Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » LINGKUNGAN » Moh. Zein Tilaar Soroti Rencana Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan, Minta Bupati Prioritaskan Pembangunan Berkelanjutan

Moh. Zein Tilaar Soroti Rencana Tambang Batu Gamping di Banggai Kepulauan, Minta Bupati Prioritaskan Pembangunan Berkelanjutan

  • calendar_month Ming, 31 Mei 2026
  • visibility 157
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Aktivis dan pemerhati pembangunan daerah, Moh. Zein Tilaar, menyampaikan kritik terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan terkait wacana eksploitasi batu gamping di kawasan karst yang disebut-sebut akan menjadi bagian dari pengembangan sektor investasi di daerah tersebut.

Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, Moh. Zein Tilaar menegaskan bahwa kritik yang disampaikannya bukan dilandasi oleh sikap penolakan terhadap pembangunan, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan lingkungan dan keberlanjutan pembangunan daerah.

Menurut Zein Tilaar, rencana aktivitas pertambangan batu gamping dinilai bertentangan dengan arah pembangunan yang tertuang dalam dokumen perencanaan daerah, khususnya Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2026 yang mengusung tema peningkatan pertumbuhan ekonomi inklusif melalui penguatan sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata yang berkelanjutan.

“Bagaimana mungkin kita menargetkan peningkatan kualitas lingkungan hidup dan penurunan emisi gas rumah kaca, sementara pada saat yang sama membuka peluang bagi aktivitas yang berpotensi merusak kawasan karst sebagai penyangga ekosistem?” ujar Moh. Zein Tilaar.

Dalam pandangannya, kawasan karst memiliki fungsi ekologis yang sangat penting karena berperan sebagai penyimpan cadangan air alami, penyerap karbon, serta penopang berbagai ekosistem yang mendukung kehidupan masyarakat.

Zein Tilaar menilai, apabila eksploitasi batu gamping tetap dilaksanakan, maka sejumlah target pembangunan daerah berpotensi mengalami hambatan, terutama yang berkaitan dengan kualitas lingkungan hidup dan keberlanjutan sumber daya alam.

Ia menyoroti target Indeks Kualitas Lingkungan Hidup (IKLH) serta upaya penurunan emisi gas rumah kaca yang menjadi bagian dari indikator pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan industri tambang di kawasan karst berpotensi menciptakan kontradiksi antara target pembangunan ekonomi dan komitmen perlindungan lingkungan.

Lebih lanjut, Moh. Zein Tilaar mengemukakan sedikitnya empat sektor prioritas pembangunan daerah yang dinilai dapat terdampak apabila aktivitas pertambangan batu gamping dijalankan.

Pertama, sektor infrastruktur dasar dan penyediaan air bersih. Ia menjelaskan bahwa kawasan karst berfungsi sebagai reservoir alami yang menyimpan dan mengalirkan air tanah. Kerusakan kawasan tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Kedua, sektor kesehatan masyarakat. Menurutnya, aktivitas pertambangan berpotensi meningkatkan polusi debu serta mengganggu kualitas lingkungan yang pada akhirnya dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, termasuk penyakit saluran pernapasan.

Ketiga, sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata, yang justru menjadi fokus utama pembangunan ekonomi daerah. Zein Tilaar menilai kerusakan kawasan karst dapat memengaruhi ketersediaan air bagi lahan pertanian, meningkatkan risiko sedimentasi di wilayah pesisir yang berdampak pada ekosistem laut, serta mengurangi daya tarik wisata alam yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan Banggai Kepulauan.

Keempat, sektor pelestarian nilai budaya dan kearifan lokal. Ia menegaskan bahwa masyarakat Banggai Kepulauan memiliki tradisi dan nilai budaya yang erat kaitannya dengan penghormatan terhadap alam dan lingkungan.

“Kearifan lokal masyarakat mengajarkan kita untuk menjaga alam sebagai warisan bersama. Karena itu, pembangunan harus berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan,” kata Moh. Zein Tilaar.

Meski memahami tantangan pemerintah daerah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Moh. Zein Tilaar menilai bahwa pertambangan bukan satu-satunya pilihan yang dapat ditempuh untuk memperkuat perekonomian daerah.

Ia menawarkan sejumlah alternatif yang dianggap lebih berkelanjutan, di antaranya pengembangan ekowisata berbasis kawasan karst, penguatan hilirisasi sektor perikanan dan pertanian, serta pemanfaatan berbagai skema insentif ekologis dan pendanaan hijau yang saat ini semakin berkembang di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, kawasan karst Banggai Kepulauan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis geologi dan lingkungan yang dapat memberikan manfaat ekonomi jangka panjang tanpa merusak sumber daya alam.

Selain itu, potensi kelautan dan perikanan yang dimiliki Banggai Kepulauan dinilai lebih strategis untuk dikembangkan melalui industri pengolahan hasil perikanan yang mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Di akhir pernyataannya, Moh. Zein Tilaar berharap Pemerintah Kabupaten Banggai Kepulauan dapat mempertimbangkan secara matang setiap rencana investasi yang berpotensi memengaruhi kelestarian lingkungan hidup.

Ia mengajak pemerintah untuk menjadikan pembangunan berkelanjutan sebagai landasan utama dalam pengambilan kebijakan, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat tercapai tanpa harus mengorbankan sumber daya alam yang menjadi warisan bagi generasi mendatang.

“Kami ingin Banggai Kepulauan maju karena mampu menjaga dan mengelola kekayaan alamnya secara bijaksana, bukan karena mengeksploitasi sumber daya yang suatu saat akan habis. Kemakmuran rakyat harus dapat diwujudkan tanpa harus merusak lingkungan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat,” tegas Moh. Zein Tilaar.

Surat terbuka tersebut menjadi bagian dari aspirasi masyarakat yang menginginkan agar arah pembangunan Banggai Kepulauan tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan, perlindungan lingkungan, dan penguatan ekonomi berbasis potensi lokal.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aulia Abd Bady: Kamimo Banggai di Usia ke-23 Adalah Rumah Proses, Harapan, dan Cinta

    Aulia Abd Bady: Kamimo Banggai di Usia ke-23 Adalah Rumah Proses, Harapan, dan Cinta

    • calendar_month Kam, 30 Apr 2026
    • visibility 532
    • 0Komentar

    BANGGAI, tatandak.id – Kader Kamimo Banggai, Aulia Abd Bady, menyampaikan doa dan harapannya pada momentum hari ulang tahun Kamimo Banggai ke-XXIII. Menurutnya, usia 23 tahun menjadi bukti perjalanan panjang Kamimo Banggai dalam merawat identitas, membentuk karakter, dan memberikan kontribusi bagi daerah, bangsa, serta negara. Aulia Abd Bady menilai, Kamimo Banggai bukan sekadar nama organisasi. Lebih […]

  • Irwanto Diasa: “Bangkep Bukan Krisis Lapangan Kerja, Tapi Krisis Hilirisasi dan Peluang Usaha”

    Irwanto Diasa: “Bangkep Bukan Krisis Lapangan Kerja, Tapi Krisis Hilirisasi dan Peluang Usaha”

    • calendar_month Rab, 27 Mei 2026
    • visibility 268
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Isu mengenai krisis lapangan pekerjaan di Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep) belakangan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Namun, berdasarkan analisis data ketenagakerjaan terbaru, kondisi riil di daerah kepulauan tersebut justru menunjukkan fakta yang berbeda. Tokoh masyarakat sekaligus narasumber dalam podcast sosial ekonomi daerah, Irwanto Diasa, menilai bahwa Bangkep sebenarnya tidak sedang […]

  • Muhammad Saleh Gasin Bongkar Praktik Tebang Pilih Polres Bangkep dalam Kasus Pemalsuan Dokumen PPPK

    Muhammad Saleh Gasin Bongkar Praktik Tebang Pilih Polres Bangkep dalam Kasus Pemalsuan Dokumen PPPK

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • visibility 1.230
    • 0Komentar

    BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Kasus dugaan pemalsuan dokumen dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banggai Kepulauan tahun 2022 kembali menjadi sorotan publik. Meski Satreskrim Polres Bangkep telah menetapkan tiga peserta seleksi sebagai tersangka, menyerahkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Banggai Laut, dan saat ini mereka telah berstatus […]

  • Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    Nelayan Kecil Bangkep Resah, Pajeko Diduga Langgar Zona Tangkap

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • visibility 792
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id — Masyarakat pesisir Kecamatan Liang, Bangkep, Sulawesi Tengah, kembali mengeluhkan aktivitas kapal penangkapan ikan modern atau “Pajeko” yang beroperasi di zona tangkap nelayan kecil tradisional. Keluhan masyarakat nelayan ini diteruskan melalui grup diskusi publik BSH oleh Advokat Muhammad Saleh Gasin “Ini salah satu kebocoran sumber daya perikanan Bangkep. Ratusan dan mungkin ribuan box […]

  • BKPSDM Bangkep Klarifikasi Isu ASN Tidak Masuk Kerja dan Tiba-Tiba Mendapat Jabatan

    BKPSDM Bangkep Klarifikasi Isu ASN Tidak Masuk Kerja dan Tiba-Tiba Mendapat Jabatan

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • visibility 1.184
    • 0Komentar

    SALAKAN, tatandak.id – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banggai Kepulauan akhirnya angkat suara menanggapi isu yang beredar mengenai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dikabarkan tidak masuk kerja selama bertahun-tahun, namun kembali bekerja dan bahkan mendapatkan jabatan. Isu ini sempat menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan grup-grup WhatsApp, memunculkan spekulasi tentang […]

  • Pembangunan Sanggar Seni Desa Alakasing Dipertanyakan Warga, Pemdes Sebut Terkendala PMK 81

    Pembangunan Sanggar Seni Desa Alakasing Dipertanyakan Warga, Pemdes Sebut Terkendala PMK 81

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • visibility 336
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Pembangunan Gedung Sanggar Seni di Desa Alakasing, Kecamatan Peling Tengah, Kabupaten Banggai Kepulauan, menuai sorotan dan tanda tanya dari masyarakat. Proyek yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 tersebut dinilai tidak hanya mengalami keterlambatan, tetapi juga dipertanyakan urgensi serta perencanaannya. Pantauan di lokasi menunjukkan bangunan sanggar seni masih berada pada […]

error: Content is protected !!
expand_less