Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » UMUM » Muhammad Saleh Gasin: Integritas adalah Benteng Pertama Melawan Korupsi

Muhammad Saleh Gasin: Integritas adalah Benteng Pertama Melawan Korupsi

  • calendar_month Ming, 12 Apr 2026
  • visibility 360
  • comment 0 komentar

TATANDAK.ID – Korupsi sering dibicarakan setelah semuanya terlambat. Setelah kasus mencuat, setelah angka kerugian disebut, setelah nama-nama terseret ke ruang publik. Padahal, korupsi tidak pernah lahir secara tiba-tiba. Ia tumbuh pelan-pelan, dari kebiasaan kecil yang dibiarkan, dari kejujuran yang mulai longgar, dari amanah yang tidak lagi dijaga sebagaimana mestinya.

Di situlah Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H. menempatkan integritas sebagai titik awal. Baginya, perlawanan terhadap korupsi tidak cukup dimulai dari penegakan hukum semata. Hukum memang penting, tetapi hukum bekerja setelah pelanggaran terjadi. Sementara integritas bekerja lebih awal, tepat pada saat seseorang memegang amanah, membuat keputusan, memakai kewenangan, dan memilih apakah tetap lurus atau mulai menyimpang.

“Integritas adalah benteng pertama melawan korupsi,” tegas Muhammad Saleh Gasin.

Pernyataan ini penting, terutama di tengah cara pandang yang masih sempit tentang korupsi. Banyak orang masih melihat korupsi hanya sebagai pencurian uang negara atau kasus besar yang melibatkan jabatan tinggi. Padahal, korupsi jauh lebih dalam dari itu. Korupsi juga hidup dalam kebiasaan memanipulasi, membenarkan jalan pintas, menyalahgunakan kepercayaan, dan menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan bersama.

Karena itu, integritas tidak boleh dipahami sekadar sebagai citra baik di depan orang banyak. Integritas bukan soal tampilan, bukan soal pidato, bukan pula soal kata-kata yang terdengar benar. Integritas adalah keselarasan antara apa yang diyakini, apa yang diucapkan, dan apa yang dilakukan. Orang yang berintegritas tetap jujur meskipun tidak diawasi, tetap adil meskipun punya kuasa, dan tetap menjaga amanah meskipun ada kesempatan untuk mengambil keuntungan.

Muhammad Saleh Gasin melihat, problem besar dalam kehidupan publik hari ini bukan hanya karena aturan dilanggar, tetapi karena integritas sering diperlakukan sebatas bahasa seremonial. Banyak orang berbicara tentang nilai, tetapi tidak semua benar-benar hidup di dalam nilai itu. Banyak yang pandai menjelaskan kejujuran, tetapi goyah ketika berhadapan dengan kepentingan. Banyak yang terdengar membela kepentingan umum, tetapi dalam praktik justru membiarkan penyimpangan tumbuh.

Di sinilah integritas menjadi pembeda. Seseorang belum tentu berintegritas hanya karena ia terlihat tegas. Belum tentu pula berintegritas hanya karena pandai berbicara tentang moralitas. Integritas baru terbukti ketika seseorang tetap berdiri di pihak yang benar, meskipun ada tekanan, peluang, atau kenyamanan yang mendorongnya untuk berkompromi.

Bagi Muhammad Saleh Gasin, daerah yang ingin maju tidak cukup hanya mengandalkan program, proyek, atau rapat-rapat formal. Daerah maju membutuhkan kepercayaan publik. Dan kepercayaan publik tidak lahir dari prosedur yang rapi di atas kertas, melainkan dari keyakinan masyarakat bahwa pemimpinnya jujur, aparaturnya bertanggung jawab, dan pelayanannya tidak digerakkan oleh kepentingan transaksional.

Ketika integritas lemah, jabatan mudah berubah menjadi peluang. Wewenang mudah berubah menjadi alat tawar. Aturan hanya tinggal formalitas. Pada saat seperti itu, yang rusak bukan hanya tata kelola, tetapi juga kepercayaan masyarakat. Orang mulai melihat pelayanan bukan lagi sebagai hak, melainkan sebagai arena negosiasi. Orang mulai menganggap penyimpangan sebagai hal biasa. Dan ketika sesuatu yang salah sudah dianggap biasa, di situlah korupsi menemukan tempat paling subur.

Muhammad Saleh Gasin menegaskan, budaya integritas harus dibangun bersama. Pemimpin harus memberi teladan. Aparatur harus menjaga amanah. Masyarakat tidak boleh permisif. Keluarga harus menjadi tempat pertama lahirnya kejujuran. Kampus dan sekolah harus menjadi ruang pembentukan karakter, bukan sekadar tempat transfer pengetahuan. Anak muda dan mahasiswa harus dilatih untuk peka terhadap perilaku koruptif, sekecil apa pun bentuknya.

Sebab, korupsi besar hampir selalu berakar dari pembiaran terhadap hal-hal kecil. Dari ketidakjujuran yang dianggap sepele. Dari kebiasaan mengambil jalan pintas. Dari pembenaran-pembenaran kecil yang lama-lama berubah menjadi watak. Jika sejak awal hal-hal seperti ini tidak dilawan, maka akan lahir generasi yang terbiasa menganggap penyimpangan sebagai kecerdikan, bukan sebagai pengkhianatan terhadap amanah.

Karena itu, menurut Muhammad Saleh Gasin, perlawanan terhadap korupsi tidak boleh menunggu ruang sidang. Ia harus dimulai dari karakter. Dari kebiasaan jujur. Dari keberanian menolak yang salah. Dari kesediaan menjaga amanah bahkan ketika tidak ada yang melihat.

Pada akhirnya, integritas bukan hanya soal menjaga nama baik pribadi. Integritas adalah fondasi untuk menjaga lembaga tetap dipercaya, pelayanan tetap bersih, dan kehidupan publik tetap sehat. Tanpa integritas, aturan bisa dimanipulasi dan jabatan bisa disalahgunakan. Tetapi dengan integritas, amanah kembali kepada makna dasarnya yakni tanggung jawab untuk melayani kepentingan umum.

Itulah sebabnya pernyataan Muhammad Saleh Gasin patut menjadi pengingat bersama bahwa bangsa ini tidak hanya membutuhkan aturan yang tegas, tetapi juga manusia-manusia yang tidak mudah menukar amanah dengan kenyamanan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Anggap Sepele Soal Nafkah, Muhammad Saleh Gasin: Penelantaran Keluarga Bisa Masuk Ranah Pidana

    Jangan Anggap Sepele Soal Nafkah, Muhammad Saleh Gasin: Penelantaran Keluarga Bisa Masuk Ranah Pidana

    • calendar_month Ming, 30 Agu 2026
    • visibility 206
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Sudah menikah, tetapi istri dan anak justru dibiarkan memenuhi kebutuhan hidup sendiri? Jangan buru-buru menganggap persoalan tersebut hanya sebagai konflik rumah tangga. Dalam kondisi tertentu, ketika seorang suami mengabaikan kewajiban memberikan kehidupan, perawatan, atau pemeliharaan kepada anggota keluarganya yang menjadi tanggungannya, persoalan tersebut dapat masuk ke ranah hukum, bahkan berpotensi menjadi perkara pidana […]

  • Muhammad Saleh Gasin Jelaskan Perlindungan Hukum Pembeli Beritikad Baik dalam Kasus Sertifikat Ganda

    Muhammad Saleh Gasin Jelaskan Perlindungan Hukum Pembeli Beritikad Baik dalam Kasus Sertifikat Ganda

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • visibility 2.012
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Dosen dan Praktisi Hukum Advokat Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H. menjelaskan bahwa dalam praktik pertanahan, kasus sertifikat ganda sering menimbulkan persoalan hukum yang rumit dan berkepanjangan. Namun, menurutnya, hukum telah memberikan perlindungan yang kuat bagi pembeli beritikad baik, yakni mereka yang membeli dan menguasai tanah secara sah serta telah melakukan balik nama di […]

  • Kasasi Ditolak, Perkara PPPK Bangkep Resmi Inkracht: Siapa Aktor Lain yang Belum Tersentuh?

    Kasasi Ditolak, Perkara PPPK Bangkep Resmi Inkracht: Siapa Aktor Lain yang Belum Tersentuh?

    • calendar_month Sel, 4 Agu 2026
    • visibility 303
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Babak hukum perkara pemalsuan dokumen dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Kabupaten Banggai Kepulauan resmi berakhir. Mahkamah Agung Republik Indonesia menolak permohonan kasasi yang diajukan Penuntut Umum pada perkara tersebut, sehingga putusan Pengadilan Tinggi Palu kini berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde). Kasasi diketahui diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum pada […]

  • Bahaya Judi Online dan Langkah Pencegahannya: Edukasi untuk Masyarakat

    Bahaya Judi Online dan Langkah Pencegahannya: Edukasi untuk Masyarakat

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.367
    • 1Komentar

    Oleh: Brigpol Rahmat Tontoli, S.H. Anggota Kepolisian Polres Bangkep, Penyidik berpengalaman selama 8 tahun. Tahukah Anda bahwa jutaan orang di Indonesia terjebak dalam pusaran judi online, kehilangan tabungan, pekerjaan, bahkan keluarga, hanya dalam hitungan bulan? Di era teknologi yang kian canggih, akses mudah ke internet telah membuka pintu bagi perjudian daring, menggoda banyak orang dengan […]

  • Pemerintah Diminta Segera Serahkan SK 17 Orang P3K di Bangkep, Aktivis Sebut Sistem Pansel Rusak Parah

    Pemerintah Diminta Segera Serahkan SK 17 Orang P3K di Bangkep, Aktivis Sebut Sistem Pansel Rusak Parah

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • visibility 992
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id — Polemik terkait penundaan pemberian Surat Keputusan (SK) kepada 17 orang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang telah lolos seleksi kini semakin memanas. Aktivis dan penggiat media, Irwanto DJ, mengungkapkan kekecewaannya dan mendesak pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan untuk segera menyerahkan SK kepada para P3K yang sudah memenuhi syarat. Menurut Irwanto, masalah ini […]

  • BKPSDM Bangkep Klarifikasi Isu ASN Tidak Masuk Kerja dan Tiba-Tiba Mendapat Jabatan

    BKPSDM Bangkep Klarifikasi Isu ASN Tidak Masuk Kerja dan Tiba-Tiba Mendapat Jabatan

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya angkat suara menanggapi isu yang beredar mengenai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikabarkan tidak masuk kerja selama bertahun-tahun, namun kembali bekerja dan bahkan mendapatkan jabatan. Isu ini sempat menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan grup-grup WhatsApp, memunculkan spekulasi tentang […]

error: Content is protected !!
expand_less