Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Nata Riko Wijaya: Indeks Desa Jadi Kunci Akurasi Data dan Pembangunan Desa yang Tepat Sasaran

Nata Riko Wijaya: Indeks Desa Jadi Kunci Akurasi Data dan Pembangunan Desa yang Tepat Sasaran

  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 72
  • comment 0 komentar



TATANDAK.ID
– Pembangunan desa tidak lagi dapat dilakukan hanya berdasarkan asumsi, kebiasaan program tahunan, atau sekadar mengejar penyerapan anggaran. Di tengah semakin kompleksnya tantangan pembangunan, Indeks Desa hadir sebagai instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Pegiat Desa sekaligus Pendamping Desa, Nata Riko Wijaya, yang menegaskan bahwa Indeks Desa menjadi fondasi utama dalam mewujudkan perencanaan pembangunan berbasis data (evidence-based planning).

“Pertanyaan mendasar dalam pembangunan desa selalu sama, yakni dari mana kita harus memulai. Jawabannya adalah dari data yang akurat. Indeks Desa memberikan gambaran kondisi riil desa sehingga pembangunan tidak lagi berjalan berdasarkan asumsi,” ujar Nata Riko Wijaya.

Menurutnya, hadirnya regulasi terbaru mengenai tata kelola desa dan prioritas penggunaan Dana Desa Tahun 2026, seperti Permendesa PDT Nomor 16 Tahun 2025 serta penguatan sistem data tunggal melalui PP Nomor 16 Tahun 2026, semakin mempertegas bahwa setiap perencanaan dan alokasi anggaran harus mengacu pada rekomendasi data Indeks Desa yang akurat.

Bagi para pegiat dan pendamping desa yang setiap hari mendampingi pemerintah desa di lapangan, lanjut Nata, Indeks Desa bukan sekadar pelengkap administrasi. Instrumen tersebut menjadi terobosan yang mampu memastikan pembangunan desa berjalan lebih terarah, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Nata menjelaskan, masih banyak pembangunan yang kurang memberikan manfaat optimal karena sejak awal tidak didasarkan pada data yang valid. Akibatnya, fasilitas yang dibangun tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui pemutakhiran Indeks Desa Tahun 2026, kondisi desa dipotret secara menyeluruh melalui enam dimensi utama, yakni layanan dasar, kondisi sosial, ekonomi, lingkungan, aksesibilitas, dan tata kelola pemerintahan desa.

“Indeks Desa ibarat pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dari situ kita mengetahui sektor mana yang sudah baik dan sektor mana yang masih memerlukan perhatian serius,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pendataan yang dilakukan secara objektif melalui legalitas Surat Keputusan (SK) Pendataan Indeks Desa serta pendampingan yang baik akan menghasilkan data yang dapat dipercaya. Data tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan sehingga mampu meminimalkan subjektivitas dalam Musyawarah Desa (Musdes) dan memastikan seluruh kebutuhan prioritas desa terakomodasi.

Menurut Nata Riko Wijaya, manfaat Indeks Desa tidak hanya dirasakan pemerintah desa, tetapi juga pemerintah kabupaten hingga para pegiat desa dan media.

Bagi pemerintah desa, hasil Indeks Desa menjadi panduan dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) maupun Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa). Melalui indikator yang tersedia, pemerintah desa dapat mengetahui posisi pembangunan saat ini sekaligus menentukan target yang harus dicapai.

Sementara bagi pemerintah kabupaten, Indeks Desa menjadi peta yang menunjukkan tingkat ketimpangan antarwilayah sehingga memudahkan penentuan kebijakan, alokasi bantuan keuangan, maupun program intervensi yang lebih tepat sasaran.

“Data Indeks Desa juga menjadi ruang kolaborasi bagi pegiat desa dan media untuk melakukan pengawasan serta advokasi pembangunan secara konstruktif karena seluruh perkembangan desa dapat diukur secara objektif,” ungkapnya.

Meski demikian, Nata mengakui proses menghasilkan data Indeks Desa yang berkualitas bukan pekerjaan mudah. Sejumlah tantangan masih ditemui di lapangan, mulai dari keterbatasan sumber daya manusia pendata, kendala jaringan internet di wilayah terpencil, hingga potensi bias dalam pengisian instrumen.

Karena itu, pendampingan difokuskan pada tiga aspek utama, yakni meningkatkan literasi dan pemahaman aparatur desa mengenai pentingnya data, melakukan validasi serta verifikasi agar data sesuai kondisi riil, dan mengawal agar hasil rekomendasi Indeks Desa benar-benar menjadi dasar pembahasan dalam Musdes untuk penyusunan RKP Desa dan APB Desa.

Nata menegaskan, regulasi mengenai Indeks Desa telah memberikan arah yang jelas bagi pembangunan desa. Namun, keberhasilannya sangat bergantung pada komitmen seluruh pihak dalam mengimplementasikannya.

“Regulasi adalah kompas, tetapi kompas tidak akan membawa kita ke tujuan apabila tidak ada kemauan untuk melangkah. Ketika anggaran desa disusun berdasarkan data yang akurat, pembangunan akan semakin efektif, kemiskinan dapat ditekan lebih cepat, dan kesejahteraan masyarakat desa dapat diwujudkan secara nyata,” katanya.

Ia mengajak seluruh pemerintah desa, pemerintah kabupaten, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Indeks Desa sebagai dasar utama dalam setiap proses perencanaan pembangunan.

“Dari data yang akurat lahir keputusan yang tepat, dan dari keputusan yang tepat akan lahir desa yang mandiri, maju, dan sejahtera,” tutup Nata Riko Wijaya.

Rekomendasi
Bagi Pemerintah Kabupaten

  • Menjadikan Indeks Desa sebagai dasar penyusunan kebijakan, alokasi bantuan keuangan, penanganan kemiskinan, dan pemerataan pembangunan antarwilayah.
  • Memperkuat kapasitas SDM pendata melalui pelatihan dan pendampingan teknis secara berkelanjutan.
  • Menyinkronkan RKPD dengan RKP Desa agar program kabupaten benar-benar menjawab indikator Indeks Desa yang masih memerlukan perhatian.

Bagi Pemerintah Desa

  • Menjaga objektivitas pendataan sesuai kondisi riil di lapangan.
  • Menjadikan hasil analisis Indeks Desa sebagai bahan utama dalam Musyawarah Desa untuk penyusunan RKP Desa dan APB Desa.
  • Membuka akses informasi hasil pemutakhiran Indeks Desa kepada masyarakat sebagai bentuk transparansi dan penguatan partisipasi publik.
  • Penulis: Nata Riko Wijaya
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gelombang Keprihatinan di Bangkep, Muhammad Saleh Gasin Ajak Semua Pihak Bersatu Lindungi Anak dari Predator Seksual

    Gelombang Keprihatinan di Bangkep, Muhammad Saleh Gasin Ajak Semua Pihak Bersatu Lindungi Anak dari Predator Seksual

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • visibility 1.200
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Salah satu yang turut menyuarakan keprihatinan tersebut adalah Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., Ketua Yayasan Klinik Bantuan Hukum di Kabupaten Banggai Kepulauan, yang menilai bahwa persoalan ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga […]

  • Tinjau Jembatan Binuntuli, Sekda Bangkep Sambangi Empat Posko KKN dan Beri Semangat Mahasiswa

    Tinjau Jembatan Binuntuli, Sekda Bangkep Sambangi Empat Posko KKN dan Beri Semangat Mahasiswa

    • calendar_month Sen, 27 Jul 2026
    • visibility 40
    • 0Komentar

    BANGKEP (26/7/2026), tatandak.id – Di sela agenda peninjauan kondisi Jembatan Binuntuli di Kecamatan Liang, Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muhamad Aris Susanto, SE., ME, menyempatkan diri mengunjungi empat posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa yang berada di wilayah tersebut. Peninjauan jembatan dilakukan untuk memastikan kondisi infrastruktur tetap mendukung kelancaran akses transportasi masyarakat sekaligus mendorong percepatan […]

  • SEKDA Banggai Kepulauan Tekankan Kepemimpinan dan Perubahan Sosial di PKM/PT-II KaMIMo Banggai Angkatan VII

    SEKDA Banggai Kepulauan Tekankan Kepemimpinan dan Perubahan Sosial di PKM/PT-II KaMIMo Banggai Angkatan VII

    • calendar_month Sen, 25 Mei 2026
    • visibility 259
    • 0Komentar

    BANGGAI, tatandak.id – Kegiatan Prospek Kepemimpinan Montolutusan (PKM)/PT-II KaMIMo Banggai Angkatan VII berlangsung penuh semangat intelektual dan nuansa kepemimpinan melalui penyampaian materi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banggai Kepulauan, Muhamad Aris Susanto. Dalam kesempatan tersebut, beliau membawakan dua materi strategis yang menitikberatkan pada pentingnya kepemimpinan organisasi dan pembangunan sosial di tengah dinamika perubahan masyarakat. Materi pertama […]

  • Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

    Sahrial Mori: “Haruskah Ribuan Warga Bangkep Jadi Korban Demi PAD? Gunung yang Hilang, Kehidupan yang Terancam”

    • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Rencana aktivitas tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) kembali menuai penolakan dari berbagai kalangan masyarakat. Kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan ancaman terhadap sumber kehidupan warga menjadi alasan utama munculnya gelombang penolakan tersebut. Tokoh masyarakat Bangkep, Sahrial Mori, menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan lingkungan hidup dan keselamatan […]

  • Di Balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang Berbahaya, Ada Raslan yang Diam-Diam Menyelamatkan Pengendara

    Di Balik Tanjakan Batu Togong Patukuki yang Berbahaya, Ada Raslan yang Diam-Diam Menyelamatkan Pengendara

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • visibility 284
    • 0Komentar

    BANGKEP (Patukuki), tatandak.id – Tidak semua pahlawan mengenakan seragam atau memiliki jabatan penting. Sebagian hadir dalam kesederhanaan, bekerja dalam diam, dan mengabdikan dirinya demi keselamatan orang lain. Sosok itu adalah Raslan, warga Desa Patukuki yang dengan tulus menjaga keselamatan para pengguna jalan di kawasan Tanjakan Batu Togong Patukuki. Tanjakan Batu Togong dikenal sebagai salah satu […]

  • Orang Tua Riyan Nugraha Bertemu Kapolda Sulteng: Harapan Keadilan Terus Digelorakan

    Orang Tua Riyan Nugraha Bertemu Kapolda Sulteng: Harapan Keadilan Terus Digelorakan

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.704
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Orang tua Riyan Nugraha, yaitu Harun Hasan dan Sunarti La Naa, bertemu dengan Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, dalam sebuah audiensi yang berlangsung di kantor Polda Sulteng. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh harapan, dengan keluarga korban mengungkapkan keinginan mereka untuk mendapatkan keadilan yang setimpal atas kematian anak mereka yang […]

error: Content is protected !!
expand_less