diperkuat agar tidak mengulangi perbuatannya setelah menjalani hukuman.

Pengamat dan pemerhati lingkungan menilai, pelestarian terumbu karang tidak hanya penting bagi keberlanjutan ekosistem laut, tetapi juga untuk menjaga mata pencaharian masyarakat pesisir serta mempertahankan warisan budaya berupa teknologi penangkapan ikan tradisional yang ramah lingkungan.

Melindungi terumbu karang berarti menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, mempertahankan kehidupan nelayan tradisional, serta memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati manfaat laut yang sehat dan lestari. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat pesisir, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan agar warisan leluhur tetap terjaga sekaligus mendukung terwujudnya ekonomi biru yang berkelanjutan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    Rekomendasi BBM Pertanian di Bangkep Diduga Jadi Celah Pengecer, Dinas Pertanian Akui Mayoritas Pemohon Bukan Petani

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 585
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Distribusi BBM bersubsidi sektor pertanian di Banggai Kepulauan makin disorot publik. Fakta mencengangkan terungkap dalam rapat resmi Pemda Bangkep (17/09/2025), ketika Kepala Dinas Pertanian Sumiati Manompo, SP., MM., secara terbuka mengakui bahwa mayoritas pemohon rekomendasi BBM adalah pengecer, bukan petani pemilik alat dan mesin pertanian (alsintan). “Rata-rata yang mengambil rekomendasi adalah […]

  • Aulia Abd Bady: Kamimo Banggai di Usia ke-23 Adalah Rumah Proses, Harapan, dan Cinta

    Aulia Abd Bady: Kamimo Banggai di Usia ke-23 Adalah Rumah Proses, Harapan, dan Cinta

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • visibility 462
    • 0Komentar

    BANGGAI, tatandak.id – Kader Kamimo Banggai, Aulia Abd Bady, menyampaikan doa dan harapannya pada momentum hari ulang tahun Kamimo Banggai ke-XXIII. Menurutnya, usia 23 tahun menjadi bukti perjalanan panjang Kamimo Banggai dalam merawat identitas, membentuk karakter, dan memberikan kontribusi bagi daerah, bangsa, serta negara. Aulia Abd Bady menilai, Kamimo Banggai bukan sekadar nama organisasi. Lebih […]

  • Perusda Bangkep: Kapal Besar yang Tak Kunjung Berlayar

    Perusda Bangkep: Kapal Besar yang Tak Kunjung Berlayar

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • visibility 979
    • 0Komentar

    Oleh: HENDRO ARIBOWO Di tengah limpahan kekayaan alam dan budaya Banggai Kepulauan, kita dihadapkan pada ironi yang menyesakkan. Potensi melimpah, tapi Pendapatan Asli Daerah (PAD) jalan di tempat. Kita memiliki laut yang luas, tanah yang subur, dan daya tarik wisata yang memukau, tapi tetap saja kita bergantung pada sumber pemasukan yang itu-itu saja. Di tengah […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Kasus PPPK Bangkep Bukti Ada yang “Kebal Hukum” di Daerah

    Muhammad Saleh Gasin: Kasus PPPK Bangkep Bukti Ada yang “Kebal Hukum” di Daerah

    • calendar_month Sab, 18 Okt 2025
    • visibility 1.376
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Kasus dugaan pemalsuan dokumen PPPK di lingkungan BPBD Kabupaten Banggai Kepulauan kembali menjadi perhatian publik setelah muncul sejumlah kejanggalan dalam proses penegakan hukumnya. Di balik jalannya persidangan yang kini sudah berlangsung di Pengadilan Negeri Luwuk, tersimpan kisah panjang tentang bagaimana perkara ini sempat mandek, bolak-balik antara Polres Bangkep dan Kejaksaan Negeri […]

  • Di Balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang Berbahaya, Ada Raslan yang Diam-Diam Menyelamatkan Pengendara

    Di Balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang Berbahaya, Ada Raslan yang Diam-Diam Menyelamatkan Pengendara

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • visibility 284
    • 0Komentar

    BANGKEP (Patukuki), tatandak.id – Tidak semua pahlawan mengenakan seragam atau memiliki jabatan penting. Sebagian hadir dalam kesederhanaan, bekerja dalam diam, dan mengabdikan dirinya demi keselamatan orang lain. Sosok itu adalah Raslan, warga Desa Patukuki yang dengan tulus menjaga keselamatan para pengguna jalan di kawasan Tanjakan Batu Togong Patukuki. Tanjakan Batu Togong dikenal sebagai salah satu […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Jerigen BBM di Bangkep Jangan Dilarang Total, Tapi Harus Ditertibkan Ketat

    Muhammad Saleh Gasin: Jerigen BBM di Bangkep Jangan Dilarang Total, Tapi Harus Ditertibkan Ketat

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • visibility 583
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id  – Persoalan penggunaan jerigen dalam distribusi BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan dinilai tidak bisa lagi dipandang secara sederhana. Bagi sebagian masyarakat, jerigen memang menjadi alat untuk bertahan hidup, terutama bagi warga desa terpencil yang jauh dari SPBU. Namun di sisi lain, jerigen juga diduga telah berubah menjadi salah satu jalur utama penyimpangan […]

error: Content is protected !!
expand_less