Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

Terumbu Karang Rusak, Warisan Nelayan Bubu Kian Terancam

  • calendar_month Ming, 2 Agu 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar

BANGKEP (02/08/2026), tatandak.idKerusakan terumbu karang yang terus terjadi mengancam keberlangsungan nelayan tradisional pengguna bubu di wilayah pesisir. Menyusutnya habitat ikan akibat degradasi ekosistem laut menyebabkan hasil tangkapan nelayan terus menurun, sekaligus mengancam kelestarian pengetahuan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Bubu merupakan alat tangkap tradisional yang dibuat secara manual dan telah lama digunakan masyarakat pesisir sebagai alat penangkapan ikan yang ramah lingkungan. Salah satu nelayan yang masih mempertahankan penggunaan alat tangkap tersebut adalah Pak Adam J. Selama puluhan tahun, ia menggantungkan penghidupan keluarganya dari hasil tangkapan menggunakan bubu.

Menurut Pak Adam J, keberhasilan penggunaan bubu sangat bergantung pada kondisi habitat bawah laut. Setiap jenis terumbu karang memiliki karakteristik yang berbeda sehingga memengaruhi jenis ikan yang dapat ditangkap.

“Beda karang, beda juga jenis ikan yang tertangkap. Karena itu, penempatan bubu harus disesuaikan dengan kondisi karang dan ikan targetnya,” ujar Pak Adam J.

Pengetahuan tersebut merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat pesisir yang diperoleh melalui pengalaman panjang dalam memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Namun, kondisi terumbu karang saat ini semakin memprihatinkan. Di sejumlah lokasi, tutupan karang hidup yang masih berada dalam kondisi baik diperkirakan hanya berkisar 10 hingga 20 persen. Penurunan kualitas habitat tersebut berdampak langsung terhadap berkurangnya populasi ikan yang menjadi sumber penghidupan nelayan tradisional.

Kerusakan ekosistem laut diduga masih dipicu oleh praktik perusakan yang dilakukan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah bersama aparat penegak hukum dalam menjaga kelestarian sumber daya pesisir.

Di sisi lain, proses penegakan hukum terhadap pelaku perusakan laut masih menghadapi berbagai kendala. Persyaratan pembuktian yang tidak mudah serta sanksi yang dinilai belum memberikan efek jera menjadi faktor yang turut memengaruhi upaya perlindungan ekosistem laut. Selain itu, pembinaan terhadap pelaku di lembaga pemasyarakatan juga dinilai perlu diperkuat agar tidak mengulangi perbuatannya setelah menjalani hukuman.

Pengamat dan pemerhati lingkungan menilai, pelestarian terumbu karang tidak hanya penting bagi keberlanjutan ekosistem laut, tetapi juga untuk menjaga mata pencaharian masyarakat pesisir serta mempertahankan warisan budaya berupa teknologi penangkapan ikan tradisional yang ramah lingkungan.

Melindungi terumbu karang berarti menjaga keberlanjutan sumber daya ikan, mempertahankan kehidupan nelayan tradisional, serta memastikan generasi mendatang tetap dapat menikmati manfaat laut yang sehat dan lestari. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat penegak hukum, masyarakat pesisir, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan agar warisan leluhur tetap terjaga sekaligus mendukung terwujudnya ekonomi biru yang berkelanjutan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammad Nazaruddin, Pecatur Asal Banggai Kepulauan Raih Juara 3 di Open Turnamen Catur Kapolres Cup III Morowali

    Muhammad Nazaruddin, Pecatur Asal Banggai Kepulauan Raih Juara 3 di Open Turnamen Catur Kapolres Cup III Morowali

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • visibility 904
    • 0Komentar

    MOROWALI, tatandak.id – Muhammad Nazaruddin, seorang pecatur asal Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Banggai Kepulauan, berhasil meraih juara 3 dalam Open Turnamen Catur Kapolres Cup III yang digelar pada 28 hingga 29 Juni 2025 di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Morowali. Prestasi ini semakin membanggakan karena Nazaruddin berhasil bersaing dengan para pecatur berpengalaman, termasuk beberapa master nasional […]

  • Kasus Dugaan Keracunan MBG di Bangkep, Taufik Hidayat E. Lapasang Kritik Lemahnya Pengawasan

    Kasus Dugaan Keracunan MBG di Bangkep, Taufik Hidayat E. Lapasang Kritik Lemahnya Pengawasan

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • visibility 714
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah untuk meningkatkan gizi pelajar justru menimbulkan masalah serius di Kabupaten Banggai Kepulauan. Sedikitnya 200 lebih siswa SMP, SMA, dan SMK di Kota Salakan dilaporkan mengalami keracunan usai mengonsumsi makanan dari program tersebut pada Rabu (17/09/2025). Para korban mengalami gejala muntah-muntah, diare, serta sakit […]

  • Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng Kritik Keras Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad yang Dinilai Memberatkan Mahasiswa Kepulauan

    Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulteng Kritik Keras Kebijakan Pemeriksaan Kesehatan Untad yang Dinilai Memberatkan Mahasiswa Kepulauan

    • calendar_month Sen, 20 Apr 2026
    • visibility 564
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu, Sulawesi Tengah, melontarkan kritik tegas terhadap kebijakan pemeriksaan kesehatan yang diwajibkan dilakukan langsung di kampus Universitas Tadulako (Untad). Melalui Ketua Umum IPBK Palu, Nasrun, kebijakan tersebut dinilai belum berpihak kepada calon mahasiswa yang berasal dari wilayah kepulauan, khususnya Banggai Kepulauan. Pasalnya, mereka harus menanggung biaya perjalanan yang […]

  • Zahwa Qairrunissa: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Kepentingan Jangka Pendek

    Zahwa Qairrunissa: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Kepentingan Jangka Pendek

    • calendar_month Jum, 7 Agu 2026
    • visibility 152
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Pengurus Ikatan Pemuda Banggai Kepulauan (IPBK) Palu-Sulawesi Tengah, Zahwa Qairrunissa, menegaskan bahwa kawasan karst di Kabupaten Banggai Kepulauan merupakan bentang alam yang memiliki fungsi ekologis strategis dan berkaitan erat dengan keberlangsungan hidup masyarakat. Karena itu, menurut Zahwa, keberadaan kawasan karst harus dilindungi dari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem secara permanen, termasuk […]

  • Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • visibility 771
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id — Masyarakat pesisir Kecamatan Liang, Bangkep, Sulawesi Tengah, kembali mengeluhkan aktivitas kapal penangkapan ikan modern atau “Pajeko” yang beroperasi di zona tangkap nelayan kecil tradisional. Keluhan masyarakat nelayan ini diteruskan melalui grup diskusi publik BSH oleh Advokat Muhammad Saleh Gasin “Ini salah satu kebocoran sumber daya perikanan Bangkep. Ratusan dan mungkin ribuan box […]

  • Kerusakan Nozzle SPBU Bonepuso Sebabkan Kelangkaan BBM di Bulagi Selatan

    Kerusakan Nozzle SPBU Bonepuso Sebabkan Kelangkaan BBM di Bulagi Selatan

    • calendar_month Kam, 25 Sep 2025
    • visibility 527
    • 0Komentar

    BULAGI SELATAN, tatandak.id – Dalam sepekan terakhir masyarakat Kecamatan Bulagi Selatan mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM). Warga mengeluhkan Pertalite yang semakin langka, bahkan penjualan eceran di kios nyaris tidak tersedia. Kalaupun ada, harganya melonjak hingga Rp15 ribu per botol. Hasil penelusuran tatandak.id mengungkapkan, kelangkaan ini terjadi karena Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) […]

error: Content is protected !!
expand_less