Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » EDUKASI » Meiyer Damima: Bangkep Tidak Kekurangan Pejabat, Bangkep Kekurangan Politisi yang Berani Ribut Demi Rakyat

Meiyer Damima: Bangkep Tidak Kekurangan Pejabat, Bangkep Kekurangan Politisi yang Berani Ribut Demi Rakyat

  • calendar_month 16 jam yang lalu
  • visibility 95
  • comment 0 komentar

BANGGAI KEPULAUAN, tatandak.idDi tengah banyaknya persoalan yang terus berulang di Banggai Kepulauan, mulai dari lemahnya pengawasan, pembiaran yang berkepanjangan, hingga lambannya respons terhadap berbagai keresahan publik, satu pernyataan tajam datang dari Ketua DPC PDI Perjuangan Banggai Kepulauan, Meiyer Damima. Menurutnya, persoalan daerah ini bukan semata karena kekurangan pejabat, melainkan karena terlalu sedikit politisi yang benar-benar berani bersuara, berani ribut, dan berani berdiri untuk kepentingan rakyat.

“Bangkep ini bukan kekurangan pejabat. Pejabat ada, jabatan ada, struktur ada. Tapi yang mulai langka adalah politisi yang berani ribut demi rakyat, yang tidak cepat diam saat melihat ada yang tidak beres, dan yang tidak takut kehilangan kenyamanan demi membela kepentingan masyarakat,” ujar Meiyer Damima.

Sebagai tokoh daerah yang dinilai masih peka dan peduli terhadap situasi Banggai Kepulauan, Meiyer melihat bahwa salah satu penyakit paling berbahaya yang sedang tumbuh di daerah ini adalah terbiasanya publik melihat banyak hal yang seharusnya tidak normal, lalu perlahan menganggapnya biasa. Dalam suasana seperti itu, menurutnya, kehadiran politisi seharusnya bukan sekadar menjadi pelengkap demokrasi lima tahunan, tetapi menjadi suara yang hidup, penyeimbang kekuasaan, sekaligus alarm ketika daerah mulai kehilangan arah.

Ia menilai, jabatan tanpa keberanian pada akhirnya hanya akan melahirkan ketenangan yang palsu. Di atas terlihat tertib, tetapi di bawah masyarakat tetap merasakan keresahan. Di atas kelihatan tenang, tetapi di bawah banyak persoalan justru dibiarkan tumbuh tanpa sentuhan yang sungguh-sungguh. Karena itu, bagi Meiyer, Bangkep tidak cukup hanya diisi oleh orang-orang yang pandai duduk di posisi, tetapi harus dihidupkan oleh figur-figur politik yang masih punya kepekaan, nurani, dan keberanian untuk membuat kegaduhan yang sehat demi membela rakyat.

“Politisi itu jangan hanya muncul saat minta dukungan. Jangan hanya kuat waktu kampanye. Ukuran politisi itu justru kelihatan setelah kekuasaan berjalan yakni dia masih peka atau tidak, masih berani bersuara atau tidak, masih punya keberpihakan atau tidak. Karena rakyat tidak butuh politisi yang hanya pandai tersenyum. Rakyat butuh politisi yang kalau melihat ada yang salah, dia gelisah, dia bergerak, dan dia tidak tenang sebelum persoalan itu disentuh,” lanjutnya.

Menurut Meiyer Damima, yang dibutuhkan Banggai Kepulauan hari ini bukan keributan yang kosong, bukan kegaduhan demi panggung, dan bukan kritik yang berhenti di sensasi. Yang dibutuhkan adalah keberanian politik yang jujur, yaitu keberanian untuk menyuarakan persoalan yang nyata, memperjuangkan hal-hal yang selama ini diabaikan, dan hadir sebagai pembela kepentingan publik di tengah banyaknya orang yang memilih aman.

Ia mengingatkan bahwa daerah tidak akan pernah benar-benar sehat jika semua orang yang punya posisi justru lebih sibuk menjaga kenyamanan dibanding menjaga kebenaran. Ketika politisi kehilangan keberanian untuk ribut demi rakyat, maka ruang publik akan diisi oleh pembiaran, kritik akan dianggap gangguan, dan masyarakat perlahan kehilangan tempat untuk berharap.

“Kadang daerah ini bukan kurang orang pintar. Bukan juga kurang orang yang tahu masalah. Tapi terlalu banyak yang tahu lalu memilih diam. Terlalu banyak yang paham, tapi lebih suka aman. Dan kalau itu terus dibiarkan, lama-lama yang hilang bukan cuma keberanian politik, tapi juga kepercayaan rakyat,” tegas Meiyer.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa politik seharusnya tidak kehilangan fungsi moralnya. Bahwa politisi tidak cukup hanya hadir dalam struktur, tetapi harus terasa dalam pembelaan. Dan bahwa daerah seperti Banggai Kepulauan, yang menghadapi banyak persoalan saling terkait, membutuhkan lebih dari sekadar pejabat yang bekerja secara administratif. Daerah ini membutuhkan figur-figur politik yang berani menjadi suara ketika banyak orang memilih diam.

Bagi Meiyer Damima, politisi yang berani ribut demi rakyat bukanlah politisi yang mencari gaduh, tetapi politisi yang tidak rela melihat ketidakberesan dibiarkan terus hidup. Politisi yang tidak cepat menenangkan keadaan dengan kata-kata manis, tetapi memilih berdiri di tengah kenyataan dan mengatakan dengan jujur bahwa ada yang harus dibenahi.

Di tengah situasi Bangkep hari ini, pesan itu terasa kuat dan menohok bahwa jabatan bisa banyak, pejabat bisa lengkap, tetapi jika keberanian politik semakin sedikit, maka rakyat akan terus hidup dalam kekurangan suara.

Dan mungkin, dari sanalah Banggai Kepulauan perlu mulai bercermin bahwa yang dibutuhkan rakyat hari ini bukan sekadar orang yang duduk di posisi, tetapi orang yang berani ribut ketika rakyat sedang tidak baik-baik saja.

  • Penulis: Tatandak.id
  • Editor: Tatandak.id

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangka Waktu Penahanan Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

    Jangka Waktu Penahanan Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP)

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • visibility 4.255
    • 2Komentar

    Ditulis Oleh: RIZKAWATI GASIN, S.H. Dalam sistem hukum di Indonesia, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) mengatur prosedur penahanan seseorang yang berstatus sebagai tersangka atau terdakwa. Berdasarkan KUHAP, jangka waktu penahanan dapat berlangsung mulai dari tahap penyidikan hingga upaya hukum kasasi di Mahkamah Agung Republik Indonesia, dengan durasi maksimal 400 hari. Namun, dalam keadaan tertentu, […]

  • SIPP PN Palu “Mati Suri”, Muhammad Saleh Gasin, Transparansi Hanya Slogan, Ada Apa dengan Keadilan di Sulteng?

    SIPP PN Palu “Mati Suri”, Muhammad Saleh Gasin, Transparansi Hanya Slogan, Ada Apa dengan Keadilan di Sulteng?

    • calendar_month Rab, 31 Des 2025
    • visibility 1.708
    • 0Komentar

    ​ PALU, tatandak.id – Wajah peradilan di Sulawesi Tengah kembali tercoreng oleh buruknya layanan teknologi informasi. Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri (PN) Palu dilaporkan terus mengalami “kelumpuhan” sistemik. Alih-alih menjadi jendela transparansi, aplikasi ini justru dianggap menjadi tembok penghalang bagi publik yang haus akan informasi hukum. ​Ironisnya, SIPP yang merupakan instrumen wajib dari […]

  • Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

    Irwanto Diasa (Simbil): Tetap Terhubung Adalah Kekuatan Sejati Masyarakat Sipil

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • visibility 718
    • 0Komentar

    TATANDAK.ID – Di tengah dinamika sosial dan politik yang semakin kompleks, Irwanto Diasa, atau yang akrab disapa Simbil, menegaskan bahwa kekuatan utama dalam menjaga peradaban bukanlah senjata, kekuasaan, ataupun institusi negara, melainkan keterhubungan antarmanusia atau people. Menurut Simbil, people adalah fondasi mutlak sebuah negara. Tanpa people, negara tidak akan pernah ada. Sebaliknya, tanpa negara, people […]

  • Silaturahmi dan Perpisahan RA AL-MUNAWARAH Bone Bolango Tahun Pelajaran 2024/2025, Inisiasi Murni Orang Tua yang Penuh Makna

    Silaturahmi dan Perpisahan RA AL-MUNAWARAH Bone Bolango Tahun Pelajaran 2024/2025, Inisiasi Murni Orang Tua yang Penuh Makna

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • visibility 1.063
    • 0Komentar

    BONE BOLANGO, tatandak.id — Kegiatan silaturahmi dan perpisahan siswa RA AL-MUNAWARAH Bone Bolango, Provinsi Gorontalo tahun pelajaran 2024/2025 berlangsung khidmat dan menyentuh hati. Acara yang digagas sepenuhnya oleh orang tua siswa ini menjadi momentum bersejarah dan penuh makna, mempererat ikatan antara guru, siswa, dan orang tua. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten […]

  • SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    SMKN Peling Tengah Salurkan Bantuan Seragam dari Disdikbud Sulteng kepada Siswa

    • calendar_month Sen, 15 Des 2025
    • visibility 198
    • 0Komentar

      PELENG TENGAH, tatandak.id – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Peling Tengah menyalurkan bantuan seragam sekolah kepada siswa-siswi, Senin (15/12/2025). Bantuan tersebut merupakan program dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan semangat belajar peserta didik. Penyaluran bantuan seragam dilakukan langsung di lingkungan SMKN Peling Tengah dan diwakili oleh salah […]

  • Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia, Luka Sosial yang Belum Sembuh

    Kekerasan terhadap Perempuan di Indonesia, Luka Sosial yang Belum Sembuh

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • visibility 496
    • 0Komentar

    Oleh: NOVA YALUNA Kekerasan terhadap perempuan di Indonesia masih menjadi fenomena sosial yang meresahkan. Setiap tahun, Komnas Perempuan merilis data yang menunjukkan angka kekerasan yang tinggi, mulai dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, hingga kekerasan berbasis gender online (KBGO). Salah satu kasus yang mencuat adalah kekerasan seksual yang dialami anak di bawah umur, […]

error: Content is protected !!
expand_less