Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Jufri Hermawan: Investasi Tambang Gamping di Bangkep Harus Dilihat sebagai Peluang, Bukan Sekadar Ancaman

Jufri Hermawan: Investasi Tambang Gamping di Bangkep Harus Dilihat sebagai Peluang, Bukan Sekadar Ancaman

  • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
  • visibility 314
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Polemik rencana investasi tambang batu gamping yang belakangan ramai diperbincangkan di Kabupaten Banggai Kepulauan turut mendapat tanggapan dari tokoh masyarakat Bangkep, Jufri Hermawan.

Dalam pernyataan sikap pribadinya sebagai warga Banggai Kepulauan, Jufri menilai bahwa isu investasi tambang gamping perlu dilihat secara jernih, proporsional, dan tidak semata-mata dengan pendekatan penolakan. Menurutnya, di tengah kondisi keuangan daerah yang terbatas akibat efisiensi anggaran dari pemerintah pusat ke daerah, hadirnya minat investor terhadap potensi batu gamping dapat menjadi peluang penting bagi Bangkep.

“Sebagai rakyat Bangkep, saya melihat bahwa kondisi keuangan daerah kita saat ini sedang pas-pasan. Efisiensi anggaran pusat ke daerah tentu berdampak langsung terhadap kemampuan daerah dalam membiayai kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat,” ujar Jufri.

Ia menegaskan, kekayaan alam Banggai Kepulauan merupakan anugerah yang wajib disyukuri, dijaga, dan dikelola secara bijaksana. Namun, menjaga kekayaan alam bukan berarti menutup diri dari peluang investasi yang dapat memberikan manfaat bagi daerah dan masyarakat.

Menurut Jufri, dari berbagai potensi sumber daya alam Bangkep yang memiliki nilai komersial, batu gamping saat ini menjadi salah satu sektor yang mulai diminati investor. Karena itu, ia memandang kehadiran investasi tambang batu gamping sebagai “angin segar” bagi daerah, terutama ketika banyak daerah di Indonesia turut merasakan dampak tekanan fiskal akibat berbagai kebijakan nasional.

“Hadirnya investasi tambang batu gamping di Bangkep tentu dapat menjadi tambahan sumber penerimaan daerah, membuka lapangan pekerjaan, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memberi insentif bagi keuangan daerah,” tegasnya.

Jufri mengakui bahwa Banggai Kepulauan memiliki kekayaan alam yang luar biasa indah. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sektor-sektor lain yang diharapkan menjadi sumber investasi belum sepenuhnya menarik minat investor. Karena itu, daerah tidak boleh terus-menerus berada dalam posisi menunggu.

“Pertanyaannya, apakah kita akan terus menunggu sampai ada investasi di sektor lain? Atau kita mulai bergeliat, berinovasi, dan mengelola sumber daya alam yang ada secara bertanggung jawab?” katanya.

Ia menilai, kebutuhan daerah dan masyarakat hari ini bukan sesuatu yang bisa terus ditunda. Di saat daerah lain terus bergerak maju dengan mengelola potensi sumber daya alamnya, Banggai Kepulauan juga perlu berani mengambil langkah strategis, tanpa mengabaikan aspek lingkungan, kepentingan masyarakat, serta masa depan generasi berikutnya.

Meski demikian, Jufri menekankan bahwa dukungan terhadap investasi tidak boleh dimaknai sebagai pembiaran terhadap perusakan lingkungan. Investasi, katanya, harus tetap tunduk pada aturan, memperhatikan keberlanjutan lingkungan, melibatkan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata bagi daerah.

“Mendirikan bukan berarti merusak, dan menjaga bukan berarti berhenti. Kemajuan sejati tercapai ketika kita bisa membangun masa depan tanpa meninggalkan masa kini,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, Jufri mengajak masyarakat Bangkep untuk melihat isu investasi dengan pikiran terbuka, hati yang tenang, dan keberanian menimbang manfaat serta risiko secara adil. Menurutnya, Bangkep tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengelola kekayaan itu untuk kesejahteraan rakyat.

“Kita dinilai bukan hanya karena apa yang kita simpan, tapi karena bagaimana kita mengelola dan mengembangkannya agar bermanfaat bagi generasi yang akan datang,” pungkasnya.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irfan Kahar: Jangan Jadikan Banggai Kepulauan Korban Ekonomi Ekstraktif

    Irfan Kahar: Jangan Jadikan Banggai Kepulauan Korban Ekonomi Ekstraktif

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • visibility 197
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Gelombang penolakan masyarakat terhadap rencana aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) bukanlah bentuk sikap anti investasi. Penolakan ini lahir dari kesadaran kolektif masyarakat yang mulai memahami bahwa eksploitasi sumber daya alam tanpa arah pembangunan yang jelas hanya akan melahirkan ketimpangan, kerusakan ekologis, dan penderitaan sosial dalam jangka panjang. Menurut […]

  • Gambar Ilustrasi

    Dua Perkara Surat Palsu PPPK Bangkep Sudah Diputus, Satu Masih Sidang, Pelaku Utama Masih Bebas

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • visibility 1.120
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Dua perkara pemalsuan surat dalam proses Seleksi PPPK Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya diputus oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Luwuk. Namun satu perkara lainnya masih berjalan, sementara pihak yang diduga sebagai pelaku utama pembuat dokumen palsu hingga kini belum tersentuh proses hukum. Dua perkara yang telah diputus yakni nomor 152/Pid.B/2025/PN Lwk atas nama […]

  • DUKUNGAN PENUH (IKMBM) TERHADAP RENCANA “MATA WARGA” – WARGA DAN MAHASISWA JADI JURNALIS DESA

    DUKUNGAN PENUH (IKMBM) TERHADAP RENCANA “MATA WARGA” – WARGA DAN MAHASISWA JADI JURNALIS DESA

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • visibility 464
    • 0Komentar

    MAKASSAR, tatandak.id – Pembina Organisasi IKMBM, Aprianto Siduan bersama pengurus memberikan dukungan penuh terhadap rencana “Mata Warga”, inisiatif di mana warga desa dan organisasi mahasiswa berperan sebagai jurnalis mandiri. Selain menyampaikan informasi akurat dan membangun kepercayaan publik, program ini juga menguatkan peran masyarakat sebagai jembatan yang menghubungkan potensi desa dan komunitas mahasiswa ke dunia luar, […]

  • Masyarakat Keluhkan Tidak Ada Kapal Pengganti Saat Feri Saiyong-Luwuk Docking, Aktivitas Ekonomi Bangkep Terganggu

    Masyarakat Keluhkan Tidak Ada Kapal Pengganti Saat Feri Saiyong-Luwuk Docking, Aktivitas Ekonomi Bangkep Terganggu

    • calendar_month Sab, 30 Mei 2026
    • visibility 256
    • 0Komentar

    BANGKEP (30/05/2026), tatandak.id – Masyarakat Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) mengeluhkan tidak adanya kapal pengganti selama kapal feri yang melayani lintasan Pelabuhan Saiyong-Luwuk menjalani docking. Kondisi tersebut disebut telah berlangsung sekitar satu bulan dan berdampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat. Sejumlah warga menilai ketiadaan kapal pengganti membuat distribusi hasil bumi keluar daerah mengalami hambatan. […]

  • Pemerintah Diminta Segera Serahkan SK 17 Orang P3K di Bangkep, Aktivis Sebut Sistem Pansel Rusak Parah

    Pemerintah Diminta Segera Serahkan SK 17 Orang P3K di Bangkep, Aktivis Sebut Sistem Pansel Rusak Parah

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id — Polemik terkait penundaan pemberian Surat Keputusan (SK) kepada 17 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang telah lolos seleksi kini semakin memanas. Aktivis dan penggiat media, Irwanto DJ, mengungkapkan kekecewaannya dan mendesak pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk segera menyerahkan SK kepada para P3K yang sudah memenuhi syarat. Menurut Irwanto, masalah ini […]

  • Muhammad Saleh Gasin Bongkar Praktik Tebang Pilih Polres Bangkep dalam Kasus Pemalsuan Dokumen PPPK

    Muhammad Saleh Gasin Bongkar Praktik Tebang Pilih Polres Bangkep dalam Kasus Pemalsuan Dokumen PPPK

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • visibility 1.244
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Kasus dugaan pemalsuan dokumen dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2022 kembali menjadi sorotan publik. Meski Satreskrim Polres Bangkep telah menetapkan tiga peserta seleksi sebagai tersangka, menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Banggai Laut, dan saat ini mereka telah berstatus […]

error: Content is protected !!
expand_less