Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Indra Adi Putra Salam: Kawasan Konservasi Dalaka di Banggai Laut Masih Rentan, Nelayan Kecil dan Ekosistem Tertekan

Indra Adi Putra Salam: Kawasan Konservasi Dalaka di Banggai Laut Masih Rentan, Nelayan Kecil dan Ekosistem Tertekan

  • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
  • visibility 181
  • comment 0 komentar



BANGGAI LAUT,
tatandak.id
Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Dalaka Area XII yang secara hukum telah dilindungi ternyata masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Mulai dari masuknya kapal penangkap ikan berukuran besar ke zona yang diperuntukkan bagi nelayan kecil, maraknya praktik penangkapan destruktif, hingga minimnya pemahaman masyarakat terhadap aturan zonasi konservasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Indra Adi Putra Salam berdasarkan hasil monitoring partisipatif yang dilakukan pada 10–11 Februari 2026. 

Menurut Indra Adi Putra Salam, kegiatan monitoring yang melibatkan UPT Pelabuhan dan KKP3K Dalaka, Polairud, pemerintah desa, kelompok nelayan, serta organisasi masyarakat sipil menemukan fakta bahwa perlindungan kawasan konservasi belum sepenuhnya berjalan efektif di lapangan. Tim menyisir sejumlah zona inti dan zona penangkapan terbatas menggunakan dua kapal nelayan berkapasitas 2 GT. 

Dalam pemantauan tersebut, tim menemukan tiga kapal purse seine atau pajeko di sekitar Pulau Labobo Kecil dan Pulau Buau yang termasuk kawasan konservasi. Salah satu kapal bahkan berukuran sekitar 30 GT. Saat diwawancarai, awak kapal mengaku tidak mengetahui bahwa lokasi penangkapan mereka berada di dalam kawasan konservasi yang memiliki aturan zonasi khusus. 

Indra menjelaskan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 31 Tahun 2020, zona pemanfaatan terbatas pada kawasan konservasi kategori suaka diperuntukkan bagi nelayan kecil. Sementara Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2015 mendefinisikan nelayan kecil sebagai pengguna kapal dengan ukuran maksimal 5 GT. Dengan demikian, kapal berukuran 30 GT tidak termasuk kategori yang diperbolehkan beroperasi di zona tersebut. 

“Temuan ini menunjukkan bahwa regulasi sudah tersedia, namun belum sepenuhnya dipahami dan diterapkan oleh para pengguna kawasan,” ujar Indra. 

Dampak keberadaan armada besar di kawasan tangkap tradisional mulai dirasakan oleh nelayan lokal. Sejumlah nelayan mengaku hasil tangkapan mereka menurun dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran kapal pajeko yang beroperasi di sekitar wilayah tangkap nelayan kecil disebut turut memengaruhi ketersediaan ikan di perairan sekitar desa. 

Indra Adi Putra Salam menilai kondisi ini memperlihatkan adanya tekanan ekonomi yang dirasakan nelayan tradisional. Namun di sisi lain, terdapat pula nelayan yang memperoleh manfaat dari keberadaan kapal pajeko karena dapat membeli atau mendapatkan ikan umpan dengan harga lebih murah. Perbedaan kepentingan tersebut menunjukkan kompleksitas persoalan sosial yang menyertai pengelolaan kawasan konservasi. 

Selain temuan lapangan, data pendaratan ikan yang dianalisis menunjukkan adanya tren penurunan Spawning Potential Ratio (SPR) untuk ikan selar (Selar crumenophthalmus). Nilai SPR tercatat turun dari 0,33 pada periode 2023–2024 menjadi 0,31 pada 2025. Penurunan ini berkorelasi dengan semakin kecilnya ukuran ikan yang didaratkan oleh nelayan. 

Menurut Indra, secara ilmiah kondisi tersebut menjadi indikator meningkatnya tekanan eksploitasi terhadap sumber daya ikan yang berpotensi mengurangi kemampuan reproduksi populasi di masa mendatang. Jika tidak ditangani, stok ikan pelagis kecil berisiko terus mengalami penurunan. 

Ancaman terhadap kawasan konservasi tidak hanya berasal dari pelanggaran zonasi. Data yang dihimpun menunjukkan adanya 158 aktivitas pengeboman ikan hingga Januari 2026 di sebagian wilayah KKPD Dalaka Area XIIA. Praktik penangkapan destruktif tersebut berpotensi merusak terumbu karang yang menjadi habitat penting sekaligus lokasi pemijahan berbagai jenis ikan.

Saat tim monitoring menuju Reef Merpati, yang merupakan zona inti terbesar dalam kawasan konservasi, lebih dari 20 perahu terlihat melakukan aktivitas penangkapan ikan. Beberapa di antaranya bahkan bergerak cepat saat melihat kehadiran aparat, yang menurut petugas mengindikasikan kemungkinan adanya aktivitas ilegal. 

Di tengah berbagai persoalan tersebut, Indra Adi Putra Salam melihat adanya peluang ekonomi alternatif yang belum digarap secara optimal. Saat monitoring berlangsung, tim menemukan kapal wisata yang membawa wisatawan mancanegara untuk kegiatan snorkeling dan fotografi bawah laut di kawasan Banggai. 

Menurutnya, pengembangan wisata bahari dapat menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat pesisir sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap aktivitas penangkapan ikan. Model seperti ini telah berhasil diterapkan di sejumlah kawasan seperti Raja Ampat dan Labuan Bajo. 

Indra Adi Putra Salam menegaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi KKPD Dalaka bukan semata-mata pelanggaran di laut, melainkan lemahnya tata kelola kawasan. Beberapa persoalan yang masih menonjol antara lain belum meratanya sosialisasi regulasi, koordinasi antar-lembaga yang belum optimal, keterbatasan pengawasan, serta perbedaan kepentingan antar kelompok nelayan.

“Di atas kertas kawasan ini sudah dilindungi. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan perlindungan tersebut benar-benar hadir dan dirasakan di laut,” kata Indra Adi Putra Salam. Ia menilai bahwa pengelolaan partisipatif, pengawasan yang konsisten, serta dukungan terhadap ekonomi alternatif menjadi kunci agar kawasan konservasi Dalaka mampu melindungi ekosistem sekaligus menjamin keadilan bagi nelayan kecil di masa depan.  

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Taufik Zumri Laumarang Soroti Sulitnya Akses Internet di Desa Palam: Potensi Besar, Tapi Masih Terkendala Jaringan

    Taufik Zumri Laumarang Soroti Sulitnya Akses Internet di Desa Palam: Potensi Besar, Tapi Masih Terkendala Jaringan

    • calendar_month Sen, 30 Mar 2026
    • visibility 619
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan akses internet di wilayah pedesaan Kabupaten Banggai Kepulauan kembali mendapat sorotan. Kali ini, perhatian tertuju pada Desa Palam, Kecamatan Tinangkung Utara, yang dinilai memiliki potensi ekonomi dan pariwisata cukup besar, namun masih terkendala oleh sulitnya jaringan internet dan telepon seluler. Sorotan tersebut disampaikan oleh Taufik Zumri Laumarang seorang Jurnalis, yang […]

  • Sejumlah Siswa di Salakan Diduga Keracunan Akibat MBG, Pemda Diminta Evaluasi Serius

    Sejumlah Siswa di Salakan Diduga Keracunan Akibat MBG, Pemda Diminta Evaluasi Serius

    • calendar_month Kam, 18 Sep 2025
    • visibility 697
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan di Kabupaten Banggai Kepulauan. Pada Rabu (17/09/2025), sejumlah siswa dari tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK di wilayah Salakan dilaporkan mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program tersebut. Kejadian ini menimbulkan keprihatinan sekaligus kekecewaan masyarakat. Program yang seharusnya menjadi upaya pemerintah meningkatkan kesehatan dan […]

  • Muhammad Saleh Gasin Tegaskan: Surat Kerja Berlaku Surut atau Keterangan Bohong untuk Seleksi PPPK Termasuk Pemalsuan Surat

    Muhammad Saleh Gasin Tegaskan: Surat Kerja Berlaku Surut atau Keterangan Bohong untuk Seleksi PPPK Termasuk Pemalsuan Surat

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Tindakan menggunakan surat perjanjian kontrak kerja atau surat keterangan pengalaman kerja yang dibuat berlaku surut seolah-olah memenuhi syarat administrasi dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai tindak pidana pemalsuan surat. Hal ini ditegaskan oleh Muhammad Saleh Gasin, S.H., M.H., seorang dosen dan praktisi hukum (Advokat), yang menilai […]

  • KaMIMo Banggai Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Korbankan Ruang Hidup Masyarakat”

    KaMIMo Banggai Tolak Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan: “Jangan Korbankan Ruang Hidup Masyarakat”

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • visibility 247
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – KaMIMo Banggai melalui Dewan Pertimbangan Organisasi (DPO) secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana masuknya aktivitas pertambangan batu gamping di wilayah Kabupaten Banggai Kepulauan. Sikap ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen moral dan tanggung jawab sosial dalam menjaga kelestarian lingkungan, mempertahankan ruang hidup masyarakat, serta melindungi masa depan generasi Banggai Kepulauan dari ancaman […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Ketika Regulasi Bertemu Realitas, Ini Solusi Konkret Distribusi BBM di Banggai Kepulauan

    Muhammad Saleh Gasin: Ketika Regulasi Bertemu Realitas, Ini Solusi Konkret Distribusi BBM di Banggai Kepulauan

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • visibility 303
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Persoalan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan saat ini memasuki fase krusial. Di tengah upaya penertiban oleh pemerintah, muncul dinamika baru di masyarakat yang menunjukkan bahwa persoalan ini tidak sesederhana antara “taat aturan” dan “pelanggaran”. Advokat dan Akademisi, Muhammad Saleh Gasin, menilai bahwa kondisi yang terjadi saat ini […]

  • Muhammad Saleh Gasin: Jerigen BBM di Bangkep Jangan Dilarang Total, Tapi Harus Ditertibkan Ketat

    Muhammad Saleh Gasin: Jerigen BBM di Bangkep Jangan Dilarang Total, Tapi Harus Ditertibkan Ketat

    • calendar_month Sel, 31 Mar 2026
    • visibility 568
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id  – Persoalan penggunaan jerigen dalam distribusi BBM subsidi di Kabupaten Banggai Kepulauan dinilai tidak bisa lagi dipandang secara sederhana. Bagi sebagian masyarakat, jerigen memang menjadi alat untuk bertahan hidup, terutama bagi warga desa terpencil yang jauh dari SPBU. Namun di sisi lain, jerigen juga diduga telah berubah menjadi salah satu jalur utama penyimpangan […]

error: Content is protected !!
expand_less