Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » HUKUM » Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

Solar Misterius di SPBU Totikum: Ada Barang, Tapi Rakyat Tak Bisa Beli

  • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
  • visibility 274
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.id – Keluhan masyarakat terhadap pelayanan SPBU Totikum di Kabupaten Banggai Kepulauan kian memuncak. Bukan sekadar soal kelangkaan, warga kini mempertanyakan kejelasan distribusi solar subsidi yang dinilai penuh kejanggalan dan menyisakan kemarahan publik.

Beragam pertanyaan dan keluhan dilontarkan warga, khususnya mereka yang menggunakan solar untuk pelayanan publik, seperti antar-jemput anak sekolah, dll. Ironisnya, solar disebut ada secara fisik, namun tidak bisa dibeli oleh masyarakat.

“Sekadar mau tanya, apa ini solar tidak ada? Kami sudah tanya tapi katanya belum ada. Padahal kami butuh solar untuk antar jemput anak sekolah,” keluh salah satu warga.

Kondisi ini dinilai berbeda dengan pendistribusian Pertalite, yang relatif mudah dikenali. “Kalau Pertalite, kalau sudah lewat mobil berarti sudah ada. Tapi solar, susah sekali diketahui kapan ada dan kapan dijual,” ujar warga lainnya.

Lebih janggal lagi, warga mengaku solar sempat masuk, namun SPBU justru tidak membuka penjualan.


“Kemarin solar masuk, tapi kenapa tidak dibuka penjualannya?” kata seorang warga dengan nada kecewa.

Situasi ini memunculkan dugaan adanya ketidakberesan dalam pola distribusi solar subsidi. Warga menegaskan, kebutuhan mereka bukan untuk komersialisasi, melainkan pelayanan dasar masyarakat.

“Kami ini butuh solar untuk pelayanan anak sekolah, dll, bukan untuk cari untung. Tapi kenapa justru dipersulit?” tegas warga.

Keluhan makin tajam ketika warga membandingkan kondisi daerah dengan jargon pembangunan yang sering digaungkan pemerintah.

“Kapan ini daerah mau maju kalau yang dibahas terus soal BBM susah diakses? Masyarakat tidak minta gratis, hanya minta beli saja. Apalagi ini untuk bus sekolah,” ujar warga lain.

Akibat sulitnya akses di SPBU, warga terpaksa membeli solar eceran dengan harga selangit, bahkan mencapai Rp15.000 per liter.

“Saya datang pagi katanya sore, sore katanya besok, besok katanya minggu depan. Ujung-ujungnya beli eceran mahal,” keluh warga.

Nada kemarahan warga semakin keras ketika menyentuh esensi subsidi.


“Ini minyak subsidi untuk masyarakat. Kasih rasa ke masyarakat. Jangan bikin masyarakat terus mengeluh soal BBM. Mau itu dipakai untuk apa, minum atau makan, itu urusan belakang. Yang penting rakyat bisa beli,” ujar seorang warga dengan nada emosional.

Puncaknya, warga mengaku telah mendatangi langsung SPBU Totikum, namun mendapat jawaban yang justru menambah tanda tanya.

“Katanya solar masih ada, tapi penjualan sudah ditutup. Katanya menunggu instruksi pimpinan. Ini aneh, solar ada tapi tidak tahu kapan dijual,” ungkap warga.

Masyarakat menilai kondisi ini sebagai siklus keluhan tanpa akhir yang terus berulang, tanpa solusi nyata. Mereka mendesak agar pengelola SPBU, pihak terkait, dan pemerintah daerah tidak lagi membiarkan praktik yang membuat rakyat lelah mengeluh.

“Jangan terus-terusan bikin masyarakat mengeluh. Hentikan siklus ini,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi yang memadai mengenai mekanisme distribusi solar subsidi di SPBU Totikum, termasuk alasan penutupan penjualan saat stok disebut masih tersedia.

Situasi ini menambah daftar panjang persoalan energi di daerah kepulauan, di mana subsidi negara justru terasa paling jauh dari rakyat yang paling membutuhkan.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nata Riko Wijaya: Indeks Desa Jadi Kunci Akurasi Data dan Pembangunan Desa yang Tepat Sasaran

    Nata Riko Wijaya: Indeks Desa Jadi Kunci Akurasi Data dan Pembangunan Desa yang Tepat Sasaran

    • calendar_month Sab, 1 Agu 2026
    • visibility 147
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Pembangunan desa tidak lagi dapat dilakukan hanya berdasarkan asumsi, kebiasaan program tahunan, atau sekadar mengejar penyerapan anggaran. Di tengah semakin kompleksnya tantangan pembangunan, Indeks Desa hadir sebagai instrumen penting untuk memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Pegiat Desa sekaligus Pendamping Desa, Nata Riko Wijaya, yang menegaskan […]

  • Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Kematian Riyan Nugraha, Kuasa Hukum Tegaskan Akan Perjuangkan Keadilan Tanpa Kompromi

    Polda Sulteng Ambil Alih Kasus Kematian Riyan Nugraha, Kuasa Hukum Tegaskan Akan Perjuangkan Keadilan Tanpa Kompromi

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • visibility 1.877
    • 0Komentar

    PALU, tatandak.id – Kasus kematian Riyan Nugraha alias Bekam yang meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan semakin mendapat perhatian serius. Polda Sulteng akhirnya mengambil alih penanganan kasus ini untuk memastikan proses hukum berjalan dengan transparansi dan profesionalitas. Langkah ini diambil setelah adanya desakan kuat dari keluarga korban dan kuasa hukumnya, yang merasa khawatir adanya potensi konflik […]

  • Program “Si Ade Kembali ke Sekolah” inovasi Dinas Pendidikan untuk menekan angka putus sekolah di Kababupaten Banggai.

    Program “Si Ade Kembali ke Sekolah” inovasi Dinas Pendidikan untuk menekan angka putus sekolah di Kababupaten Banggai.

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • visibility 655
    • 0Komentar

    LUWUK, tatandak.id – Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Samsul Bahri Lanta kepada pewarta tatandak.id Sabtu (12/07/2025) menjelasakan melalui program Dinas Pendidikan ingin mengurangi angka putus sekolah. “ADE adalah kepanjangan dari Anak Putus Sekolah (A), Dewasa Tidak Sekolah (D), dan huruf (E) dari kata Sekolah “, kata Samsul sapaan akrabnya. […]

  • Masyarakat Totikum Beraksi: Swadaya dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sambil Menunggu Perhatian Pemerintah

    Masyarakat Totikum Beraksi: Swadaya dan Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak Sambil Menunggu Perhatian Pemerintah

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • visibility 375
    • 0Komentar

    TOTIKUM, tatandak.id – Masyarakat Kecamatan Totikum membuktikan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap daerahnya tidak pernah padam. Pada Sabtu (26/07/2025), mereka mulai melakukan perbaikan jalan rusak secara swadaya dan gotong royong, dimulai dari Desa Batang Babasal hingga Desa Sambiut. Ini adalah bentuk nyata dari inisiatif masyarakat untuk memperbaiki infrastruktur yang sangat dibutuhkan, meski belum ada […]

  • Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    Program MBG Di Bangkep Solusi Untuk Kesejahtraan Rakyat Atau Perampokan Rakyat

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • visibility 935
    • 0Komentar

    Oleh: IRFAN KAHAR Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program Strategis Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, resmi diluncurkan di Kabupaten Banggai Kepulauan pada Senin, 24 Februari 2025. Namun Program Yang kemudian digagas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat rawan terjadi penyimpangan dan potensi korupsi jika tidak diawasi dengan ketat. Program […]

  • H. Sulaeman Husen: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Tambang Batu Gamping

    H. Sulaeman Husen: Karst Banggai Kepulauan Harus Dilindungi, Bukan Dikorbankan untuk Tambang Batu Gamping

    • calendar_month Sel, 5 Mei 2026
    • visibility 222
    • 0Komentar

    BANGKEP, tatandak.id – Isu penolakan terhadap rencana masuknya tambang batu gamping di Kabupaten Banggai Kepulauan semakin masif bergulir di tengah masyarakat pada April 2026. Gelombang penolakan itu juga disuarakan mahasiswa Banggai Kepulauan yang tergabung dalam organisasi IPBK Palu. Mahasiswa IPBK Palu bahkan mengajak seluruh pemuda Banggai Kepulauan yang berada di Kota Palu untuk mengikuti aksi […]

error: Content is protected !!
expand_less