Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Almalik: “Jangan Membunuh Kami, Tambang Batu Gamping Mengancam Mata Pencaharian Warga Banggai Kepulauan”

Almalik: “Jangan Membunuh Kami, Tambang Batu Gamping Mengancam Mata Pencaharian Warga Banggai Kepulauan”

  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

BANGKEP (Juni 2026), tatandak.id – Penolakan terhadap rencana dan aktivitas pertambangan batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan terus menguat. Berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, pemerhati lingkungan, kelompok masyarakat sipil, hingga organisasi kepemudaan, menyuarakan kekhawatiran atas potensi dampak pertambangan terhadap sumber-sumber kehidupan masyarakat.

Salah satu suara penolakan datang dari Almalik, selaku Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) KAMIMO Banggai. Menurutnya, kawasan karst Banggai Kepulauan memiliki peran yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup masyarakat dan tidak boleh dikorbankan demi kepentingan ekonomi jangka pendek.

“Jangan membunuh kami dengan merusak sumber kehidupan kami. Kawasan karst Banggai Kepulauan bukan sekadar batu gamping yang bisa ditambang, tetapi merupakan sumber air, penopang pertanian, perkebunan, perikanan, dan kehidupan masyarakat secara keseluruhan,” tegas Almalik.

Almalik menjelaskan bahwa sebagian besar wilayah daratan Banggai Kepulauan merupakan ekosistem karst yang memiliki fungsi vital sebagai penyimpan dan pengatur tata air alami. Kerusakan pada kawasan tersebut dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih, produktivitas lahan pertanian, serta keberlanjutan sumber penghidupan masyarakat.

Kekhawatiran masyarakat semakin meningkat setelah muncul informasi mengenai puluhan izin usaha pertambangan (IUP) batu gamping yang telah diterbitkan di wilayah Banggai Kepulauan. Sebelumnya, Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah juga telah merekomendasikan pembatalan seluruh IUP batu gamping dan mendorong moratorium aktivitas pertambangan di wilayah tersebut karena dinilai berpotensi menimbulkan kerusakan serius terhadap ekosistem karst, hutan, gua, serta sumber-sumber air masyarakat.

Menurut Almalik, persoalan tambang bukan semata-mata isu lingkungan, melainkan menyangkut hak hidup masyarakat Banggai Kepulauan.

“Mayoritas masyarakat menggantungkan hidup pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan sumber daya alam yang sehat. Jika lingkungan rusak, maka yang terancam bukan hanya alam, tetapi juga ketahanan pangan, ekonomi keluarga, dan masa depan generasi berikutnya,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan daerah harus dilakukan dengan prinsip keberlanjutan dan melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap proses pengambilan keputusan.

“Kami tidak menolak pembangunan. Namun pembangunan harus berpihak kepada rakyat dan menjaga lingkungan. Setiap rencana pertambangan harus dikaji secara ilmiah, transparan, dan melibatkan masyarakat yang akan merasakan dampaknya secara langsung,” kata Almalik.

Lebih lanjut, Almalik mendorong pemerintah untuk mengembangkan sektor-sektor yang dinilai lebih berkelanjutan dan sesuai dengan karakteristik Banggai Kepulauan, seperti pertanian, perikanan, pariwisata, dan ekonomi berbasis lingkungan.

“Banggai Kepulauan memiliki potensi besar pada sektor-sektor yang ramah lingkungan. Alam yang terjaga akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih panjang dan berkelanjutan dibandingkan eksploitasi sumber daya yang berisiko merusak ruang hidup masyarakat,” tambahnya.

Bagi masyarakat Banggai Kepulauan, pesan yang terus disuarakan tetap sederhana namun tegas: pembangunan harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Mereka berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan bahwa kebijakan pembangunan tidak mengorbankan sumber-sumber kehidupan yang selama ini menjadi penyangga kesejahteraan masyarakat.

“Jangan membunuh kami dengan merusak sumber kehidupan kami,” tutup Almalik, DPO KAMIMO Banggai.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

    Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • visibility 244
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan SPBU Totikum di Kabupaten Banggai Kepulauan kian memuncak. Bukan sekadar soal kelangkaan, warga kini mempertanyakan kejelasan distribusi solar subsidi yang dinilai penuh kejanggalan dan menyisakan kemarahan publik. Beragam pertanyaan dan keluhan dilontarkan warga, khususnya mereka yang menggunakan solar untuk pelayanan publik, seperti antar-jemput anak sekolah, dll. Ironisnya, solar […]

  • Muhammad Nazaruddin, Pecatur Asal Banggai Kepulauan Raih Juara 3 di Open Turnamen Catur Kapolres Cup III Morowali

    Muhammad Nazaruddin, Pecatur Asal Banggai Kepulauan Raih Juara 3 di Open Turnamen Catur Kapolres Cup III Morowali

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • visibility 820
    • 0Komentar

    MOROWALI, tatandak.id – Muhammad Nazaruddin, seorang pecatur asal Desa Sakay, Kecamatan Totikum, Banggai Kepulauan, berhasil meraih juara 3 dalam Open Turnamen Catur Kapolres Cup III yang digelar pada 28 hingga 29 Juni 2025 di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Morowali. Prestasi ini semakin membanggakan karena Nazaruddin berhasil bersaing dengan para pecatur berpengalaman, termasuk beberapa master nasional […]

  • Muhammad Saleh Gasin Kecam Polres Bangkep: Hanya Jerat Pengguna, Pembuat Dokumen Palsu Dibiarkan Aman

    Muhammad Saleh Gasin Kecam Polres Bangkep: Hanya Jerat Pengguna, Pembuat Dokumen Palsu Dibiarkan Aman

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • visibility 1.281
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Dosen dan praktisi hukum, Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., mengecam keras langkah Polres Banggai Kepulauan yang dinilai tidak profesional dan tidak komprehensif dalam menangani kasus dugaan pemalsuan dokumen seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkep. Ia menilai tindakan kepolisian yang hanya menjerat pengguna […]

  • KaMIMo Banggai Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Korbankan Ruang Hidup Masyarakat”

    KaMIMo Banggai Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Korbankan Ruang Hidup Masyarakat”

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • visibility 219
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – KaMIMo Banggai melalui Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana masuknya aktivitas pertambangan batu gamping di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Sikap ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen moral dan tanggung jawab sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan, mempertahankan ruang hidup masyarakat, serta melindungi masa depan generasi Banggai Kepulauan dari ancaman […]

  • Gelombang Keprihatinan di Bangkep, Muhammad Saleh Gasin Ajak Semua Pihak Bersatu Lindungi Anak dari Predator Seksual

    Gelombang Keprihatinan di Bangkep, Muhammad Saleh Gasin Ajak Semua Pihak Bersatu Lindungi Anak dari Predator Seksual

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • visibility 1.188
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Meningkatnya kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) menimbulkan keprihatinan mendalam dari berbagai kalangan. Salah satu yang turut menyuarakan keprihatinan tersebut adalah Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., Ketua Yayasan Klinik Bantuan Hukum di Kabupaten Banggai Kepulauan, yang menilai bahwa persoalan ini bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga […]

  • Orang Tua Riyan Nugraha Bertemu Kapolda Sulteng: Harapan Keadilan Terus Digelorakan

    Orang Tua Riyan Nugraha Bertemu Kapolda Sulteng: Harapan Keadilan Terus Digelorakan

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.682
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Orang tua Riyan Nugraha, yaitu Harun Hasan dan Sunarti La Naa, bertemu dengan Kapolda Sulteng, Irjen Pol. Dr. Agus Nugroho, dalam sebuah audiensi yang berlangsung di kantor Polda Sulteng. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh harapan, dengan keluarga korban mengungkapkan keinginan mereka untuk mendapatkan keadilan yang setimpal atas kematian anak mereka yang […]

error: Content is protected !!
expand_less