Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Kevin Lapendos Temui Bupati dan Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Desak Penuntasan Dugaan Penyimpangan Desa Kalumbatan hingga Polemik Kampung Nelayan

Kevin Lapendos Temui Bupati dan Wakil Bupati Banggai Kepulauan, Desak Penuntasan Dugaan Penyimpangan Desa Kalumbatan hingga Polemik Kampung Nelayan

  • calendar_month Rab, 17 Jun 2026
  • visibility 342
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Berbagai persoalan yang mencuat di Desa Kalumbatan akhirnya mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan. Koordinator Aliansi Pemuda Kalumbatan, Kevin Lapendos, diterima oleh Bupati Banggai Kepulauan Rusli Moidady dan Wakil Bupati Serfi Kambey dalam audiensi yang berlangsung di Kantor Bupati, Senin (15/6/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting bagi Aliansi Pemuda Kalumbatan untuk menyampaikan secara langsung sejumlah laporan dan tuntutan yang selama ini disuarakan kepada publik. Mulai dari dugaan pungutan liar (pungli) retribusi pasar, dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa, hingga polemik pembangunan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Kalumbatan.

Dalam penyampaiannya, Kevin menegaskan bahwa berbagai persoalan tersebut tidak dapat lagi dianggap sebagai isu biasa. Menurutnya, masyarakat berhak mendapatkan penjelasan yang transparan atas sejumlah pertanyaan yang hingga kini belum terjawab.

“Kami datang bukan membawa kepentingan pribadi. Kami membawa suara masyarakat yang selama ini menuntut kejelasan, transparansi, dan pertanggungjawaban atas berbagai persoalan yang terjadi di Desa Kalumbatan,” tegas Kevin di hadapan Bupati dan Wakil Bupati.

Aliansi Pemuda Kalumbatan secara resmi meminta Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan mengambil langkah konkret terhadap berbagai dugaan penyimpangan yang menjadi keluhan masyarakat.

Sejumlah tuntutan yang disampaikan dalam audiensi tersebut meliputi pembentukan tim audit dan evaluasi khusus bersama Inspektorat, Polres, dan Kejaksaan; audit investigatif terhadap pengelolaan Dana Desa, Alokasi Dana Desa (ADD), serta sumber pendapatan desa lainnya; pemeriksaan legalitas dan pertanggungjawaban retribusi pasar; hingga keterbukaan dokumen proyek, realisasi anggaran, dan laporan pertanggungjawaban kepada publik.

Selain itu, Aliansi Pemuda Kalumbatan juga mendesak agar setiap temuan yang mengindikasikan pelanggaran hukum ditindaklanjuti secara profesional dan objektif, menjamin perlindungan terhadap hak demokrasi masyarakat, serta mengumumkan hasil pemeriksaan secara terbuka. Mereka juga meminta evaluasi terhadap penyelenggaraan pemerintahan Desa Kalumbatan dan pemberhentian kepala desa apabila terbukti melakukan pelanggaran dalam pengelolaan pemerintahan maupun keuangan desa.

Tak hanya menyoroti tata kelola pemerintahan desa, Kevin juga memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih dan TPI di Kalumbatan.

Menurutnya, proyek yang digadang-gadang menjadi penopang kesejahteraan nelayan tersebut justru memunculkan sejumlah persoalan di lapangan. Ia menilai kondisi pembangunan belum tertata dengan baik, pengawasan proyek masih lemah, dan terdapat aktivitas yang dianggap tidak mencerminkan profesionalisme dalam pelaksanaan pekerjaan.

Kevin bahkan menyoroti adanya aktivitas olahraga di area proyek saat pekerjaan belum sepenuhnya selesai. Menurutnya, kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keseriusan pengawasan dan pengelolaan proyek.

“Kami melihat sendiri bagaimana proyek yang seharusnya menjadi harapan nelayan justru memunculkan banyak pertanyaan. Di tengah pekerjaan yang belum selesai dan berbagai persoalan teknis yang belum terjawab, masih ada aktivitas yang menurut kami tidak etis dilakukan di area proyek. Ini menunjukkan lemahnya pengawasan,” ujarnya.

Atas dasar itu, ia meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut dan mempertimbangkan penghentian sementara apabila standar pengawasan serta pelaksanaannya tidak segera diperbaiki.

“Kalau model pengelolaannya seperti ini, lebih baik dihentikan sementara sampai ada evaluasi total. Jangan sampai uang negara terus berjalan tetapi hasilnya tidak memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat nelayan,” tambahnya.

Dalam audiensi tersebut, Kevin juga menegaskan bahwa langkah yang ditempuh Aliansi Pemuda Kalumbatan tidak berhenti pada penyampaian kritik dan aspirasi di ruang publik. Ia mengungkapkan bahwa laporan resmi terkait berbagai dugaan penyimpangan telah disampaikan kepada Polres Banggai Kepulauan untuk diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, jalur hukum menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh persoalan diperiksa secara objektif, transparan, dan berdasarkan fakta.

Audiensi yang berlangsung cukup panjang itu mendapat respons langsung dari Bupati Rusli Moidady dan Wakil Bupati Serfi Kambey. Keduanya disebut menyatakan komitmen untuk menindaklanjuti berbagai persoalan yang disampaikan Aliansi Pemuda Kalumbatan.

Respons tersebut disambut positif oleh Kevin. Namun ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal perkembangan kasus hingga seluruh proses berjalan tuntas.

“Kami menghargai respons positif dari Bupati dan Wakil Bupati. Namun kami akan tetap mengawal seluruh proses ini sampai tuntas. Kami tidak ingin persoalan ini berhenti pada audiensi atau janji semata,” katanya.

Kevin juga kembali menegaskan pentingnya evaluasi terhadap kepemimpinan Desa Kalumbatan, termasuk desakan pemberhentian kepala desa apabila nantinya terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan hasil pemeriksaan pihak berwenang.

“Desakan pemberhentian ini bukan soal suka atau tidak suka kepada seseorang. Ini adalah upaya agar persoalan serupa tidak terus berulang. Jika memang terbukti ada pelanggaran, maka harus ada tindakan tegas demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan desa,” ujarnya.

Bagi Aliansi Pemuda Kalumbatan, berbagai polemik yang terjadi di desa tersebut pada dasarnya bermuara pada satu persoalan mendasar: transparansi dan akuntabilitas pemerintahan.

Mereka menilai bahwa ketika masyarakat kesulitan memperoleh informasi, pengelolaan anggaran dipertanyakan, dan proyek-proyek publik memunculkan banyak tanda tanya, maka yang dipertaruhkan bukan hanya penggunaan uang negara, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

“Kami akan terus mengawal. Desa bukan milik segelintir orang. Desa adalah milik rakyat. Transparansi harus ditegakkan, dugaan penyimpangan harus diperiksa, dan setiap rupiah uang rakyat harus dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Kevin.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masyarakat Keluhkan Tidak Ada Kapal Pengganti Saat Feri Saiyong-Luwuk Docking, Aktivitas Ekonomi Bangkep Terganggu

    Masyarakat Keluhkan Tidak Ada Kapal Pengganti Saat Feri Saiyong-Luwuk Docking, Aktivitas Ekonomi Bangkep Terganggu

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • visibility 260
    • 0Komentar

    BANGKEP (30/05/2026), tatandak.id – Masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) mengeluhkan tidak adanya kapal pengganti selama kapal feri yang melayani lintasan Pelabuhan Saiyong-Luwuk menjalani docking. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sekitar satu bulan dan berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat. Sejumlah warga menilai ketiadaan kapal pengganti membuat distribusi hasil bumi keluar daerah mengalami hambatan. […]

  • Banggai Kepulauan Tidak Bisa Terus Diam, Muhammad Saleh Gasin Ajak Warga Lebih Sadar dan Berani

    Banggai Kepulauan Tidak Bisa Terus Diam, Muhammad Saleh Gasin Ajak Warga Lebih Sadar dan Berani

    • calendar_month Sel, 24 Mar 2026
    • visibility 1.003
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Banggai Kepulauan tidak bisa terus berada dalam kondisi diam di tengah berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat. Kesadaran dan keberanian warga dinilai menjadi kunci utama dalam mendorong perubahan yang lebih baik di daerah. Hal tersebut disampaikan oleh praktisi hukum atau advokat, Muhammad Saleh Gasin, yang selama ini aktif melakukan edukasi hukum serta […]

  • Marak Kasus Cabul Anak di Bangkep, PDI Perjuangan Minta Pengawasan Sekolah Diperketat

    Marak Kasus Cabul Anak di Bangkep, PDI Perjuangan Minta Pengawasan Sekolah Diperketat

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • visibility 284
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Terungkapnya kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di Kecamatan Bulagi Utara, Kabupaten Banggai Kepulauan, memicu keprihatinan mendalam dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Banggai Kepulauan. Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Bangkep, Meiyer Damima, SE., mengecam keras tindakan bejat tersebut dan meminta seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah, memperketat pengawasan di […]

  • Akhirnya Tuntas! Perjuangan Kades Asriel Meseang Berbuah Hasil, Bantuan Sapi Meselesek Kembali ke Penerima Sah

    Akhirnya Tuntas! Perjuangan Kades Asriel Meseang Berbuah Hasil, Bantuan Sapi Meselesek Kembali ke Penerima Sah

    • calendar_month Sab, 10 Okt 2026
    • visibility 247
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Perjuangan Kepala Desa Meselesek, Asriel Meseang, dalam mengawal hak masyarakat terkait polemik penyaluran bantuan ternak sapi dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah akhirnya membuahkan hasil. Setelah melalui rangkaian polemik dan mediasi yang melibatkan berbagai pihak, bantuan sapi untuk Kelompok Sinar Kasih akhirnya diserahkan kembali kepada penerima yang sah sesuai proposal, Sabtu (10/10/2026). […]

  • Orang Tua Riyan Nugraha Bertemu Kapolda Sulteng: Harapan Keadilan Terus Digelorakan

    Orang Tua Riyan Nugraha Bertemu Kapolda Sulteng: Harapan Keadilan Terus Digelorakan

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.767
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Orang tua Riyan Nugraha, yaitu Harun Hasan dan Sunarti La Naa, bertemu dengan Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, dalam sebuah audiensi yang berlangsung di kantor Polda Sulteng. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh harapan, dengan keluarga korban mengungkapkan keinginan mereka untuk mendapatkan keadilan yang setimpal atas kematian anak mereka yang […]

  • Sekretariat IKMBM Rusak Parah, Pasien Bangkep di Makassar Terabaikan, Pemda Diminta Tanggap

    Sekretariat IKMBM Rusak Parah, Pasien Bangkep di Makassar Terabaikan, Pemda Diminta Tanggap

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • visibility 1.488
    • 0Komentar

    MAKASSAR, tatandak.id — Kondisi memprihatinkan sekretariat Ikatan Keluarga Mahasiswa Banggai Kepulauan Makassar (IKMBM) mendapat sorotan tajam dari pembina organisasi sekaligus perwakilan pengurus, Aprianto Siduan. Ia menyuarakan keresahan mahasiswa dan pasien asal Bangkep yang selama ini menggantungkan tempat tinggal sementara mereka di sekretariat tersebut. Lewat sambungan telepon, Jumat (20/06/2025), Aprianto mengungkapkan, sejumlah ruangan di sekretariat IKMBM […]

error: Content is protected !!
expand_less