Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Jufri Hermawan: Investasi Tambang Gamping di Bangkep Harus Dilihat sebagai Peluang, Bukan Sekadar Ancaman

Jufri Hermawan: Investasi Tambang Gamping di Bangkep Harus Dilihat sebagai Peluang, Bukan Sekadar Ancaman

  • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
  • visibility 253
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.idPolemik rencana investasi tambang batu gamping yang belakangan ramai diperbincangkan di Kabupaten Banggai Kepulauan turut mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat Bangkep, Jufri Hermawan.

Dalam pernyataan sikap pribadinya sebagai warga Banggai Kepulauan, Jufri menilai bahwa isu investasi tambang gamping perlu dilihat secara jernih, proporsional, dan tidak semata-mata dengan pendekatan penolakan. Menurutnya, di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat ke daerah, hadirnya minat investor terhadap potensi batu gamping dapat menjadi peluang penting bagi Bangkep.

“Sebagai rakyat Bangkep, saya melihat bahwa kondisi keuangan daerah kita saat ini sedang pas-pasan. Efisiensi anggaran pusat ke daerah tentu berdampak langsung terhadap kemampuan daerah dalam membiayai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat,” ujar Jufri.

Ia menegaskan, kekayaan alam Banggai Kepulauan merupakan anugerah yang wajib disyukuri, dijaga, dan dikelola secara bijaksana. Namun, menjaga kekayaan alam bukan berarti menutup diri dari peluang investasi yang dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Menurut Jufri, dari berbagai potensi sumber daya alam Bangkep yang memiliki nilai komersial, batu gamping saat ini menjadi salah satu sektor yang mulai diminati investor. Karena itu, ia memandang kehadiran investasi tambang batu gamping sebagai “angin segar” bagi daerah, terutama ketika banyak daerah di Indonesia turut merasakan dampak tekanan fiskal akibat berbagai kebijakan nasional.

“Hadirnya investasi tambang batu gamping di Bangkep tentu dapat menjadi tambahan sumber penerimaan daerah, membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memberi insentif bagi keuangan daerah,” tegasnya.

Jufri mengakui bahwa Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam yang luar biasa indah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sektor-sektor lain yang diharapkan menjadi sumber investasi belum sepenuhnya menarik minat investor. Karena itu, daerah tidak boleh terus-menerus berada dalam posisi menunggu.

“Pertanyaannya, apakah kita akan terus menunggu sampai ada investasi di sektor lain? Atau kita mulai bergeliat, berinovasi, dan mengelola sumber daya alam yang ada secara bertanggung jawab?” katanya.

Ia menilai, kebutuhan daerah dan masyarakat hari ini bukan sesuatu yang bisa terus ditunda. Di saat daerah lain terus bergerak maju dengan mengelola potensi sumber daya alamnya, Banggai Kepulauan juga perlu berani mengambil langkah strategis, tanpa mengabaikan aspek lingkungan, kepentingan masyarakat, serta masa depan generasi berikutnya.

Meski demikian, Jufri menekankan bahwa dukungan terhadap investasi tidak boleh dimaknai sebagai pembiaran terhadap perusakan lingkungan. Investasi, katanya, harus tetap tunduk pada aturan, memperhatikan keberlanjutan lingkungan, melibatkan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Mendirikan bukan berarti merusak, dan menjaga bukan berarti berhenti. Kemajuan sejati tercapai ketika kita bisa membangun masa depan tanpa meninggalkan masa kini,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Jufri mengajak masyarakat Bangkep untuk melihat isu investasi dengan pikiran terbuka, hati yang tenang, dan keberanian menimbang manfaat serta risiko secara adil. Menurutnya, Bangkep tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengelola kekayaan itu untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita dinilai bukan hanya karena apa yang kita simpan, tapi karena bagaimana kita mengelola dan mengembangkannya agar bermanfaat bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Putra Banggai Kepulauan Kevin Lapendos Desak Polres dan Pemda Tindak Mafia BBM Subsidi

    Putra Banggai Kepulauan Kevin Lapendos Desak Polres dan Pemda Tindak Mafia BBM Subsidi

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • visibility 997
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Dugaan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mendapat sorotan tajam. Kritik keras kali ini datang dari Kevin Lapendos, putra daerah asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, yang saat ini tengah menempuh studi di Gorontalo. Kevin yang dikenal aktif mengawal isu-isu nasional maupun daerah menilai aparat penegak hukum dan […]

  • H. Sulaeman Husen: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Tambang Batu Gamping

    H. Sulaeman Husen: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Tambang Batu Gamping

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • visibility 190
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Isu penolakan terhadap rencana masuknya tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan semakin masif bergulir di tengah masyarakat pada April 2026. Gelombang penolakan itu juga disuarakan mahasiswa Banggai Kepulauan yang tergabung dalam organisasi IPBK Palu. Mahasiswa IPBK Palu bahkan mengajak seluruh pemuda Banggai Kepulauan yang berada di Kota Palu untuk mengikuti aksi […]

  • Muhammad Saleh Gasin Tegaskan Sikap soal Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Saya Tidak Anti-Investasi, Tapi Saya Menolak Jika Rakyat dan Alam Dikorbankan”

    Muhammad Saleh Gasin Tegaskan Sikap soal Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Saya Tidak Anti-Investasi, Tapi Saya Menolak Jika Rakyat dan Alam Dikorbankan”

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • visibility 167
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Advokat sekaligus putra daerah Banggai Kepulauan, Muhammad Saleh Gasin, akhirnya menyampaikan sikap terbuka terkait polemik tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan. Pernyataan ini disampaikan setelah mulai muncul pertanyaan dari sejumlah pihak mengenai posisi dirinya sebagai anak daerah terhadap rencana maupun aktivitas pertambangan batu gamping yang belakangan menjadi perhatian publik. Muhammad […]

  • KaMIMo Banggai Rayakan Milad ke-23, Teguhkan Komitmen Pemuda untuk Daerah dan Bangsa

    KaMIMo Banggai Rayakan Milad ke-23, Teguhkan Komitmen Pemuda untuk Daerah dan Bangsa

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • visibility 159
    • 0Komentar

    BANGGAI, tatandak.id – Kerukunan Mahasiswa Indonesia Montolutusan Banggai atau KaMIMo Banggai memperingati Milad ke-23 dengan penuh khidmat, hangat, dan semangat kebersamaan. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi, sekaligus mempertegas komitmen KaMIMo dalam mengambil peran nyata bagi kemajuan daerah dan bangsa. Mengusung tema “Menguatkan Solidaritas, Membangun Peradaban”, perayaan milad tersebut dihadiri oleh […]

  • Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    Kapal Pajeko Fiktif Diduga Jadi Modus Mainkan Kuota Solar di Bangkep

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • visibility 541
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Rapat resmi Pemda Banggai Kepulauan menguak dugaan praktik manipulasi dalam distribusi BBM bersubsidi sektor perikanan (17/09/2025). Fakta yang dipaparkan perwakilan Dinas Perikanan menunjukkan adanya klaim penggunaan kapal berkapasitas 30 gros ton atau sejenis kapal pajeko sebagai dasar pengajuan rekomendasi solar. Masalahnya, berdasarkan data resmi, tidak pernah tercatat keberadaan kapal pajeko di […]

  • Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    Kematian Ibu Guru Farida Usai Persalinan di RSUD Trikora Salakan Sisakan Banyak Pertanyaan

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • visibility 826
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Kematian Ibu Guru Farida, perempuan 27 tahun asal Desa Manggalai, Kecamatan Tinangkung, usai menjalani persalinan di RSUD Trikora Salakan, menyisakan banyak pertanyaan serius yang hingga kini belum terjawab terang. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa itu ke Polres Banggai Kepulauan. Di sisi lain, manajemen RSUD Trikora Salakan telah mengeluarkan rilis klarifikasi resmi yang menegaskan […]

error: Content is protected !!
expand_less